Jurnal Ilmiah Multidisipliner
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim
id-IDJurnal Ilmiah MultidisiplinerINTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM ADAT ISTIADAT MELAYU PALEMBANG: SEBUAH KAJIAN EPISTEMOLOGI DAN PRAKTIK SOSIAL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20903
<p>Artikel ini membahas relasi epistemologis antara Pendidikan Islam dan Adat Istiadat Melayu Palembang, sebuah wilayah yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban Islam Melayu di Nusantara pasca abad ke-17. Berbeda dengan kajian umum tentang adat Melayu yang cenderung generalistik, penelitian ini memfokuskan pada kekhasan Palembang yang dikenal dengan falsafah "Megah Serumpun" dan tradisi keulamaan berbasis keraton. Melalui metode kajian pustaka (library research) kualitatif dengan pendekatan historis-antropologis, artikel ini menemukan bahwa Adat Istiadat Melayu Palembang tidak hanya berfungsi sebagai living law yang berlandaskan prinsip "Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah," tetapi juga sebagai media transmisi nilai-nilai Pendidikan Islam yang telah melalui proses adaptasi unik. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi nilai Islam dalam adat Palembang mencakup tiga ranah: (1) kurikulum dan model pembelajaran di lingkungan Kesultanan Palembang abad ke-18-19 yang menekankan tasawuf dan akhlak melalui tarekat Sammaniyah; (2) internalisasi nilai religius dalam ritual daur hidup seperti upacara haul dan pernikahan adat Palembang yang tetap berpegang pada prinsip sakinah, mawadah, warahmah; serta (3) revitalisasi kontemporer melalui kebijakan pendidikan berbasis kearifan lokal seperti mata kuliah Islam dan Budaya Melayu di UIN Raden Fatah Palembang. Artikel ini menyimpulkan bahwa model integrasi adat-Islam Palembang menawarkan alternatif epistemologi pendidikan Islam yang tidak dikotomis, sekaligus menjawab tantangan globalisasi melalui penguatan identitas kultural berbasis nilai-nilai keislaman.</p> <p><em>This article discusses the epistemological relationship between Islamic Education and the Malay Customs of Palembang, a region with a long history as a center of Malay-Islamic civilization in the Archipelago after the 17th century. Unlike general studies on Malay customs that tend to be generalized, this research focuses on the uniqueness of Palembang, known for its "Megah Serumpun" philosophy and keraton-based ulama tradition. Using a qualitative library research method with a historical-anthropological approach, this study finds that the Malay Customs of Palembang not only function as living law based on the principle "Customs are based on Sharia, Sharia is based on the Book of Allah," but also serve as a medium for transmitting Islamic educational values that have undergone a unique adaptation process. The main findings indicate that the integration of Islamic values into Palembang customs covers three domains: (1) the curriculum and learning models within the Palembang Sultanate environment in the 18th-19th centuries emphasizing Sufism and morals through the Sammaniyah order; (2) the internalization of religious values in life-cycle rituals such as haul ceremonies and Palembang traditional weddings adhering to the principles of sakinah, mawadah, warahmah; and (3) contemporary revitalization through local wisdom-based education policies such as the Islam and Malay Culture course at UIN Raden Fatah Palembang. This article concludes that the Palembang model of custom-Islam integration offers an alternative epistemology of Islamic education that is non-dichotomous, while also addressing the challenges of globalization through the strengthening of cultural identity based on Islamic values.</em></p>Kiki WiyandiLarasatiMaryamahChoirun Niswah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENGEMBANGAN LUDO BOARD GAME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI STRUKTUR BUMI KELAS VIII di MTsN 6 KEDIRI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21278
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Ludo Board Game serta mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Struktur Bumi kelas VIII di MTsN 6 Kediri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran dalam mata pelajaran IPA, khususnya pada materi Struktur Bumi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 36 peserta didik kelas VIII MTsN 6 Kediri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket validasi ahli, angket respons peserta didik, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif, sedangkan peningkatan hasil belajar dihitung menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Ludo Board Game yang dikembangkan dinyatakan layak berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi. Rata-rata nilai pretest sebesar 67,75 meningkat menjadi 82,22 pada posttest, atau naik sebesar 14,47 poin. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 30,6% menjadi 94,4%. Hasil perhitungan N-Gain sebesar 0,45 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa media Ludo Board Game efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media Ludo Board Game efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi Struktur Bumi kelas VIII di MTsN 6 Kediri.</p> <p><em>This study aimed to develop Ludo Board Game as a learning medium and to examine its effectiveness in improving student’ learning outcomes on the topic of Earth Structure for eighth-grade students at MTsN 6 Kediri. This research was motivated by the low learning outcomes of students and the limited use of instructional media in science learning, especially on the topic of Earth Structure. Therefore, an innovative learning medium is needed to create an active, interactive, and enjoyable learning atmosphere. This study employed Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects of this study were 36 students of class VIII at MTsN 6 Kediri. Data were collected through interviews, expert validation questionnaires, student response questionnaires, as well as pretest and posttest scores. The data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques, while the improvement in learning outcomes was measured using the N-Gain formula. The results showed that the developed Ludo Board Game was feasible for use based on validation by media and material experts. The average pretest score of 67.75 increased to 82.22 in the posttest, showing an increase of 14.47 points. Learning mastery also increased from 30.6% to 94.4%. The N-Gain score of 0.45 was categorized as moderate, indicating that the Ludo Board Game was effective in improving students’ learning outcomes. Thus, it can be concluded that the Ludo Board Game learning medium is effective in improving students’ learning outcomes on the topic of Earth Structure in class VIII at MTsN 6 Kediri.</em></p>Dewi SulistyaningsihAldy Iqbal Syafruddin
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104UPAYA KARANG TARUNA DALAM MENCIPTAKAN PEMUDA YANG RELIGIUS DI DESA LASORI KECAMATAN MAWASANGKA TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20755
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya Karang Taruna dalam membentuk pemuda religius di Desa Lasori, Kecamatan Mawasangka Timur, serta mendeskripsikan perilaku sosial religius anggota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek ketua, pengurus, dan anggota Karang Taruna yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna berperan strategis melalui kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk pengajian, peringatan hari besar Islam, dan aktivitas kemasyarakatan. Pendekatan pembinaan partisipatif, keteladanan, dan pembiasaan nilai religius efektif meningkatkan kesadaran beribadah, kepedulian sosial, sikap toleransi, serta etika interaksi pemuda. Keterlibatan aktif anggota berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius, baik aspek akidah, ibadah, maupun akhlak sosial. Karang Taruna perlu diperkuat sebagai wadah pembinaan pemuda berbasis nilai religius dan sosial di desa.</p> <p><em>This study aims to analyze the efforts of Karang Taruna in fostering religious youth in Lasori Village, Mawasangka Timur District, and to describe the socio-religious behavior of its members. The study employed a descriptive qualitative approach with purposively selected subjects, including the chairman, administrators, and members of Karang Taruna. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The results indicate that Karang Taruna plays a strategic role through social and religious activities, such as religious gatherings, Islamic holiday commemorations, and community activities. Participatory guidance, role modeling, and habituation of religious values effectively enhance worship awareness, social care, tolerance, and ethical interactions among youth. Active involvement contributes positively to the development of religious character, encompassing creed, worship, and social ethics. Therefore, Karang Taruna should be strengthened as a platform for youth development based on religious and social values in rural communities</em></p>Rizal ArsadBasriMuhamad Ridwan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104KEADILAN DAN HAM DALAM PUTUSAN KASUS BAIQ NURIL
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21126
<p>Kasus Baiq Nuril merupakan salah satu peristiwa hukum yang menimbulkan polemik luas dalam masyarakat Indonesia karena memperlihatkan ketegangan antara penerapan hukum positif dengan prinsip keadilan dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Kasus ini berawal dari tindakan korban yang merekam percakapan bermuatan pelecehan seksual sebagai bentuk perlindungan diri, namun berujung pada kriminalisasi melalui Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip keadilan dan HAM dalam putusan tersebut secara komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan lebih menekankan keadilan formal dibandingkan keadilan substantif serta belum sepenuhnya mencerminkan perlindungan HAM, khususnya bagi korban kekerasan seksual.</p> <p><em>The Baiq Nuril case is one of the legal events that sparked widespread controversy in Indonesian society because it highlighted the tension between the application of positive law and the principles of justice and Human Rights (HR) protection. This case began with the victim's action of recording a conversation containing sexual harassment as a form of self-protection, but it ended in criminalization under the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE). This study aims to analyze the application of the principles of justice and human rights in the ruling comprehensively. The research method used is normative juridical with statutory, conceptual, and case approaches. The research results show that the ruling emphasizes formal justice more than substantive justice and does not fully reflect human rights protection, especially for victims of sexual violence. </em></p>Muhammad Rafly FirmansyahRifqi Prasetya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS PENGGUNAAN KAIDAH KEBAHASAAN DALAM TEKS PROSEDUR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 PLUS KPG NABIRE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21389
