DAMPAK SAMPAH SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Kata Kunci:
Dampak Sampah, Seni Lukis, Realisme SosialAbstrak
Limbah atau sampah menjadi salah satu tantangan besar bagi lingkungan hidup di era modern ini. Peningkatan produksi limbah yang dikelola dengan tidak baik memberikan dampak buruk bagi ekosistem. Baik itu pencemaran air, tanah, dan udara, yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab masih menjadi isu yang perlu ditingkatkan. Melalui representasi visual yang kuat, penciptaan karya ini diharapkan dapat memotivasi audiens untuk mengambil langkah nyata dalam mengurangi dan mengelola sampah dengan lebih bijak. Pencapaian pada hasil karya, tentu mengarah pada visualisasi objek sampah dan lingkungan yang berbeda sehingga bentuk atau objek visual sampah yang tidak nyaman dilihat mampu diubah menjadi sesuatu hal yang menarik pada kekaryaan. Yang akan disajikan dalam bentuk karya seni lukis dan mixmedia dengan judul; “Tanah Yang Dipaksa Menelan Sampah”, “Asap Yang Disahkan”, “Ruang Tampugan”, “Terperangkap Diruang Sendiri”, “Diantara Sampah dan Sunyi”, “Prusian Blue Period”. Dalam seni lukis terdapat banyak gaya lukisan, salah satunya yaitu realisme, dalam pembuatan karya ini, pengkarya menggunakan pendekatan gaya realime sosial. Realisme Sosial bertolak dari pengamatan objektif atas persoalan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya persoalan lingkungan dan dampak sampah
Waste or garbage has become one of the major challenges for the environment in the modern era. The increasing production of waste that is poorly managed causes serious negative impacts on ecosystems, including water, soil, and air pollution, which ultimately affect the lives of living beings. Public awareness of the importance of responsible waste management remains an issue that needs to be improved. Through strong visual representation, the creation of this work is expected to motivate audiences to take concrete actions in reducing and managing waste more wisely. The achievement of the artworks focuses on visualizing waste objects and different environments, transforming unpleasant and uncomfortable images of garbage into something visually engaging within artistic creation. These works are presented in the form of paintings and mixed media artworks entitled: “Tanah Yang Dipaksa Menelan Sampah”, “Asap Yang Disahkan”, “Ruang Tampugan”, “Terperangkap Diruang Sendiri”, “Diantara Sampah dan Sunyi”, “Prusian Blue Period”. In painting, there are many styles, one of which is realism. In the creation of these works, the artist employs a Social Realism approach. Social Realism is based on objective observation of issues occurring in everyday life, particularly environmental problems and the impacts of waste.


