Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt
id-IDJurnal Ilmiah Multidisiplin TerpaduPENERAPAN STIMULASI KUTANEUS SLOW STROKE BACK MASSAGE (SSBM) PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS NGORESAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25583
<p>Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan serius dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak terkontrol. Selain farmakologis, penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara nonfarmakologis, salah satunya melalui Stimulasi Kutaneus Slow Stroke Back Massage (SSBM) untuk meningkatkan relaksasi dan menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan SSBM terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Ngoresan Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden. Intervensi SSBM diberikan selama tiga hari berturut-turut pada 10–12 Juni 2026. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Hasil: Penerapan SSBM selama tiga hari terbukti menurunkan tekanan darah kedua responden. Ny. N mengalami penurunan dari 158/96 mmHg menjadi 134/84 mmHg, sedangkan Tn. W dari 146/90 mmHg menjadi 126/80 mmHg. Kesimpulan: SSBM efektif menurunkan tekanan darah dan dapat menjadi terapi komplementer nonfarmakologis yang mudah diaplikasikan untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien hipertensi secara mandiri.</p> <p><em>Background: Hypertension is a non-communicable disease that is a serious health problem and has the risk of causing complications if not controlled. In addition to pharmacological, hypertension management can be done non-pharmacologically, one of which is through Cutaneous Stimulation Slow Stroke Back Massage (SSBM) to increase relaxation and lower blood pressure. Objective: To determine the effect of SSBM implementation on reducing blood pressure in hypertensive patients in the work area of UPT Ngoresan Surakarta Health Center. Method: This study used a descriptive design with a case study approach on two respondents. The SSBM intervention was given for three consecutive days on June 10–12, 2026. Blood pressure measurements were taken before and after the intervention using a sphygmomanometer. Results: The implementation of SSBM for three days was proven to reduce the blood pressure of both respondents. Mrs. N experienced a decrease from 158/96 mmHg to 134/84 mmHg, while Mr. W from 146/90 mmHg to 126/80 mmHg. Conclusion: SSBM is effective in lowering blood pressure and can be an easy-to-apply, non-pharmacological complementary therapy to help hypertensive patients self-manage their blood pressure</em><em>.</em></p>Nadia Flora Salsabila Zulfa Mahdiatur Rasyida
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108MAZHAB-MAZHAB TASAWUF DALAM ISLAM: STUDI KOMPARATIF TASAWUF AKHLAQI, AMALI, DAN FALSAFI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24960
<p>Tasawuf merupakan dimensi spiritual Islam yang telah berkembang selama lebih dari empat belas abad. Studi ini mengkaji tiga mazhab utama tasawuf, yaitu tasawuf akhlaqi, tasawuf amali, dan tasawuf falsafi, dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis komparatif. Hasil kajian memperlihatkan bahwa ketiga mazhab ini memiliki akar epistemologis yang berbeda tetapi saling melengkapi. Tasawuf akhlaqi bertumpu pada pemurnian akhlak dan jiwa berdasarkan Al-Quran dan Sunnah. Tasawuf amali menekankan praktik spiritual seperti dzikir, mujahadah, dan riyadah dalam kerangka tariqah. Tasawuf falsafi membangun sistem metafisika spiritual yang berujung pada konsep-konsep seperti wahdat al-wujud, hulul, dan ittihad. Kajian ini turut mendiskusikan titik-titik pertemuan dan perbedaan antara ketiga mazhab, serta relevansinya dalam konteks spiritualitas Islam kontemporer.</p> <p><em>Sufism represents the spiritual dimension of Islam, having developed over more than fourteen centuries. This study examines three major schools of Sufism, namely tasawuf akhlaqi (ethical Sufism), tasawuf amali (practical Sufism), and tasawuf falsafi (philosophical Sufism), through library research and comparative analysis. The findings indicate that these three schools possess distinct epistemological roots that nonetheless complement each other. Ethical Sufism centers on the purification of moral character and the soul based on the Quran and Sunnah. Practical Sufism emphasizes spiritual practices such as dhikr, mujahadah, and riyadah within the framework of tariqah orders. Philosophical Sufism constructs a system of spiritual metaphysics that culminates in concepts such as wahdat al-wujud, hulul, and ittihad. This study further discusses the points of convergence and divergence among the three schools, along with their relevance to contemporary Islamic spirituality</em></p>Sahila Nur HalizahTasmuji
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108ANALISIS USER PERSONA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN USER EXPERIENCE PADA PLATFORM DIGITAL PELESTARIAN BAHASA DAERAH: STUDI KASUS TERDAYAK.COM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25782
<p>Pelestarian bahasa daerah pada lingkungan digital memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan fungsi teknis, tetapi juga pada kesesuaian pengalaman pengguna dengan kebutuhan linguistik dan konteks budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pengguna TerDayak.com, mengidentifikasi kebutuhan, preferensi, dan hambatan penggunaan, menyusun pola user persona, serta merumuskan rekomendasi pengembangan user experience (UX) berbasis bukti. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi kuantitatif-deskriptif yang diperkuat analisis tematik terhadap jawaban terbuka. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring pada Maret 2026. Dari 35 respons yang diterima, 34 respons memenuhi kriteria persetujuan dan dianalisis. Hasil menunjukkan responden didominasi usia 17–22 tahun (55,9%) dan pelajar/mahasiswa (64,7%). Sebanyak 94,1% responden menggunakan smartphone setidaknya dalam sebagian situasi penggunaan. Kebutuhan utama meliputi akurasi terjemahan (27 responden), arti kata yang mudah dipahami (26), kelengkapan kosakata (20), dan konteks penggunaan (19). Akses nyaman melalui smartphone memperoleh skor kepentingan tertinggi (M = 4,56), diikuti terjemahan kalimat (M = 4,50). Rata-rata indikator UX sebesar 3,89 dari skala 5. Hambatan utama adalah kesulitan menemukan kata, ketidaksesuaian hasil terjemahan, dan kebingungan pada tahap awal penggunaan. Sintesis data menghasilkan empat pola persona: Pelajar Penjelajah, Pelajar Akademis, Penjaga Budaya, dan Kreator Konten. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan TerDayak.com perlu memadukan penguatan kualitas linguistik dengan penyederhanaan navigasi, onboarding, konteks budaya, audio pelafalan, dan optimalisasi mobile-first.</p> <p><em>Digital preservation of regional languages requires an approach that goes beyond providing technical functions and addresses how user experience aligns with linguistic needs and cultural context. This study aims to analyze the characteristics of TerDayak.com users, identify their needs, preferences, and barriers, develop user persona patterns, and formulate evidence-based user experience (UX) recommendations. A mixed-methods approach was employed, dominated by quantitative descriptive analysis and complemented by thematic analysis of open-ended responses. Data were collected through an online questionnaire in March 2026. Of 35 responses received, 34 met the consent criteria and were analyzed. Respondents were predominantly 17–22 years old (55.9%) and students (64.7%). A total of 94.1% used smartphones in at least some usage situations. The main needs were translation accuracy (27 respondents), easy-to-understand word meanings (26), vocabulary completeness (20), and usage context (19). Comfortable smartphone access received the highest importance score (M = 4.56), followed by sentence translation (M = 4.50). The overall UX indicator mean was 3.89 on a five-point scale. The main barriers were difficulty finding words, unsuitable translation results, and uncertainty about how to begin using the platform. Data synthesis produced four persona patterns: Exploratory Student, Academic Student, Cultural Guardian, and Content Creator. The findings indicate that TerDayak.com should integrate linguistic quality improvement with simplified navigation, onboarding, cultural context, pronunciation audio, and mobile-first optimization.</em></p>Quratul AinRichie Daniel YC Raban
