https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/issue/feedJurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu2026-02-28T04:35:29+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19784CITRA MEREK SEBAGAI ASET STRATEGIS DALAM PEMASARAN LAYANAN KESEHATAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS2026-02-01T08:14:20+00:00Diah Larasatidiahlarasati301@gmail.comHendry Wibowoendrywib@gmail.com<p>Persaingan industri layanan kesehatan yang semakin menuntut rumah sakit untuk tidak hanya mengandalkan kualitas klinis, tetapi juga strategi pemasaran yang mampu membangun keunggulan kompetitif. Salah satu elemen penting dalam strategi tersebut adalah citra merek (brand image) yang berfungsi sebagai aset tak berwujud dalam membentuk persepsi dan preferensi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran citra merek sebagai aset strategis dalam pemasaran layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif berdasarkan kerangka PRISMA. Sumber data diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan DOAJ. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pasien, kepuasan, kepercayaan, dan loyalitas. Pemasaran digital terbukti berkontribusi dalam memperkuat citra merek melalui peningkatan kepercayaan pasien.</p> <p><em>The growing competiton in the healthcare industry requires hospitals to adopt effective marketing strategies in addition to maintaining clinical equity. One of the most importan elements in this strategy is brand image, which serve as an intangible asset in shaping patients perceptions and preferences. This study aims to examine the role of brand image as a strategic asset in healthcare marketing. This study employed a qualitative systematic literature review based on the PRISMA framework. Data were collected from Google Scholar, PubMed, and DOAJ. The results indicate that brand image significantly influences patients decision-making, satisfaction, trust, and loyalty. Digital marketing plays an important role in strengthening hospital brand image by enhancing patient trust</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20138PENGARUH KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN2026-02-13T05:10:43+00:00M. Asyrafi Bafadhalbafadhalasyrafi@gmail.comDety Mulyantidmdetym@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) Al-Irsyad di Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian sebanyak 12 guru yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi supervisi kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran dengan koefisien regresi 0,425 dan nilai signifikansi 0,000; (2) motivasi kerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran dengan koefisien regresi 0,387 dan nilai signifikansi 0,002; (3) kompetensi supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran dengan nilai F hitung 68,452 dan signifikansi 0,000. Kontribusi variabel kompetensi supervisi kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kualitas pembelajaran sebesar 54,2%.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19751EFEKTIVITAS COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENJAGA PENINGKATAN IKLIM INVESTASI 2026-01-31T10:27:30+00:00Amsal Gilbertamsalgilbert654@gmail.comBismar Ariantoongahbismar@yahoo.comEki Darmawanekidarmawan@umrah.ac.id<p>Penerapan kebijakan ex-officio melalui Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2019 menjadi titik balik tata kelola Kota Batam dengan mengakhiri dualisme kewenangan antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Penelitian ini menganalisis efektivitas collaborative governance kedua instansi dalam menjaga dan meningkatkan iklim investasi menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi kasus, serta kerangka teori (Ansell & Gash, 2008) yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan penyatuan kepemimpinan berhasil mereduksi asimetri kekuasaan dan ego sektoral, menyelaraskan perencanaan infrastruktur strategis, serta mengintegrasikan sistem perizinan, yang tercermin dari lonjakan realisasi investasi Rp30,90 triliun pada 2025 dan pertumbuhan ekonomi di atas 7%. Kendati keberhasilan ini masih sangat bergantung pada figur kepemimpinan Wali Kota Batam selaku Kepala BP Batam, bukan pada sistem kolaborasi yang terlembaga secara mandiri, sehingga diperlukan penguatan regulasi teknis dan kelembagaan kolaborasi permanen untuk menjamin keberlanjutan iklim investasi tanpa ketergantungan pada figur pemimpin.</p> <p><em>The implementation of the ex-officio policy through Government Regulation Number 62 of 2019 marked a turning point in Batam City governance by ending the dualism of authority between the Batam City Government and the Batam Free Trade Zone Authority (BP Batam). This study analyzes the effectiveness of collaborative governance between the two agencies in maintaining and improving the investment climate using qualitative descriptive methods and case studies, as well as a theoretical framework (Ansell & Gash, 2008) that includes initial conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaborative processes. The results show that the unification of leadership has succeeded in reducing power asymmetries and sectoral egos, aligning strategic infrastructure planning, and integrating the licensing system, as reflected in the surge in investment realization of IDR 30.90 trillion in 2025 and economic growth above 7%. Although this success is still highly dependent on the leadership figure of the Mayor of Batam as Head of BP Batam, rather than on an independently institutionalized collaboration system, strengthening technical regulations and institutionalizing permanent collaboration are needed to ensure the sustainability of the investment climate without dependence on a leader figure.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20017PENERAPAN TERAPI AFIRMASI POSITIF TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HDRK (HARGA DIRI RENDAH KRONIK) DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU2026-02-08T12:44:10+00:00Mutia Ade Putrimutiaadeputri23@gmail.comNs. Rina Herniyantirinaherniyanti23@gmail.comNs. Yeni Devitavitandesta@ymail.com<p>Harga diri yang rendah adalah kondisi mental negatif seseorang tentang dirinya sendiri yang mengakibatkan berkurangnya keyakinan, sikap pesimis, dan pandangan negatif mengenai kemampuan pribadi. Salah satu terapi yang bisa diberikan pada peningkatan kualitas hidup pasien harga diri rendah kronis adalah terapi afirmasi positif. Terapi afirmasi positif sangat mudah dikakukan dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien harga diri rendah kronis. Tujuan karya ilmiah ini yaitu untuk menjelaskan Evidance Based Practice sebagai terapi pada pasien harga diri rendah dengan menggunakan terapi afirmasi positif. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu dengan teknik case study pada pasien harga diri rendah kronis. Penelitian dilakukan di ruangan rokan rumah sakit jiwa tampan provinsi riau selama 3 hari dengan jumlah responden 3 orang, dimulai dari tanggal 25-27 november 2025. Dinilai menggunakan kuesioner World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) dan SLKI dengan proses pengujian pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan hasil pretest Tn.A yaitu 28 dan postest yaitu 73, pretest Tn.F yaitu 26 dan postest yaitu 77, pretest Tn.M yaitu 21, posttest yaitu 75. Sedangkan keberhasilan yang diukur menggunakan SLKI didapatkan hasil pretest pada Tn.A yaitu 14 pada Tn.F yaitu 15 pada Tn.M yaitu 14 dan hasil posttest pada Tn.A yaitu 18 Tn.F 16 dan Tn.M 17. Dapat dilihat bahwa kedua alat ukur yang digunakan mengalami peningkatan skor pada masalah kualitas hidup pasien harga diri rendah kronis yang dialami oleh ketiga pasien.</p> <p><em>Low self-esteem is a negative mental state of a person about themselves that results in reduced confidence, pessimism, and negative views about personal abilities. One therapy that can be given to improve the quality of life of patients with chronic low self-esteem is positive affirmation therapy. Positive affirmation therapy is very easy to implement and can improve the quality of life of patients with chronic low self-esteem. The purpose of this scientific paper is to explain Evidence Based Practice as a therapy for patients with low self-esteem using positive affirmation therapy. The implementation method used is a case study technique on patients with chronic low self-esteem. The study was conducted in the Rokan Room of the Manja Mental Hospital, Riau Province for 3 days with 3 respondents, starting from November 25-27, 2025. Assessment using the World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) questionnaire and SLKI with a pretest and posttest testing process. The results of the study showed that Mr. A's pretest results were 28 and posttest were 73, Mr. F's pretest was 26 and posttest was 77, Mr. M's pretest was 21, posttest was 75. Meanwhile, the success measured using SLKI obtained pretest results for Mr. A, namely 14, Mr. F, namely 15, Mr. M, namely 14 and posttest results for Mr. A, namely 18, Mr. F, 16 and Mr. M, 17. It can be seen that both measuring instruments used experienced an increase in scores on the problem of quality of life of patients with chronic low self-esteem experienced by the three patients.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19780ANALISIS SOSIOLINGUISTIK: INTERFERENSI DAN INTEGRASI BAHASA DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PAJAK CAHAYA GANG SETUJU KAMPUNG DURIAN2026-02-01T07:34:50+00:00Lisma Br Gintinglisma.ginting@student.uhn.ac.idMaria Margaretta Siregarmaria.margarettasiregar@student.uhn.ac.idIyana Moi Linggaiyana.moilingga@student.uhn.ac.idSartika Celsinikifia Situmorangsartika.celsinikifiasitumorang@student.uhn.ac.idElza Leyli Lisnora Saragihguest@jurnalhst.com<p>Fenomena kontak bahasa dalam masyarakat tutur yang heterogen seperti di Kota Medan menghasilkan peristiwa bahasa berupa interferensi dan integrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi dan integrasi yang terjadi dalam rekaman audio transaksi jual beli di Pajak Cahaya kampung Durian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi leksikal (sapaan dan istilah daerah) muncul sebagai penanda identitas sosial, sementara integrasi (istilah moneter dan ukuran) muncul sebagai bentuk adaptasi fungsional untuk efisiensi komunikasi pasar.</p> <p><em>The phenomenon of language contact in a heterogeneous speech community such as Medan City results in linguistic events such as interference and integration. This study aims to describe the forms of interference and integration that occur in audio recordings of buying and selling transactions at Pajak Cahaya Kampung Durian. The method used is descriptive qualitative with listening and note-taking techniques. The results show that lexical interference (greetings and regional terms) appears as a marker of social identity, while integration (monetary terms and measurements) appears as a form of functional adaptation for efficient market communication.