PERAN PEREMPUAN WNI MANTAN SIMPATISAN ISIS SEBAGAI CREDIBLE VOICE UNTUK BERKAMPANYE ANTI EKTREMISME DAN TERORISME (2020 – 2025)

Penulis

  • Mutia Alifia Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Debbie Affianty Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Miftahul Ulum Universitas Muhammadiyah Jakarta

Kata Kunci:

ISIS, Credible Voice, BNPT

Abstrak

Penelitian ini membahas perempuan – perempuan WNI mantan simpatisan ISIS yang menjadi garda terdepan dalam berkampanye anti Ekstremisme dan Terorisme di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui literatur review, dan analisis dokumen. Penelitian ini menggunakan teori Feminist Security Theory (FST) dan menggunakan konsep Women, Peace, and Security (WPS). Penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang dahulunya pernah terpapar ideologi ISIS bisa menjadi Credible Voice untuk berkampanye pencegahan anti Ekstemisme dan Terorisme. Ada banyak hal yang mereka lakukan diantara nya menjadi pembicara dibeberapa stasiun Televisi, hingga di media sosial. Mereka mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui proses Deredikalisasi dan mendapat pelatihan disana. Bahkan ada juga yang mendapat modal usaha dari BNPT untuk membangun usaha dan menyambung kehidupan selanjutnya.

This study examines Indonesian women, former ISIS sympathizers, who are at the forefront of campaigning against extremism and terrorism in Indonesia. This study uses a descriptive qualitative method. Data were collected through a literature review and document analysis. This study utilizes Feminist Security Theory (FST) and the concept of Women, Peace, and Security (WPS). This research shows that women who were previously exposed to ISIS ideology can become credible voices in campaigns to prevent extremism and terrorism. They have done many things, including speaking on several television stations and appearing on social media. They have received assistance from the National Counterterrorism Agency (BNPT) through the deradicalization process and received training there. Some have even received business capital from BNPT to build businesses and continue their lives.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30