KAJIAN MISKONSEPSI SISWA SMP PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT CAMPURAN

Penulis

  • Nasywa Gassani Maulida Universitas Pendidikan Indonesia
  • Tatang Herman Universitas Pendidikan Indonesia
  • Aan Hasanah Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Bilangan Bulat Campuran, Operasi Bilangan Bulat, Miskonsepsi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal operasi bilangan bulat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai miskonsepsi yang muncul pada operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat. Subjek penelitian terdiri atas 31 siswa kelas VII SMP Negeri di Kota Bandung. Instrumen penelitian berupa tes yang berisi 10 soal uraian operasi bilangan bulat dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami tiga kategori miskonsepsi utama, yaitu miskonsepsi konseptual, prosedural, dan generalisasi. Miskonsepsi dominan yang ditemukan meliputi kesalahan urutan operasi, kebingungan tanda negatif dan positif, serta salah menafsirkan tanda kurung sebagai sesuatu yang harus dihitung terlebih dahulu.

This study aims to analyze the forms of student misconceptions in solving integer operations problems. The type of research used is descriptive qualitative research with the aim of gaining a deep understanding of the misconceptions that arise in the operations of addition, subtraction, multiplication, and division of integers. The research subjects consisted of 31 seventh-grade students of a public junior high school in Bandung City. The research instruments were a test containing 10 descriptive questions on integer operations and interviews. The results showed that students experienced three main categories of misconceptions, namely conceptual, procedural, and generalization misconceptions. The dominant misconceptions found included errors in the order of operations, confusion between negative and positive signs, and misinterpreting parentheses as something that must be calculated first

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30