https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/issue/feedJurnal Ilmiah Multidisipliner2026-03-02T12:16:43+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20039PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI ACEH2026-02-10T01:18:23+00:00Yumnatul Jannahyumna0879@gmail.comSri Wahyunisriwahyuni@umuslim.ac.idMarzalinalinamarza@yahoo.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk runtut waktu (time series) yang bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secaw1ra simultan pertumbuhan ekonomi dan Upah Minimum Provinsi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Aceh. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi memiliki arah hubungan positif namun tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi belum mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara optimal. Sementara itu, Upah Minimum Provinsi menunjukkan hubungan negatif namun tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, yang menandakan bahwa kebijakan upah minimum belum memberikan dampak nyata terhadap perubahan tingkat pengangguran di Aceh. Rendahnya nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Aceh lebih banyak dipengaruhi oleh faktor struktural lain di luar variabel penelitian. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka secara berkelanjutan.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19746KAJIAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI KEAMANAN DAN EFEKTIVITAS SWAMEDIKASI OBAT TRADISIONAL PADA PELAYANAN KESEHATAN2026-01-31T09:54:52+00:00Jon Kenedy Marpaungjonkenedymrp@gmail.comRezza Fikrih Utamarezafikriutama@gmail.comDesni Rinanda Silitongadesni.rinanda@gmail.com<p>Latar Belakang: Swamedikasi menggunakan obat tradisional merupakan praktik yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan dan menjaga kesehatan. Namun, praktik swamedikasi yang tidak disertai dengan pengetahuan yang memadai berpotensi menimbulkan risiko penggunaan obat yang tidak aman dan tidak efektif. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan dan keamanan swamedikas. Tujuan: untuk mengkaji dan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan keamanan dan efektivitas praktik swamedikasi berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Metode: studi literatur dengan menelaah beberapa jurnal nasional yang membahas tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi obat tradisional. Hasil: Hasil menunjukkan sebagian besar responden pada berbagai penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga sangat baik. Tingkat pengetahuan yang baik berkaitan dengan penggunaan obat yang lebih rasional, aman, dan efektif, terutama untuk mengatasi keluhan ringan seperti batuk, demam, nyeri, serta pemeliharaan kesehatan. Sebaliknya, tingkat pengetahuan yang rendah cenderung berhubungan dengan penggunaan obat yang kurang tepat. Kesimpulan: tingkat pengetahuan masyarakat berperan penting dalam menentukan keamanan dan efektivitas swamedikasi. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan literasi kesehatan masyarakat perlu terus dilakukan untuk mendukung praktik swamedikasi yang aman dan bertanggung jawab.</p> <p><em>Background: Self-medication using traditional medicines is a common practice for treating minor health problems and maintaining good health. However, self-medication without adequate knowledge can potentially lead to the risk of unsafe and ineffective medication use. Therefore, public awareness is a crucial factor in determining the success and safety of self-medication. Objective: To study and analyze the relationship between the level of public knowledge and safety and effectiveness, self-medication was carried out based on the results of previous research. Methods: literature study by reviewing several national journals that discuss the level of knowledge and behavior of self-medication of traditional medicine. Results: The results show that the majority of respondents in various studies had good to excellent levels of knowledge. Good knowledge is associated with more rational, safe, and effective medication use, especially for treating minor ailments such as coughs, fevers, and pain, as well as for maintaining health. Conversely, low knowledge tends to be associated with inappropriate medication use. Conclusion: Public knowledge plays a crucial role in determining the safety and effectiveness of self- medication. Therefore, continued improvement of public health education and literacy is necessary to support safe and responsible self-medication practices.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20244PENGARUH GAYA HIDUP, PERILAKU FINANCIAL, DAN KEMUDAHAN MEDIA PEMBAYARAN CASHLESS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF GEN Z DI KOTA SAMARINDA2026-02-20T07:12:40+00:00Dzaky Ahmad Raihanahmadraihan1810@gmail.com<p><em>Currently, the development of technology and information that is rapidly increasing the economic sector has finally made people more often in shopping and consuming things. The increasing consumption pattern is also due to the high fulfillment of the Generation Z lifestyle supported by the development of cashless payment media that provides benefits for its users with the convenience offered by the payment media. This allows people to behave consumptively, but it depends on the person's financial behavior. Financial behavior is a form of behavior in managing, managing, and making financial decisions with the aim of avoiding financial risks in the future. The purpose of this study is: to determine the influence of Lifestyle, Financial Behavior, Ease of Cashless Payment Media both partially and simultaneously on Consumptive Behavior. The research method used in this study is to use a quantitative method by using a questionnaire in collecting data. The population used is Gen Z who live in Samarinda City and uses 100 people as a sample and respondents for this study. The results of the analysis in this study show that lifestyle partially has a significant effect on consumptive behavior. Then financial behavior partially does not have a significant effect on consumptive behavior. And the convenience of cashless payment media partially does not have a significant effect on consumptive behavior. As well as lifestyle variables, financial behavior, and the ease of cashless payment media simultaneously affect the consumptive behavior of Gen Z in Samarinda City.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19964SELF ACCEPTANCE DAN QUALITY OF LIFE KARYAWAN GEN Z BAGIAN PRODUKSI DI PT X SALATIGA2026-02-06T08:22:49+00:00Shalu Hefanaya Salmanela 802022053@student.uksw.eduSutarto Wijonosutarto.wijono@uksw.