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20124IMPLEMENTASI LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH LUAR BIASA: STUDI OBSERVASI KEGIATAN PEMBELAJARAN ABK DI SLB PRAYUWANA2026-02-12T12:54:00+00:00Wildana Nur Afifah Luthfyah241300397@almaata.ac.idYuana Amelia241300398@almaata.ac.id An-Nisa Aprianiannisa.apriani@almaata.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusi dalam kegiatan pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) di SLB Prayuwana. Fokus penelitian meliputi adaptasi kurikulum, strategi pembelajaran, pemanfaatan media, serta sistem penilaian yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, serta lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLB Prayuwana menerapkan Kurikulum Merdeka yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individual peserta didik. Pembelajaran dilaksanakan secara individual dengan pendekatan fleksibel yang menyesuaikan kemampuan dan kondisi emosional siswa. Guru memanfaatkan media pembelajaran konkret dan interaktif, seperti smart TV, permainan edukatif, bahan bekas, dan clay untuk meningkatkan fokus serta keterlibatan siswa. Sistem penilaian dilakukan secara autentik berbasis proses dan praktik, sehingga lebih menekankan perkembangan kemampuan fungsional peserta didik. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kepala sekolah, kolaborasi antar guru, dan keterlibatan orang tua, sedangkan keterbatasan jumlah tenaga pendidik menjadi hambatan yang masih dapat diatasi. Secara keseluruhan, pelaksanaan pendidikan inklusi di SLB Prayuwana berjalan adaptif dan berorientasi pada kebutuhan individual ABK.</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of inclusive education in learning activities for children with special needs (CSN) at SLB Prayuwana. The focus of the study includes curriculum adaptation, learning strategies, the use of instructional media, and the assessment system applied. The research employed a qualitative approach using observation, interviews, and documentation methods. The research subjects included the school principal, classroom teachers, and the learning environment. The results show that SLB Prayuwana implements the Merdeka Curriculum, which is modified according to the individual needs and characteristics of students. Learning is conducted individually using a flexible approach that adjusts to students’ abilities and emotional conditions. Teachers utilize concrete and interactive learning media, such as smart TVs, educational games, recycled materials, and clay to enhance students’ focus and engagement. The assessment system is conducted authentically based on process and practice, emphasizing the development of students’ functional skills. Key supporting factors include the support of the principal, collaboration among teachers, and parental involvement, while the limited number of teaching staff remains a manageable challenge. Overall, the implementation of inclusive education at SLB Prayuwana is adaptive and oriented toward the individual needs of children with special needs.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19862ISU ISU BIOLOGI MODERN DALAM PERSPEKTIF ISLAM2026-02-03T11:09:13+00:00Muhammad Nawirmuhammadnawir@unusmuh.ac.idMuh. Rifdan Radirifdanradi03@gmail.comAsriaanarham06@gmail.comAditya Raihan Fahreziadityaraihanf147@gmail.com<p>Berbagai masalah kontroversial yang ditimbulkan oleh kemajuan biologi kontemporer menuntut pertimbangan etika dan moral. Pertanyaan mendalam tentang batas-batas intervensi manusia terhadap kehidupan telah muncul karena teknologi seperti rekayasa genetika (CRISPR), kloning, dan penelitian sel punca. Nilai tauhid, maqashid syariah, dan prinsip maslahat mafsadat membentuk inti dari masalah-masalah ini dari sudut pandang Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut dari tiga isu utama biologi modern rekayasa genetika, sel punca dan kloning, serta teori evolusi dari sudut pandang hukum Islam, filosofis Islam, dan pandangan ulama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah literatur biologi, Al-Qur'an, hadits, fatwa ulama, dan jurnal ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memberikan kerangka etis yang fleksibel namun berprinsip, teknologi biologis dibolehkan selama membawa Kebaikan, tidak melanggar kehormatan kehidupan, dan sejalan dengan tujuan syariah. Rekayasa genetika untuk pengobatan dapat dibenarkan, sementara kloning manusia ditolak karena mengancam martabat kemanusiaan. Teori evolusi dapat diterima sebagai penjelasan ilmiah dengan catatan tidak menafikan peran Allah sebagai Pencipta.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19772PEMANFAATAN TELEMEDICINE DI INDONESIA: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP FAKTOR PENERIMAAN TEKNOLOGI, KEPUASAN PENGGUNA, DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI LAYANAN KESEHATAN2026-02-01T05:52:21+00:00Arfita Rezaasradiaceh@gmail.comHendry Wibowoendrywib@gmail.com<p>Telemedicine merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang semakin banyak dimanfaatkan oleh<br>masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji faktorfaktor yang memengaruhi penggunaan dan kepuasan terhadap layanan telemedicine, persepsi dan<br>ekspektasi pengguna terhadap keabsahan surat keterangan sakit online, serta tantangan<br>implementasi telemedicine di fasilitas pelayanan kesehatan. Sumber kajian terdiri atas lima<br>penelitian yang membahas pengaruh usia, kepercayaan, dan persepsi terhadap kepuasan pengguna<br>layanan telemedisin; keabsahan layanan telemedisin terkait surat keterangan sakit online dalam<br>persepsi dan ekspektasi pengguna; tantangan implementasi telemedicine di Rumah Sakit Mata Bali<br>Mandara tahun 2024; faktor yang memengaruhi keputusan penggunaan telemedicine Halodoc di<br>Kota Bogor; serta pemanfaatan pelayanan telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar.<br>Metode yang digunakan dalam penelitian-penelitian tersebut secara umum meliputi pendekatan<br>kuantitatif melalui survei terhadap pengguna layanan telemedicine dan pendekatan kualitatif<br>melalui studi kasus pada fasilitas kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia, tingkat<br>kepercayaan, dan persepsi pengguna berpengaruh terhadap kepuasan serta keputusan penggunaan<br>telemedicine. Selain itu, Generasi Z memiliki tingkat pemanfaatan telemedicine yang relatif tinggi<br>karena kemudahan akses dan kedekatan dengan teknologi digital. Tujuan: Literature review ini<br>bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan, kepuasan, serta persepsi<br>pengguna terhadap layanan telemedicine, termasuk keabsahan surat keterangan sakit online dan<br>tantangan implementasinya di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode: studi ini merupakan<br>pencarian sumber referensi berupa jurnal \ artikel ilmiah yang di publikasikan. Literature review<br>ini menggunakan pendekatan naratif dengan menelaah lima jurnal terkait telemedicine di Indonesia<br>yang dianalisis berdasarkan kesamaan tema, metode penelitian, dan hasil utama untuk memperoleh<br>gambaran komprehensif mengenai penggunaan, kepuasan, serta tantangan layanan telemedicine.<br>Pengumpulan referensi melalui beberapa database online yaitu link google scholar. Hasil: hasil<br>kajian menunjukkan bahwa usia, kepercayaan, dan persepsi pengguna berpengaruh terhadap<br>kepuasan dan keputusan penggunaan telemedicine.</p> <p>Telemedicine is a healthcare innovation increasingly utilized by people in various regions in<br>Indonesia. This literature review aims to examine the factors influencing the use of and<br>satisfaction with telemedicine services, user perceptions and expectations regarding the validity of<br>online medical certificates, and the challenges of implementing telemedicine in healthcare<br>facilities. The study sources consist of five studies that discuss the influence of age, trust, and<br>perceptions on user satisfaction with telemedicine services; the validity of telemedicine services<br>related to online medical certificates in terms of user perceptions and expectations; the challenges<br>of implementing telemedicine at Bali Mandara Eye Hospital in 2024; factors influencing the<br>decision to use Halodoc telemedicine in Bogor City; and the utilization of telemedicine services<br>among Generation Z in Makassar City. The methods used in these studies generally include a<br>quantitative approach through surveys of telemedicine service users and a qualitative approach<br>through case studies at healthcare facilities. The results of the study indicate that age, trust level,<br>and user perceptions influence satisfaction and decisions regarding telemedicine use. In addition,<br>70<br>Generation Z has a relatively high level of telemedicine utilization due to easy access and<br>familiarity with digital technology. Objective: This literature review aims to identify factors<br>influencing user use, satisfaction, and perceptions of telemedicine services, including the validity<br>of online medical certificates and the challenges of their implementation in healthcare facilities.<br>Methods: This study is a search for reference sources in the form of published journals and<br>scientific articles. This literature review uses a narrative approach by examining five journals<br>related to telemedicine in Indonesia, analyzing them based on similarities in themes, research<br>methods, and key findings to obtain a comprehensive overview of the use, satisfaction, and<br>challenges of telemedicine services. References were collected through several online databases,<br>including Google Scholar links. Results: The study indicates that user age, trust, and perceptions<br>influence satisfaction and decisions about telemedicine use.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20036ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL2026-02-09T13:08:46+00:00Alfi Nurul. Fnurulalvi336@gmail.comAi Reni Ratnasariguest@jurnalhst.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia. Kebijakan fiskal merupakan instrumen utama pemerintah dalam mengatur stabilitas ekonomi melalui pengelolaan pendapatan dan belanja negara. Dalam konteks ini, pajak dan pengeluaran pemerintah berperan penting dalam mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta tingkat pengangguran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia selama periode 2010–2020. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara variabel independen (penerimaan pajak dan pengeluaran pemerintah) terhadap variabel dependen (pertumbuhan ekonomi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sedangkan penerimaan pajak berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal ekspansif melalui peningkatan belanja negara dapat mendorong peningkatan output nasional dan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas kebijakan tersebut sangat bergantung pada kualitas belanja dan kemampuan pemerintah dalam mengelola defisit anggaran secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyeimbangkan antara upaya peningkatan penerimaan pajak dengan efisiensi belanja publik agar kebijakan fiskal dapat memberikan dampak optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p> <p><em>This study aims to analyze the influence of fiscal policy on national economic growth in Indonesia. Fiscal policy serves as the government’s primary instrument to regulate economic stability through the management of state revenues and expenditures. In this context, taxation and government spending play a crucial role in influencing the rate of economic growth, inflation, and unemployment levels. The research method employed is a descriptive quantitative approach, using secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS), the Ministry of Finance, and Bank Indonesia during the 2010–2020 period. The analysis was conducted using multiple linear regression to examine the relationship between the independent variables (tax revenue and government expenditure) and the dependent variable (economic growth). The findings reveal that government expenditure has a positive and significant effect on national economic growth, whereas tax revenue has a negative but insignificant effect on economic growth. These results indicate that expansionary fiscal policy through increased government spending can promote national output and improve social welfare. However, the effectiveness of such policies largely depends on the quality of spending and the government’s ability to sustainably manage budget deficits. Therefore, the government should balance efforts to increase tax revenue with efficient public spending to ensure that fiscal policy delivers an optimal impact on national economic growth.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19791SOSIALISASI GERAKAN GEMAR MENABUNG (GEMABUNG) SEJAK DINI DAN MENINGKATKAN KREATIVITAS DENGAN MEMBUAT CELENGAN DARI BAHAN BEKAS2026-02-01T09:13:43+00:00Nelsi Okta Wahyundanelsioktawahyunda@gmail.comNorma Yunitaynorma766@gmail.comMaya Agustina Azharimayaagustina54321@gmail.comAhmad Riyadiahmadriyadi041991@gmail.comIkhsan Syukronisyukron3@gmail.com<p>Sosialisasi menjadi salah satu sarana proses belajar dan mengajar. Tujuan sosialisasi yaitu untuk memberikan pemahaman tentang sesuatu hal kepada individu maupun kelompok Masyarakat. Menabung merupakan hal yang penting dalam hal pengelolaan keuangan. Menabung merupakan kegiatan menyisihkan uang dalam jangka waktu tertentu yang kelak dapat di gunakan di masa mendatang. Pengetahuan tentang keuangan tidak hanya di tujukan untuk orang dewasa atau orang tua, melainkan anak usia dini perlu diberikan pemahaman dan kebiasaan baik yang dapat bermanfaat di kemudian hari. Strategi utama dalam kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang menabung kepada anak-anak usia dini serta dalam kegiatan pembelajaran ini kami menggunakan media perantara sebagai sarana untuk melatih pengetahuan dan kreativitas anak, yaitu dengan cara membuat celengan menggunakan barang bekas yaitu botol bekas. Pemberian pengetahuan tentang menabung yang sekaligus melatih kreativitas anak ini di harapkan dapat lebih mudah di mengerti oleh anak-anak. </p> <p><em>Socialization is one of the means of the learning and teaching process. The purpose of socialization is to provide an understanding of something to individuals and community groups. Saving is important in financial management. Saving is the activity of setting aside money for a certain period of time for future use. Financial knowledge is not only intended for adults or parents; early childhood also needs to be given an understanding and good habits that will be beneficial in the future. The main strategy in this activity is to provide knowledge about saving to early childhood. In this learning activity, we use intermediary media as a means to train children's knowledge and creativity, namely by making piggy banks from used items, namely used bottles. Providing knowledge about saving while simultaneously training children's creativity is expected to be easier for children to understand.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20340ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN PASCA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PUANG SABBE DISEKITAR PROYEK KONSTRUKSI2026-02-27T06:10:21+00:00Andini Framesuriandiniframesuri023@gmail.comGusniyati Buharigusniyatibuhari17@gmail.comMuflihah Mantasamufly508@gmail.com<p>Pembangunan Rumah Sakit Puang Sabbe merupakan salah satu proyek insfrastruktur penting yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Namun kegiatan konstruksi dan operasional pasca pembangunan Rumah Sakit berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan disekitar lokasi proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan yang ditimbulkan pasca pembangunan Rumah Sakit Puang Sabbe antara lain: pencemaran air, udara dan dampak sosial-ekonomi. Penelitian ini juga akan memberikan beberapa solusi dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan. Dari data kuesioner berdasarkan persepsi masyarakat diperoleh hasil nilai rata-rata variabel polusi udara sebesar 4,69, pencemaran air 5,00, dan sosial-ekonomi sebesar 3,54. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak lingkungan yaitu: Komitmen kuat masyarakat sekitar dalam melakukan pemantauan kualitas air dan udara secara berkala, perlunya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan yang berlaku, pengelolaan limbah drainase, dan penataan kembali lahan yang rusak. Dari hasil analisis diperoleh yang timbul dalam penelitian ini yaitu, pencemaran air, udara dan dampak sosial-ekonomi. Ketiga dampak tersebut tidak memberikan atau mempengaruhi kondisi baik itu air, udara maupun sosial-ekonomi. Hal itu berdasarkan dari hasil responden yang mengatakan bahwa pembangunan tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap lingkungan.</p> <p><em>The construction of Puang Sabbe Hospital is one of the important infrastructure projects aimed at improving public health services. However, construction activities and post-construction hospital operations have the potential to cause environmental impacts in the surrounding project area. This study aims to analyze the environmental impacts arising after the construction of Puang Sabbe Hospital, including water pollution, air pollution, and socio-economic impacts. This study also proposes several solutions to address the impacts identified. Based on questionnaire data reflecting community perceptions, the average scores obtained were 4.69 for air pollution, 5.00 for water pollution, and 3.54 for socio-economic impacts. Several measures can be taken to minimize environmental impacts, namely: strong commitment from the surrounding community to regularly monitor water and air quality, the need for public awareness in complying with applicable regulations, proper management of drainage waste, and the rehabilitation of damaged land. The analysis indicates that the impacts identified in this study include water pollution, air pollution, and socio-economic impacts. However, these three impacts do not significantly affect the conditions of water, air, or socio-economic aspects. This conclusion is based on respondents’ statements indicating that the development did not have a significant influence on the environment</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19763MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MELUKIS DENGAN JARI2026-02-01T03:01:14+00:00Tri Ruffiasaritriruffiasari@gmail.comNurmalinanurmalina18des@gmail.comMelvi Lesmana Alimmelvi.lesmana@universitaspahlawan.co.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan<br>melukis dengan jari (finger painting) di TK Aisyah Bustanul Athfal Kecamatan Bangkinang.<br>Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam<br>dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.<br>Subjek penelitian berjumlah 20 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan<br>observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Kreativitas anak diukur melalui tiga indikator, yaitu<br>imajinasi dan eksplorasi, ekspresi diri, dan konsentrasi, dengan skala penilaian 1–4. Hasil<br>penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas anak secara signifikan. Pada pra-tindakan,<br>rata-rata kreativitas anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah<br>pelaksanaan tindakan pada siklus I, rata-rata capaian meningkat menjadi 61,25%, dan pada siklus<br>II meningkat menjadi 82,5% dengan kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat<br>baik. Dengan demikian, kegiatan melukis dengan jari terbukti efektif dalam meningkatkan<br>kreativitas anak usia dini.</p> <p>This study aims to improve the creativity of children aged 5–6 years through finger painting<br>activities at TK Aisyah Bustanul Athfal, Bangkinang District. The research employed Classroom<br>Action Research conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and<br>reflection stages. The subjects were 20 children in group B. Data were collected through<br>observation, documentation, and field notes. Children’s creativity was assessed using three<br>indicators: imagination and exploration, self-expression, and concentration, measured on a 1–4<br>rating scale. The results indicated a significant improvement in children’s creativity. In the preaction stage, most children were categorized as not yet developed or beginning to develop. After<br>cycle I, the average achievement increased to 61.25%, and in cycle II it rose to 82.5%, reaching<br>the categories of developing as expected and very well developed. Therefore, finger painting is an<br>effective activity for enhancing early childhood creativity.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20020ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HALUSINASI DENGAN PENERAPAN TERAPI BERMAIN ORIGAMI DI RUANG SEBAYANG RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU2026-02-09T01:49:50+00:00Muhammad Al Farizi atrisnahadi@gmail.comYeni Devitavitandesta@ymail.comEmulyaniemulyani38@yahoo.co.id<p>Halusinasi yang tidak ditangani secara baik dapat menimbulkan risiko terhadap keamanan diri pasien sendiri, orang lain dan juga lingkungan sekitar pasien. Salah satu terapi yang dapat dilakukan pada pasien halusinasi adalah Terapi bermain origami. Terapi ini dilakukan dengan seni melipat kertas dan dapat menghasilkan bentuk hiasan untuk dekorasi, terapi origami dapat melatih konsentrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan Evidance Based Practice sebagai terapi pada pasien gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu studi kasus. Subjek dalam penerapan ini adalah dua orang pasien halusinasi di Ruang Sebayang Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Waktu pelaksanaan dilakukan selama selama 4 hari masa perawatan, waktu pemberian dilakukan selama 30 menit setiap hari. Hari pertama untuk menilai pretest, hari kedua sampai ketiga untuk implementasi terapi seni bermain origami dan hari keempat untuk menilai hasil posttest. Penerapan ini menggunakan lembar ceklis tanda dan gejala halusinasi dengan menggunakan Kuesioner Auditory Hallucination Scale. Hasil penerapan ini sebelum dilakukan penerapan terapi bermain origami pada pasien Tn.S dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran didapatkan skor tanda dan gejala yaitu 30 (gejala sedang), setelah dilakukan penerapan terapi bermain origami didapatkan skor tanda dan gejala yaitu 10 (gejala ringan). Pada pasien Tn.D dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran didapatkan skor tanda dan gejala yaitu 32 (gejala berat), setelah dilakukan penerapan terapi bermain origami didapatkan skor tanda dan gejala yaitu 13 (gejala ringan).