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108IDENTIFIKASI PERSONAL HYGIENE PADA SISWA KELAS X BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN DI SMK NEGERI 1 SITUBONDO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25483
<p><em>Background: Issues regarding healthy living behaviors among children are typically linked to personal and environmental hygiene—such as the cleanliness of teeth and mouth, skin, nails, hair, eyes, nose, ears, and clothing, as well as the maintenance of clean home and school environments. This study aims to identify the personal hygiene practices of Grade X students based on age and gender. A descriptive quantitative research design was employed. Data were collected between April 20 and May 11, 2025, from 125 adolescents at SMK Negeri 1 Situbondo using random sampling. Data processing involved editing, coding, scoring, and tabulation. The analysis revealed that the majority of students (63 respondents or 50.4%) exhibited good personal hygiene behavior, while only one respondent demonstrated poor personal hygiene. Regarding age, the largest group consisted of 15-year-olds with "fair" personal hygiene behavior (42 respondents or 33.6%); regarding gender, the majority were female students with "good" personal hygiene behavior (45 respondents or 36%). The researcher recommends that educational institutions use these findings to evaluate and improve School Health Unit (UKS) programs and student character development, specifically by organizing educational sessions on the importance of clean and healthy living habits. These results can assist the school in creating a clean, healthy learning environment that fosters student self-confidence</em></p>Amelia Nur RizqiSiti KholifahZuhrotul Eka Yulis Anggraeni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108ANALISIS KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MENEMUKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERITA RAKYAT PURA RETTA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SD GMIT RETTA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/26061
<p>Tujuan penelitian ini yaitu menganaliis tingkat kemampuan sisiwa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsic dalam cerita rakyat pura retta tersebut. Metode dan jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penilitian ini yaitu, pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif bertujuan untuk memahami kondisi suatu konteks dengan mengarahkan pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi dalam suatu konteks yang alami. Tentang apa yang sebenarnya terjadi menurut apa adanya di lapangan penelitian ini menggunakan Teknik Tes, Wawancara dan Dokumentasi. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa hasil analisis penelitian yang telah dilakukan penulis menemukan bahwa cerita Rakyat pura Retta” merupakan sumber belajar yang sangat efektif karena menggabungkan nilai moral dengan unsur tradisi yang menghibur</p>Wilinson Aris. DjolawangYeremia S. WabangTriznawasti Y. Daik
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-09-012026-09-01108PENERAPAN MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PASIEN POST OPERASI SECTIO CESAREA DI RSUD KARTINI KARANGANYAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25616
<p>Latar Belakang: Luka post-operasi Sectio Caesarea (SC) berisiko mengalami komplikasi jika mobilisasi pasien terhambat. Mobilisasi dini menjadi intervensi penting untuk merangsang sirkulasi darah mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Mengetahui gambaran penerapan mobilisasi dini terhadap penyembuhan luka pada pasien post-operasi SC. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua pasien post-operasi SC hari ke-0, yaitu Ny. M dan Ny. A. Penerapan mobilisasi dini dilakukan secara bertahap mulai dari miring kanan-kiri, duduk, hingga berjalan selama tiga hari pengamatan. Penyembuhan luka diukur menggunakan lembar observasi karakteristik luka. Hasil: Setelah diberikan penerapan mobilisasi dini selama tiga hari, kedua pasien menunjukkan kemajuan signifikan dalam penyembuhan luka. Luka operasi pada Ny. M dan Ny. A tampak kering, tidak ada tanda-tanda infeksi (kemerahan, bengkak, atau pus), dan tepi luka menyatu dengan baik. Kesimpulan: Penerapan mobilisasi dini secara bertahap terbukti efektif dalam mendukung dan mempercepat proses penyembuhan luka pada pasien post-operasi Sectio Caesarea. Mobilisasi dini direkomendasikan sebagai asuhan keperawatan mandiri rutin bagi ibu nifas pasca-SC.</p> <p><em>Background: Post-Cesarean section (SC) surgical wounds are at risk of complications if patient mobilization is restricted. Early mobilization is a crucial intervention to stimulate blood circulation and accelerate the wound healing process. Objective: To describe the implementation of early mobilization and its effect on wound healing in post-SC patients. Methods: This study employed a descriptive design using a case study approach. The subjects were two patients on day 0 post-SC: Mrs. M and Mrs. A. Early mobilization was implemented gradually—progressing from turning side-to-side to sitting and walking—over a three-day observation period. Wound healing was assessed using a wound characteristic observation sheet. Results: Following the three-day early mobilization regimen, both patients demonstrated significant progress in wound healing. The surgical wounds of both Mrs. M and Mrs. A appeared dry, showed no signs of infection (such as redness, swelling, or pus), and the wound edges were well-approximated. Conclusion: Gradual early mobilization proved effective in supporting and accelerating wound healing in post-Cesarean section patients. Early mobilization is recommended as a routine independent nursing intervention for postpartum women following a Cesarean section.</em></p>PratiwiZulfa Mahdiatur Rasyida
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN PRINSIP TANGGUNG JAWAB MUTLAK (STRICT LIABILITY) DALAM PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN PERSPEKTIF HUKUM PERDATA DI INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25377