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kaidah kebahasaan dalam teks prosedur yang ditulis oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan unsur kebahasaan seperti penggunaan kalimat imperatif, konjungsi temporal, verba material, serta struktur kalimat yang sesuai dengan karakteristik teks prosedur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap hasil tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami dan menerapkan kaidah kebahasaan teks prosedur dengan cukup baik, meskipun masih ditemukan beberapa kesalahan dalam penggunaan konjungsi dan struktur kalimat.</p>Tadeus JanggurHaryadiWati Istanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PROTECTING TEXTILE HERITAGE: GOVERNING INDONESIA’S LOCAL CULTURAL VALUE CHAIN AMID GLOBAL MARKET DYNAMICS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20836
<p><em>Since UNESCO recognized batik as an Intangible Cultural Heritage of Humanity, the value of traditional Indonesian textiles has increasingly gained attention in the global market. However, Indonesia’s traditional textile industry continues to face structural and market-driven challenges. The influx of low-priced imported products, weak protection of intellectual property rights, and the rise of fast-fashion trends have undermined the competitiveness of local textiles. Therefore, this study analyzes how local governance of the cultural value chain can strengthen Indonesian batik’s position in responding to international market pressures. Constructivist theory is employed to explain the formation and protection of cultural values, supported by a descriptive qualitative approach drawing on interviews, literature reviews, and secondary data from official sources. The results show that strengthening the local cultural value chain is the most effective strategy to address the vulnerability of local textiles. This effort requires decisive policy interventions, including import controls, the implementation of the Batik SNI, and the strengthening of IPR and KIK legislation. Optimizing the use of Geographical Indications (GI) also serves as a key instrument for differentiating batik products in the global market. Beyond regulatory reform, collaboration among the government, artisans, MSMEs, e-commerce platforms, and cultural communities is vital for improving production quality, expanding distribution networks, and enhancing batik branding at the international level. Overall, this research highlights the role of localized value chains as a strategic approach to protect cultural heritage within global market dynamics.</em></p>Kinanti Diah Ayu SetyowatiAnggy Wira Pambudi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS KOMPARATIF PELANGGARAN HAK SIPIL DAN POLITIK DI MYANMAR PASCA-KUDETA 2021: PERBANDINGAN KERANGKA HUKUM INTERNASIONAL DENGAN RESPONS DOMESTIK PEMERINTAH MILITER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21250
<p><em>This study discusses violations of civil and political rights in Myanmar following the 2021 military coup. The situation has led to various restrictions on public freedoms, including limitations on freedom of expression, restrictions on public activities, and unfair legal processes. This research aims to identify the forms of violations, assess the actions of the military government based on international law, and examine the responses given by the Myanmar government. This study uses a qualitative method with a normative juridical approach supported by empirical data through interviews. Data were collected from literature studies and other relevant sources, then analyzed descriptively. The results show that violations of civil and political rights in Myanmar have continued after the coup. The actions of the military government do not reflect the principles of international law related to human rights protection. In addition, the policies implemented focus more on controlling domestic conditions, which results in limited protection of public rights. This study concludes that there are issues in the implementation of international law in Myanmar, and more serious efforts are needed to improve the protection of civil and political rights.</em></p>Imad Aqil MuhammadiNurhasan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENGARUH REVIEW PRODUK, RATING DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HIJAB UMAMA SCARF PADA SOCIAL COMMERCE TIKTOK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21030
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penilaian produk, rating, dan citra merek memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli barang. Studi ini menggunakan survei kuantitatif. Kuesioner diberikan kepada individu yang pernah membeli barang melalui internet. Metode purposive sampel digunakan untuk mengumpulkan sampel dari 96 orang Teknik pemodelan persamaan struktural berbasis partial least squares (SEM-PLS) digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulasan produk, peringkat, dan citra merek memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa peringkat merupakan faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen di era digital. Studi ini bertujuan untuk menawarkan kemajuan teoritis di bidang penelitian perilaku konsumen digital dan memberikan wawasan praktis bagi bisnis dalam merumuskan strategi pemasaran yang didasarkan pada pengalaman konsumen.</p> <p><em>The purpose of this study is to determine how product reviews, ratings, and brand image influence consumer purchasing decisions. This study used a quantitative survey. Questionnaires were administered to individuals who had purchased goods online. A purposive sampling method was used to collect a sample of 96 individuals. A structural equation modeling technique based on partial least squares (SEM-PLS) was used to look at the data. The findings indicated that product reviews, ratings, and brand image exerted a positive and significant influence on consumer purchasing decisions. The findings demonstrate that ratings are the preeminent factor influencing consumer purchasing decisions in the digital age. This study aims to offer theoretical advancements in the field of digital consumer behavior research and to furnish practical insights for businesses in formulating marketing strategies informed by consumer experience.</em></p>Roy AndriansahIstian Kriya AlmanfalutiMochamad Rizal Yulianto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT SCABIES DI RSU SUNDARI MEDAN TAHUN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21384
<p>Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadapSarcoptes scabiei varietas hominis. Penyakit ini sering dijumpai di tempat yang padat penduduk dengan keadaan hygiene yang buruk. Di Indonesia penyakit scabies merupakan penyakit kulit biasa yang dijumpai di daerah tropis terutama berasal dari masyarakat yang hidup dalam lingkungan atau keadaan hygiene sanitasi dan sosial ekonomi yang sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar resiko faktor yang berpengeruh dengan kejadian penyakit scabies di RSU Sundari Medan Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi analitik, dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang menderita scabies di RSU Sundari Medan Tahun 2025 sebanyak 46 kasus, dan keseluruhan populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 46 kasus (total sampling). Hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) Terdapat hubungan yang signifikan kebersihan diri dengan kejadian penyakit scabies tetapi kebersihan diri bukan merupakan faktor resiko dengan kejadian scabies ((p=0,000)(OR=0,156 ; 95% CI = 0,061-0,40). (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemakaian air bersih dengan kejadian penyakit scabiestetapi pemakaian air bersih bukan merupakan faktor risiko dengan kejadian (p=0,001) (OR=0,156 ; 95% CI = 0,061-0,40). (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan handuk dengan kejadian penyakit scabies dan pemakaian handuk merupakan faktor resiko terhadap kejadian scabies (p=0,006) (OR=3,683 ; 95% CI = 1,529-8,873). (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakit Scbies dan kepadatan hunian merupakan faktor resiko terhadap kejadian scabies ((p=0,012) (OR=2,937 ; 95% CI = 1,254-6,879). Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi melalui penyuluhan untuk pasien scabies maupun keluarga sehingga bisa mencegah penyakit scabies serta agar meningkatkan higienitasnya.</p>Niko Hutama ManaluGinpera Ivaninanda GintingIrna Sartika
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENGARUH PROPORSI PUREE JAGUNG-TERIGU TERHADAP TINGKAT KESUKAAN ROTI TAWAR JAGUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20792
<p>Roti tawar merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat dan umumnya berbahan dasar tepung terigu. Upaya diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan memanfaatkaan jagung dalam bentuk puree sebagai bahan substitusi terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi puree jagung dan terigu terhadap tingkat kesukaan, berdasarkan tingkat kesukaan yang paling disukai, serta gambaran nilai gizi pada roti tawar jagung. Penelitian menggunakan metode pra-eksperimental design satu jalur dengan 3 perlakuan yaitu 30%, 40%, dan 50%. Parameter yang diamati meliputi tingkat kesukaan panelis terhadap bentuk, warna, pori-pori, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan roti tawar jagung. Pengambilan data dilakukan oleh 33 panelis yang terdiri dari 8 dosen S1 Pendidikan Tata Boga FT Unesa sebagai panelis terlatih dan 25 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Boga FT Unesa sebagai panelis semi terlatih. Teknik pengumpulan data dengan uji hedonik yang menggunakan lembar observasi. Analisis yang digunakan Adalah uji Anova satu jalur (one way anova) dan uji lanjut Duncan. Produk terbaik dilakukan uji proksimat untuk mengetahui kandungan nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil analisis uji Anova menunjukkan bahwa proporsi puree jagung berpengaruh terhadap warna, aroma, dan rasa, tetapi tidak berpengaruh terhadap bentuk, pori-pori, tekstur, dan kesukaan. Produk roti tawar terpilih dibuat dari perlakuan 50% puree jagung : 50% terigu.</p> <p><em>White bread is a food product that is widely consumed by the public and is generally made from wheat flour. Food diversification efforts can be carried out by utilizing corn in the form of purée as a substitute for wheat flour. This study aimed to determine the effect of the proportion of corn purée and wheat flour on the level of preference, to identify the most preferred formulation based on hedonic level, and to describe the nutritional value of corn white bread. The study employed a pre-experimental one-way design with three treatments, namely 30%, 40%, and 50%. The observed parameters included panelists’ preference levels for shape, color, crumb structure (pores), aroma, texture, taste, and overall acceptance of corn white bread. Data were collected from 33 panelists consisting of 8 lecturers of the Undergraduate Culinary Education Program, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Surabaya (FT Unesa) as trained panelists, and 25 undergraduate students of the same program as semi-trained panelists. Data collection technique using a hedonic test with an observation sheet.. The data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s multiple range test. The best product was further analyzed using proximate analysis to determine carbohydrate, protein, and fat content. The results of the ANOVA test showed that the proportion of corn purée significantly affected color, aroma, and taste, but had no significant effect on shape, crumb structure, texture, and overall preference. The selected corn white bread product was produced using a formulation of 50% corn purée and 50% wheat flour.</em></p>Zafira Nur SalsabillaNugrahani AstutiMauren Gita MirantiIla Huda Puspita Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS PENGARUH WORK-LIFE BALANCE, KEPUASAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PT SCHNEIDER ELECTRIC MANUFACTURING BATAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21177
