TOLERANSI DALAM KRISIS: ANALISIS RESPONS MAHASISWA TERHADAP DISKRIMINASI ETNIS MINORITAS MELALUI MAQASHID SYARI’AH

Penulis

  • Airia Saffana Universitas Pendidikan Indonesia
  • Hamka Adhiel Nugraha Universitas Pendidikan Indonesia
  • Azka Gusti Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Toleransi, Diskriminasi Etnis, Mahasiswa Muslim, Maqashid Syari’ah, Pendidikan Agama Islam

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji reaksi mahasiswa Muslim terhadap diskriminasi yang dialami oleh etnis minoritas dengan memanfaatkan kerangka Maqashid Syari’ah sebagai dasar etika. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode campuran dengan desain berurutan eksploratif, yang melibatkan 36 responden mahasiswa Muslim dari beragam program studi di Universitas Pendidikan Indonesia. Data kuantitatif diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang berbasis skala Likert, sedangkan data kualitatif didapatkan melalui jawaban terbuka.  Hasil studi menunjukkan bahwa 58,3% mahasiswa telah melihat atau merasakan diskriminasi etnis di lingkungan universitas. Tingkat pemahaman mahasiswa mengenai isu diskriminasi dapat dikatakan sedang (mean = 3,02), di mana sebagian besar responden (77,8%) termasuk dalam kategori Aktivis Agamis, yaitu mahasiswa yang bertindak secara aktif berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Nilai-nilai Hifz al-Nafs (perlindungan jiwa) dan Hifz al-Nasl (perlindungan kehormatan) terbukti menjadi pedoman moral yang utama dalam mengembangkan sikap toleran dan menolak segala bentuk diskriminasi. Analisis tabulasi silang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang baik antara tingkat kesadaran dan tanggapan aktif mahasiswa terhadap diskriminasi. Penelitian ini mencapai kesimpulan bahwa Maqashid Syari'ah bukan hanya sebuah teori, melainkan telah diinternalisasi sebagai pedoman etis yang aktif dalam kesadaran sosial para mahasiswa. Rekomendasi yang disampaikan mencakup penguatan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang berbasis kontekstual, pelatihan intervensi oleh saksi yang bertumpu pada nilai-nilai Islam, serta pembentukan forum dialog antar etnis di lingkungan kampus untuk memupuk budaya toleransi yang adil dan bermartabat.

This study aims to examine Muslim students’ reactions to discrimination experienced by ethnic minorities by employing the Maqashid Syari’ah framework as an ethical foundation. The research utilized a mixed-method approach with a sequential exploratory design, involving 36 Muslim student respondents from various study programs at the Indonesia University of Education. Quantitative data were collected through a Likert-scale-based questionnaire, while qualitative data were obtained from open-ended responses. The findings revealed that 58.3% of students had witnessed or experienced ethnic discrimination within the university environment. The level of students’ understanding regarding discrimination issues was moderate (mean = 3.02), with the majority of respondents (77.8%) categorized as Religious Activists—students who act actively based on Islamic principles. The values of Hifz al-Nafs (protection of life) and Hifz al-Nasl (protection of dignity) proved to be the main moral guidelines in fostering tolerance and rejecting all forms of discrimination. Cross-tabulation analysis showed a positive relationship between the level of awareness and students’ active responses toward discrimination. The study concludes that Maqashid Syari’ah is not merely a theoretical concept but has been internalized as an active ethical guideline within students’ social consciousness. The recommendations include strengthening context-based Islamic Religious Education curricula, implementing bystander intervention training grounded in Islamic values, and establishing inter-ethnic dialogue forums within the campus environment to cultivate a culture of just and dignified tolerance.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30