</p> <p><em>Hallucinations that are not handled properly can pose a risk to the safety of the patient himself, others, and also the environment around the patient. One therapy that can be done on hallucination patients is origami play therapy. This therapy is done by the art of paper folding and can produce decorative shapes for decoration, origami therapy can train concentration. The purpose of this study is to explain Evidence Based Practice as a therapy for patients with sensory perception disorders: auditory hallucinations. The implementation method used is a case study. The subjects in this application were two hallucination patients in the Sebayang Room, Tampan Mental Hospital, Riau Province. The implementation time was carried out for 4 days of treatment, the administration time was carried out for 30 minutes each day. The first day was to assess the pretest, the second to third days for the implementation of origami play art therapy and the fourth day to assess the results of the posttest. This application used a checklist of signs and symptoms of hallucinations using the Auditory Hallucination Scale Questionnaire. The results of this study showed that before origami play therapy was implemented, Mr. S, a patient with sensory perception disorder and auditory hallucinations, had a score of 30 (moderate symptoms). After origami play therapy, the score was 10 (mild symptoms). Mr. D, a patient with sensory perception disorder and auditory hallucinations, had a score of 32 (severe symptoms). After origami play therapy, the score was 13 (mild symptoms). </em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19788ANALISA SISTEM PROTEKSI PETIR PADA GEDUNG KONFERENSI UNTAN MENGGUNAKAN METODE BOLA BERGULIR2026-02-01T08:49:44+00:00Omri Jhoel Lioner Simanjuntakomrisimanjuntak88@gmail.comUsman A. Ganiusmanagani@ymail.comManagam Rajagukgukmanagam.rajagukguk@ee.untan.ac.id<p>Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura terletak di wilayah Pontianak yang memiliki intensitas sambaran petir tinggi karena berada di jalur khatulistiwa. Hal ini menuntut keberadaan sistem proteksi petir yang handal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keandalan dan merancang konfigurasi sistem proteksi petir eksternal pada gedung tersebut dengan menggunakan metode bola bergulir. Berdasarkan data geometris gedung dan kriteria proteksi pada SNI 03-7015:2004, perhitungan dilakukan untuk menentukan radius proteksi, luas cakupan tiap finial, dan jumlah finial yang dibutuhkan. Dengan asumsi arus petir puncak sebesar 16 kA, diperoleh jarak sambaran petir (R) sebesar 60,63 meter dan radius proteksi (Rp) sebesar 52,32 meter. Simulasi 3D menunjukkan bahwa proteksi optimal dicapai dengan 18 finial dan 9 kawat penghantar yang membentuk sistem catenary untuk menutup area yang tidak terlindungi. Hasil akhir menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan perlindungan penuh terhadap seluruh bagian gedung, dengan level proteksi IV sesuai klasifikasi standar nasional.</p> <p><em>The Conference Building of Tanjungpura University is located in Pontianak, a region situated along the equator that experiences a high frequency of lightning strikes. This makes the implementation of a reliable lightning protection system essential. This study aims to analyze the reliability and design the configuration of an external lightning protection system for the building using the rolling sphere method. Based on the building’s geometry and the protection criteria set by the Indonesian National Standard (SNI 03-7015:2004), calculations were performed to determine the protection radius, coverage area of each air terminal (finial), and the total number of required finials. Assuming a lightning current peak of 16 kA, the calculated striking distance (R) is 60.63 meters and the protection radius (Rp) is 52.32 meters. A 3D simulation demonstrates that optimal protection is achieved using 18 finials and 9 overhead conductors arranged in a catenary configuration to cover previously unprotected zones. The results indicate that the system provides full protection coverage for the entire building, meeting the criteria for protection level IV as defined in the national standard.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20153ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PEMERIKSAAN LEMBAR JAWABAN UJIAN MENGGUNAKAN UNIFIED MODELING LANGUAGE (UML)2026-02-13T13:40:33+00:00Ikhwanul Salimikhwanulsalimlubis@gmail.comDewi Sahara Nasutiondewisaharan@gmail.com<p>Proses evaluasi pembelajaran sangat bergantung pada pemeriksaan lembar jawaban ujian, yang hingga saat ini masih sering dikerjakan secara manual. Praktik ini tidak hanya memakan waktu lama, tetapi juga rentan terhadap kesalahan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sebuah sistem yang dapat menata dan mendukung proses pemeriksaan ujian secara lebih baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dan merancang sistem pemeriksaan lembar jawaban ujian dengan memanfaatkan Unified Modeling Language (UML). Metode yang diterapkan mencakup analisis kebutuhan sistem, dilanjutkan dengan tahap perancangan yang memanfaatkan diagram UML, seperti use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram. Hasil penelitian ini berupa desain sistem yang mengilustrasikan fungsionalitas sistem, alur kerja pemeriksaan, interaksi antarkomponen, serta struktur datanya. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi pedoman atau blueprint dalam pembangunan sistem pemeriksaan ujian yang lebih terstruktur dan efisien pada tahap implementasi berikutnya.</p> <p><em>The learning evaluation process heavily depends on the grading of exam answer sheets, which until now is still often carried out manually. This practice is not only time-consuming but also prone to errors. Therefore, it is necessary to develop a system that can organize and support the exam grading process more effectively. This study aims to analyze the requirements and design an exam answer sheet grading system using Unified Modeling Language (UML). The method employed includes system requirements analysis, followed by the design stage utilizing UML diagrams such as use case diagrams, activity diagrams, sequence diagrams, and class diagrams. The outcome of this research is a system design that illustrates the system’s functionalities, grading workflow, interactions between components, and data structure. This design is expected to serve as a guideline or blueprint for developing a more structured and efficient exam grading system in the subsequent implementation phase.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19755PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN DAN PROMOSI PENJUALAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MENGGUNAKAN METODE PEMBAYARAN SHOPEE PAYLATER PADA MASYARAKAT KELURAHAN PONDOK KACANG TIMUR2026-01-31T11:02:29+00:00Muhammad Fajrinmuhammadfajrin12571@gmail.comElizabeth Tika Kristina Hartutidosen01503@unpam.ac.id<p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persepsi konsumen dan promosi penjualan terhadap keputusan pembelian menggunakan metode pembayaran Shopee Paylater pada masyarakat Kelurahan Pondok Kacang Timur. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah persepsi konsumen secara parsial berpengaruh positif secara signifikan terhadap keputusan pembelian dengan diperoleh persamaan regresi linier sederahan Y = 5.579 + 0.811X1. koefisien korelasi sebesar 0.656 bertanda positif artinya persepsi konsumen memiliki pengaruh positif. Nilai koefisien determinasi sebesar 43% dan uji hipotesis diperolah signifikansi 0.001 < 0.05. Promosi penjualan secara parsial berpengaruh positif secara signifikan terhadap keputusan pembelian dengan diperoleh persamaan regresi Y = 1.437 + 0.597X1 + 0.334X2. koefisien korelasi sebesar 0.700 bertanda positif artinya promosi penjualan memiliki pengaruh positif. Nilai koefisien determinasi sebesar 49,1% dan uji hipotesis diperolah signifikansi 0.001 < 0.05. Persepsi Konsumen dan promosi penjualan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan diperoleh persamaan regresi linier sederahan Y = 10.448 + 0.644X2. koefisien korelasi sebesar 0.579 bertanda positif artinya persepsi konsumen dan promosi penjualan memiliki pengaruh positif. Nilai koefisien determinasi sebesar 33,5% sedangkan sisanya 66,5% dipengaruhi oleh faktor lain dan uji hipotesis diperolah nilai fhitung > ftabel (46.716 > 3.090) dan diperkuat dengan signifikansi 0.001 < 0.05.</p> <p><em>The purpose of this study was to determine the influence of consumer perceptions and sales promotions on purchasing decisions using the Shopee Paylater payment method among residents of Pondok Kacang Timur Village. The method used was quantitative. The sampling technique used simple random sampling, resulting in a sample of 100 respondents. Data analysis used validity tests, reliability tests, classical assumption tests, regression analysis, correlation coefficients, coefficients of determination, and hypothesis testing. The results of this study are that consumer perception partially has a positive and significant effect on purchasing decisions with a simple linear regression equation obtained Y = 5.579 + 0.811X1. The correlation coefficient of 0.656 is positive, meaning that consumer perception has a positive effect. The determination coefficient value is 43% and the hypothesis test obtained a significance of 0.001 < 0.05. Sales promotions partially have a significant positive effect on purchasing decisions with a regression equation obtained Y = 1.437 + 0.597X1 + 0.334X2. The correlation coefficient of 0.700 is positive, meaning that sales promotions have a positive effect. The determination coefficient value is 49.1% and the hypothesis test obtained a significance of 0.001 <0.05. Consumer perception and sales promotions simultaneously have a significant effect on purchasing decisions with a simple linear regression equation obtained Y = 10.448 + 0.644X2. The correlation coefficient of 0.579 is positive, meaning that consumer perception and sales promotion have a positive influence. The determination coefficient value is 33.5% while the remaining 66.5% is influenced by other factors and the hypothesis test obtained a calculated f value > f table (46,716 > 3,090) and is strengthened by a significance of 0.001 < 0.05.