ANALISIS KEPATUHAN PRINSIP SYARIAH DALAM PENGELOLAAN DANA TABARRU’ MELALUI PENDEKATAN AUDIT BERBASIS RISIKO
Kata Kunci:
Audit Berbasis Risiko, Asuransi Syariah, Dana Tabarru’, Kepatuhan Syariah, Tata KelolaAbstrak
Pengelolaan dana tabarru’ merupakan elemen penting dalam pelaksanaan asuransi syariah, karena mencerminkan penerapan prinsip saling membantu (ta’awun) dan mematuhi regulasi syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kepatuhan prinsip syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kepatuhan prinsip syariah terkait pengelolaan dana tabarru’ dengan memanfaatkan pendekatan audit yang berfokus paada risiko (risk-based audit). Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat kepustakaan (library research). Data yang dianalisis diperoleh dari beberapa sumber skunder, yang mencakup jurnal ilmiah, buku, fatwa dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSB-MUI), peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PSAK 108, serta standar audit syariah yang dipublikasikan oleh AAOIFI dan The Institute Of Internal Auditors (AII). Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan teknik analisis isi (content analisysis) yang terdiri dari langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa risiko di luar kepatuhan syariah dalam pengelolaan dana tabarru’, seperti risiko akad, risiko investasi, risiko distribusi surplus underwritingm serta risiko terkait dokumentasi dan transparansi. Kepatuhan terhadap prinsip syariah diwujudkan melalui pemisahan dana tabarru’ dari dana ujrah, investasi pada instrumen syariah, transparansi dalam akad, serta pengelolaan surplus underwriting secara adil sesuai dengan ketentuan DSN-MUI dan OJK. Kerjasama antara auditor internal dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi elemen krusial untuk meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor asuransi syariah.
The management of tabarru’ funds is a crucial element in the implementation of sharia insurance, as it reflects the application of the principle of mutual assistance (ta’awun) and adherence to sharia regulations. This study aims to examine compliance with sharia principles regarding the management of tabarru’ funds by employing a risk-based audit approach. The research methodology is qualitative, specifically utilizing library research. The data analyzed were obtained from various secondary sources, including scholarly journal, books, fatwa from the national sharia board of the indonesian council of ulama (DSN-MUI), financial services authority (OJK) regulation, PSAK 108, and sharia audit standards published by AAOIFO and the institute of internal auditors (IIA). Data analysis was conducted using content analysis techniques, comprising the steps of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that risks associated with tabarru’ fund management beyond Sharia compliance issues include contract risks, investment risks, underwriting surplus distribution risks, and risks related to documentation and transparency. Compliance with Sharia principles is demonstrated through the segregation of tabarru’ funds from ujrah (fee) funds, investment in Sharia-compliant instruments, transparency in contracts, and the equitable management of underwriting surpluses in accordance with DSN-MUI and OJK provisions. Collaboration between internal auditors and the Sharia Supervisory Board (DPS) is a crucial element in enhancing governance and accountability, as well as maintaining public trust in the Sharia insurance sector.


