TRANSFORMASI SAMPAH PLASTIK DETERJEN MENJADI PRODUK DEKORATIF BUNGA BONSAI SAKURA BERBASIS KONSEP DAUR ULANG BERKELANJUTAN
Kata Kunci:
Limbah Plastik, Daur Ulang Berkelanjutan, Bunga Bonsai Sakura, Kreativitas Masyarakat, Kerajinan Berbahan BekasAbstrak
Permasalahan sampah plastik, khususnya limbah kemasan deterjen, menjadi isu lingkungan yang semakin mendesak di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Lawir. Penggunaan plastik yang sulit terurai menyebabkan penumpukan sampah dan memicu berbagai dampak negatif terhadap kesehatan, estetika lingkungan, serta keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transformasi limbah plastik deterjen menjadi produk dekoratif berupa bunga bonsai sakura dengan mengusung konsep daur ulang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga diperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi lapangan dan proses pengolahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mampu memanfaatkan limbah plastik deterjen menjadi kerajinan bernilai estetika dan ekonomi melalui tahapan pengumpulan, pembersihan, pemotongan, pembentukan, hingga perangkaian menjadi bonsai sakura. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran ekologis warga dan membuka peluang usaha kreatif berbasis bahan bekas. Dengan demikian, inovasi ini menjadi model pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta mampu memberdayakan masyarakat secara sosial dan ekonomi.
Plastic waste, particularly detergent packaging waste, has become an increasingly urgent environmental issue across various regions, including Lawir Village. The widespread use of non-biodegradable plastic results in waste accumulation and triggers negative impacts on public health, environmental aesthetics, and ecosystem balance. This study aims to describe the transformation of detergent plastic waste into decorative bonsai sakura flowers based on the concept of sustainable recycling. A qualitative descriptive method was employed through observation, interviews, and documentation to gain a comprehensive understanding of field conditions and the waste processing stages. The findings indicate that the community successfully repurposes detergent plastic waste into aesthetically and economically valuable crafts through stages of collecting, cleaning, cutting, shaping, and assembling it into bonsai sakura ornaments. This activity not only reduces the volume of plastic waste but also enhances environmental awareness and provides creative economic opportunities using recycled materials. Therefore, this innovation serves as a sustainable waste management model while empowering the community socially and economically.


