PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA REMAJA YANG KECANDUAN INTERNET

Penulis

  • Tasya Khasna As Syifa Universitas Aisyiyah Surakarta
  • Sitti Rahma Soleman Universitas Aisyiyah Surakarta

Kata Kunci:

Relaksasi Otot Progresif, Kecemasan, Remaja, Kecanduan Internet, HARS

Abstrak

Latar Belakang: Peningkatan durasi penggunaan internet yang maladaptif (6–8 jam/hari) pada remaja memicu gangguan kecemasan. Ketergantungan internet ini bermanifestasi sebagai gelisah, Fear of Missing Out (FoMO), ketegangan otot, dan gangguan tidur. Terapi Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) menjadi pilihan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk memicu ketenangan. Tujuan: Menganalisis hasil implementasi penerapan terapi PMR untuk menurunkan tingkat kecemasan pada remaja yang kecanduan internet. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif yang melibatkan dua responden (Nn. S dan Nn. SA) kelas 11 SMA Muhammadiyah 2 Gemolong dengan kecemasan sedang. Instrumen ukur yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Intervensi PMR diberikan selama 15–20 menit selama 3 hari berturut-turut pada Mei 2026. Hasil: Skor pre-test menunjukkan kecemasan sedang dengan angka 26 untuk Nn. S dan 23 untuk Nn. SA. Evaluasi post-test menunjukkan penurunan konsisten ke kategori kecemasan ringan, dengan skor akhir 17 pada Nn. S (turun 9 poin) dan 15 pada Nn. SA (turun 8 poin). Responden melaporkan tubuh lebih ringan, fokus belajar meningkat, dan tidur lebih nyenyak. Kesimpulan: Terapi PMR sangat efektif mereduksi keluhan somatik dan menurunkan tingkat kecemasan dari kategori sedang menjadi ringan pada remaja yang kecanduan internet.

Background: Excessive daily internet usage among adolescents (6–8 hours) often triggers maladaptive anxiety. This internet dependency manifests as restlessness, Fear of Missing Out (FoMO), muscle tension, and sleep disturbances. Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy serves as an effective non-pharmacological intervention to induce tranquility. Objective: To analyze the implementation of PMR therapy in reducing anxiety levels among internet-addicted adolescents. Methods: This study employed a qualitative case study design involving two 11th-grade respondents (Ms. S and Ms. SA) at SMA Muhammadiyah 2 Gemolong who exhibited moderate anxiety. The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) was utilized as the measurement tool. The PMR intervention was administered for 15–20 minutes over 3 consecutive days in May 2026. Results: Pre-test scores indicated moderate anxiety, with scores of 26 for Ms. S and 23 for Ms. SA. Post-test evaluations revealed a consistent decline into the mild anxiety category, with final scores dropping to 17 for Ms. S (a 9-point decrease) and 15 for Ms. SA (an 8-point decrease). Furthermore, respondents reported physical relief, improved concentration, and better sleep quality. Conclusion: PMR therapy is highly effective in alleviating somatic complaints and reducing anxiety levels from moderate to mild in internet-addicted adolescents.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31