<p>Kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup merupakan persoalan hukum yang memiliki karakteristik berbeda dengan sengketa perdata pada umumnya. Kesulitan dalam membuktikan hubungan antara aktivitas usaha, kerugian, dan unsur kesalahan pelaku mendorong berkembangnya prinsip tanggung jawab mutlak (<em>strict liability</em>) sebagai instrumen penegakan hukum lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan dan penerapan prinsip <em>strict liability</em> dalam penegakan hukum lingkungan berdasarkan perspektif hukum perdata di Indonesia serta mengidentifikasi kendala dan upaya optimalisasinya dalam penyelesaian sengketa pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan penalaran preskriptif untuk menemukan konstruksi hukum yang dapat memperkuat penerapan <em>strict liability</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip <em>strict liability</em> merupakan rezim pertanggungjawaban khusus yang berbeda dari pertanggungjawaban berdasarkan perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1365 KUHPerdata. Pasca perubahan melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, pengaturan Pasal 88 UUPPLH tetap mempertahankan konstruksi pertanggungjawaban mutlak, sedangkan PERMA Nomor 1 Tahun 2023 memberikan pedoman yang lebih konkret mengenai unsur yang harus dibuktikan oleh penggugat, terutama mengenai karakter kegiatan, kerugian, dan hubungan kausalitas. Kendala penerapannya masih terdapat pada pembuktian ilmiah, penentuan hubungan kausalitas, pemaknaan ancaman serius, dan pelaksanaan putusan pemulihan lingkungan. Optimalisasi perlu dilakukan melalui penguatan bukti ilmiah, konsistensi penerapan PERMA Nomor 1 Tahun 2023, peningkatan kapasitas hakim dan aparat penegak hukum, penguatan mekanisme pemulihan, serta penyempurnaan parameter kegiatan yang dapat dikenakan <em>strict liability</em>.</p> <p><em>Environmental pollution and environmental damage constitute legal problems with characteristics that distinguish them from ordinary civil disputes. Difficulties in proving the relationship between business activities, environmental losses, causation, and the fault of the perpetrator have encouraged the development of the strict liability principle as an instrument of environmental law enforcement. This study aims to examine the regulation and implementation of strict liability in Indonesian environmental law from a civil law perspective and to identify obstacles and optimization efforts in resolving environmental pollution and damage disputes. This research employs normative legal research using statutory, conceptual, and case approaches. Legal materials are analyzed qualitatively through prescriptive legal reasoning to formulate an appropriate legal construction for strengthening strict liability. The research demonstrates that strict liability constitutes a special liability regime distinct from liability based on unlawful acts under Article 1365 of the Indonesian Civil Code. Following the enactment of Law Number 6 of 2023, Article 88 of the Environmental Protection and Management Law continues to recognize strict liability, while Supreme Court Regulation Number 1 of 2023 provides more specific guidance concerning the matters that must be proven by plaintiffs, particularly the characteristics of the defendant's activities, the existence of losses, and causation. The principal obstacles remain scientific evidence, causation, the interpretation of serious threats to the environment, and the implementation of environmental restoration judgments. Optimization therefore requires stronger scientific evidence, consistent application of Supreme Court Regulation Number 1 of 2023, enhanced capacity of judges and law enforcement officials, strengthened restoration mechanisms, and clearer parameters concerning activities subject to strict liability.</em></p>Andhika Putra RosihanMaria Rosalina
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108ANALISIS PERHITUNGAN DAYA TIDAK TERSALURKAN TERHADAP RELOKASI KWH METER DARI DALAM KE LUAR BANGUNAN DI PT PLN (PERSERO) ULP PADANG PANJANG TAHUN 2026
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25949
<p>Relokasi kWh meter dari dalam ke luar bangunan merupakan program PT PLN (Persero) yang bertujuan memudahkan proses pencatatan, pemeriksaan, pemeliharaan, dan pengawasan alat ukur energi listrik serta meningkatkan keamanan instalasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya daya dan energi listrik yang tidak tersalurkan selama proses relokasi kWh meter serta mengetahui persepsi pelanggan terhadap pelaksanaan program relokasi kWh meter dari dalam ke luar bangunan di PT PLN (Persero) ULP Padang Panjang Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap satu kepala teknisi PLN dan sepuluh pelanggan rumah tangga, observasi, dokumentasi, serta pengukuran arus, tegangan, dan lama waktu relokasi. Perhitungan daya aktif menggunakan faktor daya (cos φ) 0,95, sedangkan energi tidak tersalurkan dihitung berdasarkan daya aktif dan lama pemadaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program secara umum berjalan baik dan memperoleh respons positif. Seluruh pelanggan memperoleh pemberitahuan dan penjelasan sebelum pelaksanaan. Sebanyak delapan pelanggan menyatakan lokasi pemasangan ditentukan petugas, sedangkan dua pelanggan memberikan masukan. Tiga pelanggan mengalami kendala saat pemasangan dan tujuh tidak mengalami kendala. Seluruh pelanggan menyatakan tidak mengalami gangguan setelah relokasi dan menilai pekerjaan teknisi baik serta rapi. Waktu relokasi sepuluh pelanggan berkisar 40–70 menit dengan total 497 menit. Hasil perhitungan menunjukkan biaya energi listrik yang tidak tersalurkan sekitar Rp1.009. Nilai tersebut relatif kecil pada sepuluh pelanggan, tetapi berpotensi meningkat apabila jumlah pelanggan yang direlokasi bertambah. Efisiensi waktu, kesiapan material, dan pemeriksaan instalasi sebelum pekerjaan perlu diperhatikan untuk meminimalkan energi listrik yang tidak tersalurkan.</p> <p><em>Relocating kWh meters from inside to outside buildings is a PT PLN (Persero) program intended to facilitate meter reading, inspection, maintenance, and supervision while improving installation safety. This study aimed to calculate undelivered electrical power and energy during relocation and to examine customer perceptions of the program at PLN ULP Padang Panjang in 2026. A descriptive qualitative approach was used. Data were obtained from interviews with one PLN chief technician and ten residential customers, supported by observation, documentation, and measurements of current, voltage, and relocation duration. Active power was calculated using a power factor of 0.95. The results showed that the program generally proceeded well and received positive responses. All customers received notification and explanations before implementation. Eight customers stated that the new location was determined by technicians, while two provided suggestions. Three customers experienced installation difficulties and seven did not. No customer reported post-relocation electrical disturbances, and all considered the technicians' work neat and good. Relocation duration ranged from 40 to 70 minutes, with a total of 497 minutes. The calculated cost of undelivered electrical energy was approximately Rp1,009. Although relatively small for ten customers, the value may increase as the number of relocated customers grows. Work-time efficiency, material readiness, and preliminary installation inspection should therefore be improved.</em></p>Nico AngelinoMahyessie KamilBudi Santosa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN KOMPRES HANGAT JAHE MERAH TERHADAP NYERI ASAM URAT PADA LANSIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25603