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance, Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi terhadap Loyalitas Karyawan pada PT Schneider Electric Manufacturing Batam. Populasi penelitian ini berjumlah 87 karyawan, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan dengan nilai koefisien β = 0,278, t-hitung = 3,845, dan p-value = 0,000 (< 0,05). Kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,312, t-hitung = 4,102, p-value = 0,000), diikuti oleh Lingkungan Kerja (β = 0,265, t-hitung = 3,512, p-value = 0,001) dan Kompensasi (β = 0,198, t-hitung = 2,894, p-value = 0,004). Semua variabel independen menunjukkan pengaruh positif terhadap loyalitas karyawan, meskipun kompensasi memiliki pengaruh relatif lebih rendah dibanding variabel lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keseimbangan kerja-hidup, kepuasan kerja, lingkungan kerja yang kondusif, dan kompensasi yang adil dapat meningkatkan loyalitas karyawan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen perusahaan dalam menyusun strategi untuk mempertahankan keterikatan dan komitmen karyawan, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja dan keberlanjutan organisasi.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of Work-Life Balance, Job Satisfaction, Work Environment, and Compensation on Employee Loyalty at PT Schneider Electric Manufacturing Batam. The population of this study consisted of 87 employees, and the entire population was used as the sample (total sampling). The research employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The results show that Work-Life Balance has a positive and significant effect on employee loyalty with a coefficient of β = 0.278, t = 3.845, and p-value = 0.000 (< 0.05). Job Satisfaction also has a positive and significant effect (β = 0.312, t = 4.102, p-value = 0.000), followed by Work Environment (β = 0.265, t = 3.512, p-value = 0.001) and Compensation (β = 0.198, t = 2.894, p-value = 0.004). All independent variables positively influence employee loyalty, although compensation has a relatively lower effect compared to the other variables. These findings indicate that improving work-life balance, job satisfaction, a conducive work environment, and fair compensation can enhance employee loyalty. This study is expected to provide input for company management in formulating strategies to maintain employee commitment and engagement, ultimately improving organizational performance and sustainability.</em></p>Yatasya Ananda ShophiaHabibbudin NasutionHanafi Siregar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS BIOMORFOMETRIK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA AREA RESTORASI MANGROVE DI KOTA LANGSA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21011
<p>Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu biota laut yang berasosiasi di area hutan bakau di wilayah iklim tropis khususnya di daerah pantai yang dipengaruhi pasang surut Tujuan penelitian ini Mengidentifikasi dan Menganalisis biomorfometrik kepiting bakau (Scylla serrata) tentang ukuran lebar karapas dan berat kepiting bakau, nisbah kelamin, dan faktor kondisi penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif. Hasil dari penelitian tentang biomorfometrik kepiting bakau (Scylla serrata) pada area restorasi mangrove di Kota Langsa dapat disimpulkan bahwa pola pertumbuhan kepiting bakau betina dan jantan bersifat allometrik negatif. kisaran ukuran lebar karapas pada stasiun A jantan yaitu 30,9 – 86,8 mm, dan berat 23,8-106,4 g kepiting betina 49,1-97,8 mm berat 21,9-140,8 g, stasiun B memiliki kisaran lebar karapas Jantan 31,8 – 81,1 mm dan berat kepiting 26,5-107,8 g kepiting betina 42,5-90,4 mm dan berat 32,3-135,7 g pada stasiun C memiliki kisaran lebar karapas jantan 33,5-91,8 dan berat kepiting 26,3-177,4 g betina 35,6-74,6 mm dan berat 24,5-128,9 g. Hasil nilai yangdidapatkan pada kepitingbakau jantan berkisar 0,539– 0,876 dan kepiting bakau betina berkisar 0,011– 0,876. Nilai faktor kondisi tertinggi untuk kepiting betina yaitu betina berkisar 1,044 – 1,068, Sedangkan untuk jantan berkisar 1,044-1,068. </p> <p><em>Mangrove crab (Scylla serrata) is one of the marine biota associated with mangrove forest areas in tropical climates, especially in coastal areas influenced by tides The purpose of this study was to identify and analyse the biomorphometrics of mangrove crabs (Scylla serrata) regarding the size of the carapace width and weight of mangrove crabs, sex ratio, and condition factors using exploratory descriptive methods. The results of the research on mangrove crab biomorphometrics (Scylla serrata) in the mangrove restoration area in Langsa City can be concluded that the growth pattern of female and male mangrove crabs is negative allometric. The range of carapace width sizes at station A males are 30.9 - 86.8 mm, and weight 23.8-106.4 g female crabs 49.1-97.8 mm weight 21.9-140.8 g, station B has a range of carapace width males 31.8 - 81,1 mm and crab weight 26.5-107.8 g female crab 42.5-90.4 mm and weight 32.3-135.7 g at station C has a range of male carapace width 33.5-91.8 and crab weight 26.3-177.4 g female 35.6-74.6 mm and weight 24.5-128.9 g. Station B has a range of carapace width 33.5-91.8 and crab weight 26.3-177.4 g and weight 24.5-128.9 g. The values obtained in male mud crabs ranged from 0.539 to 0.876 and female mud crabs ranged from 0.011 to 0.876. The highest condition factor values for female crabs were females ranging from 1.044 - 1.068, while for males ranging from 1.044-1.068.</em></p>Nopel Meliana PurbaAndika PutrinigtiasSiti Komariyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SYARIAH PADA TRANSAKSI MURABAHAH BERDASARKAN PSAK 402 DI BMT AL ISHLAH KOTA JAMBI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21377
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi syariah pada transaksi murabahah berdasarkan PSAK 402 di BMT Al Ishlah Kota Jambi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesesuaian penerapan akuntansi murabahah dengan standar yang berlaku, mengingat murabahah merupakan akad yang paling dominan digunakan dalam pembiayaan di BMT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum BMT Al Ishlah telah menerapkan akad murabahah sesuai prinsip syariah, namun dalam aspek akuntansi berdasarkan PSAK 402 masih belum sepenuhnya optimal, khususnya pada pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi murabahah. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia yang memahami secara teknis penerapan PSAK 402 serta belum maksimalnya sistem pencatatan yang sesuai standar. Upaya yang dilakukan BMT antara lain meningkatkan pemahaman melalui pelatihan serta melakukan evaluasi terhadap sistem pencatatan keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi BMT dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi syariah.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of sharia accounting in murabahah transactions based on PSAK 402 at BMT Al Ishlah Jambi City. This research is motivated by the importance of ensuring that murabahah accounting treatment complies with applicable standards, considering that murabahah is the most dominant contract used in BMT financing activities. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results indicate that, in general, BMT Al Ishlah has implemented murabahah contracts in accordance with sharia principles; however, the accounting treatment based on PSAK 402 has not been fully optimal, particularly in terms of recognition, measurement, presentation, and disclosure of murabahah transactions. The main obstacles faced include limited human resources with technical understanding of PSAK 402 and the accounting system not yet fully aligned with the standard. Efforts undertaken by BMT include improving staff competence through training and evaluating the financial recording system. This study is expected to serve as an evaluation material for BMT in enhancing the quality of financial reporting in accordance with sharia accounting standards.</em></p>Nurul AtiqohYoudhi PrayogoLaily Ifazah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104TINJAUAN KRITIS PENGGUNAAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI TINGKAT PERGURUAN TINGGI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20767
