REVOLUSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA

Penulis

  • Zahra Sukriansyah Institut Sains Qur'an Syekh Ibrahim
  • Syamzaimar Institut Sains Qur'an Syekh Ibrahim

Kata Kunci:

Pendidikan Kewarganegaraan, Revolusi Pendidikan, Generasi Emas, Literasi Digital

Abstrak

Pendidikan kewarganegaraan merupakan instrumen strategis dalam membentuk karakter dan identitas nasional generasi muda Indonesia. Di era globalisasi dan digitalisasi, tantangan yang dihadapi semakin kompleks, seperti lunturnya nilai kebangsaan, maraknya hoaks, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran revolusi pendidikan kewarganegaraan dalam membangun generasi emas Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan perlu mengalami transformasi melalui inovasi pembelajaran, integrasi teknologi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila. Data menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital siswa sebesar 65% berkontribusi terhadap kemampuan berpikir kritis (Lestari, 2023). Selain itu, pembelajaran berbasis proyek terbukti meningkatkan karakter tanggung jawab siswa hingga 70%. Oleh karena itu, revolusi pendidikan kewarganegaraan menjadi solusi strategis dalam menciptakan generasi yang berkarakter, cerdas, dan kompetitif secara global.

Civic education is a strategic instrument in shaping the character and national identity of Indonesia’s younger generation. In the era of globalization and digitalization, the challenges faced are increasingly complex, including the decline of national values, the spread of misinformation (hoaxes), and low levels of digital literacy. This study aims to analyze the role of the revolution in civic education in building Indonesia’s golden generation. The method used is qualitative with a literature study approach derived from scientific journals published within the last five years. The results indicate that civic education needs to undergo transformation through learning innovation, technology integration, and the strengthening of Pancasila values. Data show that a 65% increase in students’ digital literacy contributes significantly to their critical thinking skills (Lestari, 2023). In addition, project-based learning has been proven to improve students’ sense of responsibility by up to 70%. Therefore, the revolution of civic education serves as a strategic solution in creating a generation that is well-characterized, intelligent, and globally competitive.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30