<p>Latar Belakang: Penyakit asam urat (gout arthritis) sering melanda lansia akibat penurunan fungsi organ tubuh dan penumpukan kristal monosodium urat pada sendi yang memicu peradangan serta nyeri. Manajemen non-farmakologis seperti kompres hangat jahe merah diperlukan karena kandungan zat aktif gingerol dan shogaol di dalamnya memiliki efek antiinflamasi serta analgesik untuk meredakan nyeri.Tujuan Mendeskripsikan tingkat penurunan intensitas nyeri sendi pada lansia penderita asam urat sebelum dan sesudah diberikan penerapan kompres hangat jahe merah.Metode Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus terapan terhadap dua orang lansia penderita asam urat dengan nyeri sedang. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi kompres hangat jahe merah diberikan selama 15 menit, sekali sehari selama 3 hari berturut-turut.Hasil Sebelum intervensi, responden pertama (Ny.S, 73 tahun) memiliki skala nyeri 5 (nyeri sedang) dan responden kedua (Tn.G, 75 tahun) memiliki skala nyeri 6 (nyeri sedang). Setelah intervensi selama 3 hari, kedua responden mengalami penurunan intensitas nyeri yang signifikan menjadi skala 2 (nyeri ringan), dengan selisih penurunan nyeri masing-masing sebesar 3 dan 4 poin. Kesimpulan Penerapan kompres hangat jahe merah efektif dalam menurunkan intensitas nyeri sendi dari kategori sedang menjadi ringan pada lansia penderita asam urat.</p> <p><em>Background: Gout arthritis often affects the elderly due to a decline in organ function and the accumulation of monosodium urate crystals in the joints, which triggers inflammation and pain. Non-pharmacological management, such as warm red ginger compresses, is necessary because the active compounds gingerol and shogaol in red ginger have anti-inflammatory and analgesic effects that help relieve pain. Objective To describe the degree of reduction in joint pain intensity in elderly individuals with gout before and after the application of warm red ginger compresses. Methods This study used an applied case study design involving two elderly individuals with gout experiencing moderate pain. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). The red ginger warm compress intervention was administered for 15 minutes, once a day for 3 consecutive days. Results Before the intervention, the first participant (Mrs. S, 73 years old) had a pain score of 5 (moderate pain) and the second participant (Mr. G, 75 years old) had a pain score of 6 (moderate pain). After the 3-day intervention, both participants experienced a significant reduction in pain intensity to a score of 2 (mild pain), with a reduction of 3 and 4 points, respectively. Conclusion The application of a warm red ginger compress is effective in reducing joint pain intensity from moderate to mild in elderly individuals with gout.</em></p>Nadiyah Azizah Uswatun Khasanah Ida Nur Imamah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108KAJIAN KARAKTERISTIK ARSITEKTUR ISLAMI PADA MASJID AL-HIKMAH CUNDA, KOTA LHOKSEUMAWE
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25233
<p>Arsitektur Islami merupakan wujud material dari nilai-nilai spiritual dan sosial ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur'an dan hadis, dan salah satu manifestasinya paling nyata terlihat pada bangunan masjid. Penelitian ini mengkaji karakteristik arsitektur Islami pada Masjid Al-Hikmah Cunda yang terletak di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen arsitektur Islami yang diterapkan pada bangunan tersebut serta memaknai nilai simbolik yang dikandungnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan mengonfrontasikan temuan lapangan terhadap kerangka teori arsitektur Islam dan hasil penelitian terdahulu pada masjid-masjid lain di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Al-Hikmah Cunda menampilkan sepuluh elemen arsitektur Islami yang teridentifikasi, dengan intensitas kemunculan tertinggi pada elemen kubah, ornamen geometris, kaligrafi Arab, kaca patri, dan lengkungan runcing. Dibandingkan dengan Masjid Baitul Magfirah di Aceh Utara dan masjid-masjid di Kecamatan Banda Sakti, Masjid Al-Hikmah Cunda menunjukkan tingkat elaborasi ornamen yang relatif lebih tinggi, namun tetap mempertahankan orientasi fungsional sebagai ruang ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial-keagamaan berskala kota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik arsitektur Islami pada masjid ini merupakan hasil perpaduan antara prinsip teologis yang bersifat universal dan adaptasi terhadap konteks sosial-budaya lokal Aceh.</p> Nazila Agristina Atthaillah Sisca Olivia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENGARUH INFLASI DAN BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25840
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah yang dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, seperti inflasi dan kebijakan fiskal pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan time series. Data yang digunakan merupakan data sekunder selama periode 2010–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan inflasi dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh. Sebaliknya, belanja daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang berarti peningkatan belanja daerah dapat mendorong aktivitas ekonomi. Secara simultan, inflasi dan belanja daerah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama memengaruhi kondisi ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengendalian inflasi dan pengelolaan belanja daerah yang efektif sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to determine the influence of inflation and regional spending on economic growth in Aceh Province. Economic growth is an important indicator in assessing the success of regional development which is influenced by macroeconomic factors, such as inflation and local government fiscal policies. This study uses a quantitative method with a time series approach. The data used are secondary data for the period 2010 to 2024 obtained from the Central Statistics Agency and related agencies. The analysis method used was multiple linear regression with the help of SPSS software. The results of the study show that partially inflation has a negative and significant effect on economic growth. This shows that increased inflation can reduce economic growth in Aceh Province. On the other hand, regional spending has a positive and significant effect on economic growth, which means that an increase in regional spending is able to encourage economic activity. Simultaneously, inflation and regional spending have a significant effect on economic growth. This shows that these two variables together affect regional economic conditions. Therefore, inflation control and effective regional spending management are needed to support sustainable economic growth.</em></p>Uswaturrahmi HamdaniFakriah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA REMAJA YANG KECANDUAN INTERNET
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25588
<p>Latar Belakang: Peningkatan durasi penggunaan internet yang maladaptif (6–8 jam/hari) pada remaja memicu gangguan kecemasan. Ketergantungan internet ini bermanifestasi sebagai gelisah, Fear of Missing Out (FoMO), ketegangan otot, dan gangguan tidur. Terapi Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) menjadi pilihan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk memicu ketenangan. Tujuan: Menganalisis hasil implementasi penerapan terapi PMR untuk menurunkan tingkat kecemasan pada remaja yang kecanduan internet. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif yang melibatkan dua responden (Nn. S dan Nn. SA) kelas 11 SMA Muhammadiyah 2 Gemolong dengan kecemasan sedang. Instrumen ukur yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Intervensi PMR diberikan selama 15–20 menit selama 3 hari berturut-turut pada Mei 2026. Hasil: Skor pre-test menunjukkan kecemasan sedang dengan angka 26 untuk Nn. S dan 23 untuk Nn. SA. Evaluasi post-test menunjukkan penurunan konsisten ke kategori kecemasan ringan, dengan skor akhir 17 pada Nn. S (turun 9 poin) dan 15 pada Nn. SA (turun 8 poin). Responden melaporkan tubuh lebih ringan, fokus belajar meningkat, dan tidur lebih nyenyak. Kesimpulan: Terapi PMR sangat efektif mereduksi keluhan somatik dan menurunkan tingkat kecemasan dari kategori sedang menjadi ringan pada remaja yang kecanduan internet.</p> <p><em>Background: Excessive daily internet usage among adolescents (6–8 hours) often triggers maladaptive anxiety. This internet dependency manifests as restlessness, Fear of Missing Out (FoMO), muscle tension, and sleep disturbances. Progressive Muscle Relaxation (PMR) therapy serves as an effective non-pharmacological intervention to induce tranquility. Objective: To analyze the implementation of PMR therapy in reducing anxiety levels among internet-addicted adolescents. Methods: This study employed a qualitative case study design involving two 11th-grade respondents (Ms. S and Ms. SA) at SMA Muhammadiyah 2 Gemolong who exhibited moderate anxiety. The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) was utilized as the measurement tool. The PMR intervention was administered for 15–20 minutes over 3 consecutive days in May 2026. Results: Pre-test scores indicated moderate anxiety, with scores of 26 for Ms. S and 23 for Ms. SA. Post-test evaluations revealed a consistent decline into the mild anxiety category, with final scores dropping to 17 for Ms. S (a 9-point decrease) and 15 for Ms. SA (an 8-point decrease). Furthermore, respondents reported physical relief, improved concentration, and better sleep quality. Conclusion: PMR therapy is highly effective in alleviating somatic complaints and reducing anxiety levels from moderate to mild in internet-addicted adolescents.</em></p>Tasya Khasna As SyifaSitti Rahma Soleman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS REFLEKSI DIRI UNTUK MENGUATKAN NILAI KEJUJURAN DAN TANGGUNG JAWAB PESERTA DIDIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25133