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self acceptance dan quality of life pada karyawan Generasi Z bagian produksi di sebuah perusahaan manufaktur di Salatiga. Generasi Z memiliki karakteristik unik dalam dunia kerja, termasuk ekspektasi tinggi terhadap work-life balance dan kesejahteraan psikologis. Lingkungan kerja produksi yang menuntut dapat memberikan tantangan tersendiri bagi kesejahteraan karyawan muda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 50 karyawan Generasi Z bagian produksi berusia 25-28 tahun dengan pengalaman kerja minimal 6 bulan. Pengumpulan data menggunakan dua instrumen berupa skala Self Acceptance yang disusun berdasarkan teori Ryff dengan 28 item dan skala Quality of Life berdasarkan teori Kerce dengan 24 item. Kedua alat ukur menunjukkan reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach's Alpha masing-masing 0,923 dan 0,918. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara self acceptance dan quality of life dengan koefisien korelasi r=0,617 dan nilai signifikansi 0,000. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y=62,733+0,678X dengan kontribusi self acceptance sebesar 38% terhadap quality of life. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat self acceptance karyawan Generasi Z, semakin tinggi pula quality of life yang mereka rasakan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya perusahaan mengembangkan program pengembangan SDM yang mendukung peningkatan self acceptance karyawan melalui pelatihan kesadaran diri, konseling, dan budaya kerja yang inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan Generasi Z di bagian produksi.</p> <p><em>This study aims to examine the relationship between self acceptance and quality of life among Generation Z production employees at a manufacturing company in Salatiga. Generation Z has unique characteristics in the workplace, including high expectations for work-life balance and psychological well-being. The demanding production work environment can pose particular challenges to the well-being of young employees. This research employed a quantitative approach with a correlational design involving 50 Generation Z production employees aged 25-28 years with a minimum of 6 months work experience. Data collection utilized two instruments: a Self Acceptance scale based on Ryff's theory consisting of 28 items and a Quality of Life scale based on Kerce's theory consisting of 24 items. Both instruments demonstrated high reliability with Cronbach's Alpha values of 0.923 and 0.918 respectively. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation technique with SPSS version 26. Results revealed a significant positive relationship between self acceptance and quality of life with a correlation coefficient of r=0.617 and significance value of 0.000. Regression analysis produced the equation Y=62.733+0.678X with self acceptance contributing 38% to quality of life. These findings indicate that the higher the level of self acceptance among Generation Z employees, the higher their quality of life. The practical implication of this research is the need for the company to develop human resource development programs that support the enhancement of employee self acceptance through self-awareness training, counseling, and inclusive work culture to improve the well-being of Generation Z employees in the production department.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20182PENGARUH LOKASI, CELEBRITY ENDORSER, DAN LABEL HALAL TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN PADA INDUSTRI HALAL WISATA BELANJA DI ISLAMIC CENTER SAMARINDA2026-02-16T05:07:17+00:00Wiwik Alfianticampuswiwik@gmail.comNurul Fadhilahnurul.fadhilah@uinsi.ac.idIrma Yulianiirmaimara@gmail.com<p><em>The development of the halal industry in Indonesia is increasingly in line with the times. This is evidenced by the top three rankings achieved by Indonesia in the State of The Global Islamic Economy (SGIE) at the end of 2023. The scope of the halal industry is quite large, ranging from tourism, culinary, fashion, cosmetics and medicines, to finance. In the city of Samarinda, the halal industry began to be developed, namely collaboration from the tourism sector with the culinary sector and produced the Samarinda Islamic Center Shopping Tour. This study aims to determine the influence of location, celebrity endorsers, and halal labels on consumer preferences in the halal shopping tourism industry at the Islamic Center Samarinda. The method used in this study is a quantitative research method. Using primary data disseminated through questionnaires on google forms then tested and analyzed using multiple linear regression analysis in SPSS 26. The population in this study is visitors to the Samarinda Islamic Center Shopping Tour and sampling uses the Lemeshow formula so that the number of respondents to this study is 110 visitors with certain criteria. The results of this research show that independent variables in this research have a partially positive and significant effect on the dependent variable, namely consumer preferences. Meanwhile, simultaneously the independent variables location, celebrity endorser, and halal label also simultaneously have a positive and significant influence on the dependent variable.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19899KUALITAS PRODUK DAN LOYALITAS PELANGGAN JEANS JINISO PADA GENERASI Z DI KOTA SALATIGA2026-02-05T01:36:35+00:00Nilan Widarningrumnilanwidarningrum@gmail.comSutarto Wijonosutarto.wijono@uksw.edu<p>Fenomena persaingan merek lokal menuntut perusahaan mempertahankan loyalitas para pelanggannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas produk Jeans Jiniso dan tingkat loyalitas pelanggan Generasi Z di Kota Salatiga yang didasarkan pada isu loyalitas pelanggan yang masih belum stabil di segmen ini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 100 responden Generasi Z pelanggan Jiniso di Kota Salatiga yang diperoleh melalui purposive sampling. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0.848 dan nilai signifikansi 0.000 (p < 0.05). Hal ini membuktikan terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kualitas produk dan loyalitas pelanggan Jeans Jiniso pada Generasi Z di Kota Salatiga. Semakin tinggi kualitas produk yang dipersepsikan, semakin tinggi pula loyalitas pelanggan. Kualitas Produk memberikan sumbangan sebesar 71.9% terhadap Loyalitas Pelanggan. Implikasi temuan ini menegaskan bahwa perusahaan Jiniso harus menjaga konsistensi dimensi kualitas produk sebagai strategi utama untuk membuat para pelanggan tetap loyal.