PENERAPAN STIMULASI KUTANEUS SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS NGORESAN
Kata Kunci:
Hipertensi, Tekanan Darah, Slow Stroke Back Massage, Terapi NonfarmakologisAbstrak
Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak terkontrol. Selain farmakologis, penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara nonfarmakologis, salah satunya melalui Stimulasi Kutaneus Slow Stroke Back Massage (SSBM) untuk meningkatkan relaksasi dan menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan SSBM terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Ngoresan Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden. Intervensi SSBM diberikan selama tiga hari berturut-turut pada 10–12 Juni 2026. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil: Penerapan SSBM selama tiga hari terbukti menurunkan tekanan darah kedua responden. Ny. N mengalami penurunan dari 158/96 mmHg menjadi 134/84 mmHg, sedangkan Tn. W dari 146/90 mmHg menjadi 126/80 mmHg. Kesimpulan: SSBM efektif menurunkan tekanan darah dan dapat menjadi terapi komplementer nonfarmakologis yang mudah diaplikasikan untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien hipertensi secara mandiri.
Background: Hypertension is a non-communicable disease that is a serious health problem and has the risk of causing complications if not controlled. In addition to pharmacological, hypertension management can be done non-pharmacologically, one of which is through Cutaneous Stimulation Slow Stroke Back Massage (SSBM) to increase relaxation and lower blood pressure. Objective: To determine the effect of SSBM implementation on reducing blood pressure in hypertensive patients in the work area of UPT Ngoresan Surakarta Health Center. Method: This study used a descriptive design with a case study approach on two respondents. The SSBM intervention was given for three consecutive days on June 10–12, 2026. Blood pressure measurements were taken before and after the intervention using a sphygmomanometer. Results: The implementation of SSBM for three days was proven to reduce the blood pressure of both respondents. Mrs. N experienced a decrease from 158/96 mmHg to 134/84 mmHg, while Mr. W from 146/90 mmHg to 126/80 mmHg. Conclusion: SSBM is effective in lowering blood pressure and can be an easy-to-apply, non-pharmacological complementary therapy to help hypertensive patients self-manage their blood pressure.