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis refleksi diri yang diarahkan untuk memperkuat nilai kejujuran dan tanggung jawab peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa evaluasi pembelajaran PAI di sekolah masih didominasi oleh penilaian kognitif melalui tes tertulis, sehingga aspek internalisasi nilai-nilai karakter belum terukur secara optimal. Pendekatan refleksi diri dipandang sebagai alternatif evaluasi yang lebih holistik karena memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengevaluasi proses, sikap, dan perilaku belajarnya secara mandiri dan jujur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah terbaru yang relevan dengan evaluasi pembelajaran, pendidikan karakter, dan refleksi diri dalam pembelajaran PAI. Analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan sintesis konsep untuk menghasilkan model evaluasi yang sistematis dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model evaluasi berbasis refleksi diri yang terdiri dari jurnal refleksi, self-assessment, dan portofolio karakter mampu mendorong peningkatan kesadaran metakognitif peserta didik. Model ini juga efektif dalam membentuk sikap jujur terhadap diri sendiri serta meningkatkan tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model evaluasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik. Kesimpulannya, pengembangan model evaluasi pembelajaran PAI berbasis refleksi diri merupakan inovasi evaluasi yang relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan efektif dalam menguatkan nilai kejujuran serta tanggung jawab peserta didik secara berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to develop a self-reflection-based learning evaluation model for Islamic Religious Education (PAI) aimed at strengthening students' honesty and responsibility. The background of this research is based on the reality that PAI learning evaluation in schools is still dominated by cognitive assessments through written tests, so the internalization of character values has not been optimally measured. The self-reflection approach is considered a more holistic evaluation alternative because it provides students with space to independently and honestly evaluate their learning process, attitudes, and behaviors. This study uses a qualitative approach with a library research method. Data was obtained from various recent scientific literature relevant to learning evaluation, character education, and self-reflection in PAI learning. Data analysis was done through reduction, categorization, and concept synthesis to produce a systematic and applicable evaluation model. The results of the study show that a self-reflection-based evaluation model, which includes reflective journals, self-assessment, and character portfolios, can encourage an increase in students' metacognitive awareness. This model is also effective in fostering honesty with oneself and improving responsibility in the learning process. Thus, this evaluation model not only serves as a tool to measure learning outcomes but also as a means of shaping students' character. In conclusion, developing a PAI learning evaluation model based on self-reflection is an innovative assessment that aligns with the demands of the Merdeka Curriculum and is effective in continuously strengthening students' honesty and responsibility.</em></p>Siti Umrotus Soleha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN SENAM HAMIL TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III DI DESA PURWODADI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25810
<p>Latar belakang: Kehamilan trimester III sering disertai gangguan kualitas tidur akibat perubahan fisik dan psikologis, seperti sering buang air kecil, nyeri punggung, sesak napas, dan kecemasan menjelang persalinan. Di Desa Purwodadi, Kabupaten Magetan, angka gangguan tidur pada ibu hamil masih cukup tinggi dan belum ditangani secara optimal. Salah satu cara alami untuk mengatasinya adalah dengan senam hamil, yaitu latihan gerak ringan yang membantu tubuh lebih rileks. Tujuan: untuk mengetahui perubahan kualitas tidur ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah dilakukan senam hamil. Metode: studi kasus pada dua ibu hamil trimester III yang mengalami gangguan tidur, dengan pengukuran menggunakan kuesioner <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI) sebelum dan sesudah empat kali pertemuan senam hamil selama dua minggu. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa kedua responden mengalami penurunan skor PSQI yang berarti kualitas tidurnya membaik, meskipun sebagian masih tergolong belum sepenuhnya baik. Kesimpulan: senam hamil dapat membantu meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III, sehingga dapat dijadikan pilihan penanganan non-farmakologis yang aman dan mudah dipraktikkan secara mandiri.</p> <p><em>Background: Third-trimester pregnancy is often accompanied by sleep quality disturbances due to physical and psychological changes, such as frequent urination, back pain, shortness of breath, and anxiety approaching labor. In Purwodadi Village, Magetan Regency, the rate of sleep disorders among pregnant women remains quite high and has not been optimally addressed. One natural way to overcome this is through prenatal exercise (senam hamil), a light physical activity that helps the body relax. Objective: To determine the changes in sleep quality of third-trimester pregnant women before and after prenatal exercise. Method: A case study on two third-trimester pregnant women experiencing sleep disturbances, measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire before and after four sessions of prenatal exercise over two weeks. Results: The study results showed that both respondents experienced a decrease in PSQI scores, indicating an improvement in sleep quality, although some aspects were still not fully optimal. Conclusion: Prenatal exercise can help improve the sleep quality of third-trimester pregnant women, making it a safe and easily self-practiced non-pharmacological treatment option.</em></p>Pramudita Nabilla PutriAnjar Nurrohmah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN TERAPI PIJAT REFLEKSI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN JEBRES KAMPUNG GUWOSARI RT 02 / RW 27
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25574