</p> <p><em>The phenomenon of local brand competition demands that companies maintain the loyalty of their customers. This research aims to determine the relationship between the product quality of Jiniso Jeans and the level of customer loyalty among Generation Z in Salatiga City, based on the issue of still unstable customer loyalty in this segment. The study employed a quantitative method with a correlational design, involving 100 Generation Z respondents who are customers of Jiniso in Salatiga City, obtained through purposive sampling. The results of the Pearson Product Moment correlation test show a correlation coefficient (rxy) of 0.848 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). This proves that there is a highly significant positive relationship between product quality and customer loyalty toward Jiniso Jeans among Generation Z in Salatiga City. The higher the perceived product quality, the higher the customer loyalty. Product Quality contributes 71.9% to Customer Loyalty. The implication of this finding emphasizes that the Jiniso company must maintain the consistency of its product quality dimensions as a main strategy to keep customers loyal. </em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20397PENGARUH KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA, BEBAN KERJA DAN PEMBERIAN REWARD TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS KALIWATES JEMBER2026-03-02T12:16:43+00:00Ika Aprilianaiekha0818@gmail.comNike Norma Epriliyananikenorma7@gmail.comHarmawan Teguh Saputrawa0n3.saputra@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketersediaan sumber daya manusia (SDM), beban kerja, dan pemberian reward terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Kaliwates Jember. Kinerja pegawai merupakan faktor penting yang menentukan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam praktiknya, pencapaian kinerja yang optimal di Puskesmas sering terhambat oleh keterbatasan jumlah tenaga kerja, beban kerja yang tinggi, dan sistem penghargaan yang belum berjalan efektif. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan motivasi, semangat kerja, dan produktivitas pegawai, sehingga berdampak pada efektivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif, yaitu untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi ketersediaan SDM (X₁), beban kerja (X₂), dan pemberian reward (X₃), sedangkan variabel terikat adalah kinerja pegawai (Y). Populasi penelitian adalah seluruh pegawai di UPTD Puskesmas Kaliwates, baik tenaga medis maupun non-medis, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh karena jumlah populasi relatif kecil. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert (1–5), observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Uji statistik yang dilakukan meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hasil penelitian diharapkan mampu menunjukkan bahwa ketersediaan SDM yang memadai, beban kerja yang proporsional, dan sistem reward yang tepat akan berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja pegawai. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam konteks organisasi sektor publik kesehatan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak manajemen Puskesmas Kaliwates dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dalam menyusun kebijakan pengelolaan SDM, pembagian beban kerja yang seimbang, serta penerapan sistem reward yang lebih adil dan transparan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.</p>2026-03-03T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20140KEPASTIAN HUKUM TERHADAP PENGABAIAN ANAK DAN RELEVANSINYA TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 20142026-02-13T08:17:26+00:00Giovani Muslihul Aqqadgma.lawfirm@gmail.comKartonodosen01490@unpam.ac.idDodi Sugiantodosen02735@unpam.ac.id<p>Artikel ini mengkaji efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana penelantaran anak dalam kerangka Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Penelantaran anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak yang hingga kini masih banyak terjadi, meskipun telah tersedia pengaturan normatif yang relatif komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 telah memberikan dasar hukum yang cukup dengan mengkriminalisasi penelantaran anak dan menetapkan sanksi pidana, namun implementasinya belum sepenuhnya mampu mewujudkan perlindungan anak secara substantif. Praktik penegakan hukum cenderung bersifat reaktif, formalistik, dan berorientasi retributif, sehingga kurang responsif terhadap bentuk-bentuk penelantaran nonfisik serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Hambatan struktural berupa kemiskinan dan keterbatasan layanan sosial, hambatan kultural berupa rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta hambatan institusional berupa lemahnya koordinasi antarlembaga menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas perlindungan anak. Artikel ini menegaskan bahwa perlindungan anak dari penelantaran memerlukan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan penegakan hukum pidana, kebijakan sosial, penguatan institusional, dan penerapan keadilan restoratif yang berorientasi pada pemulihan dan kesejahteraan anak.</p> <p>This article examines the effectiveness of law enforcement against the crime of child neglect within the framework of Law Number 35 of 2014 on Child Protection in Indonesia. Child neglect constitutes a serious violation of children's rights and remains a persistent social and legal problem, despite the existence of comprehensive normative regulations. This study employs a normative juridical research method using statutory, conceptual, and case approaches. The analysis demonstrates that, although Law Number 35 of 2014 provides a relatively adequate legal basis by criminalizing child neglect and stipulating sanctions, its implementation has not yet achieved substantive child protection. Law enforcement practices tend to be reactive, formalistic, and predominantly retributive, often failing to address non-physical forms of neglect and the best interests of the child. Structural factors such as poverty and limited social services, cultural factors including low legal awareness and the perception of child neglect as a private family matter, and institutional constraints such as weak inter-agency coordination significantly hinder effective implementation. This article argues that effective protection against child neglect requires an integrated approach that combines criminal law enforcement with social policy, institutional strengthening, and the adoption of restorative justice principles oriented toward the recovery and welfare of the child.