<p>Penelitian ini berpijak pada transformasi digital di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang menempatkan Learning Management System (LMS) sebagai infrastruktur utama pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, integrasi ini menghadapi tantangan filosofis di mana LMS sering kali sekadar menjadi alat administratif distribusi materi, alih-alih ruang transformasi karakter. Fenomena kekeruhan pedagogis muncul saat interaksi asinkron mendegradasi esensi ta’dib serta hubungan spiritual antara dosen dan mahasiswa. Tinjauan kritis ini bertujuan mengevaluasi dampak LMS terhadap metodologi PAI berbasis keteladanan (uswah) di era disrupsi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi literatur (library research) deskriptif-analitis. Data dihimpun melalui penelusuran sistematis dokumen kebijakan dan artikel jurnal ilmiah periode 2020–2025. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan kerangka teori TPACK yang diintegrasikan dengan filsafat pendidikan Islam guna merumuskan solusi konstruktif terhadap efektivitas platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMS memberikan efisiensi aksesibilitas, namun cenderung terjebak pada tingkat kognitif rendah dan minim internalisasi nilai. Temuan mengidentifikasi adanya "gap adab" akibat terbatasnya ruang dialogis dan keteladanan langsung. Selain itu, evaluasi digital sering mengabaikan integritas akademik serta perkembangan afektif. Penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi PAI menuntut pergeseran paradigma menuju ekosistem hybrid yang menyeimbangkan kecanggihan fitur digital dengan kedalaman nilai Rahmatan lil ‘Alamin.</p> <p><em>This research is based on the digital transformation in Islamic Religious Higher Education (PAI) that places the Learning Management System (LMS) as the primary infrastructure for Islamic Religious Education (PAI) learning. However, this integration faces philosophical challenges, as the LMS often serves merely as an administrative tool for distributing materials, rather than a space for character transformation. The phenomenon of pedagogical ambiguity arises when asynchronous interactions degrade the essence of ta'dib (religious guidance) and the spiritual connection between lecturers and students. This critical review aims to evaluate the impact of the LMS on the exemplary (uswah)-based PAI methodology in the era of disruption. The research methodology employed a qualitative, descriptive-analytical library research approach. Data were collected through a systematic search of policy documents and scientific journal articles from 2020–2025. The data analysis technique employed content analysis with the TPACK theoretical framework integrated with Islamic educational philosophy to formulate constructive solutions to the effectiveness of digital platforms. The results show that the LMS provides efficient accessibility, but tends to be stuck at a low cognitive level and lacks internalization of values. The findings identify an "adab gap" due to limited dialogic space and direct role models. Furthermore, digital evaluation often neglects academic integrity and affective development. The study concluded that optimizing Islamic Religious Education (PAI) requires a paradigm shift toward a hybrid ecosystem that balances sophisticated digital features with the depth of Rahmatan lil 'Alamin (blessings for the universe).</em></p>Siti Banati SholihaKiki WyandiMardiah AstutiHartatiana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PERAN PEMERINTAH DALAM MENANGANI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN HAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21140
<p>Salah satu jenis pelanggaran hak asasi manusia yang masih menjadi isu utama di Indonesia adalah kekerasan terhadap perempuan. Kejadian ini menunjukkan bagaimana kelompok rentan—terutama perempuan—tidak terlindungi secara setara di ranah publik dan domestik. Menurut data, jumlah insiden kekerasan terhadap perempuan terus meningkat setiap tahunnya, yang mengindikasikan kurangnya keterlibatan pemerintah dalam inisiatif pencegahan dan penanggulangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji keterlibatan pemerintah dalam memerangi kekerasan terhadap perempuan sebagai sarana perlindungan hak asasi manusia dan untuk mengidentifikasi tantangan implementasinya. Pendekatan hukum normatif digunakan, yang mencakup analisis kualitatif dan pemeriksaan terhadap undang-undang dan literatur yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa pemerintah telah melaksanakan sejumlah fungsi melalui pembentukan lembaga, undang-undang, dan inisiatif perlindungan korban. Namun, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam implementasi di lapangan, termasuk kesadaran publik yang rendah, sumber daya yang terbatas, dan koordinasi kelembagaan yang tidak memadai.</p>Harani Joyana DinatraNorma Waty SitompulDian Jelastri Panjaitan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS PENGARUH WAKTU DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KESTABILAN MIKROBIOLOGIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DALAM KEMASAN BOTOL KACA BERDASARKAN TOTAL PLATE COUNT (TPC)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21402
<p><em>Indonesia is one of the world's largest coconut producers, with production reaching 49.7 million tons in 2021, where coconut meat is widely used as a raw material for virgin coconut oil (VCO). The total plate count (TPC) method is used to determine the number of microorganisms as an indicator of food hygiene, quality, and safety. This study aims to determine the effect of storage temperature variations on the microbiological stability of VCO based on TPC values and to determine the storage time limit that still meets microbiological standards. The method used in this study was to treat VCO in dark glass bottles under closed conditions at storage temperatures of 28ºC, 40ºC, and 50ºC. TPC analysis was performed to measure the number of bacterial colonies growing in the samples and was used to assess freshness and potential microbial contamination. </em><em>Increased storage temperature causes the rate of TPC increase to slow down, thereby inhibiting the growth of microorganisms in VCO and improving its microbiological stability at high temperatures. VCO in sealed dark glass bottles still meets the maximum TPC limit according to SNI and APCC standards for up to 9.35 years at 28°C, 16.24 years at 40°C, and 24.93 years at 50°C, with differences in shelf life influenced by the slower rate of TPC increase at high temperatures.</em></p>Andi AladinPutri Permata PertiwiYusnimel
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PERKEMBANGAN KARATERISTIK REMAJA(SOSIAL, KOGNITIF, MORAL, KEAGAMAAN, DAN KEMANDIRIAN) SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20956
<p>Perkembangan remaja merupakan fase penting dalam kehidupan individu yang mencakup berbagai aspek, seperti sosial, kognitif, moral, keagamaan, dan kemandirian. Pada masa ini, peserta didik mengalami perubahan yang signifikan yang dapat memengaruhi perilaku dan proses belajar mereka. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman terhadap karakteristik perkembangan remaja guna mendukung keberhasilan proses pendidikan. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis karakteristik perkembangan remaja dalam berbagai aspek serta implikasinya dalam dunia pendidikan. Pembahasan mencakup perkembangan sosial yang ditandai dengan meningkatnya interaksi dengan lingkungan, perkembangan kognitif yang melibatkan kemampuan berpikir abstrak, perkembangan moral dan keagamaan yang berkaitan dengan nilai dan norma, serta perkembangan kemandirian yang menunjukkan kemampuan mengambil keputusan sendiri.</p>Ainun JariyahFortunata Cintia SoinbalaMaría Yuvila Dagomez
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104KESIAPAN SISWA PADA ERA SOCIETY 5.0 DALAM MELAKUKAN PEMBELAJARAN EKONOMI YANG INOVATIF PADA SISWA KELAS XI IPS SMA KARTIKA I-2 MEDAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21292
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesiapan siswa kelas XI IPS SMA Kartika I-2 Medan pada era Society 5.0 dalam melakukan pembelajaran ekonomi yang inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI IPS sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta menggunakan triangulasi untuk menjamin keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan siswa dalam menghadapi pembelajaran ekonomi inovatif berada pada kategori cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada beberapa aspek. Dari sisi pemanfaatan teknologi, sebagian besar siswa telah mampu menggunakan perangkat digital dan platform pembelajaran, meskipun belum sepenuhnya optimal dalam memaksimalkan fitur-fitur pembelajaran yang tersedia. Dari aspek sikap dan motivasi, siswa menunjukkan respons positif terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran ekonomi, ditandai dengan adanya minat dan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran berbasis digital. Berdasarkan kerangka Technology Acceptance Model (TAM), persepsi kebermanfaatan (Perceived Usefulness), sikap terhadap penggunaan (Attitude Toward Use), niat perilaku menggunakan (Behavioral Intention), dan penggunaan aktual (Actual System Use) telah terlihat, namun masih perlu ditingkatkan terutama dalam literasi digital dan kemampuan berpikir kritis.Dengan demikian, kesiapan siswa dalam pembelajaran ekonomi inovatif di era Society 5.0 memerlukan dukungan berkelanjutan melalui penguatan kompetensi digital, pengembangan keterampilan abad ke-21, serta strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan kolaboratif.</p> <p><em>This study aims to determine and describe the readiness of eleventh-grade social science students at SMA Kartika I-2 Medan in the Society 5.0 era in carrying out innovative economics learning. This research employed a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of eleventh-grade social science students as the main informants. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data analysis techniques included data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by triangulation to ensure data validity.The findings indicate that students’ readiness to engage in innovative economics learning is generally at a fairly good level; however, several aspects still require improvement. In terms of technology utilization, most students are able to operate digital devices and learning platforms, although they have not yet maximized the available learning features. Regarding attitudes and motivation, students demonstrate positive responses toward the use of technology in economics learning, reflected in their interest and enthusiasm in participating in digital-based instruction. Based on the Technology Acceptance Model (TAM) framework, the components of Perceived Usefulness, Attitude Toward Use, Behavioral Intention to Use, and Actual System Use are evident, yet they need further strengthening, particularly in digital literacy and critical thinking skills.In conclusion, students’ readiness for innovative economics learning in the Society 5.0 era requires continuous support through the enhancement of digital competencies, the development of 21st-century skills, and the implementation of more adaptive and collaborative learning strategies.</em></p>Netty Winda Sari NababanLasma SiagianElisabeth Margareta
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PADA MASA REMAJA : KONSEP, KARAKTERISTIK, FAKTOR, DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20764
<p>Artikel ini membahas perkembangan peserta didik pada masa remaja yang mencakup konsep, karakteristik, faktor-faktor yang memengaruhi, serta implikasinya dalam dunia pendidikan. Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan individu yang ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial. Pemahaman yang komprehensif terhadap karakteristik remaja menjadi dasar bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif. Artikel ini menguraikan konsep perkembangan remaja, ciri-ciri utama yang muncul pada fase ini, serta faktor internal dan eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang berperan dalam membentuk perkembangan peserta didik. Selain itu, dibahas pula implikasi perkembangan remaja dalam pendidikan, meliputi pendekatan pembelajaran, peran guru, serta pentingnya dukungan lingkungan yang kondusif. Dengan memahami aspek-aspek tersebut, diharapkan pendidikan mampu memfasilitasi perkembangan remaja secara optimal sehingga terbentuk individu yang matang, mandiri, dan berkarakter.</p> <p><em>This article discusses the development of learners during adolescence, including concepts, characteristics, influencing factors, and their implications in education. Adolescence is a crucial stage of human development marked by physical, cognitive, emotional, and social changes. A comprehensive understanding of adolescent characteristics becomes the basis for educators in designing effective learning strategies. This article explains the concept of adolescent development, the main characteristics that emerge during this phase, and internal and external factors such as family, school, and community environments that influence learner development. Furthermore, it highlights the educational implications, including learning approaches, the role of teachers, and the importance of a supportive environment. By understanding these aspects, education is expected to facilitate optimal adolescent development, resulting in mature, independent, and well-characterized individuals.</em></p>Ainun JariyahRedempta Novayanti TeiAloysia Sucitra Sombo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB YANG EFEKTIF UNTUK ANAK DAN DEWASA: STUDI KOMPARATIF
