TINGKAT KEPERCAYAAN MAHASISWA DI JAKARTA BARAT DAN TANGERANG TERHADAP LEMBAGA KEPOLISIAN
Kata Kunci:
Citra Kepolisian, Interaksi Mahasiswa, Kepercayaan Publik, Kualitas Pelayanan, Pengalaman MelaporAbstrak
Kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian menjadi isu penting dalam upaya mewujudkan keamanan, keadilan, dan layanan publik yang berkualitas. Berbagai kasus pelanggaran etik dan perilaku aparat yang disorot masyarakat dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana citra kepolisian dipersepsikan oleh mahasiswa sebagai kelompok yang kritis dan aktif mengamati isu sosial. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kepercayaan mahasiswa di Jakarta Barat dan Tangerang terhadap kepolisian, sekaligus mengetahui pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan aparat serta penilaian umum terhadap citra institusi kepolisian. Penelitian menggunakan metode survei kuantitatif dengan penyebaran kuesioner daring kepada mahasiswa berusia 18–23 tahun melalui teknik sampling bertingkat berbasis kuota. Instrumen mencakup pengukuran tingkat kepercayaan menggunakan skala Likert, pertanyaan dikotomis mengenai pengalaman pelaporan kasus, penilaian kualitas interaksi dengan skala ordinal, serta pertanyaan pilihan ganda terkait aspek layanan yang dianggap perlu diperbaiki. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis komparatif berdasarkan wilayah, dan regresi ordinal untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepercayaan mahasiswa. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai persepsi mahasiswa terhadap kinerja dan citra kepolisian, termasuk sejauh mana pengalaman pribadi maupun karakteristik individu berpengaruh pada tingkat kepercayaan mereka. Temuan ini juga dapat menjadi masukan bagi perbaikan kualitas pelayanan kepolisian, khususnya dalam aspek transparansi, profesionalisme, dan kecepatan respons.
Public trust in the police institution has become an essential issue in efforts to promote security, justice, and high-quality public services. Recent incidents involving ethical violations and misconduct by police officers have raised concerns about how the police are perceived by university students, a group known for its critical perspective and active engagement with social issues. This study aims to measure the level of trust among students in West Jakarta and Tangerang toward the police, as well as to explore their experiences interacting with officers and their overall assessment of the police’s public image. This research employs a quantitative survey method using an online questionnaire distributed to students aged 18–23 through a stratified non-probability sampling technique. The instrument includes Likert scale items to measure trust levels, dichotomous questions regarding reporting experiences, ordinal-scale assessments of interaction quality, and multiple-choice questions identifying aspects of police services considered in need of improvement. The collected data are analyzed using descriptive statistics, comparative analysis between regions, and ordinal regression to identify factors influencing students’ trust in the police. The study is expected to provide a comprehensive overview of students’ perceptions of police performance and public image, including the extent to which personal experiences and individual characteristics contribute to their trust levels. The findings may serve as input for improving police services, particularly in the areas of transparency, professionalism, and response efficiency.