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19840KAJIAN IMPLEMENTASI BANYUWANGI CERDAS PERSPEKTIF MARHAENISME: STUDI PADA TATA KELOLA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KABUPATEN BANYUWANGI2026-02-03T04:00:05+00:00Nur Effendiythulikpendik@gmail.comHary Priyantoharysangabi@gmail.comDimas Imaniardimasimaniars@gmail.com<p>Program Banyuwangi Cerdas merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pendidikan melalui pendekatan smart city. Namun, implementasi kebijakan ini masih menyisakan persoalan ketimpangan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat marhaen. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi Program Banyuwangi Cerdas dalam tata kelola peningkatan kualitas pendidikan dengan menggunakan perspektif Marhaenisme Sukarno, yang menekankan tiga pilar utama: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, Program Banyuwangi Cerdas telah memberikan kontribusi positif dalam peningkatan angka partisipasi sekolah dan digitalisasi pendidikan, namun belum sepenuhnya mencerminkan keberpihakan pada masyarakat marhaen. Diperlukan penguatan kebijakan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berlandaskan nilai keadilan sosial agar tujuan pendidikan yang berkeadilan dapat terwujud.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20310PENGARUH TATA KELOLA PERBANKAN DAN KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP KINERJA PERBANKAN PADA BANK BTN KANTOR CABANG PANAKKUKANG2026-02-25T06:31:27+00:00Nurul Dian Amaliyahnuruldianamaliyah@gmail.comMiramira@unismuh.ac.idAsdarasdar@unismuh.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perbankan dan kepercayaan publik terhadap kinerja perbankan pada Bank BTN KC Panakkukang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 32 responden dan analisis data menggunakan SmartPLS. serta didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tata kelola perbankan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja perbankan dengan nilai t sebesar 1,134 < 1,96 dan nilai signifikansi sebesar 0,266 > 0,05. Sementara itu, Kepercayaan publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perbankan dengan nilai t sebesar 3,291 > 1,96 dan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. kepercayaan publik merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kinerja perbankan.</p> <p>This study aims to analyze the influence of banking governance and public trust on banking performance at Bank BTN Panakkukang Branch. This study used a quantitative approach with a sample of 32 respondents and data analysis using SmartPLS, supported by validity, reliability, and hypothesis testing. The results show that banking governance partially has a positive but insignificant effect on banking performance with a t-value of 1.134 < 1.96 and a significance value of 0.266 > 0.05. Meanwhile, public trust has a positive and significant effect on banking performance with a t-value of 3.291 > 1.96 and a significance value of 0.003 < 0.05. Public trust is the variable with the most significant influence on banking performance.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20052PENGARUH SUPPORT TEAMWORK, DUKUNGAN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PONOROGO2026-02-10T08:49:58+00:00Agti Pribatiwiagtipribatiwi20@gmail.comSri Hartonoguest@jurnalhst.comSujionoguest@jurnalhst.com<p>Studi ini memiliki tujuan yakni guna mengetahui pengaruh Support Teamwork, Dukungan Organisasi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai di Disdukcapil Kab. Ponorogo secara parsial ataupun simultan. Didalam studi ini dipergunakan metode penelitian berupa pendekatan kuantitatif dengan populasi yang ditentukan yaitu seluruh pegeawai Dinas Disdukcapil Kab. Ponorogo. Sejumlah 63 responden didalam studi yang dipilih dengan memanfaatkan teknik sampel jenuh. Data didapatkan dengan menyebarkan kuesioner lalu menganalisanya memakai pengujian validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, koefisien determinasi, pengujian T dan F dengan bantuan SPSS. Hasil studi memperlihatkan bahwasanya : 1) Support Teamwork mampu memberi pengaruh pada kinerja pegawai secara signifikan, positif dan parsial. 2) Dukungan Organisasi secara parsial memberi pengaruh pada kinerja pegawai secara signifikan, positif dan parsial. 3) Budaya Organisasi memberi pengaruh pada kinerja pegawai secara signifikan, positif dan parsial. 4) Support Teamwork, Dukungan Organisasi, dan Budaya Organisasi mampu memengaruhi kinerja pegawai secara signifikan, positif serta simultan.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19803ANALISIS YURIDIS AKIBAT HUKUM PERJANJIAN YANG DIBUAT DI BAWAH PAKSAAN (DWANG) PERSPEKTIF PASAL 1321 KUH PERDATA2026-02-02T04:46:32+00:00Raditya Catur Nandaradityatyccha@gmail.comWahyu Prawesthiwahyu.prawesthi@unitomo.ac.id<p>Perjanjian dapat diartikan atau disimbolkan dengan istilah lain seperti akad, ijab, kesanggupan, kesepakatan, dan komitmen. Sementara itu, perjanjian sendiri merujuk pada sebuah kewajiban dan hak yang diinginkan oleh para pihak yang terlibat atau dikenal juga dengan subjek hukum. Untuk menjadikan suatu perjanjian sebagai entitas yang sah, terdapat syarat-syarat mutlak yang diuraikan dalam Pasal 1320 KUH Perdata.Tulisan ini menargetkan untuk mengetahui Analisis Yuridis Akibat Hukum Perjanjian Yang Dibuat Di Bawah Paksaan (Dwang) Perspektif Pasal 1321 Kuh Perdata. Metode penelitian dalam tulisan menggunakan yuridis normatif dengan sifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh melalui bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan pengumpulan data yang diperoleh secara library research. Data-data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif. Sesuai Pasal 1321 KUHPerdata, kesepakatan yang diperoleh melalui paksaan dianggap tidak sah karena melanggar syarat subjektif perjanjian. Paksaan ini tidak terbatas pada kekerasan fisik, tetapi mencakup ancaman mental yang menimbulkan ketakutan nyata bagi pihak yang bersangkutan. Perjanjian yang mengandung unsur paksaan tidak batal secara otomatis, melainkan berstatus dapat dibatalkan (voidable). Jika hakim mengabulkan gugatan dan menyatakan perjanjian tersebut batal, maka berlaku akibat hukum sebagai berikut: Restitusi (Restitutio in Integrum): Berdasarkan Pasal 1451 dan 1452 KUHPerdata, posisi para pihak harus dikembalikan ke keadaan semula seolah-olah perjanjian tidak pernah ada. Berlaku Surut: Pembatalan ini memiliki kekuatan berlaku surut, yang berarti segala perikatan yang lahir dari kontrak tersebut dianggap hapus sejak awal penandatanganan. Pengembalian Hak: Segala prestasi yang telah diberikan (seperti pembayaran atau penyerahan barang) wajib dikembalikan kepada pihak asalnya.