PERAN PERNIKAHAN TERHADAP KONSISTENSI IBADAH SHOLAT PASANGAN SUAMI ISTRI
Kata Kunci:
Konsistensi Ibadah Sholat, Pasangan Suami Istri, Peran PernikahanAbstrak
Pernikahan memiliki banyak hikmah, baik bagi individu, keluarga, maupun masyarakat. Dengan memahami hikmah tersebut, umat Islam dapat menata niat pernikahannya agar selalu berorientasi pada ibadah dan ridha Allah SWT. Dalam artikel ini, penulis akan membahas hikmah-hikmah pernikahan dalam Islam yang bersumber dari Al-Qur‟an dan hadits Nabi Muhammad SAW, disertai penjelasan yang menggambarkan keindahan dan kedalaman makna di balik ikatan pernikahan dalam Islam. Ibadah shalat pasangan suami istri sangat dianjurkan dalam Islam, terutama untuk saling membangunkan shalat malam (tahajud) agar dicatat sebagai ahli dzikir, dengan posisi istri di belakang suami (agak menyerong ke kiri). Suami menjadi imam dan istri makmum, dengan perbedaan gerakan shalat antara lakilaki dan perempuan (wanita lebih merapatkan tubuh). Ada juga anjuran shalat sunnah dua rakaat setelah akad nikah sebagai bentuk doa bersama. Konsistensi sholat wajib suami istri adalah fondasi penting dalam rumah tangga Islami, di mana keduanya saling mengingatkan, mendukung, dan menasihati untuk menjaga ketaatan kepada Allah, seperti yang dicontohkan dalam praktik keluarga Nabi, agar meraih keberkahan dan membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, karena pasangan yang menjaga sholatnya cenderung lebih amanah dan menjaga komitmen, bahkan istri memiliki hak mengingatkan suami dalam hal ibadah agar suami melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pemimpin agama di rumah.
Marriage holds many benefits, both for individuals, families, and society. By understanding these benefits, Muslims can organize their marital intentions so that they are always oriented toward worship and the pleasure of Allah SWT. In this article, the author will discuss the Islamic wisdom of marriage, derived from the Quran and the hadith of the Prophet Muhammad (peace be upon him), accompanied by explanations that illustrate the beauty and depth of meaning behind the bond of marriage in Islam. Prayer for a married couple is highly recommended in Islam, especially waking each other up for the night prayer (tahajjud) to be recorded as dhikr (remembrance of God). The wife sits behind her husband (slightly tilted to the left). The husband acts as the imam and the wife as the follower, with different prayer movements for men and women (women tend to lean closer together). It is also recommended to pray two rak'ahs of sunnah prayer after the marriage contract as a form of communal prayer. Consistency in the obligatory prayers of a husband and wife is an important foundation in an Islamic household, where both parties remind, support, and advise each other to maintain obedience to Allah, as exemplified in the Prophet's family, to achieve blessings and build a family that is sakinah, mawaddah, and warahmah. Couples who maintain their prayers tend to be more trustworthy and maintain their commitments. The wife even has the right to remind her husband about his worship so that he fulfills his responsibilities as a religious leader at home.


