ALIRAN TEOLOGI ISLAM DAN TANTANGAN MODERNITAS: IMPLEMENTASI PRINSIP TAWASUTH (MODERAT) ASWAJA DALAM MENGHADAPI ARUS MODERNITAS
Kata Kunci:
Ahlussunnah Waljamaah, Aliran Teologi, Modernitas, Moderasi Beragama, TawasuthAbstrak
Perkembangan intelektual Islam saat ini menghadapi tantangan serius akibat arus modernitas yang membawa paradigm sekularisme, rasionalisme ekstrem, dan disrupsi otoritas keagamaan di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika aliran teologi Islam serta mengkaji relevansi dan implementasi prinsip Tawasuth (moderat) Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) sebagai respons terhadap tantangan modernitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatus teologi klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran teologi seperti Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah memberikan fondasi bagi keseimbangan antara rasio dan wahyu. Di tengah tantangan modernitas, prinsip Tawasuth yang mencakup sikap moderat, seimbang (Tawazun), dan toleran (Tasamuh) terbukti efektif sebagai kerangka berpikir dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern tanpa meninggalkan prinsip dasar Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya kontekstualisasi nilai-nilai Aswaja dalam system pendidikan dan dakwah digital untuk menangkal radikalisme serta sekularisme di era kontemporer.
The intellectual development of Islam today faces serious challenges due to the currents of modernity, which bring paradigms of secularism, extreme rationalism, and the disruption of religious authority on social media. This study aims to analyze the dynamics of Islamic theological schools and examine the relevance and implementation of the principle of Tawasuth (moderation) in Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) as a response to the challenges of modernity. The research method used is qualitative library research with a descriptive-analytical approach to classical and contemporary theological literature. The findings show that theological schools such as Mu’tazilah, Ash’ariyah, and Maturidiyah provide a foundation for balancing reason and revelation. Amid the challenges of modernity, the principle of Tawasuth, which includes moderation, balance (Tawazun), and tolerance (Tasamuh), has proven effective as a framework for integrating modern scientific knowledge without abandoning the fundamental principles of Islam. The implications of this study emphasize the importance of contextualizing Aswaja values in education and digital da’wah systems to counter radicalism and secularism in the contemporary era.


