BUDAYA REMAJA PADA FILM 'DILAN 1990' KARYA FAJAR BUSTOMI: SEMIOTIKA BARTHES
Kata Kunci:
Semiotika Roland Barthes, Dilan 1990, Budaya Remaja, Romantisme, Tawuran, Fashion Remaja, Relasi Sosial, Mitos BudayaAbstrak
Film Dilan 1990 karya Fajar Bustomi merupakan salah satu film remaja Indonesia yang merepresentasikan berbagai aspek budaya remaja pada era 1990-an. Melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda-tanda budaya remaja yang muncul dalam film, meliputi romantisme, tawuran, gaya berpakaian, relasi sosial, pertemanan, serta pelanggaran terhadap aturan sekolah. Analisis dilakukan berdasarkan tiga lapisan makna Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dilan 1990 tidak hanya menampilkan cerita cinta remaja, tetapi juga membangun konstruksi budaya dan ideologi tertentu mengenai identitas remaja. Romantisme direpresentasikan sebagai ruang ekspresi emosional yang dianggap murni dan heroik, tawuran menjadi simbol maskulinitas dan solidaritas kelompok, sementara gaya berpakaian membentuk tanda visual tentang karakter dan kelas sosial. Relasi sosial digambarkan sebagai pusat pembentukan identitas remaja, dan pelanggaran aturan sekolah menunjukkan adanya konflik nilai antara otoritas formal dan dunia remaja. Pada tahap mitologis, film ini memperkuat keyakinan budaya bahwa remaja adalah individu yang emosional, spontan, dan berani mengambil risiko demi cinta, persahabatan, atau harga diri. Dengan demikian, Dilan 1990 tidak hanya menjadi produk hiburan, tetapi juga teks budaya yang membentuk persepsi masyarakat mengenai kehidupan remaja Indonesia.