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20269PENAMBAHAN BUBUK UDANG REBON TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK STIK BAWANG2026-02-21T12:51:24+00:00Aura Mutiarani Shafa Nabilamutiaranisn@gmail.comMarianimariani.ikk09@gmail.comSachrianisachrianisachriani@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas organoleptik stik bawang dengan inovasi penambahan bubuk udang rebon dengan persentase yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Pastry & Bakery Program Studi Seni Kuliner dan Pengelolaan Jasa Makanan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Persentase yang diuji terdiri dari penambahan bubuk udang rebon sebesar 5%, 10%, dan 15% dari total berat campuran tepung sebanyak 350 gr. Penilaian dilakukan oleh 10 panelis ahli yang terdiri dari 5 akademisi dan 5 praktisi industri melalui uji kualitas organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk udang rebon memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik produk. Pada persentase penambahan 5% menghasilkan kualitas warna terbaik (kuning keemasan) dan tingkat kerenyahan tertinggi. Persentase penambahan 10% memberikan keseimbangan rasa, sedangkan pada persentase penambahan 15% memiliki intensitas rasa dan aroma udang rebon yang kuat namun cenderung menutupi aroma bawang. Kesimpulannya, penambahan bubuk udang rebon sebanyak 5% direkomendasikan untuk mempertahankan karakteristik fisik visual dan tekstur, sedangkan 15% direkomendasikan untuk mengedepankan cita rasa khas udang.</p> <p><em>This study aims to analyze the organoleptic quality of onion sticks with the addition of rebon shrimp powder at different percentages. The research method used was an experimental method conducted at the Pastry & Bakery Laboratory of the Culinary Arts and Food Service Management Study Program, Faculty of Engineering, Jakarta State University. The percentages tested consisted of the addition of rebon shrimp powder at 5%, 10%, and 15% of the total weight of the flour mixture of 350 grams. The assessment was carried out by 10 expert panelists consisting of 5 academics and 5 industry practitioners through organoleptic quality testing. The results of the study showed that the addition of rebon shrimp powder had a significant effect on the organoleptic characteristics of the product. The 5% addition percentage produced the best color quality (golden yellow) and the highest crispness level. The 10% addition percentage provided a balanced taste, while the 15% addition percentage had a strong shrimp flavor and aroma but tended to mask the onion aroma. In conclusion, adding 5% rebon shrimp powder is recommended to maintain the visual and textural characteristics, while 15% is recommended to emphasize the distinctive shrimp flavor.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20031KAJIAN SISTEMATIS: DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH2026-02-09T11:44:10+00:00Sri Rezeki Sembiringsrirezekisembiring1006@gmail.comEliana Br Bangunelianabrbangun@icloud.comElisa R Sihombingelisaririss@gmail.comIrmiah Nurul Rangkutiirmiahnurul@unimed.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah di perguruan tinggi, khususnya pada program studi Pendidikan Tata Rias Kajian ini dilakukan melalui telaah berbagai artikel penelitian yang relevan dengan topik PBL dan pembelajaran vokasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kemampuan mahasiswa dalam menemukan solusi alternatif terhadap permasalahan nyata yang muncul dalam proses pembelajaran maupun praktik lapangan. Dalam konteks pendidikan tata rias, PBL terbukti efektif melatih mahasiswa menghadapi situasi kompleks, seperti menyesuaikan teknik tata rias dengan karakteristik klien, mengatasi keterbatasan bahan, serta merancang inovasi riasan sesuai kebutuhan industri. Dengan demikian, penerapan PBL tidak hanya berdampak pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap profesional dan kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan desain pembelajaran berbasis PBL yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kecantikan di Indonesia.</p> <p><em>This study aims to systematically examine the implementation of Problem Based Learning (PBL) in improving problem-solving skills in higher education, particularly in the Beauty Education program. This review was conducted through an analysis of various research articles relevant to the topics of PBL and vocational learning. The findings show that PBL can enhance students’ critical and creative thinking skills, as well as their ability to develop alternative solutions to real problems encountered during learning activities and field practice. In the context of beauty education, PBL has proven effective in training students to face complex situations, such as adjusting makeup techniques to clients’ characteristics, overcoming material limitations, and designing innovative makeup creations that meet industry demands. Thus, the application of PBL not only impacts students’ mastery of technical skills but also contributes to the development of professional attitudes and job readiness. This study recommends the development of PBL-based learning designs that are more adaptive to technological advancements and the needs of the beauty industry in Indonesia.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20236PENGARUH KUR SYARIAH TERHADAP PEMILIHAN PEMBIAYAAN OLEH NASABAH DI PEGADAIAN SYARIAH BIREUEN2026-02-19T13:33:43+00:00Farrahul Fithriyafarrahul170703@gmail.com Mahfud Al Saputraalmahfudsp@umuslim.ac.idM. Salehmsaleh@umuslim.ac.id<p>Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah merupakan salah satu instrumen pembiayaan berbasis prinsip syariah yang dirancang untuk meningkatkan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran KUR Syariah di Pegadaian Syariah diharapkan mampu menjadi solusi pembiayaan yang adil, transparan, dan bebas riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh KUR Syariah terhadap pemilihan pembiayaan oleh nasabah di Pegadaian Syariah Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 nasabah Pegadaian Syariah Bireuen yang menggunakan produk pembiayaan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUR Syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan pembiayaan oleh nasabah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan prosedur, kesesuaian dengan prinsip syariah, serta keadilan margin menjadi faktor utama yang mendorong nasabah memilih KUR Syariah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan produk pembiayaan syariah di Pegadaian.