ANALISIS AKSI DEMONSTRASI MAHASISWA INDONESIA TERHADAP KEBIJAKAN DPR YANG TIDAK SELARAS DENGAN SILA KEEMPAT PANCASILA DI JAKARTA, AGUSTUS 2025
Kata Kunci:
Pancasila, Sila Keempat, Demonstrasi MahasiswaAbstrak
Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila seharusnya menjadi acuan dalam sikap dan perilaku warga negara sehari-hari. Namun, dalam perkembangannya, penerapan nilai-nilai Pancasila dinilai mulai mengalami penurunan, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan memberikan gambaran yang sistematis dan faktual mengenai penerapan sila keempat Pancasila dalam kegiatan demonstrasi di Jakarta. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin seringnya demonstrasi yang berlangsung di ruang publik, yang tidak hanya mencerminkan kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik dan ketegangan sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber, seperti buku, artikel ilmiah, berita, dan dokumen resmi yang relevan, untuk menilai sejauh mana demonstrasi yang terjadi mencerminkan nilai-nilai musyawarah dan mufakat sebagaimana diamanatkan dalam sila keempat Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun demonstrasi merupakan wujud kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga diperlukan pemahaman dan penguatan nilai musyawarah agar praktik demokrasi tetap sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila.
Pancasila constitutes the philosophical foundation of the Indonesian nation, serving simultaneously as the fundamental principles of the state and the national ideology. As the nation’s worldview, Pancasila represents a crystallization of values whose validity is broadly recognized and which are expected to guide attitudes and behavior in everyday life. Nevertheless, recent developments indicate a decline in the consistent implementation of Pancasila values within society, raising concerns about their practical relevance in contemporary social dynamics. This study employs a qualitative approach aimed at providing a systematic, factual, and accurate description of the facts, characteristics, and interrelationships among the phenomena under investigation. Specifically, this scientific paper examines the implementation of the fourth principle of Pancasila in the context of demonstration activities in Jakarta. The research is motivated by the increasing frequency of demonstrations, which have become a prominent feature of Indonesia’s social and political landscape and often generate diverse consequences, ranging from constructive civic participation to social tension and conflict. Accordingly, the focus of this study is directed toward exploring how deliberative values, as embodied in the fourth principle of Pancasila, are manifested and practiced during public demonstrations. The writing method adopted in this study is a literature review, drawing upon a range of sources including books, scholarly articles, news reports, and relevant official documents, through which the analysis seeks to assess the extent to which demonstrations in Jakarta reflect the application of democratic values aligned with the principles of deliberation and consensus as articulated in the fourth principle of Pancasila. The findings indicate that while democracy upholds freedom of expression as an essential element of demonstrations, its practical implementation frequently encounters challenges, particularly in the form of potential conflict and acts of violence, suggesting a gap between democratic ideals and their realization in practice.