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21131
<p>Pembelajaran bahasa Arab memiliki tantangan tersendiri karena perbedaan karakteristik pembelajar, khususnya antara anak-anak dan orang dewasa. Pembelajaran bahasa Arab pada anak-anak memerlukan pendekatan khusus yang berbeda dengan orang dewasa karena karakteristik kognitif dan psikologis anak yang masih berada pada tahap operasional konkret. Pendekatan andragogi sangat efektif diaplikasikan pada pembelajar dewasa karena menghargai konsep diri mereka sebagai pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran bahasa Arab yang efektif bagi kedua kelompok tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai teori pembelajaran bahasa dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih efektif belajar dengan metode komunikatif berbasis permainan, lagu, dan visual, sedangkan orang dewasa lebih efektif dengan pendekatan analitis seperti metode gramatika-terjemah dan komunikatif kontekstual. Perbedaan ini dipengaruhi oleh aspek kognitif, psikologis, dan pengalaman belajar. Oleh karena itu, pemilihan metode harus disesuaikan dengan karakteristik pembelajar untuk mencapai hasil yang optimal.</p>Nailil UlaNuurussa'adah Al MustaqimaIbnu Fitrianto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL PENGAWASAN MUTU PRODUK BUSANA MENJAHIT ROMPI KELAS XI TATA BUSANA DI SMK SWASTA PUTRA ANDA BINJAI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21395
<p>Pemahaman siswa kelas XI Tata Busana di SMK Swasta Putra Anda Binjai terhadap materi menjahit rompi, khususnya pada tahap pengawasan mutu produk busana, masih kurang optimal. Siswa sering mengalami kesulitan dalam proses penyambungan lapis kancing dengan bahan furing, pemasangan depun, serta penyelesaian akhir busana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kelayakan media pembelajaran video tutorial sebagai sarana untuk membantu siswa memahami langkah-langkah menjahit rompi secara sistematis dan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D, yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Instrumen pengumpulan data mencakup angket kebutuhan guru dan siswa, validasi ahli materi, validasi ahli media, serta uji coba kepada pengguna. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala Likert untuk menilai kelayakan media, dan skala Guttman untuk mengukur kebutuhan pengguna. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi dan ahli media, diperoleh rata-rata skor kelayakan masing-masing sebesar 91% dan 94%, keduanya termasuk dalam kategori “Sangat Layak”. Hasil uji coba kepada siswa juga menunjukkan nilai kelayakan sebesar 92%, dengan kategori “Sangat Baik”. Hal ini membuktikan bahwa media video tutorial yang dikembangkan efektif dan layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi pengawasan mutu menjahit rompi. Media ini dapat diakses secara online maupun offline, sehingga mendukung pembelajaran mandiri sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka.</p> <p><em>The understanding of Grade XI Fashion Design students at SMK Swasta Putra Anda Binjai regarding the material on vest sewing, particularly in the aspect of clothing product quality control, is still not optimal. Students often experience difficulties in several stages such as joining the button lap with the lining fabric, attaching the facing, and completing the final finishing process. This study aims to design and assess the feasibility of video tutorial learning media as a tool to help students understand the steps of sewing a vest systematically and independently.</em> <em>This research applies the Research and Development (R&D) method using the 4D model, which includes the stages of Define, Design, Develop, and Disseminate. The data collection instruments consisted of student and teacher needs questionnaires, material expert validation, media expert validation, and user trials. The data were analyzed quantitatively using the Likert scale to determine media feasibility and the Guttman scale to measure user needs.</em> <em>Based on the results of expert validation, the average feasibility scores obtained were 91% from material experts and 94% from media experts, both categorized as “Highly Feasible.” The results of student trials also showed a feasibility score of 92%, categorized as “Very Good.” These findings indicate that the developed video tutorial learning media is effective and suitable for use in learning materials on quality control of vest sewing. The media can be accessed online and offline, supporting independent learning in accordance with the Merdeka Curriculum.</em></p>Marwah FatimahNining Tristantie
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104INTERNALISASI NILAI UKHUWAH MELALUI PEMBIASAAN DALAM PEMBENTUKAN ETIKA SOSIAL SISWA DI MI ASSEGAF PALEMBANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20854
<p><em>This study aims to examine the internalization of ukhuwah (Islamic brotherhood) values through habituation practices in shaping students' social ethics at MI Assegaf Palembang. The research employs a qualitative approach with a case study design, involving teachers, students, and school management as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results show that the internalization of ukhuwah values is carried out through routine activities such as greeting, mutual respect, cooperation, and religious practices embedded in daily school life. These habituation processes play a significant role in forming students' social ethics, including attitudes of empathy, tolerance, responsibility, and solidarity. This study highlights that consistent and structured habituation strategies are effective in fostering students’ character development, particularly in strengthening social ethics based on Islamic values.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai ukhuwah melalui pembiasaan dalam pembentukan etika sosial siswa di MI Assegaf Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan melibatkan guru, siswa, dan pihak manajemen sekolah sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai ukhuwah dilakukan melalui berbagai kegiatan pembiasaan seperti budaya salam, sikap saling menghormati, kerja sama, serta praktik keagamaan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Proses pembiasaan tersebut berperan penting dalam membentuk etika sosial siswa, seperti sikap empati, toleransi, tanggung jawab, dan solidaritas. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi pembiasaan yang konsisten dan terstruktur efektif dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam memperkuat etika sosial berbasis nilai-nilai Islam.</p>Muhammad Riza Fajrul AzharKiki WyandiSiti PujiatiFitri OviyantiLeny Marlina
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104KRIMINALISASI AKTIVISME: PELANGGARAN HAM DALAM NEGARA HUKUM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21253
<p>Penelitian ini mengkaji fenomena kriminalisasi aktivisme dalam perspektif negara hukum serta implikasinya terhadap pelanggaran hak asasi manusia, khususnya kebebasan berpendapat, berekspresi, dan hak untuk hidup secara aman. Permasalahan utama yang dikaji adalah adanya ketidaksesuaian antara jaminan normatif dalam konstitusi dan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dengan praktik penegakan hukum yang cenderung membatasi ruang kebebasan sipil melalui penggunaan instrumen hukum secara tidak proporsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis yuridis normatif yang berfokus pada analisis terhadap norma hukum, asas hukum, serta literatur ilmiah terkait. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriminalisasi aktivisme sering terjadi melalui penggunaan regulasi yang bersifat multitafsir sehingga membuka ruang pembatasan terhadap kebebasan berpendapat. Selain itu, ditemukan adanya ketegangan antara penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia yang berpotensi melemahkan prinsip negara hukum yang demokratis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan penguatan perlindungan hukum dan konsistensi implementasi prinsip hak asasi manusia agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang dapat mengancam kebebasan sipil.</p> <p><em>This study examines the phenomenon of activism criminalization within the framework of the rule of law and its implications for human rights violations, particularly freedom of expression, opinion, and the right to live in a secure environment. The main issue addressed is the inconsistency between normative guarantees provided in the constitution and human rights law and their practical enforcement, which tends to restrict civil liberties through disproportionate legal instruments. This research employs a qualitative approach with a normative juridical method focusing on the analysis of legal norms, legal principles, and relevant academic literature. The data used are secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research and analyzed using a descriptive-analytical method. The findings indicate that activism criminalization frequently occurs through the application of vague legal provisions, which creates space for restricting freedom of expression. Furthermore, there is a clear tension between law enforcement practices and human rights protection, potentially weakening the democratic rule of law principle. The study concludes that stronger legal safeguards and consistent implementation of human rights principles are necessary to prevent abuse of authority that may threaten civil liberties.</em></p>Novia LavitriNurul AzizahZuni May Zura
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PENGARUH IQ, EQ, DAN SQ TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI ATAS PRAKTIK CREATIVE ACCOUNTING DI KOTA MAKASSAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21066