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19936PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP AHLI YANG MEMBERIKAN KETERANGAN AHLI DALAM PERADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI2026-02-05T10:41:53+00:00Nur Zaera Zein Syechnaszaerazein09@gmail.comHerdiansyah Hamzahherdihamzah@gmail.comRini Apriyaniriniapriyani@fh.unmul.ac.id<p>Keterangan ahli merupakan salah satu alat bukti yang diakui dalam sistem peradilan pidana Indonesia, sebagaimana diatur dalam Pasal 186 KUHAP. Dalam konteks tindak pidana korupsi, keterangan ahli memiliki peran penting sebagai scientific evidence dalam mengisi kekosongan teknis yang tidak dapat dijelaskan oleh penegak hukum. Namun, dalam praktiknya, ahli yang memberikan keterangannya dalam persidangan tidak jarang menghadapi intimidasi, diskriminasi, hingga kriminalisasi. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya ancaman terhadap independensi keilmuan dan partisipasi publik, terutama dalam perkara-perkara yang memiliki kepentingan politik atau ekonomi yang tinggi, seperti kasus korupsi pertambangan timah. Salah satu bentuk ancaman tersebut adalah Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP), yaitu gugatan hukum yang ditujukan untuk membungkam atau mengintimidasi partisipasi publik, termasuk keterlibatan ahli dalam persidangan. Untuk mencegah hal ini, Indonesia telah mengenal instrumen Anti-SLAPP, khususnya dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), meskipun implementasinya masih belum optimal. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi ahli dalam peradilan tindak pidana korupsi, serta dampak dari kriminalisasi terhadap posisi dan peran ahli dalam proses pembuktian. Dengan pendekatan normatif dan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa meskipun terdapat instrumen hukum yang mendukung, perlindungan terhadap ahli masih bersifat lemah secara praktik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme hukum dan jaminan perlindungan yang efektif guna mencegah upaya pembungkaman terhadap ahli serta menjaga integritas proses peradilan pidana, khususnya dalam kasus korupsi.</p> <p><em>Expert testimony is one of the legally recognized types of evidence in the Indonesian criminal justice system, as stipulated in Article 186 of the Criminal Procedure Code (KUHAP). In the context of corruption crimes, expert testimony plays a vital role as scientific evidence to fill technical gaps that law enforcement officers may not be able to explain. However, in practice, experts who provide testimony in court often face intimidation, discrimination, and even criminalization. This phenomenon raises concerns about threats to academic independence and public participation, particularly in cases with significant political or economic interests, such as corruption cases in the tin mining sector. One such threat is the Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP), which refers to legal actions intended to silence or intimidate public participation, including the involvement of experts in judicial processes. To address this issue, Indonesia has recognized Anti-SLAPP provisions, particularly in the Environmental Protection and Management Law (PPLH), although their implementation remains suboptimal. This study aims to analyze the legal protections available for experts in corruption crime trials and examine the impacts of criminalization on their role and position in the evidentiary process. Using a normative and case study approach, this research finds that despite the existence of legal instruments supporting protection, in practice, expert protection remains weak. Therefore, it is crucial to strengthen legal mechanisms and provide effective safeguards to prevent attempts to silence experts and to uphold the integrity of the criminal justice process, especially in corruption cases.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20180HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA2026-02-16T04:21:10+00:00Ilahizah Cahyaningtyasilahizahtyas@students.unnes.ac.idFatma Kusuma Mahananifatma.psi@mail.unnes.ac.id<p>Kecemasan merupakan respons emosional yang sering dialami mahasiswa akibat tuntutan akademik, tekanan sosial, serta perubahan pola hidup selama masa perkuliahan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis, termasuk kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan mahasiswa aktif sebagai responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner skala kecemasan yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner kualitas tidur terstandar. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada mahasiswa. Semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami, maka semakin buruk kualitas tidur yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pengelolaan kecemasan guna meningkatkan kualitas tidur dan mendukung kesehatan serta prestasi akademik mahasiswa.</p> <p><em>Anxiety is an emotional response often experienced by students due to academic demands, social pressures, and lifestyle changes during college. High levels of anxiety can impact physical and psychological well-being, including sleep quality. This study aims to determine the relationship between anxiety and sleep quality in college students. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample was drawn using a purposive sampling technique, involving active students as respondents. The instrument used to measure anxiety levels was an anxiety scale questionnaire with proven validity and reliability, while sleep quality was measured using a standardized sleep quality questionnaire. Data analysis was conducted using a correlation test to determine the relationship between the two variables. The results showed a significant relationship between anxiety levels and sleep quality in college students. The higher the level of anxiety experienced, the worse the perceived sleep quality. This study emphasizes the importance of anxiety management efforts to improve sleep quality and support student health and academic achievement. </em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19879PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MELAKUKAN PERILAKU ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA MAHASISWA ORGANISASI2026-02-04T07:12:00+00:00Astri Pinta Mendrofaastrimendrofa08@gmail.comHeru Astikasari Setya Murtheru.astikasari@uksw.edu<p>Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan perilaku sukarela yang dilakukan individu<br>di luar peran formalnya namun berkontribusi