PENGARUH DAMPAK SOSIAL DAN RISIKO BENCANA ALAM AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN TERHADAP SIKAP PENOLAKAN MASYARAKAT DI DESA LOLI OGE

Penulis

  • Muzakir Tawil Universitas Tadulako
  • Abd. Razak Universitas Tadulako
  • Lusiana Agustin Universitas Tadulako
  • Sari Bulan Universitas Tadulako
  • Enjelika Nastaya Universitas Tadulako

Kata Kunci:

Pertambangan, Dampak Sosial, Risiko Bencana Alam, Konflik Sosial, Sikap Penolakan, Desa Loli Oge

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan terhadap masyarakat Desa Loli Oge, meliputi konflik sosial, perubahan pola pekerjaan, dan persepsi terhadap perubahan lingkungan serta mengetahui bagaimana risiko bencana alam akibat aktivitas pertambangan berpengaruh terhadap sikap penolakan masyarakat di Desa Loli Oge. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1 perwakilan dari tiap Keluarga (KK) di Desa Loli Oge yang berjumlah 567 KK. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan perhitungan rumus Slovin dan tingkat kesalahan 10 persen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial akibat aktivitas pertambangan di Desa Loli Oge terlihat pada beberapa aspek, yaitu sebanyak 93% responden menyatakan bahwa aktivitas pertambangan mengakibatkan konflik sosial antarwarga sebanyak 77 responden mengalami perubahan pola pekerjaan sejak adanya pertambangan dan dampak sosial lingkungan yang paling banyak dirasakan adalah jalan berdebu, meningkatnya risiko banjir, kerusakan hutan, pencemaran laut, berkurangnya sumber air bersih, dan polusi udara, meskipun sebagian masyarakat merasakan adanya peningkatan ekonomi yang justru memicu konflik antara kelompok pro dan kontra tambang. Risiko bencana alam yang dipicu oleh aktivitas pertambangan seperti ketidakstabilan tanah, penurunan kualitas lingkungan, dan kerusakan sumber daya alam menjadi faktor yang memperkuat sikap penolakan masyarakat terhadap aktivitas pertambangan di Desa Loli Oge.

The purpose of this study is to examine the social impacts caused by mining activities on the community of Loli Oge Village, including social conflicts, changes in livelihood patterns, and perceptions of environmental changes, as well as to investigate how the risks of natural disasters due to mining activities influence the community’s rejection attitude. This study is descriptive research with a quantitative approach. The population of this study consists of all representatives of each household (567 households) in Loli Oge Village. The sample was determined using a simple random sampling technique with Slovin’s formula and a 10% margin of error. Data were collected through questionnaires and documentation, and then analyzed descriptively using quantitative methods. The results of the study indicate that the social impacts of mining activities in Loli Oge Village are evident in several aspects. About 93% of respondents reported that mining activities caused social conflicts among residents, 77 respondents experienced changes in livelihood patterns since the mining began, and the most commonly perceived environmental impacts included dusty roads, increased flood risk, deforestation, marine pollution, reduced clean water sources, and air pollution. Although some residents experienced economic benefits, these also triggered conflicts between pro- and anti-mining groups. Natural disaster risks caused by mining activities, such as land instability, environmental degradation, and damage to natural resources, further reinforced the community’s rejection attitude towards mining activities in Loli Oge Village.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30