OPTIMASI ANTIOKSIDAN EKSTRAK JERUK PURUT DAN JAHE MENGGUNAKAN METODE DPPH

Penulis

  • Khayla Andira Salsabila Universitas Negeri Medan
  • Shabina Az-zahra Universitas Negeri Medan
  • Jasmin Novi Ramadhani Nasution Universitas Negeri Medan
  • Valencia Novelin Sijabat Universitas Negeri Medan
  • Yuni Sonia Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Jeruk Nipis, Jahe, Antioksidan, DPPH, Optimasi Ekstraksi

Abstrak

Jeruk nipis dan jahe dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi aktivitas antioksidan ekstrak jeruk nipis dan jahe melalui variasi suhu pengeringan, suhu penyeduhan, dan waktu penyeduhan menggunakan metode DPPH. Penelitian dilakukan dengan delapan perlakuan (F1–F8) yang merupakan kombinasi suhu pengeringan 50°C dan 70°C, suhu penyeduhan 70°C dan 85°C, serta waktu penyeduhan 5 dan 10 menit. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan persentase inhibisi radikal bebas DPPH dengan nilai absorbansi blanko sebesar 0,998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dengan nilai inhibisi berkisar antara 79,65% hingga 93,38%. Perlakuan F6 (suhu pengeringan 70°C, suhu penyeduhan 70°C, waktu penyeduhan 10 menit, dengan formulasi 60% jeruk nipis dan 40% jahe) menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 93,38%, sedangkan perlakuan F5 menunjukkan aktivitas terendah sebesar 79,65%. perlakuan F6 merupakan kondisi terbaik dalam menghasilkan minuman herbal jeruk nipis dan jahe dengan aktivitas antioksidan tertinggi berdasarkan metode DPPH.

Lime and ginger are known to contain bioactive compounds that have the potential as natural antioxidants. This study aims to optimize the antioxidant activity of lime and ginger extracts through variations in drying temperature, brewing temperature, and brewing time using the DPPH method. The study was conducted with eight treatments (F1–F8) which are a combination of drying temperatures of 50°C and 70°C, brewing temperatures of 70°C and 85°C, and brewing times of 5 and 10 minutes. Antioxidant activity was determined based on the percentage of DPPH free radical inhibition with a blank absorbance value of 0.998. The results showed that all treatments had high antioxidant activity with inhibition values ranging from 79.65% to 93.38%. Treatment F6 (drying temperature 70°C, brewing temperature 70°C, brewing time 10 minutes, with a formulation of 60% lime and 40% ginger) produced the highest antioxidant activity of 93.38%, while treatment F5 showed the lowest activity of 79.65%. F6 is the best condition in producing herbal drinks made from lime and ginger with the highest antioxidant activity based on the DPPH method.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30