KULIAH KERJA NYATA: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DAN PEMBINAAN KEWIRAUSAHAAN DI DESA SAMPORA KABUPATEN SUKABUMI JAWA BARAT

Penulis

  • Orchidian Rahmatillah Universitas Nusa Putra
  • Amalia Rizkina Universitas Nusa Putra

Kata Kunci:

Kuliah Kerja Nyata, Pendidikan Dasar, Kewirausahaan, Pemasaran Digital, Desa Sampora

Abstrak

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberdayakan masyarakat, khususnya di Desa Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Observasi menunjukkan kondisi pendidikan dasar yang tertinggal, ditandai dengan kurangnya fasilitas sekolah, jarak akses yang jauh, dan kepadatan siswa di kelas (lebih dari 50 orang per kelas), yang secara signifikan menghambat pemahaman belajar. Selain itu, sebagian besar masyarakat Desa Sampora yang memiliki usaha (seperti toko kelontong, bakso, dan usaha rumahan) cenderung memasarkan produk secara offline, membatasi daya saing dan jangkauan pasar lokal. Kegiatan KKN kelompok 2 Universitas Nusa Putra berfokus pada dua program utama: peningkatan pendidikan dasar dan pembinaan kewirausahaan berbasis digital. Program pendidikan dilakukan melalui pembukaan Sanggar Belajar harian (untuk anak usia <7 tahun dan 7-13 tahun) dan kegiatan mengajar langsung di SDN 1 Sampora, yang berhasil meningkatkan minat belajar dan memberikan pendampingan tugas sekolah. Sementara itu, program kewirausahaan diimplementasikan melalui sosialisasi pemasaran online (melalui TikTok, Instagram, dll.) kepada siswa SMK kelas 3 sebagai calon tenaga kerja/pelaku usaha, serta asistensi langsung kepada pelaku usaha untuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal melalui pendidikan dasar yang memadai dan mendorong transformasi pemasaran produk lokal menuju platform digital.

Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) is an implementation of the Higher Education Tridharma aimed at empowering communities, specifically in Sampora Village, Cikidang District, Sukabumi Regency, West Java. Observations revealed a lagging primary education condition, characterized by inadequate school facilities, long access distances, and high student density (over 50 students per class), which significantly hinders learning comprehension. Furthermore, most small business owners in Sampora Village (such as grocery stores, meatballs vendors, and home businesses) predominantly rely on offline marketing, limiting their competitiveness and market reach. KKN Group 2 from Nusa Putra University focused on two main programs: improving basic education and digital-based entrepreneurship coaching. The educational program was executed through the establishment of a daily Learning Center (for children aged <7 and 7-13 years) and direct teaching activities at SDN 1 Sampora, successfully boosting learning interest and providing homework assistance. Meanwhile, the entrepreneurship program was implemented via socialization on online marketing (using TikTok, Instagram, etc.) targeting 3rd-year vocational high school students as future workers/entrepreneurs, as well as direct assistance to local business owners for obtaining a Business Identification Number (NIB). This activity aims to enhance the quality of local Human Resources (HR) through adequate basic education and encourage the transformation of local product marketing towards digital platforms.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30