PENERAPAN KOMPRES ALIUM ASCALONIUM UNTUK MENGATASI KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RUANG ANGGREK RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG
Kata Kunci:
Anak, Kejang Demam, Kompres Bawang MerahAbstrak
Kondisi demam merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada kelompok usia anak akibat respons tubuh terhadap proses infeksi dan dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang apabila suhu tubuh meningkat secara cepat. Selain terapi farmakologis, intervensi non farmakologis dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Salah satu metode yang digunakan secara tradisional adalah kompres bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi kompres bawang merah dalam membantu manajemen demam pada anak. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif yang dilakukan di Ruang Anggrek RST Bhakti Wira Tamtama Semarang yaitu An. R (5 tahun) dan An. A (4 tahun) pada Juni 2025. Subjek penelitian adalah anak dengan diagnosis kejang demam disertai masalah keperawatan termoregulasi tidak efektif. Data diperoleh melalui observasi klinis, wawancara keluarga, serta telaah rekam medis. Intervensi berupa aplikasi kompres bawang merah pada area dahi, leher, dan aksila. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh menuju rentang normal serta berkurangnya episode kejang setelah intervensi diberikan. Kompres bawang merah berpotensi menjadi terapi komplementer yang membantu stabilisasi suhu tubuh melalui mekanisme perpindahan panas secara konduksi. Kompres bawang merah dapat menjadi terapi pendukung non-farmakologis dalam membantu proses termoregulasi pada anak dengan kejang demam melalui mekanisme konduksi panas.
Fever is a common condition in children as a physiological response to infection and may increase the risk of febrile seizures when body temperature rises rapidly. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological interventions can be used as complementary therapy to help reduce body temperature. One traditional method commonly used is the application of shallot compress (Allium cepa L. var. aggregatum). This study aimed to describe the implementation of shallot compress therapy in supporting fever management in children. This study employed a descriptive case study design conducted in the Anggrek Ward of Bhakti Wira Tamtama Hospital, Semarang, involving two pediatric patients, An. R (5 years old) and An. A (4 years old), in June 2025. The subjects were children diagnosed with febrile seizures accompanied by the nursing problem of ineffective thermoregulation. Data were collected through clinical observation, family interviews, and medical record review. The intervention consisted of applying shallot compresses to the forehead, neck, and axillary areas. Data analysis was performed using descriptive narrative analysis. The findings showed a reduction in body temperature toward the normal range and decreased seizure episodes after the intervention. Shallot compress therapy has the potential to serve as a complementary therapy that assists body temperature stabilization through heat transfer by conduction. Shallot compress therapy can be used as a non-pharmacological supportive intervention to assist the thermoregulation process in children with febrile seizures through a heat conduction mechanism.