<p>Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya komplikasi kardiovaskular apabila tidak ditangani secara optimal. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah adalah pijat refleksi kaki. Tujuan : Mengetahui hasil penerapan terapi pijat refleksi kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Kampung Guwosari, Kelurahan Jebres, Kota Surakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua lansia penderita hipertensi. Intervensi berupa terapi pijat refleksi kaki dilakukan selama 15 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter dan stetoskop. Pijat refleksi kaki bertujuan untuk memperlancar aliran darah yang berada di telapak kaki sehingga bisa membantu menurunkan tekanan darah Hasil : Kedua responden mengalami penurunan tekanan darah setelah penerapan terapi. Responden pertama mengalami penurunan dari hipertensi derajat 1 menjadi prahipertensi, sedangkan responden kedua dari hipertensi derajat 1 menjadi normal. Penurunan tekanan darah lebih optimal pada responden yang menerapkan pola hidup bersih sehat. Kesimpulan : Terapi pijat refleksi kaki berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif sebagai terapi pendamping untuk membantu menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dan dapat diterapkan secara mandiri di masyarakat.</p> <p><em>Background: Hypertension is a major non-communicable disease among older adults and is associated with an increased risk of cardiovascular complications if not properly managed. Foot reflexology is one of the complementary non-pharmacological therapies that may help reduce blood pressure. Objective: To describe the implementation of foot reflexology therapy in reducing blood pressure among older adults with hypertension in Guwosari Hamlet, RT 02/RW 27, Jebres Village, Surakarta. Methods: This study employed a descriptive design with a case study approach involving two older adults diagnosed with hypertension. The intervention consisted of a 15-minute foot reflexology massage administered once daily for three consecutive days. Blood pressure was measured before and after the intervention using a sphygmomanometer and a stethoscope. Foot reflexology aims to improve blood circulation through stimulation of reflex points on the soles of the feet, thereby helping reduce blood pressure. Results: Both participants experienced decreased blood pressure after the intervention. The first participant's blood pressure decreased from stage 1 hypertension to prehypertension, while the second participant's blood pressure decreased from stage 1 hypertension to the normal category. Greater improvement was observed in the participant who practiced a healthy lifestyle. Conclusion: Foot reflexology massage has the potential to serve as an effective complementary non-pharmacological therapy for reducing blood pressure in older adults with hypertension and can be applied independently within the community.</em></p>Rustatar Hastiyana Imam WicaksonoTri SusilowatiPanggah Widodo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN SENAM PROLANIS (PROGRAM PENGOLAHAN PENYAKIT KRONIS) PENURUNAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS NGORESAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25774
<p>Latar belakang: hipertensi merupakan masalah Kesehatan global yang memerlukan penanganan tepat untuk mencegah komplikasi serius. Selain terapi farmakologis, penanganan non-farmakologis seperti aktivitas fisik senam prolanis penting dilakukan untuk membantu menunrunkan tekanan darah Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan senam prolanis terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Ngoresan Metode: penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus ini melibatkan dua responden (Ny.S dan Ny.T) penderita hipertensi derajat 1, intervensi senam prolanis seberikan sebanyak 2 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit setiap sesi (5 menit pemanasan,20 menit inti dan 5 menit pendinginan). Pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervnsi menggunakan sfigmomanometer Hasil: sebelum intervensi, tekanan darah Ny.S sebesar 158/83 mmHg dan Ny. T sebesar 156/82 mmHg (rata-rata penurunan sistolik 9 mmHg dan diastolic 5 mmHg pada Ny.S) sedangkan Ny.T turun menjadi 148/76 mmHg ( rata-rata penurunan sistolik 8 mmHg dan diastolic 6 mmHg). Kesimpulan: penerapan senam prolanis secara teratur efektif membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolic pada pasien hipertensi.</p> <p><em>Background: Hypertension is a global health problem that needs proper management to prevent serious complications. Besides pharmacological therapy, non-pharmacological approaches like Prolanis exercise are important to help lower blood pressure. Objective: this study aims to understand how Prolanis exercise is applied to reduce blood pressure in hypertension patients in the Ngoresan Health Center working area. Method: This quantitative descriptive research with a case study approach involved two respondents (Mrs. S and Mrs. T) who suffer from grade 1 hypertension. The Prolanis exercise intervention was given twice a week with each session lasting 30 minutes (5 minutes of warm-up, 20 minutes of the main exercise, and 5 minutes of cool-down). Blood pressure was measured before and after the intervention using a sphygmomanometer. Results: before the intervention, Mrs. S's blood pressure was 158/83 mmHg and Mrs. T's was 156/82 mmHg (with an average systolic decrease of 9 mmHg and diastolic of 5 mmHg for Mrs. S), while Mrs. T's dropped to 148/76 mmHg (average systolic decrease of 8 mmHg and diastolic of 6 mmHg).Conclusion: regularly doing prolanis exercises is effective in helping lower both systolic and diastolic blood pressure in hypertension patients.</em></p>SintaZulfa Mahdiatur Rasyida
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI BENSON DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25437
<p>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis akibat resistensi insulin yang membutuhkan pengelolaan berkelanjutan guna mencegah komplikasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengendalikan kadar glukosa darah adalah teknik relaksasi Benson, yang mengombinasikan pengaturan napas dengan pengulangan kata bermakna spiritual untuk meminimalkan respons stres fisiologis tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik relaksasi Benson terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian menggunakan deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus pada 2 responden DM tipe 2 di Desa Sumberharjo. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan nilai GDS yang diukur sebanyak tiga kali, yaitu sebelum intervensi, hari ke-4, dan sesudah intervensi selama 7 hari berturut-turut (2 kali sehari, durasi 10–15 menit). Data yang diperoleh dianalisis secara naratif deskriptif. Hasil studi kasus menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang gradual pada kedua subjek. Rata-rata kadar GDS awal responden sebesar 291,5 mg/dL, mengalami penurunan menjadi 253,0 mg/dL pada evaluasi hari ke-4, dan mencapai 209,5 mg/dL pada hari ke-8 setelah intervensi selesai. Total rata-rata penurunan glukosa darah adalah 82,0 mg/dL (28,1%). Dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik relaksasi Benson efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.</p> <p><em>Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder caused by insulin resistance that requires continuous management to prevent complications. A non-pharmacological approach to control blood glucose levels is the Benson relaxation technique, which combines breathing regulation with the repetition of a spiritually meaningful word to suppress physiological stress. This study aimed to determine the effect of the Benson relaxation technique on reducing random blood glucose (RBG) levels in T2DM patients. This qualitative descriptive study applied a case study approach involving 2 T2DM respondents in Sumberharjo Village. Data were collected by comparing RBG levels measured three times: pre-intervention, on day 4, and post-intervention after 7 consecutive days of therapy (twice daily, 10–15 minutes). The obtained data were analyzed narratively. The results demonstrated a gradual reduction in blood glucose levels for both subjects. The respondents' initial mean RBG was 291.5 mg/dL, decreasing to 253.0 mg/dL on day 4, and reaching 209.5 mg/dL on day 8. The total average reduction was 82.0 mg/dL (28.1%). In conclusion, the application of the Benson relaxation technique is effective in reducing random blood glucose levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus.</em></p>Devinta Laila AnindiaDewi Kartika Sari