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20018ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA PADA PASIEN HALUSINASI DI RUANGAN MANDAU 1 RSJ TAMPAN PROVINSI RIAU2026-02-08T13:02:02+00:00Resfik Pebri Aldiresfikpebrialdiaal@gmail.comNs. Eka Malfasari Malfasarimizzeka18@gmail.comNs. Rina Herniyantirinaherniyanti23@gmail.com<p>Halusinasi merupakan salah satu tanda gejala dari skizofrenia. Halusinasi pendengaran merupakan kondisi ketika seorang individu mendengar suara, baik secara jelas maupun samar, yang dapat berupa percakapan, perintah, ataupun instruksi yang mempengaruhi perilakunya. Salah satu terapi yang bisa diberikan pada pasien halusinasi pendengaran adalah terapi musik mozart. Terapi musik mozart sangat mudah diterima organ pendengaran dan kemudian melalui saraf pendengaran disalurkan ke bagian otak yang memproses emosi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan Evidance Based Practice sebagai terapi pada pasien halusinasi pendengaran dengan menggunakan terapi musik mozart. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu dengan teknik eksprimen (perlakuan) pada pasien halusinasi pendengaran. Jumlah responden yang dibutuhkan yaitu sebanyak 2 orang dengan diagnosa keperawatan halusinasi pendengaran. Penelitian dilakukan selama 5 hari, dimulai dari tanggal 27 Agustus – 01 September 2025. Dinilai menggunakan kuesioner Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) dan SLKI dengan proses pengujian pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan terdapat penurunan nilai pretest dan posttest melakukan terapi musik mozart.</p> <p><em>Hallucinations are one of the symptoms of schizophrenia. Auditory hallucinations are a condition in which an individual hears voices, either clearly or faintly, which can be conversations, commands, or instructions that influence their behavior. One therapy that can be given to patients with auditory hallucinations is Mozart music therapy. Mozart's music therapy is easily perceived by the auditory organ and then transmitted through the auditory nerve to the part of the brain that processes emotions. The purpose of this study was to explain Evidence-Based Practice as a therapy for patients with auditory hallucinations using Mozart music therapy. The implementation method used was an experimental technique (treatment) on patients with auditory hallucinations. The number of respondents required was two people with a nursing diagnosis of auditory hallucinations. The study was conducted over five days, from August 27 to September 1, 2025. Assessments were carried out using the Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) and SLKI questionnaires with pretest and posttest testing. The results showed a decrease in pretest and posttest scores following Mozart music therapy. </em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19783KARAKTERISASI SENYAWA METABOLIT PADA NASI ULAM SERTA POTENSI BIOAKTIFNYA DALAM BIDANG KESEHATAN FARMASI2026-02-01T08:06:49+00:00Nadya Marsyabilillahnadyamarsyabilillah@gmail.comArdi Mustakimguest@jurnalhst.com<p>Nasi ulam merupakan pangan tradisional Indonesia yang tersusun dari nasi dan berbagai jenis daun serta rempah segar, seperti daun kemangi (Ocimum basilicum), pegagan (Centella asiatica), serai (Cymbopogon citratus), daun jeruk (Citrus hystrix), dan lengkuas (Alpinia galanga). Kombinasi bahan tersebut menjadikan nasi ulam sebagai sumber senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan efek bioaktif bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi jenis senyawa metabolit yang terkandung dalam nasi ulam serta mengkaji potensi bioaktifnya dalam bidang kesehatan dan farmasi. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi menggunakan pelarut etanol, uji fitokimia kualitatif, kromatografi lapis tipis (KLT), serta analisis spektroskopi seperti UV-Vis dan FTIR. Hasil kajian menunjukkan bahwa nasi ulam mengandung berbagai golongan metabolit sekunder, antara lain flavonoid, senyawa fenolik, triterpenoid, dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Keberadaan metabolit sekunder dalam nasi ulam menunjukkan bahwa pangan tradisional ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional dan sumber bahan baku alami yang relevan dalam bidang kesehatan dan farmasi.</p> <p><em>Nasi ulam is a traditional Indonesian food composed of rice combined with various fresh leaves and spices, such as basil leaves (Ocimum basilicum), gotu kola (Centella asiatica), lemongrass (Cymbopogon citratus), kaffir lime leaves (Citrus hystrix), and galangal (Alpinia galanga). The combination of these ingredients makes nasi ulam a rich source of secondary metabolites that may exert bioactive effects on health. This study aims to characterize the types of secondary metabolites present in nasi ulam and to evaluate their bioactive potential in the fields of health and pharmacy. The methods employed included ethanol extraction, qualitative phytochemical screening, thin-layer chromatography (TLC), and spectroscopic analyses such as UV–Visible and FTIR spectroscopy. The results indicate that nasi ulam contains various classes of secondary metabolites, including flavonoids, phenolic compounds, triterpenoids, and essential oils. These compounds are known to exhibit antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial activities. The presence of secondary metabolites in nasi ulam suggests that this traditional food has potential to be developed as a functional food and a natural raw material relevant to health and pharmaceutical applications.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20136REVIEW JURNAL PERAN FARMAKOVIGILANS DALAM MENJAGA KEAMANAN OBAT TRADISIONAL DAN JAMU DI INDONESIA (JOURNAL REVIEW THE ROLE OF PHARMACOVIGILANCE IN MAINTAINING THE SAFETY OF TRADITIONAL MEDICINES AND HERBAL MEDICINES IN INDONESIA)2026-02-13T04:35:45+00:00Raissa Fitriraissafitri140295@gmail.comGrace Anastasia Gintingguest@jurnalhst.com<p>Obat tradisional dan jamu merupakan bagian dari budaya Indonesia dan banyak digunakan karena dianggap aman. Konsumsi yang tidak tepat, penggunaan berlebihan, dan peredaran produk ilegal yang mengandung bahan kimia obat (BKO) dapat menimbulkan risiko kesehatan. Farmakovigilans penting untuk memantau, menilai, dan melaporkan efek samping agar penggunaan obat tradisional lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran farmakovigilans dalam menjaga keamanan obat tradisional dan jamu di Indonesia Studi ini menggunakan metode literature review deskriptif dengan data dari artikel ilmiah nasional lima tahun terakhir yang relevan dengan farmakovigilans dan keamanan obat tradisional. Artikel diseleksi berdasarkan relevansi dan kualitas, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengevaluasi penerapan farmakovigilans, temuan efek samping, dan peran pemangku kepentingan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan farmakovigilans pada obat tradisional di Indonesia masih terbatas. Efek samping jarang dilaporkan karena persepsi aman dari bahan alami. Beberapa penelitian mencatat efek samping kategori possible, probable, dan definite, termasuk mual, pusing, mulas, gangguan pencernaan, dan perdarahan saluran cerna. Edukasi masyarakat, keterlibatan apoteker, dan pengawasan BPOM terhadap peredaran obat tradisional ilegal terbukti meningkatkan keamanan konsumen. Penggunaan algoritma Naranjo membantu menilai kausalitas efek samping secara sistematis.Farmakovigilans memainkan peran kunci dalam memastikan keamanan obat tradisional melalui pelaporan efek samping, pengawasan regulasi, edukasi publik, dan keterlibatan tenaga kesehatan. Penguatan sistem ini dapat mendukung penggunaan jamu yang aman, bertanggung jawab, dan sesuai standar kesehatan, sekaligus meminimalkan risiko akibat BKO.</p> <p><em>Traditional medicines and herbal remedies are integral to Indonesian culture and widely used due to their perceived safety. Improper use, excessive consumption, and the circulation of illegal products containing pharmaceutical adulterants (BKO) can pose serious health risks. Pharmacovigilance plays a crucial role in monitoring, evaluating, and reporting adverse effects to ensure the safe use of traditional medicines.This study aims to examine the role of pharmacovigilance in maintaining the safety of traditional medicines and herbal remedies in Indonesia, focusing on adverse event reporting, regulatory supervision, and public and healthcare professional education. A descriptive literature review was conducted using national scientific articles published in the last five years that are relevant to pharmacovigilance and the safety of traditional medicines. Articles were selected based on relevance and quality, and qualitative analysis was performed to assess the implementation of pharmacovigilance, reported adverse effects, and stakeholder involvement. The review indicates that pharmacovigilance implementation for traditional medicines in Indonesia remains limited. Adverse effects are rarely reported due to the perception that natural products are inherently safe. Some studies reported possible, probable, and definite adverse effects, including nausea, dizziness, dyspepsia, gastrointestinal disturbances, and gastrointestinal bleeding. Public education, pharmacist involvement, and BPOM supervision of illegal traditional medicines significantly improve consumer safety. The Naranjo algorithm is effective in systematically assessing the causality of adverse drug reactions. Pharmacovigilance is essential in ensuring the safety of traditional medicines through adverse event reporting, regulatory oversight, public education, and healthcare professional engagement. Strengthening this system can promote responsible, safe, and standardized use of herbal remedies while minimizing health risks from BKO contamination.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20016PENERAPAN AKTIVITAS KERAJINAN TANGAN TERHADAP SELF ESTEEM PADA PASIEN SKIZOFERENIA DI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU2026-02-08T12:15:18+00:00Nur Asyikinwww.nurasyikin378@gmail.comYeni Devitavitandesta@gmail.comEmul Yaniemulyani38@yahoo.co.id<p>Pasien skizofrenia sering mengalami penurunan self-esteem akibat gejala positif maupun negatif yang berdampak pada produktivitas, motivasi, dan interaksi sosial. Terapi kerajinan tangan merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat menstimulasi kreativitas, meningkatkan rasa bangga, serta memperbaiki persepsi diri pasien. Tujuan karya ilmiah berbasis Evidance Based Practice sebagai penerapan Aktivitas Kerajinan Tanga Terhadapt Self Esteem Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau.Penelitian menggunakan Metode Studi Kasus dengam desain pre-test post-test,melibatkan 3 responden yang dilakukan selama 3 kali terapi dalam tiga hari pada tanggal 16-18 juni 2025 di jam 09.30 – 10.30 wib dengan durasi 40-60. Mendapatkan intervensi terapi kerajinan manik-manik sebagai pendamping terapi farmakologis. Pengukuran self-esteem dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor RSES pada setiap pasien. Pasien pertama (Tn. I) mengalami peningkatan dari skor awal 26 menjadi 37, pasien kedua (Tn. S) dari 26 menjadi 38, dan pasien ketiga (Ny. F) dari 25 menjadi 39 pada hari terakhir. Peningkatan skor ini menunjukkan adanya perbaikan persepsi positif terhadap diri, rasa percaya diri, dan motivasi setelah mengikuti terapi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi kerajinan tangan efektif untuk meningkatkan self-esteem pada pasien skizofrenia dan dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer yang mendukung rehabilitasi psikososial pasien.