ADMINISTRASI SEKOLAH DAN ADMINISTRASI PESERTA DIDIK

Penulis

  • Dian Atiqah Baedawi STAIN Majene
  • Sarmila STAIN Majene
  • Izam Farabi Muslim STAIN Majene
  • Nurul Zahwa Tahir STAIN Majene
  • M.Maulana Maulana STAIN Majene
  • Kamus STAIN Majene
  • Nurwidya Putri STAIN Majene

Kata Kunci:

Administrasi Terintegrasi, Manajemen Kesiswaan, Sistem Informasi Sekolah, Efektivitas Layanan Pendidikan, Studi Literatur Sistematis

Abstrak

Tanggung jawab fundamental lembaga pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sangat bergantung pada sistem manajemen internal yang solid, di mana administrasi sekolah berfungsi sebagai tulang punggungnya. Administrasi Peserta Didik (Kesiswaan) merupakan inti dari layanan ini, meliputi semua kegiatan mulai dari perencanaan siswa, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pembinaan selama di sekolah, hingga pelaporan kelulusan. Meskipun perannya sangat penting, administrasi sekolah, khususnya kesiswaan, sering dihadapkan pada kesenjangan sistemik dan manajerial, seperti sistem dokumen yang tidak terintegrasi dan teknologi yang tertinggal, yang menghambat optimalisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan metodologis dengan secara sistematis mengintegrasikan dan membandingkan fungsi makro administrasi sekolah (sarana, keuangan, kepegawaian) dengan fungsi mikro administrasi peserta didik untuk meningkatkan efektivitas layanan pendidikan. Penelitian ini mengadopsi metodologi Studi Literatur Sistematis (SLR), yang melibatkan tinjauan sistematis terhadap teori, konsep, dan hasil penelitian relevan. Data dikumpulkan dari basis data akademik (misalnya Google Scholar, Scopus) menggunakan kata kunci yang relevan, berfokus pada artikel jurnal dari 5 tahun terakhir. Instrumen utamanya adalah matriks ekstraksi data, dan analisis data menggunakan teknik sintesis kualitatif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi administrasi makro (kurikulum, kepegawaian, sarana) dan mikro (kesiswaan) sudah terstruktur, namun masih menghadapi tantangan dalam adaptasi teknologi dan literasi digital. Temuan kuncinya adalah bahwa integrasi administrasi sekolah dan administrasi peserta didik yang diperkuat oleh Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIM) merupakan prasyarat utama untuk kualitas layanan komprehensif, memungkinkan sekolah beralih dari manajemen reaktif menjadi proaktif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model administrasi digital yang terintegrasi penuh untuk meningkatkan akuntabilitas sistemik dan efisiensi pengambilan keputusan.

The fundamental responsibility of educational institutions to educate the nation's life relies heavily on a solid internal management system, where school administration acts as the backbone. The Administration of Students (Kesiswaan) is the core of this service, covering all activities from student planning, new student admission (PPDB), development during school, to graduation reporting. Despite its critical role, the school administration, especially the student administration, often faces systemic and managerial gaps, such as disintegrated document systems and outdated technology, which hinder educational optimization. This study aims to fill the methodological gap by systematically integrating and comparing the macro function of school administration (facilities, finance, personnel) with the micro-function of student administration to improve the effectiveness of educational services. This research adopted a Systematic Literature Review (SLR) methodology, involving the systematic review of relevant theories, concepts, and research results. Data were collected from academic databases (e.g., Google Scholar, Scopus) using relevant keywords, focusing on journal articles from the last 5 years. The main instrument was a data extraction matrix, and the data analysis employed a qualitative synthesis technique (data reduction, data presentation, and conclusion drawing). The results indicate that the implementation of both macro (curriculum, personnel, infrastructure) and micro (student affairs) administration is structured but faces challenges in technology adaptation and digital literacy. The key finding is that the integration of school administration and student administration strengthened by a School Information Management System (SIM) is a prerequisite for comprehensive service quality, enabling schools to shift from reactive to proactive management. The study recommends the development of a fully integrated digital administrative model to enhance systemic accountability and decision-making efficiency.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30