KAJIAN HISTORIS PENYAKIT CAMPAK PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2014-2024: FAKTOR RISIKO, DAN STRATEGI PENGENDALIAN
Kata Kunci:
Campak, KLB, Tren, Faktor Risiko, Sumatera BaratAbstrak
Kejadian campak di Provinsi Sumatera Barat masih menunjukkan pola yang tidak stabil dan berpotensi menimbulkan KLB meskipun program imunisasi telah dilaksanakan. Selain itu, ketimpangan cakupan imunisasi, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta kemungkinan kasus yang tidak tercatat dengan baik selama pandemi COVID-19 menyebabkan gambaran kasus belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan riwayat kejadian campak di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2014–2024 serta menganalisis tren, faktor risiko, dan upaya pengendaliannya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan historis berdasarkan data Profil Kesehatan, publikasi Badan Pusat Statistik, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa kasus campak memiliki pola fluktuatif dengan indikasi KLB pada tahun 2014 dan 2022. Kelompok usia anak dengan imunisasi tidak lengkap merupakan kelompok paling berisiko. Faktor lain seperti kondisi gizi, lingkungan tempat tinggal, akses layanan kesehatan, serta tingkat pengetahuan dan ekonomi keluarga turut berkontribusi terhadap kejadian campak. Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi, pemerataan layanan kesehatan, serta penguatan pemantauan kasus untuk mencegah KLB di masa mendatang.
The measles incidence in West Sumatra Province continues to exhibit an unstable pattern and has the potential to trigger an Extraordinary Event (KLB) despite the implementation of the immunization program. Furthermore, disparities in immunization coverage, limited access to health services, and the possibility of under-reporting of cases during the COVID-19 pandemic mean that the case picture does not fully reflect the actual situation. This study aims to describe the history of measles incidence in West Sumatra Province from 2014 to 2024 and analyze trends, risk factors, and control efforts. The method used was a literature review with a historical approach based on Health Profile data, publications from the Central Statistics Agency (BPS), and relevant scientific literature. The results indicate that measles cases have a fluctuating pattern, with indications of outbreaks in 2014 and 2022. Children with incomplete immunizations are the most at-risk group. Other factors such as nutritional status, residential environment, access to health services, and family knowledge and economic status also contribute to measles incidence. Increased immunization coverage, equitable distribution of health services, and strengthened case monitoring are needed to prevent future outbreaks.


