MENJAGA TRADISI: MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI TENGAH MODERNISASI KOTA

Penulis

  • Muh. Watif Universitas Negeri Makassar
  • Musdalifah Universitas Negeri Makassar
  • Nurfadila Puspita Universitas Negeri Makassar
  • Ulfa Mutmainnah. M Universitas Negeri Makassar

Kata Kunci:

Pelestarian budaya, Modernisasi, Tradisi lokal, Identitas kota, Komunitas lokal

Abstrak

Modernisasi perkotaan yang pesat seringkali mengancam kelestarian budaya lokal yang  penting bagi jati diri dan jati diri suatu masyarakat. Artikel ini membahas tentang upaya menjaga tradisi dan melestarikan budaya lokal dalam konteks modernisasi perkotaan. Berbagai strategi, termasuk melestarikan situs budaya, menyelenggarakan festival tradisional, dan mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pembangunan perkotaan, dikaji secara mendalam. Selain itu, peran masyarakat lokal dan pemerintah dalam mendukung kelanjutan tradisi juga dieksplorasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa melalui kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, budaya lokal dapat tetap hidup dan relevan, bahkan dalam menghadapi tantangan modernisasi. Oleh karena itu, melestarikan budaya lokal tidak hanya sebagai upaya melestarikan warisan leluhur tetapi juga memperkaya identitas kota modern.

Rapid urban modernization often threatens the preservation of local culture which is important for the identity and identity of a society. This article discusses efforts to maintain traditions and preserve local culture in the context of urban modernization. Various strategies, including preserving cultural sites, holding traditional festivals, and integrating local cultural elements into urban development, are studied in depth. In addition, the role of local communities and government in supporting the continuation of traditions is also explored. This research shows that through collaboration between various stakeholders, local culture can remain alive and relevant, even in the face of the challenges of modernization. Therefore, preserving local culture is not only an effort to preserve ancestral heritage but also to enrich the identity of a modern city.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-11