ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN AUFA RESIDENCE 7 DUSUN BAMPU DESA KARUENG KECAMATAN ENREKANG

Penulis

  • Muhammad Gunawan Universitas Muhammadiah Enrekang
  • Jamiluddin Jabir Universitas Muhammadiah Enrekang
  • Rusmawati Universitas Muhammadiah Enrekang

Kata Kunci:

Pembangunan Perumahan, Analisis Kelayakan Ekonomi, Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Payback Period (PP)

Abstrak

Pembangunan perumahan merupakan upaya penyediaan hunian beserta sarana dan prasarana lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang layak. Sebelum dilaksanakan, proyek perumahan perlu melalui analisis kelayakan ekonomi untuk menilai kelayakan investasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus pada Perumahan Aufa Residence 7 di Kota Enrekang. Data diperoleh melalui kombinasi data primer dan sekunder dengan instrumen kuesioner. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa proyek layak untuk dilaksanakan. Nilai Benefit Cost Ratio BCR sebesar 1,81 > 1, yang berarti manfaat lebih besar dari biaya. Net Present Value NPV bernilai positif sebesar Rp11.276.600.954 > 0, sehingga proyek memberikan keuntungan. Internal Rate of Return IRR sebesar 84,66% > Minimum Attractive Rate of Return MARR 26%, menunjukkan tingkat pengembalian melebihi tingkat yang disyaratkan. Payback Period PP tercapai dalam 2,84 tahun, lebih cepat dari umur investasi 2 tahun. Berdasarkan seluruh indikator tersebut, dapat disimpulkan bahwa Perumahan Aufa Residence 7 layak secara ekonomi untuk dikembangkan.

 Housing development is an effort to provide decent housing along with environmental facilities and infrastructure to meet community needs for adequate shelter. Prior to implementation, housing projects must undergo an economic feasibility analysis to assess investment viability. This study employs a descriptive-analytical method with a case study approach at Aufa Residence 7 in Enrekang City. Data were collected through a combination of primary and secondary sources using questionnaires. The results of the economic feasibility analysis indicate that the project is feasible. The Benefit Cost Ratio BCR is 1.81 > 1, meaning that benefits exceed costs. The Net Present Value NPV is positive at Rp11,276,600,954 > 0, indicating that the project generates profit. The Internal Rate of Return IRR is 84.66% > Minimum Attractive Rate of Return MARR 26%, showing that the rate of return exceeds the required rate. The Payback Period PP is achieved in 2.84 years, which is shorter than the 2-year investment period. Based on all these indicators, it can be concluded that Aufa Residence 7 is economically feasible for development.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30