MENGGALI ENERGI IRADAH: PERAN JIWA KEHENDAK DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DIRI PESERTA DIDIK PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM
Kata Kunci:
Energi Iradah, Jiwa Kehendak, Pengembangan Peserta Didik, Psikologi IslamAbstrak
Psikologi Pendidikan Islam memandang manusia sebagai pribadi yang terdiri dari jiwa (nafs) dan raga, di mana jiwa memiliki daya-daya penting, salah satunya adalah daya kehendak (al-quwwah al-iradiyah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam fungsi operasional dan peran kausal dari kehendak jiwa (iradah) sebagai sumber energi utama dalam mekanisme pengembangan potensi diri peserta didik dalam kerangka Psikologi Pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini berangkat dari keterbatasan model psikologi pendidikan konvensional (volition) yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual dalam membentuk tekad dan motivasi. Pengembangan potensi diri peserta didik sangat bergantung pada penguatan konasi. Bagaimana tidak, ia mampu mmpengaruhii dan menjelaskan perilaku individu. Selain itu, ia juga membantu seseorang untuk memprediksi perilaku oranglain. Penelitian ini merekomendasikan integrasi konsep irādah ke dalam kurikulum pendidikan Islam sebagai kerangka kerja untuk membentuk kemandirian dan integritas moral peserta didik.
Islamic Educational Psychology views humans as entities consisting of the soul (nafs) and body, where the soul has important powers, one of which is the power of will (al-quwwah al-iradiyah). This study aims to analyze in depth the operational function and causal role of the will of the soul (iradah) as the main energy source in the mechanism of developing students' self-potential within the framework of Islamic Educational Psychology. The background of this study departs from the limitations of the conventional educational psychology model (volition) which tends to ignore the spiritual dimension in forming determination and motivation. The development of students' self-potential is highly dependent on strengthening konasi. How could it not be, it is able to interfere with and explain individual behavior. In addition, it also helps someone to predict the behavior of others. This study recommends the integration of the concept of irādah into the Islamic education curriculum as a framework for developing students' independence and moral integrity.


