TEORI BELAJAR HUMANISTIK TERHADAP PESERTA DIDIK

Penulis

  • Maria Sesfao Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Debi Jesika Hetmina Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Erma Renci Tunliu Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Teori Belajar Humanistik, Pendidikan, Peserta Didik, Pendidikan Agama Kristen

Abstrak

Teori belajar humanistik menekankan pentingnya pengembangan potensi, kepribadian, dan aktualisasi diri peserta didik dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana teori belajar humanistik dapat mendukung pendidikan yang bermakna dan berpusat pada peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis konsep dan teori dari beberapa ahli pendidikan, seperti Abraham Maslow, Carl Rogers, dan Arthur W. Combs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori belajar humanistik menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan pengalaman belajar yang bermakna. Teori ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan sosial melalui partisipasi aktif, kesadaran diri, serta tanggung jawab dalam belajar. Selain itu, penerapan teori belajar humanistik dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, rasa percaya diri, dan pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, teori belajar humanistik dianggap relevan dalam menciptakan pendidikan yang efektif, bermakna, dan berbasis karakter.

Humanistic learning theory emphasizes the importance of developing students’ potential, personality, and self-actualization in the learning process. The problem discussed in this paper is how humanistic learning theory can support meaningful and student-centered education. The method used in this study is a literature review by analyzing concepts and theories from several educational experts, including Abraham Maslow, Carl Rogers, and Arthur W. Combs. The results show that humanistic learning theory places students as the center of learning, while teachers act as facilitators who provide guidance and meaningful learning experiences. This theory encourages students to develop cognitive, affective, and social aspects through active participation, self-awareness, and responsibility in learning. In addition, the implementation of humanistic learning theory can improve students’ motivation, creativity, confidence, and character development. Therefore, humanistic learning theory is considered relevant in creating effective, meaningful, and character-based education.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30