TEORI BELAJAR HUMANISTIK : MEMANUSIAKAN PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN KRISTEN
Kata Kunci:
Teori Humanistik, Pendidikan, Aktualisasi Diri, Fasilitator, Pendidikan KristenAbstrak
Teori belajar humanistik menekankan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia, bukan sekadar transfer pengetahuan. Fokus utamanya adalah pengembangan potensi peserta didik secara utuh, mencakup aspek kognitif, afektif, sosial, dan spiritual. Tokoh-tokoh seperti Abraham Maslow, Carl Rogers, dan Arthur Combs menegaskan pentingnya kebutuhan dasar, kebebasan belajar, serta makna personal dalam proses pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana aman, mendukung motivasi intrinsik, dan membantu peserta didik mencapai aktualisasi diri. Kelebihan teori ini adalah penghargaan terhadap karakteristik unik setiap individu, sementara kelemahannya terletak pada sifatnya yang terlalu idealis dan sulit diterapkan secara operasional. Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen, teori ini relevan karena menekankan pengalaman pribadi, refleksi iman, dan pertumbuhan karakter. Dengan demikian, teori belajar humanistik memberikan kerangka penting bagi pendidikan yang holistik dan transformatif.
Humanistic learning theory emphasizes education as a process of humanizing individuals rather than merely transferring knowledge. Its primary focus is the holistic development of learners, encompassing cognitive, affective, social, and spiritual dimensions. Thinkers such as Abraham Maslow, Carl Rogers, and Arthur Combs highlight the importance of basic needs, freedom in learning, and personal meaning in the educational process. Teachers act as facilitators who create safe environments, foster intrinsic motivation, and guide learners toward self-actualization. The strength of this theory lies in its appreciation of individual uniqueness, while its weakness is its overly idealistic nature and difficulty in operational application. In the context of Christian Religious Education, this theory is relevant as it emphasizes personal experience, faith reflection, and character growth. Thus, humanistic learning theory provides an essential framework for holistic and transformative education.