</p> <p><em>Schizophrenia patients often experience decreased self-esteem due to both positive and negative symptoms, which impact productivity, motivation, and social interactions. Craft therapy is a non-pharmacological intervention that can stimulate creativity, increase pride, and improve patients' self-perception. The purpose of this study is to increase motivation, self-esteem, creativity, productivity, and independence in schizophrenia patients. The study used an experimental method (treatment) with a pre-test post-test design, involving 3 respondents who were carried out for 3 times of therapy in three days on June 16-18, 2025 at 09.30 - 10.30 WIB with a duration of 40-60 minutes. Received bead craft therapy intervention as a companion to pharmacological therapy. Self-esteem measurements were carried out before and after the intervention using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) questionnaire. The results showed an increase in RSES scores in each patient. The first patient (Mr. I) experienced an increase from an initial score of 26 to 37, the second patient (Mr. S) from 26 to 38, and the third patient (Mrs. F) from 25 to 39 on the last day. These increases in scores indicate an improvement in positive self-perception, self-confidence, and motivation after undergoing therapy. Based on these results, it can be concluded that handicraft therapy is effective in increasing self-esteem in schizophrenia patients and can be recommended as a complementary therapy that supports patient psychosocial rehabilitation.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19775IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAN KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN2026-02-01T06:37:04+00:00Fina Gusniyantifnagsynti@gmail.comHendry Wibowoendrywib@gmail.com<p>Manajemen pelayanan kesehatan memiliki peranan penting dalam mengatur sumber daya secara<br>efektifdan efisien, menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat, serta memastikan pelayanan<br>kesehatan berkualitas melalui pendekatan sistematis dan humanistik. Masih terdapat kekurangan<br>dalam ketersediaan sumber daya yang memadai dan keterampilan manajerial petugas pelaksana di<br>unit pelayanan yang belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak<br>langsung manajemen kesehatan terhadap aksesibilitas, kualitas, efektivitas, serta pengambilan<br>kebijakan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review<br>dengan sumber data yang didapatkan dari Google Scholar, e-Resources Perpustakaan Nasional,<br>dan Portal Garuda. Data penelitian ini diambil dari publikasi tahun 2015-2025. Hasil penelitian ini<br>menunjukkan manajemen kesehatan yang efektif mencakup perencanaan strategis, penguatan<br>manajemen internal, pengelolaan sumber daya manusia, keterlibatan masyarakat, serta<br>pemanfaatan teknologi. Penerapan manajemen Kesehatan terbukti dapat meningkatkan kompetensi<br>tenaga kesehatan, mempercepat proses layanan, dan meningkatkan kepuasan pasien. Selain itu,<br>manajemen kesehatan yang baik juga mendorong perluasan distribusi fasilitas kesehatan, menjaga<br>ketersediaan obat dan alat medis, serta memperbaiki kualitas infrastruktur. Hambatan yang perlu<br>diatasi, keterbatasan sumber daya manusia dan tantangan dalam implementasi Rekam Medis<br>Elektronik (RME) di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Kesimpulan bahwa manajemen<br>kesehatan terbukti berdampak positif dalam meningkatkan aksesibilitas, kualitas, efektivitas<br>pelayanan, dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti. Strategi yang efektif meliputi<br>perencanaan strategis, penguatan manajemen internal, pengelolaan SDM, pemanfaatan teknologi,<br>dan keterlibatan masyarakat, meskipun masih terdapat tantangan keterbatasan sumber daya<br>manusia dan hambatan implementasi Rekam Medis Elektronik.</p> <p>Health service management has an important role in managing resources effectively and<br>efficiently, dealing with the dynamics of community needs, and ensuring quality health services<br>through a systematic and humanistic approach. However, there are still shortcomings in the<br>availability of adequate resources and managerial skills of implementing officers in service units<br>that do not meet the standards. This study aims to analyze the direct impact of health management<br>on accessibility, quality, effectiveness, and policy making in health services.This study uses a<br>literature review method with data sources obtained from Google Scholar, National Library eResources, and Garuda Portal. The research data was taken from 2015-2025. Based on the<br>literature review, effective health management includes strategic planning, strengthening internal<br>management, managing human resources, community involvement, and utilizing technology. The<br>implementation of health management is proven to improve the competence of health workers,<br>accelerate service processes, and increase patient satisfaction. In addition, good health<br>management also encourages the expansion of health facility distribution, maintains the<br>availability of drugs and medical devices, and improves the quality of infrastructure. However,<br>there are challenges that need to be overcome, such as limited human resources and challenges in<br>implementing Electronic Medical Records (EMR) in various healthcare facilities. The review<br>shows that health management positively impacts accessibility, service quality, effectiveness, and<br>77<br>evidence-based policymaking. Effective strategies include strategic planning, internal managemen<br>human resource management, technology use, and community involvement, although challenges<br>like limited human resources and Electronic Medical Record implementation remain</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20074ANALISA FAKTOR PENYEBAB KLAIM PENDING BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RS ALI SIBROH MALISI2026-02-11T02:38:48+00:00Muhammad Fadly Salahuddinfadly.5291@gmail.comLaila Ulfaguest@jurnalhst.comGrace Rumenganguest@jurnalhst.com<p>Faktor-faktor penyebab klaim BPJS Kesehatan pasien rawat inap yang tertunda di RS Ali Sibroh Malisi pada periode Januari hingga Juni 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan klaim, dengan fokus pada sumber daya manusia, pengelolaan rekam medis, prosedur operasional standar (SOP), kebijakan, dan penggunaan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaklengkapan dokumen medis, khususnya data pasien dan kode diagnosis yang tidak akurat atau tidak lengkap, berkontribusi secara signifikan terhadap keterlambatan pemrosesan klaim. Secara khusus, pada periode April hingga Juni 2025, klaim yang tertunda mencatatkan angka 13,10%, 13,90%, dan 13,59% dari total klaim, yang melebihi persentase ideal klaim tertunda (<10%). Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa kurangnya integrasi sistem rekam medis rumah sakit dan prosedur verifikasi yang lambat menjadi faktor utama penyebab keterlambatan tersebut. Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan pelatihan, perbaikan SOP, dan integrasi sistem rekam medis yang lebih baik untuk mengurangi penolakan klaim dan status tertunda. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk memperlancar proses klaim, meningkatkan kelengkapan dokumen, dan memastikan kepatuhan terhadap standar BPJS Kesehatan.</p> <p><em>The factors causing pending BPJS Health claims for inpatient patients at RS Ali Sibroh Malisi from January to June 2025. The study aims to identify the causes of claim delays, focusing on human resources, medical records management, Standard Operating Procedures (SOP), policies, and the use of technology. The results show that incomplete medical documentation, particularly inaccurate or incomplete patient data and diagnosis codes, significantly contribute to delays in claims processing. Specifically, from April to June 2025, pending claims accounted for 13.10%, 13.90%, and 13.59% of the total claims, which exceeds the ideal percentage for pending claims (<10%). The research also identifies that insufficient integration of the hospital's medical records system and slow verification procedures are major contributing factors to the delays. These findings highlight the need for enhanced training, improved SOPs, and better integration of medical records systems to reduce claim rejections and pending status. Therefore, the research provides actionable recommendations to streamline the claims process, improve document completeness, and ensure compliance with BPJS Health standards.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19827HUBUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU KEKERASAN PADA REMAJA DI SMP ISLAM AMBULU JEMBER2026-02-02T13:42:57+00:00Indah Safitriindah2safitri2@gmail.comYeni Suryaningsihyeni@unmuhjember.ac.idKomarudinkomarudin@unmuhjember.ac.id<p>Latar Belakang: Kekerasan remaja merupakan permasalahan kesehatan mental yang dipengaruhi oleh dinamika hubungan sosial teman sebaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara hubungan sosial teman sebaya dengan kecenderungan perilaku kekerasan pada remaja di SMP Islam Ambulu Jember. Metode: Desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 53 responden yang dipilih melalui proportional simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden memiliki hubungan sosial tinggi (54,7%) dan perilaku kekerasan rendah (50,9%). Analisis menunjukkan hubungan signifikan (p-value = 0,000) antara hubungan sosial teman sebaya dengan perilaku kekerasan. Remaja dengan hubungan sosial rendah cenderung menunjukkan perilaku kekerasan tinggi (54,2%), sedangkan hubungan sosial tinggi berhubungan dengan perilaku kekerasan rendah (62,1%). Kesimpulan: Kualitas hubungan sosial teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan perilaku kekerasan remaja, dimana hubungan sosial positif berfungsi sebagai faktor protektif terhadap tindakan agresif.