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT XYZ
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25969
<p>Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya work life balance dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan beban kerja terhadap kinerja karyawan pada PT XYZ, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 47 karyawan, dengan teknik pengambilan sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 2,856 dan signifikansi 0,007. Sementara itu, beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 0,544 dan signifikansi 0,589. Secara simultan, work life balance dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai F hitung sebesar 7,205 dan signifikansi 0,002. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,247 menunjukkan bahwa kedua variabel bebas mampu menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 24,7%, sedangkan sisanya sebesar 75,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.</p> <p><em>Employee performance is an important factor supporting the achievement of organizational goals and can be influenced by various factors, including work-life balance and workload. This study aims to analyze the effect of work-life balance and workload on employee performance at PT Vennote Kokoh Lestari, both partially and simultaneously. The research employed a quantitative method with an associative approach. The population consisted of 47 employees, and a saturated sampling technique was used, meaning that the entire population was used as respondents. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, t-tests, F-tests, and coefficient of determination analysis with the assistance of SPSS version 25. The results show that work-life balance has a positive and significant effect on employee performance, with a t-value of 2.856 and a significance value of 0.007. Meanwhile, workload does not have a significant effect on employee performance, with a t-value of 0.544 and a significance value of 0.589. Simultaneously, work-life balance and workload have a significant effect on employee performance, with an F-value of 7.205 and a significance value of 0.002. The coefficient of determination (R²) of 0.247 indicates that the two independent variables explain 24.7% of the variation in employee performance, while the remaining 75.3% is explained by other factors outside this research model.</em></p>Teguh Herbiansyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN WARUNG MADURA DALAM MENJALIN HUBUNGAN DENGAN PELANGGAN DI KELURAHAN KEBONSARI JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25611
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan Warung Madura dalam menjalin hubungan dengan pelanggan di Kelurahan Kebonsari, Jember. Fokus penelitian meliputi strategi komunikasi pemasaran yang digunakan, faktor-faktor yang mendukung efektivitas komunikasi pemasaran, serta pengaruh komunikasi pemasaran terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pemilik warung, karyawan, dan pelanggan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.</p>Faisal Noris Rahman
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, SANKSI PERPAJAKAN DAN KUALITAS PELAYANAN FISKUS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (STUDI KASUS PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PANCORAN JAKARTA SELATAN)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25361
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan,dan kualitas pelayanan fiscus terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pancoran Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Sanksi perpajakan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Sementara itu, kualitas pelayanan fiscus tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Namun, secara simultan kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan,dan kualitas pelayanan fiscus berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesadaran wajib pajak dan penerapan sanksi perpajakan yang efektif mampu meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Meskipun kualitas pelayanan fiscus belum memberikan pengaruh yang signifikan seca raparsial, ketiga variabel secara bersama-sama tetap berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of taxpayer awareness, tax sanctions, and the quality of tax authority services on the compliance of individual taxpayers at the Pancoran Primary Tax Office, South Jakarta. This research employed a quantitative approach using primary data collected through questionnaires distributed to 50 respondents. The results indicate that taxpayer awareness has a positive and significant effect on individual taxpayer compliance. Tax sanctions also have a positive and significant effect on individual taxpayer compliance. Meanwhile, the quality of tax authority services does not have a significant effect on individual taxpayer compliance. However, simultaneously, taxpayer awareness, tax sanctions, and the quality of tax authority services have a positive and significant effect on individual taxpayer compliance. Based on these findings, it can be concluded that increasing taxpayer awareness and implementing effective tax sanctions can enhance individual taxpayer compliance. Although the quality of tax authority services does not have a significant partial effect, all three variables collectively contribute to improving individual taxpayer compliance.</em></p>Tira LesmanawatiMahwiyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108IMPLEMENTASI EVENT MARKETING MELALUI FOOD FESTIVAL SEBAGAI STRATEGI DALAM PROMOSI MENARIK PELANGGAN DI INDOGROSIR PEKANBARU
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25843
<p>Indogrosir merupakan salah satu toko retail yang terkenal di wilayah Pekanbaru. Indogrosir diketahui mampu menjual produk berkualitas dengan harga lebih terjangkau daripada toko retail lain. Meskipun begitu perubahan lingkungan dan kondisi persaingan menuntut Indogrosir untuk bisa menarik pelanggan lebih luas. Salah satu cara yang dilakukan secara konsisten oleh Indogrosir saat ini yaitu dengan mengadakan <em>event marketing</em>. Strategi tersebut diimplementasikan melalui penyelenggaraan <em>Food Festival</em>. Penelitian bertujuan mengetahui implementasi strategi <em>event marketing</em> dengan menyelenggarakan <em>Food Festival</em> dalam menarik pelanggan lebih luas. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan dilaksanakan dengan wawancara bersama konsumen dan pegawai Indogrosir. Hasil menunjukkan bahwa penyelenggaraan Food Festival mampu menarik konsumen untuk berkunjung. Hal yang menarik bagi konsumen ialahnya banyaknya tenant kuliner, voucher, promo belanja lebih murah. Perubahan cuaca, kebutuhan pasokan listrik dan terbatasnya fasilitas menjadi kendala pelaksanaan event marketing. Acara food festival bisa dioptimalkan melalui penambahan diskon. Program promo khusus event yang lebih menarik. Agar tercipta ketertarikan pelanggan untuk datang ke event.</p>Alifya Nafrina SalsabilaEndang Amalia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108ANALISIS YURIDIS TERHADAP PRAKTIK LIVING TOGETHER BERDASARKAN KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25591
