GENERATIVE AI SEBAGAI PENDAMPING PEMROGRAMAN: PELUANG, KETERBATASAN, DAN TANTANGAN ETIKA

Penulis

  • Aditya Pratama Rahawarin Universitas Pamulang

Kata Kunci:

Generative AI, Pemrograman, Large Language Model, Rekayasa Perangkat Lunak, Etika Teknologi

Abstrak

Generative Artificial Intelligence (Generative AI) semakin berkembang sebagai teknologi pendamping dalam pengembangan perangkat lunak dan pembelajaran pemrograman. Teknologi berbasis Large Language Model (LLM) dapat membantu menghasilkan kode program, menjelaskan konsep pemrograman, memberikan saran debugging, membuat contoh pengujian, serta membantu menyelesaikan pekerjaan pemrograman yang bersifat berulang. Artikel non-penelitian ini bertujuan membahas peluang, keterbatasan, dan tantangan etika penggunaan Generative AI sebagai pendamping pemrograman. Pembahasan dilakukan melalui kajian literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah mengenai Large Language Model, pemrograman berbantuan AI, rekayasa perangkat lunak, kualitas kode, keamanan, serta etika penggunaan kecerdasan buatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI berpotensi mempercepat pekerjaan pemrograman rutin dan mendukung proses pembelajaran melalui penjelasan serta contoh yang interaktif. Namun, kode yang dihasilkan AI tidak selalu benar, mudah dipelihara, atau aman sehingga tetap membutuhkan pemeriksaan dan pengujian manusia. Tantangan etika meliputi integritas akademik, kepengarangan, hak kekayaan intelektual, privasi, transparansi penggunaan AI, dan tanggung jawab terhadap hasil kode. Oleh karena itu, Generative AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kompetensi pemrograman. Penggunaan yang bertanggung jawab membutuhkan validasi manusia, pengujian, pemeriksaan keamanan, keterbukaan penggunaan AI sesuai kebutuhan, serta penguatan kemampuan dasar pemrograman.

Generative Artificial Intelligence (Generative AI) has increasingly become a companion technology in software development and programming education. Technologies based on Large Language Models (LLMs) can generate source code, explain programming concepts, suggest debugging strategies, create test cases, and assist developers in completing repetitive programming tasks. This conceptual article aims to discuss the opportunities, limitations, and ethical challenges of using Generative AI as a programming companion. The discussion uses a literature review approach by examining scientific publications concerning large language models, AI-assisted programming, software engineering, code quality, security, and the ethical use of artificial intelligence. The literature indicates that Generative AI can accelerate routine programming activities and support learning through interactive explanations and examples. However, AI-generated code is not always accurate, maintainable, or secure and therefore requires human verification and testing. Ethical challenges include academic integrity, authorship, intellectual property, privacy, transparency, and accountability for generated code. Therefore, Generative AI should be positioned as an assistive technology rather than a replacement for programming competence. Responsible use requires human review, software testing, security checks, appropriate disclosure, and continuous development of fundamental programming skills.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30