NIGHTMARE DISORDER DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI
Kata Kunci:
Nightmare Disorder, Fotografi Ekspresi, SemiotikaAbstrak
Penciptaan karya fotografi ini berjudul “Nightmare Disorder dalam Fotografi Ekspresi” yang bertujuan memvisualisasikan penyebab, isi mimpi buruk, serta dampak yang ditimbulkan oleh nightmare disorder melalui pendekatan fotografi ekspresi. Karya ini berangkat dari pengalaman pribadi pengkarya yang mengalami mimpi buruk berulang pada usia 10–12 tahun sehingga menimbulkan rasa takut, kecemasan, trauma, dan gangguan kualitas tidur. Melalui karya ini, nightmare disorder dipahami bukan sekadar mimpi buruk biasa, melainkan gangguan yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari. Metode penciptaan yang digunakan meliputi observasi, studi literatur, dan wawancara dengan dokter spesialis kejiwaan. Proses visualisasi dilakukan menggunakan teknik montase digital imaging dengan bantuan Adobe Photoshop untuk menggabungkan berbagai elemen visual menjadi karya yang bersifat surealis dan ekspresif. Pendekatan semiotika Roland Barthes melalui makna denotasi dan konotasi digunakan untuk memaknai elemen-elemen visual seperti kasur, tangan, pintu, jam, bayangan, dan entitas sebagai representasi kondisi psikologis dalam menghadapi nightmare disorder. Hasil penciptaan berupa 20 karya fotografi ekspresi yang terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu penyebab nightmare disorder, isi mimpi buruk, dan dampak yang ditimbulkan setelah mengalami mimpi buruk secara berulang. Karya-karya tersebut menggambarkan rasa takut, tekanan mental, paranoia, insomnia, hingga kondisi fisik yang melemah akibat terganggunya kualitas tidur. Melalui visual yang surealis dan emosional, karya ini diharapkan dapat menjadi media reflektif sekaligus edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak nightmare disorder terhadap kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari.
This photographic artwork, entitled “Nightmare Disorder in Expressive Photography,” aims to visualize the causes, contents, and impacts of nightmare disorder through an expressive photography approach. The work is based on the artist’s personal experience of recurrent nightmares between the ages of 10 and 12, which caused fear, anxiety, trauma, and sleep disturbances. Through this artwork, nightmare disorder is presented not merely as ordinary bad dreams but as a condition that can affect mental health and daily life. The creative process employed observation, literature review, and interviews with a psychiatrist as methods of data collection and conceptual development. The visualization process utilized digital imaging montage techniques with Adobe Photoshop to combine various visual elements into surreal and expressive photographic works. Roland Barthes’ semiotic approach, particularly the concepts of denotation and connotation, was applied to interpret visual elements such as beds, hands, doors, clocks, shadows, and entities as representations of psychological conditions associated with nightmare disorder. The result of this creation consists of 20 expressive photographic works divided into three categories: the causes of nightmare disorder, the contents of nightmares, and the impacts experienced after recurrent nightmares. These works portray fear, psychological pressure, paranoia, insomnia, and physical weakness resulting from disrupted sleep quality. Through surreal and emotional visual representations, this artwork is expected to serve as both a reflective and educational medium for raising public awareness of the effects of nightmare disorder on mental health and everyday life.


