ISLAM DAN KESEJAHTERAAN UMAT: KETERKAITAN MASYARAKAT MADANI DAN EKONOMI ISLAM

Penulis

  • Shalvina Dwi Saputri Universitas Jambi
  • Imelda Pasaribu Universitas Jambi
  • Revana Suci Aulia Universitas Jambi
  • Rayyani Salma Universitas Jambi
  • Agung Adi Suryadi Universitas Jambi
  • Eva Iryani Universitas Jambi

Kata Kunci:

Kesejahteraan Umat, Masyarakat Madani, Ekonomi Islam, Maqashid Al-Syariah, Keuangan Sosial Islam

Abstrak

Kesejahteraan umat berkaitan dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menjaga keadilan, martabat, dan hubungan sosial. Artikel ini membahas keterkaitan konsep masyarakat madani, peran umat Islam, dan prinsip ekonomi Islam dalam membangun kesejahteraan. Pembahasan disusun sebagai kajian pustaka naratif dengan menelaah gagasan dalam makalah sumber dan mengelompokkannya ke dalam tema kehidupan sosial, tanggung jawab umat, serta pengelolaan sumber daya ekonomi. Literatur yang menjadi dasar pembahasan mencakup buku dan artikel mengenai masyarakat madani, ekonomi Islam, maqashid al-syariah, zakat, wakaf, dan etika bisnis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa masyarakat madani menyediakan dasar kehidupan bersama berupa kesetaraan, partisipasi, toleransi, dan tanggung jawab. Nilai tersebut memperoleh bentuk praktis melalui pendidikan, kegiatan sosial, pengelolaan zakat dan wakaf, serta kegiatan usaha yang jujur dan adil. Maqashid al-syariah memperluas pemahaman kesejahteraan dengan menempatkan perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta sebagai pertimbangan. Keterkaitan ketiga bidang tersebut mengarah pada pemahaman bahwa kesejahteraan membutuhkan dukungan perilaku individu dan tata kelola lembaga. Artikel ini menegaskan perlunya pengelolaan dana sosial yang terbuka, pemberdayaan yang sesuai kebutuhan penerima, dan kerja sama antar pihak. Simpulan bersifat konseptual dan tidak dimaksudkan sebagai pengukuran dampak program secara empiris.

Community welfare involves the ability to meet basic needs while maintaining justice, human dignity, and constructive social relations. This article examines the relationship between the concept of madani society, the social responsibilities of Muslims, and Islamic economics principles. It uses a narrative literature approach to reorganize and synthesize the arguments presented in the source paper into three themes; social life, community responsibility, and economic resource management. The discussion draws on books and articles concerning civil society, Islamic economics, maqasid al-shariah, zakat, waqf, and business ethics. The synthesis suggest that madani society provides a foundation for collective life through equality, participation, tolerance, and accountability. These values take practical firm through education, social initiatives, zakat and waqf management, and fair business practices. Maqasid al-shariah broadens the understanding of welfare by considering the protection of religion, life, intellect, progeny, and wealth. The relationship among these themes indicates that welfare requires both individual responsibility and sound institutional governance. Transparent social fund management, assistance suited to recipients’ needs, and cooperation among institutions are therefore central to the proposed framework. The conclusions are conceptual and do not constitute an empirical assessment of program outcomes.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31