penting terhadap efektivitas organisasi. Dalam konteks<br>organisasi kemahasiswaan, tidak semua mahasiswa secara konsisten menunjukkan perilaku OCB,<br>sehingga menarik untuk ditelaah bagaimana proses pengambilan keputusan yang<br>melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pengambilan keputusan<br>mahasiswa aktif organisasi dalam melakukan perilaku OCB serta mengidentifikasi faktor psikologis<br>yang mempengaruhi keputusan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan<br>desain fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri dari tiga mahasiswa aktif organisasi<br>kemahasiswaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan<br>melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan catatan lapangan. Data<br>dianalisis menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada Theory of Planned Behavior dan<br>Bounded Rationality Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan mahasiswa untuk<br>melakukan OCB dipengaruhi oleh sikap positif terhadap OCB, norma subjektif dari lingkungan<br>sosial, serta kontrol perilaku yang dirasakan yang bersifat situasional. Selain itu, proses pengambilan<br>keputusan tidak selalu bersifat rasional sepenuhnya, melainkan dipengaruhi oleh keterbatasan<br>informasi, tekanan waktu, dan kapasitas kognitif mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa<br>OCB pada mahasiswa organisasi merupakan hasil dari dinamika kognitif dan sosial yang kompleks.<br>Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelola organisasi kemahasiswaan<br>dalam menciptakan lingkungan yang mendukung munculnya perilaku sukarela dan prososial<br>mahasiswa.</p> <p>Organizational Citizenship Behavior (OCB) refers to voluntary behaviors performed beyond formal<br>roles that significantly contribute to organizational effectiveness. In the context of student<br>organizations, not all students consistently demonstrate OCB, making it important to explore the<br>decision-making processes underlying such behavior. This study aims to understand the decisionmaking process of organizationally active students in engaging in OCB and to identify the<br>psychological factors influencing these decisions. This research employed a qualitative approach<br>with a phenomenological design. The participants consisted of three students actively involved in<br>student organizations, selected using purposive sampling. Data were collected through semistructured interviews, non-participant observation, and field notes. The data were analyzed using<br>thematic analysis based on the Theory of Planned Behavior and Bounded Rationality Theory. The<br>findings indicate that students’ decisions to engage in OCB are influenced by positive attitudes<br>toward OCB, subjective norms from their social environment, and situational perceived behavioral<br>control. Furthermore, the decision-making process was not entirely rational but was shaped by<br>limited information, time pressure, and cognitive constraints. These results suggest that OCB among<br>student organization members emerges from a complex interaction of cognitive and social dynamics.<br>The findings are expected to provide practical insights for student organization management in<br>fostering a supportive environment that encourages voluntary and prosocial behavior among<br>students.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20315STUDI KOMPARASI BRAND AWARENESS, KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS PELANGGAN ANTARA PENGGUNA GRABFOOD DENGAN PENGGUNA SHOPEEFOOD DI KECAMATAN MEDAN MAIMUN2026-02-25T09:56:10+00:00Josua Togatoropjosuaft1109@gmail.comRiza Indrianirizaindriani@unimed.ac.idDiana Hasyimdheeanahasheem@yahoo.com<p>Perkembangan layanan pesan antar makanan daring (online food delivery/OFD) meningkatkan persaingan antar platform digital, khususnya GrabFood dan ShopeeFood. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan brand awareness, kepuasan konsumen, dan loyalitas pelanggan antara pengguna GrabFood dan ShopeeFood di Kecamatan Medan Maimun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 192 responden yang terdiri atas 96 pengguna GrabFood dan 96 pengguna ShopeeFood, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel brand awareness dan kepuasan konsumen, namun terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel loyalitas pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa loyalitas pelanggan pada layanan OFD tidak semata-mata ditentukan oleh brand awareness dan kepuasan konsumen.</p> <p><em>The rapid growth of online food delivery (OFD) services has intensified competition among digital platforms, particularly GrabFood and ShopeeFood. This study aimed to examine differences in brand awareness, customer satisfaction, and customer loyalty between GrabFood and ShopeeFood users in Medan Maimun District. A quantitative comparative research design was employed. A total of 192 respondents were selected through purposive sampling, consisting of 96 GrabFood users and 96 ShopeeFood users. Data were collected using structured questionnaires that met validity and reliability requirements. Normality testing indicated that the data were not normally distributed; therefore, hypothesis testing was conducted using the Mann–Whitney U test. The results revealed no significant differences in brand awareness and customer satisfaction between the two platforms, while a significant difference was found in customer loyalty. These findings indicate that customer loyalty in OFD services is not solely driven by brand awareness and customer satisfaction.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20056PENGARUH DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PONOROGO2026-02-10T09:05:46+00:00Tanjung Sekar Hayu Kinasihtnjngsekar@gmail.comUmi Faridaguest@jurnalhst.comSetyo Adjieguest@jurnalhst.com<p>Studi ini bertujuan guna mengevaluasi pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja guru di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo secara parsial ataupun simultan. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Didalam studi ini, populasi sekaligus sampel yang dipergunakan yaitu seluruh guru di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo berjumlahkan 42 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh atau sensus. Data didapatkan dengan menyebarluaskan kuesioner dan menganalisanya menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi (R2), serta pengujian hipotesis (uji t dan uji F) menggunakan SPSS. Hasil studi memperlihatkan bahwasanya: 1) Disiplin kerja mampu memengaruhi kepuasan kerja guru dengan tidak signifikan tapi parsial dan positif. 