<p>Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi atas praktik akuntansi kreatif pada mahasiswa akuntansi di Kota Makassar. Sampel dalam penelitian ini diambil dari mahasiswa akuntansi pada beberapa perguruan tinggi di Kota Makassar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan dan berhubungan dengan masalah yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan dalam pengumpulan data mencakup data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian data dengan menggunakan perhitungan statistik melalui aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 25, mengenai pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi atas praktik creative accounting yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan bahwa kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi atas praktik creative accounting. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang dimiliki mahasiswa, maka semakin baik pula persepsi etis mereka terhadap praktik creative accounting.</p> <p><em>The purpose of this research is a quantitative study aimed at determining the influence of intellectual intelligence, emotional intelligence, and spiritual intelligence on accounting students’ ethical perceptions of creative accounting practices among accounting students in Makassar City. The sample in this study was taken from accounting students at several universities in Makassar City. The type of data used in this study is quantitative data obtained from questionnaires distributed and related to the research problem. Data collection was carried out through the distribution of questionnaires to respondents. In this study, the data sources used in data collection include primary data and secondary data. The research instrument used in this study employed the Likert scale method. Based on the results of data analysis using statistical calculations through the Statistical Package for the Social Science (SPSS) application version twenty-five regarding the influence of intellectual intelligence, emotional intelligence, and spiritual intelligence on accounting students’ ethical perceptions of creative accounting practices which have been discussed in the previous chapter, the researcher concludes that intellectual intelligence, emotional intelligence, and spiritual intelligence have a positive and significant influence on accounting students’ ethical perceptions of creative accounting practices. This indicates that the better the intellectual, emotional, and spiritual intelligence possessed by students, the better their ethical perceptions of creative accounting practices.</em></p>Rasika SalsabilaAmrilAnsyarif Khalid
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS ( HAIs) DI RSU SUNDARI MEDAN TAHUN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21386
<p>Healthcare-associated infections (HAIs) merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kesakitan (morbidity) dan angka kematian (mortality) di rumah sakit. Infeksi ini dapat menjadi masalah kesehatan baru. (HAIs) yang didapat di rumah sakit dapat disebabkan oleh bakteri virus, jamur, atau parasit yang berasal dari dalam tubuh penderita sendiri maupun berasal dari sumber eksogin, yaitu dari lingkungan dan alat-alat kesehatan yang tercemar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yag mempengaruhi terjadinya Healthcare Associated Infections (HAIs) di RSU Sundari Medan tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan case control. Sampel penelitian ini semua pasien yang terkena (HAIs) di ruang intensive RSU Sundari Medan tahun 2025 yaitu berjumlah 69 pasien. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terjadinya Healthcare Associated Infections (HAIs adalah penggunaan antibiotic (p=0,032<0,05) dan jumlah hari rawatan (p=0,014<0,05), Faktor yang paling dominan berpengaruh adalah jumlah hari rawatan dengan nilai OR (5,516). Kesimpulan penelitian ini terdapat terdapat pengaruh penggunaan antibiotic dan lama hari rawatan terhadap kejadian Healthcare Associated Infections (HAIs.). Diharapkan bagi pihak rumah sakit untuk memperhatikan segala aspek infeksi di dalam rumah sakit dan mencegah timbulnya infeksi yang dapat membahayakan pasien.</p>Irna SartikaLira FedoraNiko Hutama Manalu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104IDENTIFIKASI PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KAWASAN PERUMAHAN KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20821
<p>Kawasan Banjarmasin Timur merupakan salah satu wilayah dengan tingkat perkembangan perumahan paling pesat di Kota Banjarmasin, terutama akibat pertumbuhan penduduk dan ekspansi kawasan perkotaan yang mendorong meningkatnya kebutuhan hunian. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan terhadap ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi penting sebagai penyeimbang ekosistem dan penyedia ruang publik di lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan, sebaran, dan kondisi ruang terbuka hijau di kawasan perumahan Banjarmasin Timur, serta menilai tingkat kesesuaiannya dengan ketentuan perencanaan tata ruang dan standar penyediaan RTH perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis luas, jenis, serta pola distribusi RTH pada sejumlah kawasan perumahan seperti di Kelurahan Sungai Lulut, Kuripan, Pemurus Dalam, dan Banua Anyar. Data yang digunakan meliputi citra satelit resolusi tinggi, peta RDTR Kota Banjarmasin, serta hasil observasi lapangan terhadap taman lingkungan, jalur hijau, dan ruang terbuka publik di perumahan. Analisis dilakukan dengan cara menghitung proporsi RTH aktual terhadap luas total kawasan, kemudian dibandingkan dengan standar minimal 30% dari luas wilayah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Permen PU No. 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perumahan di Banjarmasin Timur belum memenuhi standar proporsi RTH yang ideal. RTH yang ada umumnya berupa taman lingkungan berukuran kecil dan jalur hijau di sepanjang jalan utama, sementara ruang publik aktif bagi warga masih sangat terbatas. Ketidakseimbangan ini disebabkan oleh keterbatasan lahan, orientasi pembangunan yang lebih menekankan aspek ekonomi, serta belum optimalnya pengawasan dan penerapan ketentuan RTH dalam proses perizinan perumahan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penataan RTH berbasis kawasan perumahan secara terpadu, dengan mengoptimalkan lahan sisa, sempadan sungai, dan jalur hijau untuk memperkuat kualitas lingkungan dan meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat di Banjarmasin Timur.</p>Farris AryandaAndi Achmad Priyadharma
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104CYBERBULLYING DAN HAK ATAS KEHORMATAN: BATAS KRITIK, KLARIFIKASI, DAN PELINDUNGAN DATA PRIBADI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21230
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance, Kepuasan Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi terhadap Loyalitas Karyawan pada PT Schneider Electric Manufacturing Batam. Populasi penelitian ini berjumlah 87 karyawan, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work-Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan dengan nilai koefisien β = 0,278, t-hitung = 3,845, dan p-value = 0,000 (< 0,05). Kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,312, t-hitung = 4,102, p-value = 0,000), diikuti oleh Lingkungan Kerja (β = 0,265, t-hitung = 3,512, p-value = 0,001) dan Kompensasi (β = 0,198, t-hitung = 2,894, p-value = 0,004). Semua variabel independen menunjukkan pengaruh positif terhadap loyalitas karyawan, meskipun kompensasi memiliki pengaruh relatif lebih rendah dibanding variabel lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan keseimbangan kerja-hidup, kepuasan kerja, lingkungan kerja yang kondusif, dan kompensasi yang adil dapat meningkatkan loyalitas karyawan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen perusahaan dalam menyusun strategi untuk mempertahankan keterikatan dan komitmen karyawan, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja dan keberlanjutan organisasi.</p> <p><em>The expansion of digital communication technologies has fundamentally reshaped how individuals interact, express opinions, and participate in public discourse. Social media platforms have become central spaces for communication, enabling rapid information exchange and broad public engagement. However, this transformation has also contributed to the increasing prevalence of cyberbullying, which poses significant risks to individuals’ rights to honor, dignity, and reputation.</em></p> <p><em>Existing studies on cyberbullying have largely emphasized its psychological impacts. At the same time, relatively limited attention has been given to examining the legal and ethical boundaries between legitimate criticism and harmful digital conduct. This study seeks to address this gap by analyzing the distinction between constructive criticism and cyberbullying, and by exploring the roles of clarification mechanisms and personal data protection in safeguarding individual dignity in digital environments.This research employs a qualitative approach using a literature review method, drawing upon academic publications, legal frameworks, and relevant scholarly discussions. The findings indicate that not all forms of negative expression constitute cyberbullying. Constructive criticism is generally characterized by its focus on ideas, objectivity, and public interest, whereas cyberbullying involves personal attacks, humiliation, and the unauthorized dissemination of personal information. The study underscores the necessity of balancing freedom of expression with ethical responsibility and legal awareness. Furthermore, it highlights the importance of personal data protection and digital literacy in preventing the misuse of online communication. By integrating legal, ethical, and communication perspectives, this research contributes to a more comprehensive understanding of the limits of expression in the digital era.</em></p>Oktris Damayanti NainggolanKlara PuspitaRowiraudata
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104RISIKO JANTUNG TERSEMBUNYI PADA DIABETES TIPE 2: SKRINING NT-PROBNP MENGUNGKAP PREVALENSI TINGGI KEMUNGKINAN GAGAL JANTUNG DI LAYANAN KESEHATAN PRIMER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21021
