KAJIAN EKSISTENSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA PERSATUAN DAN BAHASA NEGARA DI ERA MODERN

Penulis

  • Samuel Risky Purba Universitas Negeri Medan
  • Marcel H Tambunan Universitas Negeri Medan
  • Jhon Peter Daya Universitas Negeri Medan
  • Paulus Siagian Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Eksistensi, Bahasa Indonesia, Persatuan, Globalisasi, Digitalisasi

Abstrak

Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai simbol identitas nasional dan pemersatu bangsa di tengah keragaman budaya. Namun, pada era modern, eksistensinya menghadapi tantangan serius akibat globalisasi, dominasi bahasa asing, serta maraknya bahasa gaul di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sekaligus bahasa negara dalam menghadapi dinamika era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis buku, jurnal, artikel ilmiah, dan regulasi kebahasaan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Bahasa Indonesia masih berfungsi sebagai identitas nasional dan sarana komunikasi resmi, penggunaannya cenderung melemah di ranah digital dan pergaulan sehari-hari. Fenomena campur kode, menurunnya minat terhadap bahasa baku, serta penetrasi kosakata asing menjadi indikator nyata dari adanya pergeseran pola berbahasa. Kendati demikian, peran Bahasa Indonesia tetap strategis, terutama di bidang pendidikan, ruang publik, dan integrasi nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran Bahasa Indonesia memerlukan strategi adaptif melalui kebijakan regulatif, pengayaan kosakata ilmiah, peningkatan literasi digital, serta pembiasaan penggunaan bahasa baku sejak dini. Upaya ini penting agar Bahasa Indonesia tetap relevan, kokoh, dan mampu bersaing di tengah derasnya arus globalisasi.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30