<p>Praktik <em>living together</em> atau kohabitasi merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang di Indonesia seiring dengan perubahan nilai sosial, globalisasi, dan kemajuan teknologi informasi. Praktik ini menimbulkan perdebatan karena dipandang bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, dan ketentuan hukum yang mengakui perkawinan sebagai dasar pembentukan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong terjadinya praktik <em>living together</em> serta mengkaji implikasi dan penerapan Pasal 412 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh studi kepustakaan terhadap berbagai peraturan, buku, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik <em>living together</em> dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan nilai sosial, pengaruh globalisasi, kondisi ekonomi, lingkungan pergaulan, serta perkembangan media digital. Dari sisi hukum, Pasal 412 KUHP merupakan bentuk kebijakan hukum pidana untuk melindungi nilai kesusilaan dan institusi perkawinan melalui mekanisme delik aduan. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan, terutama terkait kejelasan batas antara kohabitasi dan perkawinan yang belum tercatat serta perbedaan penafsiran dalam praktik penegakan hukum. Oleh karena itu, upaya penanggulangan praktik <em>living together</em> tidak cukup dilakukan melalui pendekatan pidana, tetapi juga perlu didukung oleh penguatan pendidikan hukum, ketahanan keluarga, dan kesadaran masyarakat agar tujuan pembentukan KUHP dapat tercapai secara efektif.</p> <p><em>The practice of living together, or cohabitation, is a social phenomenon that is becoming increasingly prevalent in Indonesia in tandem with changing social values, globalization, and advances in information technology. This practice has sparked debate because it is viewed as contrary to religious norms, public morality, and legal provisions that recognize marriage as the foundation for family formation. This study aims to analyze the factors driving the practice of living together and to examine the implications and application of Article 412 of Law No. 1 of 2023 on the Criminal Code (KUHP). This study employs a normative legal method using a legislative and conceptual approach, supported by a literature review of various regulations, books, and academic journals. The results of the study indicate that the practice of living together is influenced by various factors, such as changes in social values, the impact of globalization, economic conditions, social circles, and the development of digital media. From a legal perspective, Article 412 of the Criminal Code (KUHP) constitutes a form of criminal law policy aimed at protecting moral values and the institution of marriage through the mechanism of complaint-based offenses. However, its implementation still faces challenges, particularly regarding the clarity of the boundary between cohabitation and unregistered marriage, as well as differences in interpretation in law enforcement practices. Therefore, efforts to address the practice of living together cannot rely solely on a criminal law approach but must also be supported by strengthening legal education, family resilience, and public awareness so that the objectives of the Criminal Code can be effectively achieved.</em></p>Jesica Anatasya SiahaanSri Rupana Br BarusRachel Ariani Diraya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108ANALISIS ELEMEN ARSITEKTURAL PADA MASJID AL HIKMAH TERKAIT KONSEP ARSITEKTUR ISLAMI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25224
<p>Masjid, sebagai pusat ibadah sekaligus ruang komunitas umat Islam, merupakan manifestasi fisik dari nilai-nilai spiritualitas dan estetika Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen arsitektural pada Masjid Al Hikmah serta keterkaitannya dengan konsep arsitektur Islami, meliputi aspek desain, struktur, dan makna simbolis pada setiap elemen bangunan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi visual, wawancara dengan jamaah, serta studi dokumen dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen arsitektural Masjid Al Hikmah meliputi desain geometris, kubah, mihrab, mimbar, menara, ornamen, penggunaan material alami seperti kayu dan batu, serta pencahayaan alami secara konsisten merepresentasikan prinsip-prinsip arsitektur Islami, yaitu prinsip tauhid (kesatuan), keseimbangan (adl), kesederhanaan, dan keindahan (jamal). Simetri dan pola geometris pada kubah serta ornamen masjid tidak sekadar berfungsi estetis, melainkan menjadi simbol keteraturan dan kesempurnaan ciptaan Allah SWT, sementara orientasi mihrab dan mimbar memperkuat fungsi ritual dan edukatif masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara tradisi arsitektur Islami dan inovasi kontemporer pada Masjid Al Hikmah mampu memperkuat pengalaman spiritual jamaah sekaligus memperkaya identitas budaya arsitektur Islam di Indonesia.</p> <p><em>The mosque, as both a place of worship and a communal space for Muslims, is a physical manifestation of the spiritual and aesthetic values of Islam. This study aims to analyze the architectural elements of Al Hikmah Mosque and their relation to the concept of Islamic architecture, covering design, structure, and symbolic meaning. A descriptive-analytical qualitative method was employed through visual observation, interviews with the worshippers, and document and literature review. The results show that the mosque's architectural elements geometric design, dome, mihrab, minbar, minaret, ornamentation, natural materials, and natural lighting consistently reflect the principles of Islamic architecture, namely tawhid (unity), balance (adl), simplicity, and beauty (jamal). This study concludes that the integration of traditional Islamic architecture with contemporary innovation at Al Hikmah Mosque strengthens worshippers' spiritual experience while enriching the cultural identity of Islamic architecture in Indonesia.</em></p>Aptrita Nindita SiregarAtthaillahMuhammad Iqbal
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108ANALISIS PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN WISATA DESA ANJANI KECAMATAN SURALAGA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/25830
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Pemerintah Desa Anjani dalam pengelolaan objek wisata Kolam Embulan Boro’ Dewi Anjani serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Anjani berperan sebagai Motivator, fasilitator, Dinasmisator, dalam pengembangan wisata, yang diwujudkan melalui penyediaan sarana prasarana, promosi berbasis media digital, serta pelibatan masyarakat dalam pengelolaan. Faktor pendukung meliputi potensi alam yang menarik, partisipasi masyarakat, dan kebijakan tarif yang terjangkau. Adapun faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, rendahnya kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata, serta fasilitas yang belum memadai. Temuan ini menegaskan bahwa tata kelola wisata berbasis kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to thoroughly examine the role of the Anjani Village Government in managing the Kolam Embulan Boro’ Dewi Anjani tourist attraction and to identify the supporting and inhibiting factors in its development. The research applies a descriptive qualitative method with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the Anjani Village Government plays a role as a motivator, facilitator, and dynamizer in tourism development, realized through the provision of infrastructure, digital-based promotion, and community involvement in management. Supporting factors include attractive natural potential, community participation, and affordable pricing policies. Meanwhile, inhibiting factors consist of limited budget allocation, low capacity of human resources in the tourism sector, and inadequate facilities. These findings affirm that collaborative governance between the village government and the community is the key to achieving sustainable tourism development.</em></p>Muh Zulfi WalidaenRahmad HidayatM. Ariy Dermawan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-08-312026-08-31108