<p>Latar Belakang: Gagal jantung merupakan komplikasi kardiovaskular yang sering dijumpai pada penderita diabetes melitus tipe 2 (DMT2). NT-proBNP telah diakui sebagai biomarker diagnostik utama gagal jantung. Tujuan: Membuktikan hubungan antara DMT2 terkontrol dan tidak terkontrol dengan kejadian gagal jantung menggunakan biomarker NT-proBNP. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional dilakukan pada 60 pasien DMT2 di Puskesmas Made, Surabaya, periode September–November 2025. Status kontrol DMT2 ditentukan berdasarkan HbA1c (terkontrol <7%, tidak terkontrol ≥7%), dan kejadian gagal jantung dinilai berdasarkan kadar NT-proBNP (≥125 pg/mL). Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: Sebanyak 44 pasien (73,3%) masuk kategori DMT2 tidak terkontrol. Prevalensi gagal jantung keseluruhan adalah 53,3%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status kontrol DMT2 dengan kejadian gagal jantung (p=0,755; RP=1,100; IK 95%: 0,611–1,979). Analisis regresi logistik menunjukkan OR sebesar 1,200 (IK 95%: 0,382–3,773; p=0,755). Kesimpulan: Meskipun prevalensi gagal jantung pada pasien DMT2 tinggi, tidak ditemukan hubungan bermakna antara status kontrol glikemik dengan kejadian gagal jantung berdasarkan NT-proBNP. Skrining NT-proBNP direkomendasikan pada seluruh pasien DMT2 tanpa memandang status kontrolnya.</p> <p><em>Background: Heart failure is a common cardiovascular complication in type 2 diabetes mellitus (T2DM) patients. NT-proBNP has been established as a primary diagnostic biomarker for heart failure. Objective: To investigate the association between controlled and uncontrolled T2DM and heart failure occurrence using NT-proBNP biomarker. Methods: An analytic observational study with cross-sectional design was conducted on 60 T2DM patients at Puskesmas Made, Surabaya, during September–November 2025. T2DM control status was determined by HbA1c (controlled <7%, uncontrolled ≥7%), and heart failure was defined as NT-proBNP ≥125 pg/mL. Statistical analysis used Chi-Square test and logistic regression. Results: A total of 44 patients (73.3%) had uncontrolled T2DM. Overall heart failure prevalence was 53.3%. No statistically significant association was found between T2DM control status and heart failure (p=0.755; PR=1.100; 95% CI: 0.611–1.979). Logistic regression showed OR=1.200 (95% CI: 0.382–3.773; p=0.755). Conclusion: Despite a high prevalence of heart failure in T2DM patients, no significant association was found between glycemic control status and heart failure based on NT-proBNP. NT-proBNP screening is recommended for all T2DM patients regardless of their glycemic control status.</em></p>Rahajoe Imam SantosoSaskia Dyah HandariOka Suputra Yasa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104HUBUNGAN PERILAKU KESELAMATAN KERJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM TAHUN 2025
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21381
<p>Rumah sakit merupakan salah satu tempat memiliki tingkat hubungan kerja yang jauh lebih tinggi untuk terjadinya kecelakaan, luka, dan penyakit akibat kerja dibandingkan institusi lain. Profesi perawat mempunyai risiko lebih tinggi untuk terlibat dalam kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Perilaku Keselamatan Kerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam.Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional, yaitu suatu penelitian dengan cara pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dalam waktu yang bersamaan. Sampel penelitian sebanyak 92 orang perawat rawat inap. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling pada masing-masing ruang rawat inap di RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam.Hasil penelitian menunjukkan secara statistik hubungan perilaku keselamatan kerja yang terdiri dari, pengetahuan, sikap dan tindakan perawatdengan menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa nilai variabel pengetahuan (p=0,001<0,05), sikap (p=0,001<0,05) dan tindakan(p=0,000<0,05) yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan kejadian kecelakaan perawat di ruang rawat inap RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam Medan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan Perilaku Keselamatan Kerja dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RSUD Deli Serdang Lubuk Pakam. Disarankah agar pihak manajemen rumah sakit dapat meningkatkan upaya keselamatan dan kesehatan kerja pada perawat melalui pelatihan-pelatihan mengenai bahaya kerja perawat dan keselamatan dan kesehatan kerja pada perawat.</p>Ina Yulianti RangkutiMoris Delmi HawaCorry Nova Adelina Manurung
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104MERAJUT MASA DEPAN PENDIDIKAN INDONESIA INTEGRASI LANDASAN FILOSOFIS, HISTORIS, SOSIAL BUDAYA, PSIKOLOGIS DAN YURIDIS UNTUK PENDIDIKAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN DAN BERDAYA SAING
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20777
<p>Artikel ini membahas pentingnya integrasi landasan filosofis, historis, sosial budaya, psikologis, dan yuridis dalam merajut masa depan pendidikan Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing. Pendidikan yang berkualitas merupakan pilar utama pembangunan bangsa, dan pemahaman mendalam terhadap kelima landasan tersebut menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Artikel ini menguraikan bagaimana nilai-nilai Pancasila, sejarah pendidikan, keberagaman sosial budaya, prinsip-prinsip psikologi perkembangan, serta ketentuan hukum dapat diintegrasikan dalam kurikulum, kompetensi guru, fasilitas pendidikan, sistem penilaian, dan partisipasi masyarakat. Dengan mengintegrasikan kelima landasan ini, pendidikan Indonesia diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat global, sehingga berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan bangsa.</p> <p><em>This article discusses the importance of integrating philosophical, historical, socio-cultural, psychological, and juridical foundations in weaving the future of Indonesian education that is sustainable and competitive. Quality education is a crucial pillar of national development, and a deep understanding of these five foundations is key to achieving this goal. This article outlines how Pancasila values, the history of education, socio-cultural diversity, principles of developmental psychology, and legal provisions can be integrated into the curriculum, teacher competence, educational facilities, assessment systems, and community participation. By integrating these five foundations, Indonesian education is expected to produce competent, creative, innovative graduates who are able to compete globally, thereby contributing to the progress and welfare of the nation.</em></p>Ainun JariyahNurjana Tri IntanFloriani Jemohon
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS MOTIVASI DAN ETOS KERJA PEDAGANG WANITA DI PASAR TRADISIONAL SINGKUT KABUPATEN SAROLANGUN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21169
<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari motivasi dan etos kerja pedagang wanita di Pasar Tradisional Singkut Kabupaten Sarolangun, untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dalam perdagangan memengaruhi perekonomian keluarga, dan untuk mengetahui perspektif Islam tentang peran ganda perempuan sebagai pedagang dan ibu rumah tangga. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang fenomena yang diteliti, analisis data dilakukan menggunakan pendekatan grounded theory, yang menggunakan tahapan koding terbuka, koding axial, dan koding pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi, seperti membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, dan menutupi kekurangan pendapatan suami, mendominasi motivasi kerja pedagang wanita. Selain itu, adanya motivasi intrinsik yang terdiri dari keinginan untuk melakukan hal-hal produktif, aktualisasi diri, dan menjadi diri sendiri. Pedagang wanita memiliki etos kerja yang tinggi, yang ditunjukkan melalui sikap disiplin, kerja keras, ketekunan, tanggung jawab, dan kesabaran dalam menghadapi persaingan dan kondisi pasar yang tidak menentu. Peran perempuan dalam berdagang memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi keluarga, meskipun juga menimbulkan tantangan berupa beban peran ganda dan keterbatasan waktu bersama keluarga. Dalam pandangan Islam, aktivitas berdagang perempuan diperbolehkan selama tetap mematuhi aturan syariat, menjaga kehormatan diri, dan tidak mengabaikan tugas keluarga. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa pedagang perempuan di Pasar Tradisional Singkut memiliki motivasi kerja yang kuat dan etos kerja yang tinggi. Mereka juga berperan penting dalam menopang ekonomi keluarga dan mempertahankan aktivitas ekonomi di pasar tradisional.</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>The purpose of this study is to examine the motivation and work ethic of female traders at the Singkut Traditional Market in Sarolangun Regency, to determine how women's roles in trade affect the family economy, and to understand the Islamic perspective on women's dual roles as traders and housewives. A descriptive qualitative method was used in this study, involving data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. To gain a better understanding of the phenomenon under study, data analysis was conducted using a grounded theory approach, which uses the stages of open coding, axial coding, and selective coding. The research results show that economic factors, such as helping meet household needs, paying for children's education, and covering a husband's income deficit, dominate the work motivation of female traders. Furthermore, intrinsic motivation consists of the desire to be productive, achieve self-actualization, and be authentic. Female traders possess a strong work ethic, demonstrated through discipline, hard work, perseverance, responsibility, and patience in the face of competition and uncertain market conditions. Women's role in trading has a positive impact on family economic stability, although it also poses challenges in the form of dual roles and limited time with family. From an Islamic perspective, women's trading activities are permissible as long as they adhere to sharia law, maintain self-respect, and do not neglect family duties. Overall, this study found that female traders in Singkut Traditional Market have strong work motivation and a strong work ethic. They also play a vital role in supporting their families' finances and maintaining economic activity in the traditional market</em>.</p>Clara Diah Feby AstutiElyanti RosmanidarAztyara Ismadharliani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS BIOMEKANIKA TEKNIK DASAR BOLA VOLLY: PASSING, SERVIS, DAN SMASH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21464
<p>Biomekanika olahraga merupakan ilmu yang menerapkan prinsip‑prinsip mekanika terhadap struktur dan fungsi tubuh manusia dalam melakukan gerakan olahraga, termasuk pada cabang bola voli (Nuraini, 2024; Susanti, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomekanika teknik dasar bola voli, khususnya passing atas, passing bawah, servis atas float, serta smash, dengan merujuk pada kajian artikel ilmiah terkait biomekanika gerak dasar bola voli. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menganalisis aspek‑aspek biomekanika seperti stabilitas tubuh, penggunaan impuls dan momentum, urutan gerak (awalan, pelaksanaan, dan lanjutan), serta kontribusi lompat vertikal terhadap kekuatan dan ketepatan pukulan. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa teknik dasar bola voli yang dianalisis secara biomekanika cenderung lebih efisien, efektif, dan memiliki risiko cedera yang lebih rendah bila fase gerak dan pola koordinasi tubuh dikelola dengan baik (Nuraini, 2024; Surya, 2021; Putra, 2021; Rahmadi, 2025; Miratul, 2014). Kajian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip biomekanika pada pelatihan teknik dasar bola voli tidak hanya meningkatkan efisiensi gerak dan kualitas passing, servis, dan smash, tetapi juga memberikan dasar ilmiah bagi pelatih untuk merancang program latihan yang lebih terstruktur dan berbasis data biomekanik.</p>Indra KasihSilvia Fauziah NasutionFortun Dicky NainggolanNadhirah Ulya RitongaDicky Pardemuan TariganMhd. Fahri RamadanArga Yosafat Sigalingging
