ANALISIS USER PERSONA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN USER EXPERIENCE PADA PLATFORM DIGITAL PELESTARIAN BAHASA DAERAH: STUDI KASUS TERDAYAK.COM

Penulis

  • Quratul Ain Universitas Muhammadiyah Palangka Raya
  • Richie Daniel YC Raban Diskominfosandistik Kabupaten Kapuas

Kata Kunci:

User Persona, User Experience, Bahasa Dayak, Pelestarian Bahasa Daerah, Human-Computer Interaction, Mobile-First

Abstrak

Pelestarian bahasa daerah pada lingkungan digital memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan fungsi teknis, tetapi juga pada kesesuaian pengalaman pengguna dengan kebutuhan linguistik dan konteks budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pengguna TerDayak.com, mengidentifikasi kebutuhan, preferensi, dan hambatan penggunaan, menyusun pola user persona, serta merumuskan rekomendasi pengembangan user experience (UX) berbasis bukti. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi kuantitatif-deskriptif yang diperkuat analisis tematik terhadap jawaban terbuka. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring pada Maret 2026. Dari 35 respons yang diterima, 34 respons memenuhi kriteria persetujuan dan dianalisis. Hasil menunjukkan responden didominasi usia 17–22 tahun (55,9%) dan pelajar/mahasiswa (64,7%). Sebanyak 94,1% responden menggunakan smartphone setidaknya dalam sebagian situasi penggunaan. Kebutuhan utama meliputi akurasi terjemahan (27 responden), arti kata yang mudah dipahami (26), kelengkapan kosakata (20), dan konteks penggunaan (19). Akses nyaman melalui smartphone memperoleh skor kepentingan tertinggi (M = 4,56), diikuti terjemahan kalimat (M = 4,50). Rata-rata indikator UX sebesar 3,89 dari skala 5. Hambatan utama adalah kesulitan menemukan kata, ketidaksesuaian hasil terjemahan, dan kebingungan pada tahap awal penggunaan. Sintesis data menghasilkan empat pola persona: Pelajar Penjelajah, Pelajar Akademis, Penjaga Budaya, dan Kreator Konten. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan TerDayak.com perlu memadukan penguatan kualitas linguistik dengan penyederhanaan navigasi, onboarding, konteks budaya, audio pelafalan, dan optimalisasi mobile-first.

Digital preservation of regional languages requires an approach that goes beyond providing technical functions and addresses how user experience aligns with linguistic needs and cultural context. This study aims to analyze the characteristics of TerDayak.com users, identify their needs, preferences, and barriers, develop user persona patterns, and formulate evidence-based user experience (UX) recommendations. A mixed-methods approach was employed, dominated by quantitative descriptive analysis and complemented by thematic analysis of open-ended responses. Data were collected through an online questionnaire in March 2026. Of 35 responses received, 34 met the consent criteria and were analyzed. Respondents were predominantly 17–22 years old (55.9%) and students (64.7%). A total of 94.1% used smartphones in at least some usage situations. The main needs were translation accuracy (27 respondents), easy-to-understand word meanings (26), vocabulary completeness (20), and usage context (19). Comfortable smartphone access received the highest importance score (M = 4.56), followed by sentence translation (M = 4.50). The overall UX indicator mean was 3.89 on a five-point scale. The main barriers were difficulty finding words, unsuitable translation results, and uncertainty about how to begin using the platform. Data synthesis produced four persona patterns: Exploratory Student, Academic Student, Cultural Guardian, and Content Creator. The findings indicate that TerDayak.com should integrate linguistic quality improvement with simplified navigation, onboarding, cultural context, pronunciation audio, and mobile-first optimization.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31