PENGARUH AGAMA TERHADAP POLA INTERAKSI SOSIAL DI ERA DIGITAL
Kata Kunci:
Agama, Interaksi Sosial Digital, Etika DigitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak agama pada pola interaksi sosial dalam era digital, dengan penekanan khusus pada bagaimana prinsip-prinsip keagamaan membentuk perilaku komunikasi, proses pembentukan komunitas, serta dinamika pertikaian di lingkungan maya. Di tengah kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat, pemahaman mendalam tentang peran agama menjadi krusial, mengingat agama tetap berfungsi sebagai sumber nilai utama yang memandu tindakan individu, termasuk saat mereka terlibat dalam interaksi melalui platform digital. Penelitian ini menerapkan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan analisis kualitatif. Data diperoleh dari artikel akademik, buku referensi, laporan penelitian, serta berbagai materi digital terkait yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik sintesis tematik diterapkan untuk memproses data dan mengidentifikasi pola-pola utama mengenai pengaruh agama dalam interaksi sosial daring.Temuan penelitian mengungkapkan empat poin krusial. Pertama, agama berperan sebagai panduan etika di dunia digital, yang mendorong komunikasi yang santun, menjunjung kejujuran, dan mencegah penyebaran informasi palsu. Kedua, agama mempererat ikatan sosial melalui pembentukan kelompok keagamaan virtual yang memungkinkan diskusi mendalam, solidaritas antar anggota, serta pelaksanaan ritual keagamaan secara daring. Ketiga, terdapat aspek ganda di mana platform digital juga berpotensi menjadi arena polarisasi identitas keagamaan dan penyebaran ideologi ekstrem. Keempat, tingkat kecakapan literasi digital serta pemahaman keagamaan yang moderat berperan sebagai faktor penentu utama apakah pengaruh agama akan bersifat membangun atau justru merusak. Secara implikatif, diperlukan inisiatif literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai, yang menggabungkan pendidikan agama moderat dengan kemampuan literasi media untuk mendorong interaksi digital yang lebih sehat. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengadopsi metode empiris seperti survei atau etnografi digital guna memverifikasi temuan ini dengan lebih komprehensif.
This study aims to examine the impact of religion on patterns of social interaction in the digital era, with a particular emphasis on how religious principles shape communication behavior, community formation processes, and the dynamics of conflicts in virtual environments. Amid the rapid advancement of information technology, a deep understanding of religion's role becomes crucial, as religion continues to serve as a primary source of values guiding individual actions, including when they engage in interactions through digital platforms. This study employs a library research method with a qualitative analysis approach. Data were obtained from academic articles, reference books, research reports, and various relevant digital materials published within the last ten years. A thematic synthesis technique was applied to process the data and identify key patterns regarding the influence of religion in online social interactions.The research findings reveal four critical points. First, religion serves as an ethical guide in the digital world, promoting courteous communication, upholding honesty, and preventing the spread of false information. Second, religion strengthens social bonds through the formation of virtual religious groups that enable in-depth discussions, solidarity among members, and the online performance of religious rituals. Third, there is a dual aspect where digital platforms also have the potential to become arenas for the polarization of religious identities and the spread of extremist ideologies. Fourth, the level of digital literacy skills and moderate religious understanding act as key determining factors in whether the influence of religion will be constructive or destructive.Implicatively, value-based digital literacy initiatives are needed, integrating moderate religious education with media literacy skills to promote healthier digital interactions. Further research is recommended to adopt empirical methods such as surveys or digital ethnography to verify these findings more comprehensively