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104ANALISIS KARAKTERISTIK PERMUKIMAN BERDASARKAN KEPADATAN BANGUNAN, POLA SIRKULASI, DAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA DI DESA GEULANGGANG GAMPONG, KECAMATAN KOTA JUANG, KABUPATEN BIREUEN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21008
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik permukiman berdasarkan kepadatan bangunan, pola sirkulasi, dan ketersediaan ruang terbuka di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Permasalahan yang dikaji berkaitan dengan meningkatnya kepadatan bangunan yang tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur permukiman yang memadai, seperti jaringan sirkulasi dan ruang terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran jarak antar bangunan, pengukuran lebar jalan, serta identifikasi ruang terbuka pada beberapa dusun yang menjadi lokasi penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan permukiman memiliki tingkat kepadatan bangunan yang tinggi dengan jarak antar bangunan yang tidak memenuhi standar. Pola sirkulasi didominasi oleh pola linier dan cul-de-sac dengan variasi lebar jalan yang belum sepenuhnya sesuai ketentuan. Ketersediaan ruang terbuka juga masih terbatas dan belum proporsional terhadap luas wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik permukiman di lokasi penelitian menunjukkan kondisi padat dengan sistem sirkulasi yang belum optimal serta keterbatasan ruang terbuka, sehingga diperlukan penataan yang lebih terencana untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.</p> <p><em>This study aims to analyze settlement characteristics based on building density, circulation patterns, and the availability of open spaces in Geulanggang Gampong Village, Kota Juang District, Bireuen Regency. The research addresses issues related to increasing building density that is not balanced with adequate settlement infrastructure such as circulation networks and open spaces. The method used is quantitative descriptive with a spatial analysis approach. Data were collected through field observations, measurement of building distances, road widths, and identification of open spaces in several sub-areas. The analysis compares existing conditions with applicable standards. The results show that most residential areas have high building density with distances that do not meet standards. Circulation patterns are dominated by linear and cul-de-sac types with varying road widths. Open space availability is still limited and not proportional. This study concludes that settlement characteristics reflect dense conditions with suboptimal circulation systems and limited open space, requiring better planning to improve environmental quality.</em></p>Arief AriandaEffan FahrizalAris Munandar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104TREN FASHION BERKELANJUTAN 2026: PALET WARNA BERBASIS PIGMEN ALAMI SEBAGAI DIFERENSIASI MEREK MODE LOKAL INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21353
<p>Industri mode global menghasilkan 8-10% emisi gas rumah kaca tahunan, dengan pewarna sintetis berbasis azo sebagai kontributor utama polusi air industri. Indonesia memiliki keunggulan komparatif berupa kekayaan sumber pigmen alami: Indigo (<em>Indigofera tinctoria</em>), Manggis (<em>Garcinia mangostana</em>), Secang (<em>Caesalpinia sappan</em>), dan Gambir (<em>Uncaria gambir</em>). Penelitian ini mengkaji potensi keempat pigmen tersebut sebagai dasar palet warna yang selaras dengan proyeksi tren WGSN 2026 dan Pantone, sekaligus sebagai instrumen diferensiasi merek mode lokal di pasar global. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tiga komponen: tinjauan literatur sistematis, analisis sinkronisasi tren, dan studi kasus purposif pada tiga merek, yaitu Sejauh Mata Memandang, Naluri Bumi, dan Tenun Ikat Flores Collection. Hasil analisis menunjukkan bahwa spektrum warna keempat pigmen, yaitu biru-nila, kuning-cokelat-ungu, merah-oranye, dan krem-cokelat, selaras dengan arah warna <em>earth tone</em> dan <em>muted spectrum</em> yang mendominasi proyeksi 2026. Pengujian ketahanan warna berdasarkan ISO 105-C06 menghasilkan nilai 3-4 dari skala 5 untuk pigmen alami dengan mordan tawas, yang berada dalam rentang yang dapat diterima pasar premium global. Peta jalan strategi mencakup sertifikasi OEKO-TEX, narasi budaya dalam <em>branding</em>, dan penetrasi <em>e-commerce</em> global melalui platform Zalora, SSENSE, dan Wolf & Badger. Pigmen alami Indonesia merupakan aset strategis untuk memosisikan merek lokal di pasar mode berkelanjutan global 2026.</p> <p><em>The global fashion industry accounts for 8-10% of annual greenhouse gas emissions, with synthetic azo-based dyes as a primary contributor to industrial water pollution. Indonesia holds a comparative advantage through its rich sources of natural pigments: Indigo (Indigofera tinctoria), Mangosteen (Garcinia mangostana), Sappanwood (Caesalpinia sappan), and Gambir (Uncaria gambir). This study examines the potential of these four pigments as the basis for color palettes aligned with WGSN 2026 and Pantone trend projections, while serving as brand differentiation instruments for local fashion brands in global markets. The method applied is qualitative-descriptive with three components: systematic literature review, trend synchronization analysis, and purposive case studies of three brands (Sejauh Mata Memandang, Naluri Bumi, and Tenun Ikat Flores Collection). Results indicate that the color spectra produced by these pigments, namely indigo-blue, yellow-brown-purple, red-orange, and cream-brown, align with the earth tone and muted spectrum directions that dominate 2026 projections. Color fastness testing under ISO 105-C06 yields scores of 3-4 on a 5-point scale for natural pigments with alum mordant, within market-acceptable ranges for global premium fashion. The strategic roadmap includes OEKO-TEX certification, cultural narrative in branding, and global e-commerce penetration through Zalora, SSENSE, and Wolf & Badger. Indonesian natural pigments represent strategic assets for positioning local brands in the global sustainable fashion market of 2026.</em></p>I Gusti Agung Malini I Gusti Agung Ayu Widyandari Kameswari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104INTEGRASI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MAHAROH KALAM (KEMAMPUAN BERBICARA) DI ERA SOCIETY 5.0: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/20766
<p>Penelitian ini menganalisis integrasi media digital dalam meningkatkan Maharah Kalam (keterampilan berbicara) dengan perspektif Society 5.0. yang berpusat pada manusia (human-centered). Menggunakan metode studi pustaka (Library research), kajian ini mengindentifikasi bahwa penggunaan media berbasis Artificial Intelligence(AI), audio-visual, dan komunikasi sinkron efektif menunjang kemahiran lisan serta mereduksi kecemasan berbahasa (Language anxiety,). Namun, temuan menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran esensial pendidikan sebagai fasilitator emosional dan penyampaian nilai budaya (Dzauq Al-Lighoh). Disimpulkan bahwa model pembelajaran ideal di era Society 5.0. bukanlah otomatisasi penuh, melainkan sinergi antara efisiensi alat digital dengan pendekatan pedagogis yang human guna menciptakan pembelajaran Bahasa Arab yang adaptif dan bermakna.</p> <p><em>This study analyzes the integration of digital media in enhancing Maharah Kalam (speaking skills) through the human-centered perspective of Society 5.0. Utilizing a library research method, this study identifies that the use of Artificial Intelligence (AI), audio-visual media, and synchronous communication effectively supports oral proficiency and reduces language anxiety. However, the findings emphasize that technology cannot replace the essential role of educators as emotional facilitators and conveyors of cultural values (Dhawq al-Lughah). It is concluded that the ideal learning model in the Society 5.0 era is not full automation, but rather a synergy between digital tool efficiency and human-centered pedagogical approaches to create adaptive and meaningful Arabic language learning.</em></p>Abril PrakosoHanif Nur Zaidan Yulianto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104PERLINDUNGAN DAN PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21139
<p>Hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang tidak dapat dicabut yang dimiliki setiap individu sejak lahir. Di Indonesia, terwujudnya negara demokrasi di bawah supremasi hukum sangat bergantung pada pembelaan dan penegakan hak asasi manusia. Meskipun demikian, terdapat banyak sekali contoh pelanggaran hak asasi manusia, baik yang kecil maupun yang besar masih terjadi, menunjukkan bahwa penerapan perlindungan hak asasi manusia belum ideal.(Basir, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pemerintah Indonesia dalam menjaga dan membela hak asasi manusia serta tantangan yang dihadapi dalam melakukannya. Dengan menggunakan data sekunder dari undang-undang dan peraturan terkait, literatur, dan publikasi ilmiah, pendekatan yuridis normatif digunakan. Kondisi empiris dijelaskan menggunakan analisis kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa pemerintah memiliki sejumlah instrumen hukum, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Undang-Undang Hak Asasi Manusia Nomor 39 Tahun 1999. Namun masih banyak hal yang perlu diperbaiki. hambatan yang mencegah perlindungan hak asasi manusia yang efektif, termasuk kesadaran publik yang rendah, penegakan hukum yang lemah, dan masalah sosial budaya.</p>Anggun SinagaLufianna Uli Br Manullang
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA DI SMK UNGGULAN NU MOJOAGUNG JOMBANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jim/article/view/21396
<p>Pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Adapun salah satu yang dapat meningkatkan kemandirian siswa yaitu dengan Implementasi Pembelajaran PAI melalui kegiatan P5. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk Meningkatkan Kemandirian Siswa di SMK Unggulan NU Mojoagung Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk meningkatkan kemandirian siswa di SMK Unggulan NU Mojoagung Jombang mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik, Kemandirian belajar siswa di SMK Unggulan NU Mojoagung berkembang, dan implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terintegrasi dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Unggulan NU Mojoagung berperan penting dalam membentuk kemandirian dan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dan Profil Pelajar Pancasila.</p>Shinta AishaShobihus Surur
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisipliner
2026-04-292026-04-29104