PENERAPAN SISTEM TEMU BALIK INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN AKSES DAN PEMANFAATAN KOLEKSI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN ENREKANG

Penulis

  • Rezky Fausiyah Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Syahdan Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Muhammad Nasrul Universitas Muhammadiyah Enrekang

Kata Kunci:

Sistem Temu Balik Informasi, OPAC, Inlislite, Akses Informasi, Pemanfaatan Koleksi, Perpustakaan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem temu balik informasi dalam meningkatkan akses dan pemanfaatan koleksi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pustakawan dan pemustaka sebagai sumber data utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem temu balik informasi telah dilakukan melalui penggunaan aplikasi INLISLite dengan fitur OPAC yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian koleksi secara mandiri berdasarkan kata kunci. Sistem ini membantu meningkatkan kemudahan akses informasi dan efisiensi dalam menemukan koleksi yang relevan. Namun, penerapannya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur serta rendahnya literasi teknologi informasi di kalangan pemustaka dan pustakawan. Faktor pendukung dalam penerapan sistem ini meliputi ketersediaan teknologi informasi, dukungan kebijakan lembaga, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, gangguan teknis, serta kurangnya pelatihan dalam pengelolaan sistem. Secara keseluruhan, penerapan sistem temu balik informasi berpengaruh positif terhadap peningkatan akses dan pemanfaatan koleksi, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar dapat berjalan secara optimal.

This study aims to describe the implementation of an information retrieval system in improving access to and utilization of collections at the Department of Library and Archives of Enrekang Regency. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, involving librarians and library users as primary data sources. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The results show that the implementation of the information retrieval system has been carried out using the INLISLite application with the OPAC feature, which allows users to search for collections independently based on keywords. This system helps improve ease of access to information and efficiency in finding relevant collections. However, its implementation is not yet fully optimal due to several constraints, such as limited infrastructure and low levels of information technology literacy among users and librarians. Supporting factors in the implementation include the availability of information technology, institutional policy support, and the increasing public demand for information. Meanwhile, inhibiting factors include limitations in human resources, technical issues, and lack of training in system management. Overall, the implementation of the information retrieval system has a positive impact on improving access and utilization of collections, although further development is still needed for optimal performance.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30