PENGETAHUAN LOKAL DAN PRAKTIK PEMANFAATAN TUMBUHAN, HEWAN, DAN MIKROB DI DESA AIR DUREN (BANGKA): Studi Etnobiologi

Penulis

  • Kisnia Rawti Universitas Bangka Belitung
  • Linda Wati Universitas Bangka Belitung
  • Eka Sari Universitas Bangka Belitung
  • Agnes Hiko Universitas Bangka Belitung
  • Betty Putri Askia Universitas Bangka Belitung
  • Bunga Maudinia Utami Universitas Bangka Belitung
  • Ahlul Hafizah Universitas Bangka Belitung
  • Agris Anggraini Universitas Bangka Belitung
  • Muhammad Fariel Mahendra Universitas Bangka Belitung
  • Robika Universitas Bangka Belitung

Kata Kunci:

Etnobiologi, Pengetahuan Lokal, Sumber Daya Hayati, Pemanfaatan Tradisional, Desa Air Duren, Bangka

Abstrak

Etnobiologi mengkaji hubungan timbal balik antara manusia dan sumber daya hayati, mencakup tumbuhan, hewan, serta mikrob yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Desa Air Duren, Kabupaten Bangka, masih memanfaatkan keanekaragaman hayati lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan, pengobatan tradisional, budaya, dan rumah tangga, sementara dokumentasi ilmiah terkait praktik tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis sumber daya hayati yang dimanfaatkan masyarakat, menganalisis bagian dan teknik pengolahannya, serta menelaah nilai budaya dan keberlanjutan praktik pemanfaatan yang berkembang secara turun-temurun. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara menggunakan teknik purposive sampling terhadap informan yang memiliki pengetahuan lokal, serta dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan 13 jenis sumber daya hayati yang terdiri atas 11 spesies tumbuhan dan 2 spesies hewan. Bagian yang paling banyak digunakan adalah daun (55%), diikuti batang dan akar (27%), buah (9%), serta jamur dan minyak hewan (masing-masing 9% dan 5%). Sumber daya hayati tersebut dimanfaatkan sebagai obat luka, pereda nyeri, perawatan rambut, bahan pangan, dan kerajinan rumah tangga. Mayoritas spesies berasal dari kelompok herba yang dibudidayakan di pekarangan, sehingga mendukung keberlanjutan lingkungan. Praktik pengobatan tertentu disertai doa atau ritual, mencerminkan keterkaitan spiritual dalam sistem pengetahuan etnomedis masyarakat. Temuan ini menegaskan peran penting pengetahuan lokal dalam pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, pelestarian nilai budaya, serta potensi pengembangan inovasi etnobiologi di masa mendatang.

Ethnobiology examines the reciprocal relationships between humans and biological resources, including plants, animals, and microbes utilized in daily life. Communities in Air Duren Village, Bangka Regency, continue to rely on local biodiversity to meet their needs for food, traditional medicine, cultural practices, and household activities, yet scientific documentation of these practices remains limited. This study aims to identify biological resources used by the community, analyze the utilized parts and processing techniques, and explore the cultural values and sustainability of these traditional practices. The research employed field observations, purposive sampling interviews with local knowledge holders, and visual documentation. The results documented the use of 13 biological resources, consisting of 11 plant species and 2 animal species. Leaves were the most frequently utilized parts (55%), followed by stems and roots (27%), fruits (9%), as well as fungi and animal oils (9% and 5%, respectively). These resources were applied for wound treatment, pain relief, hair care, food preparation, and handicraft production. Most species belonged to herbaceous plants cultivated in home gardens, supporting environmental sustainability. Certain medicinal practices involved prayers or rituals, reflecting the spiritual dimension embedded in the community’s ethnomedical knowledge system. These findings highlight the significant role of local knowledge in sustainable biological resource utilization, cultural preservation, and the potential development of future ethnobiological innovations.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30