</p> <p><em>Background: Adolescent violence constitutes a mental health concern influenced by peer social relationship dynamics. Objective: This study aimed to analyze the relationship between peer social relationships and violent behavior tendencies among adolescents at SMP Islam Ambulu Jember. Methods: A correlational analytic design with cross-sectional approach involved 53 respondents selected through proportional simple random sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using chi-square test. Results: Most respondents demonstrated high social relationships (54.7%) and low violent behavior (50.9%). Analysis revealed a significant relationship (p-value = 0.000) between peer social relationships and violent behavior. Adolescents with low social relationships tended to exhibit high violent behavior (54.2%), while high social relationships were associated with low violent behavior (62.1%). Conclusion: The quality of peer social relationships significantly influences adolescent violent behavior tendencies, where positive social relationships function as protective factors against aggressive actions.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19768STUDI LITERATURE: ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT PADA PEMILIHAN LAYANAN KESEHATAN BERDASARKAN TEORI BAURAN PEMASARAN2026-02-01T04:31:21+00:00Alshatya Nisfi Maulidyaalshatyanisfi04@gmail.comHendry Wibowoendrywib@gmail.com<p>Pendahuluan: Rumah sakit sebagai organisasi penyedia jasa kesehatan menghadapi persaingan<br>yang semakin ketat, baik dengan rumah sakit lain maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.<br>Kondisi ini menuntut rumah sakit untuk tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan medis, tetapi<br>juga pada strategi pemasaran yang tepat. Salah satu strategi yang banyak digunakan adalah bauran<br>pemasaran jasa (marketing mix 7P) yang meliputi product, price, place, promotion, people,<br>process, dan physical evidence. Penerapan bauran pemasaran yang efektif diharapkan mampu<br>memengaruhi keputusan pasien, meningkatkan kepuasan, serta membentuk loyalitas pasien<br>terhadap rumah sakit. Tujuan: Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisis<br>pengaruh bauran pemasaran jasa rumah sakit terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan<br>kesehatan, kepuasan pasien, loyalitas pasien, serta minat kunjungan pasien berdasarkan temuan<br>dari lima jurnal penelitian. Metode: Literature review ini disusun berdasarkan lima jurnal ilmiah,<br>yang terdiri dari penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal-jurnal<br>tersebut meliputi cross sectional, survei kuantitatif, dan analisis statistik untuk melihat hubungan<br>atau pengaruh bauran pemasaran terhadap variabel keputusan, kepuasan, loyalitas, dan kunjungan<br>pasien. Sumber data berasal dari pasien rawat jalan maupun rawat inap di berbagai rumah sakit<br>pemerintah dan swasta. Hasil: Hasil kajian dari kelima jurnal menunjukkan bahwa bauran<br>pemasaran jasa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pasien rumah sakit, meskipun<br>kekuatan pengaruh setiap unsur berbeda-beda.Beberapa jurnal menemukan bahwa bauran<br>pemasaran berpengaruh terhadap loyalitas pasien, di mana penerapan strategi pemasaran yang baik<br>mendorong pasien untuk melakukan kunjungan ulang. Jurnal lainnya menunjukkan bahwa bauran<br>pemasaran secara simultan memengaruhi keputusan pasien, namun secara parsial hanya unsur<br>tertentu seperti produk (product), promosi (promotion), sumber daya manusia (people), dan bukti<br>fisik (physical evidence) yang paling dominan. Selain itu, terdapat temuan bahwa bauran<br>pemasaran juga berpengaruh terhadap kepuasan pasien, baik secara langsung maupun melalui<br>kualitas pelayanan sebagai variabel perantara. Literature review yang dianalisis menunjukkan<br>bahwa sebagian besar penelitian (±78%) menyimpulkan adanya pengaruh signifikan bauran<br>pemasaran 7P terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan rumah sakit. Kesimpulan:<br>Berdasarkan lima jurnal yang direview, dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran jasa rumah<br>sakit (7P) berperan penting dalam memengaruhi keputusan pasien, kepuasan, loyalitas, dan minat<br>kunjungan pasien. Unsur bauran pemasaran yang paling sering berpengaruh adalah produk<br>layanan, promosi, kualitas SDM (people), proses pelayanan, dan bukti fisik rumah sakit. Meskipun<br>demikian, pengaruh setiap unsur bauran pemasaran tidak selalu sama pada setiap rumah sakit,<br>karena dipengaruhi oleh karakteristik pasien, jenis layanan, dan sistem pembiayaan. Oleh karena<br>itu, rumah sakit perlu menerapkan strategi bauran pemasaran yang terintegrasi dan berorientasi<br>pada kualitas pelayanan agar mampu meningkatkan daya saing dan kepercayaan pasien.</p> <p>Background: Hospitals as healthcare service organizations face increasingly intense competition,<br>both from other hospitals and from various healthcare facilities. This condition requires hospitals<br>not only to focus on medical services but also to implement appropriate marketing strategies. One<br>widely used strategy is the service marketing mix (7P), which consists of product, price, place,<br>64<br>promotion, people, process, and physical evidence. Effective implementation of the marketing mix<br>is expected to influence patients’ decision-making, increase patient satisfaction, and build patient<br>loyalty toward hospitals. Purpose: The purpose of this literature review is to analyze the effect of<br>the hospital service marketing mix on patients’ decisions in choosing healthcare services, patient<br>satisfaction, patient loyalty, and patient visit intentions based on findings from five research<br>journals. Method: This literature review is based on five scientific journals, consisting of<br>quantitative studies and one literature review study. The research methods used in these journals<br>include cross-sectional designs, quantitative surveys, and statistical analyses to examine the<br>relationship or influence of the marketing mix on decision-making, satisfaction, loyalty, and<br>patient visit variables. Data sources were obtained from outpatients and inpatients in various<br>public and private hospitals. Results: The findings from the five reviewed journals indicate that<br>the service marketing mix has a significant influence on patient behavior in hospitals, although the<br>strength of each marketing mix element varies. Several studies found that the marketing mix affects<br>patient loyalty, where well-implemented marketing strategies encourage patients to make repeat<br>visits. Other studies showed that the marketing mix simultaneously influences patients’ decisions,<br>but partially only certain elements—such as product, promotion, human resources (people), and<br>physical evidence—were dominant. In addition, the marketing mix was found to influence patient<br>satisfaction, both directly and indirectly through service quality as a mediating variable. The<br>literature review indicates that most studies (approximately 78%) conclude that the 7P marketing<br>mix has a significant effect on patients’ decisions in choosing hospital services. Conclusion:<br>Based on the five journals reviewed, it can be concluded that the hospital service marketing mix<br>(7P) plays an important role in influencing patients’ decisions, satisfaction, loyalty, and visit<br>intentions. The marketing mix elements that most frequently show significant effects are service<br>products, promotion, human resource quality (people), service processes, and physical evidence.<br>However, the influence of each marketing mix element is not always the same across hospitals, as<br>it is affected by patient characteristics, types of services, and financing systems. Therefore,<br>hospitals need to implement an integrated marketing mix strategy that is oriented toward service<br>quality in order to enhance competitiveness and patient trust.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20034EVALUASI GEOMETRIK PADA RUAS JALAN KILANG – HUKURILA KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON2026-02-09T12:16:50+00:00Resky Vetlief Waasvetliefreiswaas@gmail.comVera Th.C. Siahayavera.siahaya@polnam.ac.idNexisien R Maitimunexisien.maitimu@polnam.ac.id<p>Ruas jalan Kilang-Hukurila Kota Ambon Kecamatan Leitimur Selatan sepanjang 4 Km dan lebar jalan rata – rata 4,5m. sebagian besar jalan pada daerah ini berada diperbukitan dan banyak dijumpai tikungan tajam dan tanjakan/turunan yang cukup tinggi yang dapat membahayakan pengguna jalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan berapa tikungan yang tidak memenuhi syarat standar perencanaan geometrik jalan, mendapatkan nilai kelandaian yang ideal terhadap aspek geometrik jalan dan mengevaluasi geometrik jalan dengan mengaplikasikan software Autocad Land Desktop 2009 agar sesuai dengan standar Binamarga perencanaan geometrik pada ruas jalan Kilang-Hukurila Kota Ambon. Dari hasil perhitungan dan diolah menggunakan program Autocad Land Desktop 2009 kondisi geometrik jalan yang terjadi pada ruas jalan Kilang-Hukurila dengan panjang 1.760 Km, kecepatan rencana rata-rata 30 Km/jam. Terdapat alinyemen horizontal terdiri dari 16 jenis tikungan S-C-S (Spiral-Circle-Spiral), 21 jenis tikungan FC (Full Circle). dan hasil alinyemen vertikal terdiri dari 6 vertikal cembung dan 5 vertikal cekung, dan kelandaian pada ruas jalan Kilang – Hukurila dinyatakan aman.</p> <p><em>The Kilang-Hukurila road section of Ambon City, South Leitimur District is 4 km long and the average road width is 4.5 m. Most of the roads in this area are located on hills and there are many sharp bends and high inclines/declines that can endanger road users. The purpose of this study is to determine how many bends do not meet the requirements of road geometric planning standards, obtain the ideal slope value for the geometric aspects of the road and evaluate the road geometry by applying Autocad Land Desktop 2009 software to comply with the Binamarga geometric planning standards on the Kilang-Hukurila road section of Ambon City. From the results of calculations and processed using the Autocad Land Desktop 2009 program, the geometric conditions of the road that occur on the Kilang-Hukurila road section with a length of 1,760 km, the average design speed is 30 km/hour. There are horizontal alignments consisting of 16 types of S-C-S (Spiral-Circle-Spiral) bends, 21 types of FC (Full Circle) bends. and the vertical alignment results consist of 6 convex verticals and 5 concave verticals, and the gradient on the Kilang – Hukurila road section is declared safe.