2) Motivasi kerja mampu memberi pengaruh pada kepuasan kerja guru secara positif, parsial dan signifikan. 3) Lingkungan kerja mampu memberi pengaruh pada kepuasan kerja guru secara signifikan & positif. 4) Disiplin kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja mampu memengaruhi kepuasan kerja guru secara positif, signifikan dan simultan.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/19804EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KOTA SAMARINDA2026-02-02T05:15:33+00:00Muhammad Iqbal Fitriawan iqbal.fitriawan30@gmail.com<p>Penegakan hukum terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Samarinda masih menjadi persoalan penting mengingat tingginya angka kasus yang tercatat setiap tahunnya. Berdasarkan data pada SIMFONI PPA, kasus KDRT di Samarinda Menunjukan peningkatan yang cukup tinggi dibandingkan kota lain di Kalimantan Timur. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas hukum dan penegakan hukum serta faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kekerasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal dengan menggabungkan analisis normatif dan empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan aparat penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan) serta lembaga terkait seperti DP2PA Kota Samarinda. Data sekunder diperoleh melalui kajian pustaka berupa peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, serta putusan pengadilan terkait kasus KDRT. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi, serta analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas hukum dan penegakan hukum terhadap KDRT di Kota Samarinda masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain karena sifat delik aduan yang membuat proses hukum bergantung pada keberanian korban untuk melapor, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta hambatan budaya yang menempatkan KDRT sebagai urusan domestik. Meskipun demikian, upaya preventif dan responsif seperti penyediaan rumah aman, konseling keluarga, dan layanan pendampingan korban telah memberikan kontribusi positif dalam perlindungan terhadap korban. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas hukum dan penegakan hukum terhadap KDRT di Kota Samarinda belum sepenuhnya tercapai, sehingga diperlukan strategi yang lebih komprehensif, baik dari aspek hukum, sosial, maupun budaya. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menciptakan perlindungan hukum yang lebih optimal terhadap korban KDRT.</p> <p><em>Law enforcement against domestic violence (DV) in Samarinda City remains a significant issue given the high number of cases recorded annually. Based on data from SIMFONI PPA, DV cases in Samarinda show a significant increase compared to other cities in East Kalimantan. This raises questions about the effectiveness of law enforcement and the factors influencing the occurrence of such violence. This study uses a socio-legal approach, combining normative and empirical analysis. Primary data was obtained through interviews with law enforcement officials (police, prosecutors, and courts) and related institutions such as the Samarinda City DP2PA. Secondary data was obtained through a literature review of laws and regulations, official documents, and court decisions related to domestic violence cases. Data collection techniques included in-depth interviews, documentation studies, and quantitative descriptive analysis. The results of this study indicate that the effectiveness of the law and law enforcement against domestic violence in Samarinda City still faces several obstacles, including the nature of the complaint-based offense, which makes the legal process dependent on the victim's courage to report, low public legal awareness, and cultural barriers that position domestic violence as a domestic matter. Nevertheless, preventive and responsive efforts such as the provision of safe houses, family counseling, and victim support services have made a positive contribution to victim protection. This study confirms that the effectiveness of the law and law enforcement against domestic violence in Samarinda City has not been fully achieved, necessitating a more comprehensive strategy, encompassing legal, social, and cultural aspects. Therefore, the results of this study are expected to provide input for law enforcement officials, local governments, and the community in creating more optimal legal protection for victims of domestic violence.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplinerhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20297EFEKTIVITAS MANAJEMEN INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN ANGKA IMUNISASI DI DESA WONOJATI2026-02-24T05:30:33+00:00Luluk Rumiatilulukrumi95@gmail.comAmin Silalahiaminsilalahi79@gmail.comHanif Hadinata Utamahanif281086@gmail.com<p>Kesehatan masyarakat adalah salah satu aspek penting yang berpengaruh pada perekonomian negara. Kesehatan berbanding lurus dengan tingkat produktivitas seseorang. Maka dari itu kesehatan merupakan hal yang perlu diperhatikan bagi setiap kalangan, terlebih kesehatan generasi penerus yang sangat perlu untuk diperhatikan. Berbagai macam penyakit tidak dapat dihindari keberadaannya. Kita perlu waspada terhadap segala macam penyakit baik penyakit ringan maupun berat. Penyakit ada yang berasal dari virus dan bakteri. Pemerintah telah mengadakan program imunisasi sebagai upaya untuk mencegah dan atau meringankan penyakit sejak bayi baru lahir. Namun pada kenyataannya masih banyak anak-anak yang tidak menerima imunisasi. Hal ini juga terjadi di Desa Wonojati, yang mana tingkat imunisasi tidak pernah mencapai 100%. Posyandu setempat telah melakukan manajemen informasi imunisasi untuk meningkatkan tingkat imunisasi di Desa Wonojati. Manajemen informasi adalah proses yang meliputi pencatatan, pengelolaan, analisis dan penggunaan data untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas manajemen informasi imunisasi di Desa Wonojati. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan di posyandu Desa Wonojati, observasi dan studi dokumen terkait manajemen informasi imunisasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Model ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang seberapa efektif manajemen informasi imunisasi dalam meningkatkan angka imunisasi di Desa Wonojati dan dapat menjadi evaluasi posyandu setempat. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dan akademis sebagai referensi dalam pengembangan sistem manajemen informasi kesehatan khususnya imunisasi.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner