GANGGUAN METABOLISME VITAMIN PADA PASIEN KATARAK: STUDI KASUS RS MATA PADANG EYE CENTER KHATIB
Kata Kunci:
Vitamin, Sumber Vitamin, Katarak, NutrisiAbstrak
Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang diperlukan tubuh dalam jumlah sangat kecil, dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh tetapi penting untuk melakukan fungsi metabolik. Oleh karena itu, harus didatangkan dari makanan. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik di dalam tubuh. Karena vitamin adalah zat organik maka vitamin dapat rusak karena penyimpanan dan pengolahan. Manusia dan hewan memerlukan hampir semua vitamin dari makanan karena tubuh tidak dapat membuat sendiri.Sumber vitamin berasal dari semua jenis makanan. Misalnya sumber vitamin A adalah produk susu, ikan dan sayuran. Sumber vitamin B seperti gandum, daging dan susu. Vitamin C dari jeruk, tomat dan kentang. Vitamin D dari produk susu, ikan dan minyak ikan. Vitamin E dari minyak sayur dan biji-bijian. Sedangkan Vitamin K banyak berasal dari sayursayuran berdaun hijau dan margarine.Katarak adalah gangguan penglihatan dimana lensa mata menjadi keruh dan seperti berawan. Orang yang mengalami katarak akan merasa seperti selalu melihat kabut atau berasap. Sebagian besar kondisi mata ini berkembang perlahan-lahan dan tidak terasa mengganggu pada awalnya. Lama-kelamaan, kondisi ini akan semakin memburuk sampai mengganggu penglihatan dan akibatnya, akan menjadi sulit melakukan aktivitas rutin. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata kita. Namun, kekeruhan lensa tidak menyebar dari mata yang satu ke mata yang lain. Artinya, jika salah satu mata kita mengalami katarak, belum tentu lensa mata yang satunya akan ikut keruh Katarak Sumatera Barat adalah 2,3% (lebih tinggi dari prevalensi nasional 1,8%) sementara batasan WHO yaitu lebih dari 0,5% maka dinyatakan bahwa masalah kebutaan dinilai bukan lagi merupakan masalah medis atau masalah kesehatan masyarakat semata, melainkan telah menjadi masalah sosial, yang perlu ditangani secara komprehensif melalui penanganan lintas program , lintas sektor dan melibatkan masyarakat luas, karena berdampak pada resiko kecacatan yang akan menjadi beban ekonomi pada keluarga penderitaKesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa selain faktor umur, kekurangan nutrisi juga dapat mempengaruhi kesehatan mata. Pemberian edukasi terkait pentingnya nutrisi terutama sayuran untuk kesehatan sangatlah diperlukan untuk kesehatan pasien. Selain itu, penting juga untuk menghindari atau membatasi makanan yang tinggi gula, lemak trans, dan bahan kimia tambahan, karena makanan ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mata.