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19790PENGAJARAN SEKAR RARÈ DALAM TRADISI SANGHYANG DEDARI DESA BONA GIANYAR2026-02-01T09:00:33+00:00Ni Komang Wahyuni Utaminingsihwahyuniutami723@gmail.comI Made Gede Anadhianadhi@uhnsugriwa.ac.idPutu Eddy Purnomo Artaputueddypurnomo@uhnsugriwa.ac.id<p>Penelitian ini berjudul Pengajaran Sekar Rare Pada Tradisi Sanghyang Dedari Desa Bona Gianyar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai bagian, fungsi, serta metode pengajajaran sekar rare yang digunakan pada tradisi Sanghyang Dedari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan datanya menggunakan toservasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalma penelitian ini adalah teori structural, teori fungsi dan teori behaviorisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekar rare Sanghyang Dedari memiliki beberapa bagian yakni Madusuds, Dedari Masolah, dan penutup. Fungsi yang terdapat pada sekar rare ini adalah fungsi religi dan fungsi estetika, serta metode pengajaran yang digunakan adalah metode langsung dan metode membaca.</p> <p><em>This research is entitled Teaching Sekar Rare on Sanghyang Dedari Tradition Bona Village Gianyar. The purpose of this research is to provide knowledge about the parts, functions, and alignment methods of sekar rare used in the Sanghyang Dedari tradition. This research uses a qualitative descriptive method, the data collection techniques use observation, interviews, literature and documentation techniques. The theories used in this research are structural theory, functional theory and behaviorism theory. The results of this research indicate that sekar rare Sanghyang Dedari has several parts namely Madusuds, Dedari Masolah, and closing. The functions contained in this sekar rare are religious functions and aesthetic functions, and the teaching methods used are direct methods and reading methods.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20284PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA (KKN) MAHASISWA DI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI2026-02-23T06:30:43+00:00Rika Dwi Prastikadwirika672@gmail.comLusiana Habibahlusianahabibah91@gmail.comM Raykal Arnandoraykalarnando736@gmail.comM Rifkal Arnandorifkalarnando99@gmail.comM Farrel Wicaksanafarrelwicaksana168@gmail.comHasbi Assidiqiloxifer096@gmail.comAnas Tasya Risdayantianastasyarisdayanti43@gmail.comM.Gusmai Arba'asinsonongtong@gmail.comHeny Hastutihenyhastuti574@gmail.comTri Rahayu Ningsihtriningsih517@gmail.comAhmad Riyadiahmadriyadi041991@gmail.comIkhsan Syukronisyukron3@gamil.com<p>Program Kuliah Kerja Nyata merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa yang bertujuan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakan sebagai perwujudan salah satu tridarma perguruan tinggi dan menyiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kompetensi dalam menerapkan, mengembangkan dan memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Program ini dilaksanakan mulai dari tanggal 2 Desember 2025 sampai dengan tanggal 4 Februari 2026 di Kilangan Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari. Kegiatan KKN ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari terhadap prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah dan praktik ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pendampingan, serta praktik langsung yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait transaksi ekonomi syariah, pemahaman akad-akad muamalah, serta penerapan nilai keadilan dan kehalalan dalam aktivitas ekonomi. Program ini juga mendorong tumbuhnya sikap partisipatif dan kesadaran hukum masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan demikian, kegiatan KKN ini memberikan kontribusi positif dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis nilai- nilai syariah.. Selama pelaksanaan kegiatan masyarakat merespon secara positif dan menyambut baik program KKN di masyarakat Kilangan Kecamatan Muara Bulian sehingga program yang telah direncanakan terlaksana dengan baik. Adapun, kendala yang dihadapi dalam kegiatan KKN ini yakni kendala dalam mencari lokasi dan tempat pelaksanaan kegiatan sosialiasi karena waktu masyarakat yang sangat sibuk, kendala tersebut dapat teratasi Bersama kelompok KKN dan juga masyarakat setempat.</p> <p><em>The Real Work Lecture Program is a compulsory subject that must be taken by students which aim to carry out community service as an embodiment of one of the three pillars of higher education and prepares students to become members of society who have competence in applying, developing and enriching science, technology and art. This program was implemented from December 2, 2025 to February 4, 2026 in Kilangan Village, Muara Bulian District, Batanghari Regency. The KKN activities aimed to enhance public understanding and awareness of the principles of Islamic economic law and the practice of Islamic economics in daily life. The community service methods employed included socialization, counseling, mentoring, and direct practices oriented toward community empowerment. The results of the activities indicate an increase in community knowledge regarding Islamic economic transactions, understanding of muamalah contracts, as well as the application of justice and halal values in economic activities. The program also encouraged the development of participatory attitudes and legal awareness among the community in conducting economic activities in accordance with Sharia principles. Therefore, these KKN activities made a positive contribution to strengthening community-based economic development grounded in Sharia values. During the implementation of the program, the community responded positively and welcomed the KKN activities in Kilangan Village, Muara Bulian District, enabling the planned programs to be carried out successfully. However, several challenges were encountered, particularly in identifying suitable locations and venues for socialization activities due to the community’s busy schedules. These challenges were successfully addressed through collaboration between the KKN group and the local community.</em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/19760ANALISIS KUALITAS SARANA SANITASI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG PADA KAWASAN WISATA KULINER STASIUN LAMBUANG TAHUN 20252026-02-01T01:51:48+00:00Yesa Putri Melpayesamelpa003@gmail.com<p>Latar Belakang: Sanitasi merupakan faktor penting dalam menjamin kenyamanan, kesehatan, dan<br>daya tarik sebuah kawasan wisata. Kondisi sanitasi yang tidak memadai dapat menurunkan<br>kepuasan pengunjung serta berdampak pada keberlanjutan wisata kuliner. Tujuan: Penelitian ini<br>bertujuan untuk menganalisis kualitas sarana sanitasi dan tingkat kepuasan pengunjung pada<br>Kawasan Wisata Kuliner Stasiun Lambuang di Kota Bukittinggi. Metode: Penelitian menggunakan<br>metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan berjumlah 8 orang, terdiri dari 4<br>informan utama (Ketua Pengelola, Petugas Pengelola, Petugas Kebersihan DLH, dan Pedagang)<br>serta 4 informan kunci (pengunjung Stasiun Lambuang). Data dikumpulkan melalui wawancara<br>mendalam, observasi, dan photovoice, kemudian dianalisis secara deskriptif-tematik. Hasil: Pada<br>aspek input, fasilitas sanitasi berupa toilet umum, persediaan air bersih, saluran pembuangan<br>limbah, dan tempat sampah telah tersedia namun sebagian belum memenuhi standar, ditandai<br>dengan kualitas air yang kurang layak, toilet rusak, dan keterbatasan tempat sampah. Pada aspek<br>proses, pemantauan serta perawatan fasilitas sanitasi sudah dilakukan oleh pengelola dan petugas<br>kebersihan, tetapi masih terkendala keterbatasan sumber daya dan belum optimalnya pengelolaan<br>sampah. Pada aspek output, tingkat kepuasan pengunjung berada pada kategori sedang hingga<br>baik, dengan apresiasi pada kenyamanan area makan, namun terdapat keluhan mengenai<br>kebersihan, pencahayaan, keterbatasan toilet, dan penumpukan sampah pada saat pengunjung<br>ramai. Kesimpulan: Kualitas sarana sanitasi berpengaruh langsung terhadap kepuasan pengunjung<br>serta niat untuk berkunjung kembali dan merekomendasikan kawasan wisata kuliner ini. Perbaikan<br>fasilitas dasar, peningkatan pengawasan, serta kolaborasi antara pengelola, pedagang, dan<br>pemerintah daerah diperlukan guna mewujudkan kawasan wisata kuliner yang sehat, aman, dan<br>berkelanjutan.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpaduhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/20019PENERAPAN TERAPI KREASI SENI TERHADAP HARGA DIRI PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANGAN MANDAU 2A RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU2026-02-08T13:30:25+00:00Rini Arminingsihriniarminingsih7@gmail.comNs. Yeni Devitavitandesta@ymail.comEmulyaniemulyani38@yahoo.co.id<p>Harga diri rendah kronis merupakan salah satu masalah keperawatan skizofrenia, karena harga diri rendah merupakan gejala negatif dari skizofrenia. Harga diri rendah didefinisikan sebagai perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pemberian Terapi Kreasi Seni Terhadap Peningkatan Harga Diri. Penulisan ini dilakukan pada 5 orang responden secara individual untuk peningkatan harga diri dengan menggunakan observasi Rosenberg Self Esteem Scale. Waktu pelaksanaan penerapan yaitu 30- 60 menit. Tempat pelaksanaan dilakukan di Ruangan Mandau 2A Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Hasil penerapan terapi kreasi seni mengalami peningkatan terhadap tingkat harga diri rendah Tn.A sebelum dilakukan terapi nilai skornya 14 harga diri rendah setelah dilakukan terapi menjadi 26 harga diri tinggi, Tn.H sebelum dilakukan terapi nilai skornya 12 harga diri rendah setelah dilakukan terapi menjadi 30 harga diri tinggi, Tn.R sebelum dilakukan terapi skornya 14 setelah dilakukan terapi skornya 28 harga diri tinggi, Tn.L sebelum dilakukan terapi skornya 12 setelah dilakukan terapi skornya 29 harga diri tinggi, Tn.Y sebelum dilakukan terpai skornya 14 setelah dilakukan terapi skornya 30 harga diri tinggi.</p> <p><em>Chronic low self-esteem is one of the nursing problems of schizophrenia, because low selfesteem is a negative symptom of schizophrenia. Low self-esteem is defined as a feeling of worthlessness, meaninglessness, and prolonged low self-esteem due to negative evaluation of oneself or one's abilities. The purpose of this study is to describe the provision of art creation therapy to increase self-esteem. This writing was conducted on 5 respondents individually to increase self-esteem using the Rosenberg Self-Esteem Scale observation. The implementation time is 30-60 minutes. The location of the implementation is Mandau 2A Room, Tampan Mental Hospital, Riau Province. The results of the application of art creation therapy showed an increase in the level of low self-esteem of Mr. A before the therapy, the score was 14 low selfesteem after the therapy became 26 high self-esteem, Mr. H before the therapy, the score was 12 low self-esteem after the therapy became 30 high self-esteem, Mr. R before the therapy, the score was 14 after the therapy, the score was 28 high self-esteem, Mr. L before the therapy, the score was 12 after the therapy, the score was 29 high self-esteem, Mr. Y before the therapy, the score was 14 after the therapy, the score was 30 high self-esteem. </em></p>2026-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu