Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt id-ID Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu PENILAIAN ATAS SISTEM PEMILU SERENTAK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DEMOKRASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21602 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menilai efektivitas sistem pemilu serentak dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Pemilu serentak merupakan inovasi dalam sistem politik yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pemilu, memperkuat sistem presidensial, serta mendorong stabilitas politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta dokumen resmi yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemilu serentak memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi dan memperkuat legitimasi pemerintahan, serta berkontribusi terhadap stabilitas politik. Namun, sistem ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti kompleksitas teknis penyelenggaraan, tingginya beban kerja penyelenggara, serta potensi menurunnya kualitas pilihan pemilih akibat banyaknya pilihan dalam satu waktu. Selain itu, peningkatan partisipasi politik belum sepenuhnya diiringi dengan peningkatan kualitas partisipasi masyarakat.</p> Aulia Nurul Faika Intan Meilany Tiara Nivia Ananta Rudi Santoso Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 TEORI BELAJAR HUMANISTIK TERHADAP PESERTA DIDIK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22279 <p>Teori belajar humanistik menekankan pentingnya pengembangan potensi, kepribadian, dan aktualisasi diri peserta didik dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana teori belajar humanistik dapat mendukung pendidikan yang bermakna dan berpusat pada peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis konsep dan teori dari beberapa ahli pendidikan, seperti Abraham Maslow, Carl Rogers, dan Arthur W. Combs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori belajar humanistik menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan dan pengalaman belajar yang bermakna. Teori ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan sosial melalui partisipasi aktif, kesadaran diri, serta tanggung jawab dalam belajar. Selain itu, penerapan teori belajar humanistik dapat meningkatkan motivasi, kreativitas, rasa percaya diri, dan pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, teori belajar humanistik dianggap relevan dalam menciptakan pendidikan yang efektif, bermakna, dan berbasis karakter.</p> <p><em>Humanistic learning theory emphasizes the importance of developing students’ potential, personality, and self-actualization in the learning process. The problem discussed in this paper is how humanistic learning theory can support meaningful and student-centered education. The method used in this study is a literature review by analyzing concepts and theories from several educational experts, including Abraham Maslow, Carl Rogers, and Arthur W. Combs. The results show that humanistic learning theory places students as the center of learning, while teachers act as facilitators who provide guidance and meaningful learning experiences. This theory encourages students to develop cognitive, affective, and social aspects through active participation, self-awareness, and responsibility in learning. In addition, the implementation of humanistic learning theory can improve students’ motivation, creativity, confidence, and character development. Therefore, humanistic learning theory is considered relevant in creating effective, meaningful, and character-based education.</em></p> Maria Sesfao Debi Jesika Hetmina Erma Renci Tunliu Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS PENENTUAN KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) BERDASARKAN PERENCANAAN STRATEGIS DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS ORGANISASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21496 <p>Perencanaan sumber daya manusia (SDM) merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan strategis organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi terhadap praktik perencanaan SDM dalam suatu organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penentuan kebutuhan SDM berdasarkan perencanaan strategis dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan SDM yang baik berperan dalam meningkatkan efektivitas organisasi melalui optimalisasi penempatan tenaga kerja serta pencapaian tujuan organisasi secara lebih efisien. Selain itu, analisis kebutuhan SDM yang tepat mampu meminimalisasi kesenjangan antara jumlah dan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan dengan yang tersedia. Dengan demikian, ketersediaan SDM yang berkualitas menjadi kunci utama dalam mendukung peningkatan efektivitas organisasi secara berkelanjutan.</p> <p><em>Human resource (HRM) planning is a crucial aspect in supporting an organization's strategic success. This study uses a qualitative approach with observational methods of HR planning practices within an organization. The purpose of this study is to analyze the determination of HR needs based on strategic planning in an effort to improve organizational effectiveness. The analysis shows that sound HR planning plays a role in increasing organizational effectiveness by optimizing workforce placement and achieving organizational goals more efficiently. Furthermore, a precise HR needs analysis can minimize the gap between the number and competencies of the required workforce and the available workforce. Therefore, the availability of quality HR is a key factor in supporting the sustainable improvement of organizational effectiveness.</em></p> Dhiya Alfiyah Dila Novita Indriana Dannisa Indah Putri Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN KONTEKSTUAL: RELEVANSI, TANTANGAN, DAN MODEL IMPLEMENTASI DALAM ERA POSTMODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22174 <p>Pendidikan Agama Kristen (PAK) kontkstual merupakan pendekatan pedagogis yang mengintegrasikan nilai-nilai iman Kristiani dengan realitas budaya, sosial, dan tantangan kehidupan peserta didik di lingkungan lokalnya. Artikel ini mengkaji relevansi pendekatan kontekstual dalam PAK, mengidentifikasi berbagai tantangan implementasinya, serta mengusulkan model-model praktis yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah Kristen maupun gereja di Indonesia, khususnya di kawasan Nusa Tenggara Timur. Melalui kajian literatur dan analisis teologis-pedagogis, penelitian ini menemukan bahwa PAK kontekstual yang efektif menuntut integrasi antara teks Alkitab, tradisi gereja, dan konteks lokal secara dinamis. Model pembelajaran yang direkomendasikan mencakup pendekatan naratif berbasis budaya lokal, dialog antargenerasi, dan pemanfaatan seni tradisional sebagai media refleksi iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAK kontekstual bukan hanya sebuah metode, melainkan sebuah panggilan teologis untuk menghadirkan Injil yang hidup di tengah pergumulan nyata umat.</p> <p><em>Contextual Christian Religious Education (CRE) is a pedagogical approach that integrates Christian faith values with the cultural, social realities and life challenges of learners within their local environment. This article examines the relevance of contextual approaches in CRE, identifies various implementation challenges, and proposes practical models applicable to Christian schools and churches in Indonesia, particularly in the East Nusa Tenggara region. Through a literature review and theological-pedagogical analysis, this research finds that effective contextual CRE requires dynamic integration of biblical text, church tradition, and local context. Recommended learning models include culturally-based narrative approaches, intergenerational dialogue, and the use of traditional arts as media for faith reflection. This study concludes that contextual CRE is not merely a method but a theological calling to present the living Gospel amid genuine human struggles.</em></p> Marlinda F Baunsele Omriana N Alle Yunita S. Halla Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENGELOLAAN DANA SEKOLAH SECARA EFEKTIF DALAM MENGHADAPI EFESIENSI ANGGARAN PENDIDIKAN TAHUN 2026 DI SMAN 4 PALANGKA RAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22320 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan dana sekolah secara efektif dalam menghadapi dampak Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Negara yang berlanjut pada tahun anggaran 2026 di SMAN 4 Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN 4 Palangka Raya mengelola pembiayaan dari dua sumber utama, yaitu dana BOS/BOSP dari pemerintah pusat dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dari orang tua siswa. Perencanaan anggaran disusun dalam bentuk RAPBS dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sekolah merespons kebijakan efisiensi melalui perencanaan fleksibel, penetapan skala prioritas yang tepat, dan tertib administrasi keuangan.</p> <p><em>This study aims to describe effective school fund management in facing the impact of Presidential Instruction (Inpres) Number 1 of 2025 on State Expenditure Efficiency, which continued into the 2026 fiscal year at SMAN 4 Palangka Raya. A qualitative descriptive method was employed with data collection through observation and direct interviews with school principals, vice principals, and administrative staff. The results show that SMAN 4 Palangka Raya manages financing from two main sources: BOS/BOSP funds from the central government and Education Implementation Costs (BPP) from parents. Budget planning is compiled in the RAPBS document involving various stakeholders in a participatory manner. The budget efficiency policy had a direct impact on the reduction of teachers' additional honoraria for activities outside their core teaching duties, as these were reclassified as part of routine responsibilities. Nevertheless, core school operations continued smoothly. The school responds to fiscal pressure through three adaptive strategies: flexible budget planning, appropriate prioritization of needs, and orderly financial administration. This study concludes that consistent application of transparency, accountability, and efficiency principles can sustain educational quality amid budget constraints. </em></p> Alpie Niko Mista Dewi Listiani Agustin Vionna Adelina Toli Ratih Sulistyowati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 APLIKASI MANAJEMEN DEMAM BERBASIS COMPLEMENTARY THERAPY MENGGUNAKAN ALLIUM CEPA L.VAR AGGREGATUM PADA ANAK DENGAN DEMAM DI RUANG ANGGREK RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21568 <p>Latar Belakang: Demam adalah bentuk suatu respons adaptif tubuh akibat perubahan pengaturan suhu oleh pusat termoregulasi di hipotalamus yang menyebabkan peningkatan suhu melebihi batas normal (&gt;37,5°C). Pada populasi anak, kondisi ini umumnya berkaitan dengan proses infeksi, reaksi inflamasi, gangguan autoimun, maupun aktivitas fisik yang meningkatkan produksi panas tubuh. Tujuan: Studi ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi kompres bawang merah sebagai intervensi komplementer dalam membantu penatalaksanaan hipertermi pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilaksanakan di Ruang Anggrek RST Bhakti Wira Tamtama Semarang pada tanggal 28–30 Juli 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kondisi klinis pasien, wawancara dengan keluarga, serta penelaahan dokumentasi rekam medis. Intervensi keperawatan diberikan berupa aplikasi kompres bawang merah pada area dahi, leher, dan aksila. Hasil: Suhu tubuh awal kedua responden (An. R dan An. F) berada pada rata-rata 38°C. Setelah pemberian intervensi, terjadi penurunan suhu tubuh sebesar 1,0–1,1°C hingga mencapai 37,5°C. Kesimpulan: Implementasi kompres bawang merah menunjukkan kontribusi positif dalam membantu proses stabilisasi suhu tubuh sebagai terapi pendukung selama perawatan anak di rumah sakit.</p> <p><em>Background: Fever is an adaptive physiological response resulting from alterations in the thermoregulatory center of the hypothalamus, resulting in an increase in body temperature beyond the normal limit (&gt;37.5°C). In pediatric populations, fever is commonly associated with infectious processes, inflammatory reactions, autoimmune disorders, or increased metabolic activity that elevates heat production. Objective: This study was conducted to explore the implementation of shallot compress therapy as a complementary approach to assist hyperthermia management in pediatric patients. Methods: This study employed a descriptive approach using a case study design conducted in the Anggrek Ward of Bhakti Wira Tamtama Hospital, Semarang, from July 28 to July 30, 2025. Data collection techniques included clinical observation, interviews with family members, and review of patients’ medical records. Nursing intervention consisted of applying shallot compresses to the forehead, neck, and axillary areas. Results: The initial body temperature of both respondents (An. R and An. F) averaged 38°C. Following the intervention, a reduction in body temperature of approximately 1.0–1.1°C was observed, reaching 37.5°C. Conclusion: The implementation of shallot compress therapy demonstrated a positive contribution to stabilizing body temperature as a complementary supportive therapy during pediatric hospitalization.</em></p> Nira Astika Dwi Kustriyanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 TEORI BELAJAR HUMANISTIK : MEMANUSIAKAN PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN KRISTEN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22261 <p>Teori belajar humanistik menekankan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia, bukan sekadar transfer pengetahuan. Fokus utamanya adalah pengembangan potensi peserta didik secara utuh, mencakup aspek kognitif, afektif, sosial, dan spiritual. Tokoh-tokoh seperti Abraham Maslow, Carl Rogers, dan Arthur Combs menegaskan pentingnya kebutuhan dasar, kebebasan belajar, serta makna personal dalam proses pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana aman, mendukung motivasi intrinsik, dan membantu peserta didik mencapai aktualisasi diri. Kelebihan teori ini adalah penghargaan terhadap karakteristik unik setiap individu, sementara kelemahannya terletak pada sifatnya yang terlalu idealis dan sulit diterapkan secara operasional. Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen, teori ini relevan karena menekankan pengalaman pribadi, refleksi iman, dan pertumbuhan karakter. Dengan demikian, teori belajar humanistik memberikan kerangka penting bagi pendidikan yang holistik dan transformatif.</p> <p><em>Humanistic learning theory emphasizes education as a process of humanizing individuals rather than merely transferring knowledge. Its primary focus is the holistic development of learners, encompassing cognitive, affective, social, and spiritual dimensions. Thinkers such as Abraham Maslow, Carl Rogers, and Arthur Combs highlight the importance of basic needs, freedom in learning, and personal meaning in the educational process. Teachers act as facilitators who create safe environments, foster intrinsic motivation, and guide learners toward self-actualization. The strength of this theory lies in its appreciation of individual uniqueness, while its weakness is its overly idealistic nature and difficulty in operational application. In the context of Christian Religious Education, this theory is relevant as it emphasizes personal experience, faith reflection, and character growth. Thus, humanistic learning theory provides an essential framework for holistic and transformative education.</em></p> Maria Sesfao Ketrin Adu Fresty Marsela Mbuik Desny Neonleni Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS TENTANG STRATEGI PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KEDELAI PADA PABRIK TAHU SUMBERJO KEC. MERAKURAK KAB.TUBAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22096 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan persediaan bahan baku kedelai pada Pabrik Tahu Sumberjo di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban guna menjaga kelancaran proses produksi dan meningkatkan efisiensi usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik menerapkan strategi pembelian bahan baku secara berkala sesuai kebutuhan produksi serta menyediakan persediaan cadangan untuk mengantisipasi keterlambatan pasokan dan fluktuasi harga kedelai. Strategi tersebut mampu membantu menjaga kestabilan produksi, namun masih terdapat kendala dalam pengendalian jumlah persediaan dan ketergantungan pada pemasok tertentu. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan persediaan yang lebih optimal, pencatatan stok yang terstruktur, dan penambahan alternatif pemasok agar pengelolaan persediaan bahan baku dapat berjalan lebih efektif dan efisien.</p> <p><em>This study aims to analyze the soybean raw material inventory management strategy at the Sumberjo Tofu Factory in Merakurak District, Tuban Regency, to maintain smooth production processes and improve business efficiency. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the factory implements a strategy of purchasing raw materials periodically according to production needs and maintaining reserve stock to anticipate supply delays and soybean price fluctuations. This strategy helps maintain production stability, but challenges remain in controlling inventory levels and dependence on specific suppliers. Therefore, more optimal inventory planning, structured stock recording, and the addition of alternative suppliers are needed to ensure more effective and efficient raw material inventory management.</em></p> Hutiana Tri Handayani Siti Syarofah Riyantin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN INOVATIF DI SEKOLAH DASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22309 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam mewujudkan pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang berfokus pada pengembangan kompetensi, karakter, dan kreativitas peserta didik melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif melalui penerapan metode pembelajaran aktif, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Selain itu, guru memiliki keleluasaan dalam menyesuaikan materi dan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana prasarana, kesiapan guru, dan pemahaman terhadap konsep Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan secara optimal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.</p> <p>&nbsp;</p> Dindha Putri Kusworowati Risfih Andriani Rika Ayu Handayani Muhammad Ananda Ilham Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 A PRAGMATIC ANALYSIS OF DEIXIS IN HONNE’S ALBUM LOVE ME / LOVE ME NOT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21556 <p><em>This study employs a descriptive qualitative method to investigate the use of deixis in the song lyrics of HONNE's album Love Me / Love Me Not (2018). Adopting George Yule's (1996) pragmatic classification, the analysis reveals a total of 764 deixis distributed across the album's material. The frequency distribution shows an absolute dominance of person deixis at 82.7% (632 findings), followed by spatial deixis at 9.2% (70 findings) and temporal deixis at 8.1% (62 findings). Qualitatively, the use of these expressions in the album constructs the "Emotional Pendulum" narrative, where the use of proximal deictic markers on the Love Me (</em><em>◑</em><em>) side creates a sharp contrast with distal deictic markers on the Love Me Not (</em><em>◐</em><em>) side to construct a dynamic emotional narrative. These findings confirm that deixis in the album do not merely function as grammatical pointers but serve strategically as a navigation tool for intimacy, an architect of emotional distance, and a driver of regression or regret that strengthens the dual themes of romance and separation for the listener.</em></p> Hajri Zahra Sakti Savira Steffie Mega Mahardhika Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 TINJAUAN LITERATUR KEBUTUHAN VITAMIN B12 PADA ORANG DEWASA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22234 <p>Vitamin B12 merupakan mikronutrien esensial yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, sintesis DNA, dan pemeliharaan fungsi sistem saraf pada orang dewasa. Rendahnya konsumsi pangan hewani, gangguan absorpsi, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, serta pola makan vegetarian dan vegan meningkatkan risiko terjadinya defisiensi vitamin B12. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan vitamin B12 pada orang dewasa berdasarkan literatur ilmiah terkini. Metode penelitian menggunakan systematic review melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci terkait kebutuhan, asupan, dan defisiensi vitamin B12 pada orang dewasa. Artikel dibatasi pada publikasi tahun 2022-2026 dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa penelitian asli, tersedia full text, open access, dan relevan dengan topik penelitian. Sebanyak 21 artikel memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan vitamin B12 pada orang dewasa umumnya sebesar 2,4 µg/hari, namun kelompok tertentu seperti lansia, penderita gangguan gastrointestinal, pengguna metformin dan proton pump inhibitor memiliki risiko defisiensi yang lebih tinggi. Defisiensi vitamin B12 berkaitan dengan anemia megaloblastik, neuropati, gangguan kognitif, gangguan mental, gangguan penglihatan, dan penurunan fungsi neurologis. Pemeriksaan biomarker seperti methylmalonic acid dan homosistein membantu meningkatkan akurasi diagnosis. Intervensi berupa perbaikan pola makan dan suplementasi oral maupun intramuskular terbukti efektif meningkatkan kadar vitamin B12 dan memperbaiki gejala klinis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan kebutuhan vitamin B12, deteksi dini defisiensi, dan intervensi yang tepat diperlukan untuk menjaga kesehatan hematologis, neurologis, dan metabolisme tubuh pada orang dewasa.</p> <p><em>Vitamin B12 is an essential micronutrient involved in red blood cell formation, DNA synthesis, and maintenance of nervous system function in adults. Low intake of animal-based foods, malabsorption disorders, long-term use of certain medications, and vegetarian or vegan dietary patterns increase the risk of vitamin B12 deficiency. This study aimed to examine the requirements of vitamin B12 in adults based on recent scientific literature. The study used a systematic review method by searching articles in Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases using keywords related to vitamin B12 requirements, intake, and deficiency in adults. Articles published between 2022 and 2026 were selected based on inclusion criteria, including original research articles, full text availability, open access status, and relevance to the study topic. A total of 21 articles met the eligibility criteria for further analysis. The findings showed that the recommended vitamin B12 requirement for adults is generally 2.4 µg/day; however, elderly individuals, patients with gastrointestinal disorders, and long-term users of metformin and proton pump inhibitors have a higher risk of deficiency. Vitamin B12 deficiency is associated with megaloblastic anemia, neuropathy, cognitive impairment, mental disorders, visual disturbances, and neurological dysfunction. Biomarkers such as methylmalonic acid and homocysteine improve diagnostic accuracy. Nutritional interventions through dietary improvement and oral or intramuscular supplementation were shown to effectively increase vitamin B12 levels and improve clinical symptoms. This study concludes that adequate vitamin B12 intake, early deficiency detection, and appropriate intervention are necessary to maintain hematological, neurological. and metabolic health in adults.</em></p> Libi Bewijsshodaa Nabilah Rahmatin Savitri Ketrina Nawang Wulan Nur Syamsina Aulia Surya Hakam Zahrah Khoirun Nisa' Wardhah Ilma Silvia Dwi Rukma Santi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 MEDIA-MEDIA PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22071 <p>Kemampuan berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak karena berperan dalam proses komunikasi, interaksi sosial, serta perkembangan kognitif. Pengembangan kemampuan berbahasa anak dapat dilakukan melalui berbagai media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai media yang dapat digunakan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak, seperti media gambar, buku cerita, kartu kata, audio visual, permainan edukatif, dan media digital interaktif. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik dapat meningkatkan kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis anak secara optimal. Selain itu, media pembelajaran juga mampu meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, dan partisipasi aktif anak dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pemilihan media yang tepat sangat penting untuk mendukung perkembangan kemampuan berbahasa anak secara efektif dan menyenangkan.</p> <p><em>Language ability is one of the important aspects of child development because it plays a role in communication, social interaction, and cognitive development. The development of children's language skills can be carried out through various learning media that are interesting and appropriate to the stages of child development. This article aims to examine various media that can be used to develop children's language skills, such as picture media, storybooks, word cards, audio-visual media, educational games, and interactive digital media. The method used in writing this article is a literature study by collecting various sources from books, journals, and relevant scientific articles. The results of the study indicate that the use of varied and interesting learning media can improve children's listening, speaking, reading, and writing skills optimally. In addition, learning media are also able to increase learning motivation, creativity, and children's active participation in the learning process. Therefore, the selection of appropriate media is very important to support the development of children's language skills effectively and pleasantly.</em></p> Rizka Amanda Hayaton Wardani Nahwa Ainaiya Aina Futri Faizatul Faridy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 LAHIRNYA MAHKAMAH KONSTITUSI SEBAGAI ALAT REKONSTRUKSI SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22287 <p>Terjadinya reformsi perubahan Undang-Undang Dasar 1945 sebanyak 4 kali membawa nuansa baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pasca runtuhnya rezim Orde Baru, Kehadiran lembaga ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan mekanisme judicial review yang makin lama kian terasa kebutuhannya.Sebelum terbentuknya Mahkamah Konstitusi, sistem ketatanegaraan Indonesia cenderung menempatkan kekuasaan negara secara dominan pada lembaga tertentu sehingga pengujian terhadap undang-undang dan penyelesaian sengketa konstitusional belum berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses lahirnya Mahkamah Konstitusi sebagai alat rekonstruksi sistem ketatanegaraan Indonesia serta perannya dalam memperkuat prinsip checks and balances antar lembaga negara yang lebih ketat, dan transparan . Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Mahkamah Konstitusi melalui perubahan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi langkah strategis dalam membangun sistem ketatanegaraan yang lebih demokratis, konstitusional, dan berkeadilan. Mahkamah Konstitusi memiliki kewenangan penting, antara lain menguji undang-undang terhadap UUD 1945, menyelesaikan sengketa kewenangan lembaga negara, memutus perselisihan hasil pemilu, serta membubarkan partai politik.</p> Rosnawati Sasmita Wilma Silalahi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 SIMBOLISME SERANGGA DALAM AL-QUR’AN: TANTAWI JAWHARI DAN TAFSIR SAINTIFIK ATAS TEORI AMTHAL https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21535 <p>Penelitian ini mengkaji penggunaan amtha&gt;l (perumpamaan) serangga dalam Al-Qur’an, dengan fokus spesifik pada nyamuk (ba'udah) dan lalat (dhubab), melalui lensa tafsir saintifik (tafsir 'ilmi) dalam kitab Al-Jawāhir fi Tafsīr Al-Qur’ān Al-Karīm karya Tantawi Jawhari. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana makhluk yang sering dianggap remeh dan menjijikkan ini ditempatkan dalam narasi wahyu sebagai simbol teologis yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan integrasi ilmu entomologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tantawi Jawhari memaknai perumpamaan serangga bukan sekadar retorika bahasa, melainkan sebagai instrumen pendidikan ilahiah untuk meruntuhkan kesombongan manusia dan membuktikan kelemahan berhala. Tantawi mengelaborasi anatomi fisiologis dan peran ekologis serangga untuk menunjukkan kompleksitas ciptaan Allah. Kesimpulannya, amtha&gt;l serangga dalam tafsir Al-Jawahir menawarkan perspektif integratif antara sains dan agama, yang relevan bagi masyarakat modern dalam membangun kesadaran teologis, etis, dan ekologis.</p> <p><em>This study examines the use of insect amtha&gt;l (parables) in the Qur'an, specifically focusing on the mosquito (ba'udah) and the fly (dhubab), through the lens of scientific exegesis (tafsir 'ilmi) in Al-Jawahir fi Tafsir Al-Qur'an Al-Karim by Tantawi Jawhari. The main issue addressed is how these creatures, often considered trivial and repulsive, are positioned in the narrative of revelation as profound theological symbols. This study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach and the integration of entomology. The results indicate that Tantawi Jawhari interprets insect parables not merely as rhetorical devices, but as instruments of divine education to dismantle human arrogance and prove the weakness of idols. Tantawi elaborates on the physiological anatomy and ecological roles of insects to demonstrate the complexity of God's creation. In conclusion, insect amtha&gt;l in Al-Jawahir offers an integrative perspective between science and religion, relevant for modern society in building theological, ethical, and ecological awareness.</em></p> Sayyidah Khodijah Azam Bahtiar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENGARUH MEDITASI TERHADAP ANAK USIA DINI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22197 <p>Penelitian&nbsp; ini&nbsp; bertujuan&nbsp; untuk&nbsp; meningkatkan&nbsp; perhatian&nbsp; dan&nbsp; mengurangi&nbsp; perilaku&nbsp; mengganggu&nbsp; melalui teknik &nbsp;mindfulness&nbsp; di&nbsp; TK&nbsp; Al&nbsp; Hidayah&nbsp; 74&nbsp; Desa&nbsp; Sumberejo,&nbsp; Kecamatan&nbsp; Ambulu,&nbsp; Kabupaten&nbsp; Jember. Mindfulness&nbsp; merupakan&nbsp; teknik&nbsp; yang&nbsp; mengajarkan&nbsp; anak&nbsp; untuk&nbsp; fokus&nbsp; pada</p> <p>momen&nbsp; sekarang&nbsp; tanpa menghakimi,&nbsp; yang&nbsp; terbukti&nbsp; efektif&nbsp; dalam&nbsp; mengurangi&nbsp; kecemasan&nbsp; dan&nbsp; meningkatkan&nbsp; kesadaran&nbsp; diri. Teknik&nbsp; ini&nbsp; membantu&nbsp; anak&nbsp; mengatur&nbsp; emosi,&nbsp; fokus&nbsp; pada&nbsp; instruksi,&nbsp; serta&nbsp; merespons&nbsp; perasaan&nbsp; secara positif.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian&nbsp;&nbsp;&nbsp; ini&nbsp;&nbsp;&nbsp; menggunakan&nbsp; pendekatan kualitatif&nbsp;&nbsp;&nbsp; dengan&nbsp;&nbsp;&nbsp; metode&nbsp;&nbsp;&nbsp; studi&nbsp;&nbsp;&nbsp; kasus,&nbsp;&nbsp;&nbsp; yang memungkinkan peneliti untuk memahami fenomena secara mendalam. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah,&nbsp; guru,&nbsp; dan&nbsp; wali&nbsp; murid.&nbsp; Teknik&nbsp; pengumpulan&nbsp; data&nbsp; dilakukan&nbsp; melalui&nbsp; observasi,&nbsp; wawancara,&nbsp; dan dokumentasi.&nbsp; Analisis&nbsp; data&nbsp; mencakup &nbsp;reduksi&nbsp; data,&nbsp; penyajian&nbsp; data,&nbsp; dan&nbsp; penarikan&nbsp; kesimpulan.&nbsp; Hasil observasi awal menunjukkan beberapa anak menunjukkan perilaku mengganggu seperti mengajak bicara teman,&nbsp; mengganggu&nbsp; anak&nbsp; lain,&nbsp; serta&nbsp; berjalan-jalan&nbsp; saat&nbsp; pembelajaran.&nbsp;&nbsp; Penelitian &nbsp;ini&nbsp; diharapkan&nbsp; dapat memberikan&nbsp;&nbsp; pemahaman&nbsp;&nbsp; mengenai&nbsp;&nbsp; efektivitas&nbsp;&nbsp; mindfulness&nbsp;&nbsp; dalam&nbsp;&nbsp; meningkatkan&nbsp;&nbsp; perhatian&nbsp;&nbsp; dan mengurangi&nbsp; perilaku&nbsp; mengganggu.&nbsp; Sumber&nbsp; data&nbsp; penelitian&nbsp; diperoleh&nbsp; dari&nbsp; data&nbsp; kuantitatif&nbsp; hasil&nbsp; belajar siswa. Hasil penelitian siklus 1: indikator 1: diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 5 siswa dari 12 siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 40% dan pada indikator 2 diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 5 siswa dari 12 siswa dengan ketuntasan klasikal 42%. Sedangkan hasil penelitian siklus 2 mengalami indikator 1 diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 11 siswa dari 12 siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 91% dan pada indikator 2 diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak&nbsp; 10&nbsp; siswa&nbsp; dari&nbsp; 12&nbsp; siswa&nbsp; dengan&nbsp; ketuntasan&nbsp; klasikal&nbsp; 82%.&nbsp; Penelitian&nbsp; ini&nbsp; juga&nbsp; diharapkan&nbsp; dapat memberikan&nbsp;&nbsp; manfaat&nbsp;&nbsp; bagi&nbsp;&nbsp; guru&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp; orang&nbsp;&nbsp; tua&nbsp;&nbsp; dalam&nbsp;&nbsp; menerapkan&nbsp;&nbsp; teknik&nbsp;&nbsp; mindfulness&nbsp;&nbsp; untuk meningkatkan perhatian serta mengurangi perilaku mengganggu pada anak usia dini.</p> Agustina Farina Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 IDENTIFIKASI KUAT SINYAL 4G LTE PADA JALUR ALTERNATIF DI TIGA KECAMATAN KUBU RAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22614 <p>Kuat sinyal 4G LTE merupakan besar daya yang diterima user dari BTS yang menentukan kekuatan jaringan dari provider. Metode umum untuk mengidentifikasi kuat sinyal jaringan yaitu drive test menggunakan software G-Nettrack Lite. Pada penelitian ini drive test melakukan pengukuran Parameter Reference Signal Received Power (RSRP) dari provider H3I. Pengukuran drive test melewati jalur alternatif yang melintasi tiga Kecamatan yang divisualisasikan dalam peta. Visualisasi dalam peta kuat sinyal menunjukkan banyak wilayah atau titik yang kuat sinyal 4G LTE provider H3I dalam kategori sangat tidak baik, terutama pada wilayah Kecamatan Rasau Jaya dan Sungai Kakap. Hal ini dikarenakan arah pancaran BTS yang tidak mengarah ke wilayah lokasi penelitian dan juga kurangnya jumlah BTS yang mengcover wilayah tersebut, berbanding dengan Kecamatan Sungai Raya yang kuat sinyal sudah lebih baik. Rata-rata titik kondisi kuat sinyal provider H3I dalam 10 kali pengukuran drive test pada jalur alternatif ini yaitu: sangat baik 176 titik, baik 214 titik, tidak baik 208 titik, dan sangat tidak baik 1.525 titik. Titik sangat tidak baik didominasi di Kecamatan Rasau jaya antara BTS 1 menuju ke BTS 2 yang berada di Sungai Kakap. Hasil ini menunjukkan perlu adanya optimasi jaringan 4G LTE provider H3I agar kondisi kuat jaringan dapat diterima user dengan baik, dengan menambah arah pancaran BTS dan menambah jumlah BTS di wilayah yang BTS sedikit.</p> <p><em>4G LTE signal strength is the amount of power received by users from BTS which determines the network strength of the provider. The common method to identify network signal strength is drive test using G-Nettrack Lite software. In this study, drive test measures the Parameter Reference Signal Received Power (RSRP) of the H3I provider. Drive test measurements pass through alternative routes that cross three sub-districts that are visualized on a map. Visualization in the signal strength map shows many areas or points where the 4G LTE signal strength of the H3I provider is in the very poor category, especially in the Rasau Jaya and Sungai Kakap sub-districts. This is because the direction of the BTS transmission does not point to the research location and also the lack of BTS covering the area, compared to Sungai Raya sub-district where the signal strength is better. The average signal strength points of the H3I provider in 10 drive test measurements on this alternative route are: very good 176 points, good 214 points, bad 208 points, and very bad 1,525 points. The very bad point is dominated in Rasau Jaya District between BTS 1 to BTS 2 located in Sungai Kakap. This result shows the need for optimization of the 4G LTE network of the H3I provider so that the strong network conditions can be received well by users, by increasing the direction of BTS transmission and increasing the number of BTS in areas with few BTS.</em></p> Fauzi Azmi Khoirullah Jannus Marpaung Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-06-06 2026-06-06 10 5 KONSEP BELAJAR MENGAJAR BERBASIS SOSIAL KEAGAMAAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21759 <p>Proses belajar mengajar tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup dimensi sosial dan keagamaan yang berperan dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam konteks pendidikan, integrasi nilai-nilai sosial dan keagamaan menjadi penting untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pembentukan kepribadian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji konsep belajar mengajar berbasis sosial keagamaan serta perannya dalam meningkatkan kesadaran sosial dan perkembangan moral peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai sosial dan keagamaan dalam pembelajaran mampu meningkatkan sikap empati, kerja sama, serta tanggung jawab peserta didik. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat kendala, seperti keterbatasan kesiapan guru dan kurangnya inovasi dalam metode pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata.</p> <p><em>Learning and teaching processes are not only academic activities but also involve social and religious dimensions that shape students’ character and behavior. In many educational contexts, the integration of social and religious values is considered essential to create meaningful learning experiences. This study aims to explore the concept of social-religious-based learning in the teaching process and its role in improving students’ social awareness and moral development. The research uses a qualitative descriptive approach through a literature review of recent academic sources. The findings show that integrating social and religious values into learning activities can enhance students’ empathy, cooperation, and sense of responsibility. However, in practice, the implementation still faces challenges, such as limited teacher readiness and lack of contextual learning strategies. Therefore, it is necessary to develop innovative approaches that combine academic content with real-life social and religious experiences. This study implies that social-religious-based learning can contribute to holistic education that not only focuses on cognitive achievement but also on character formation.</em></p> Mima Hayati Syamzaimar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS KEKUATAN HUKUM KONTRAK ELEKTRONIK DALAM KONTEKS HUKUM PERDATA INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22280 <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah mengubah paradigma transaksi bisnis secara fundamental. Kontrak elektronik (e-contract) kini menjadi instrumen hukum yang lazim digunakan dalam berbagai aktivitas perdagangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan hukum kontrak elektronik dalam perspektif hukum perdata Indonesia, khususnya mengenai keabsahan, syarat-syarat formil, serta implikasi yuridis yang timbul dari penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) terhadap peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan berbagai sumber ilmiah yang diterbitkan dalam rentang lima tahun terakhir (2020–2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak elektronik memiliki kekuatan hukum yang setara dengan kontrak konvensional apabila memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), serta memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) beserta perubahannya. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi pembuktian keaslian identitas para pihak, integritas dokumen digital, serta jurisdiksi hukum dalam sengketa lintas batas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi teknis dan peningkatan literasi hukum digital guna menjamin kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam transaksi elektronik.</p> <p><em>The rapid development of information and communication technology has fundamentally transformed the paradigm of business transactions. Electronic contracts (e-contracts) have now become a common legal instrument used in various digital commerce activities. This study aims to analyze the legal strength of electronic contracts from the perspective of Indonesian civil law, particularly regarding validity, formal requirements, and the juridical implications arising from their use. The research method employed is a literature review of legislation, jurisprudence, and various scholarly sources published within the last five years (2020–2025). The results indicate that electronic contracts carry equivalent legal force to conventional contracts when they fulfill the validity requirements of agreements as stipulated in Article 1320 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata), as well as the provisions of Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions (ITE Law) and its amendments. Key challenges identified include proving the authenticity of the parties' identities, the integrity of digital documents, and legal jurisdiction in cross-border disputes. This study recommends strengthening technical regulations and enhancing digital legal literacy to ensure legal certainty for all parties involved in electronic transactions.</em></p> Rosnawati Sasmita Wilma Silalahi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF ISLAM: KAJIAN LITERATUR DAN IMPLIKASI ORGANISASI MODERN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21499 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam perspektif Islam melalui studi literatur. Sumber data berasal dari jurnal dan buku yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa MSDM Islami menekankan amanah, keadilan, kompetensi, ihsan, musyawarah, dan pengembangan berkelanjutan. Implementasi nilai tersebut berdampak pada peningkatan kinerja, loyalitas, dan budaya kerja etis. Kesimpulannya, perspektif Islam menawarkan kerangka MSDM yang relevan bagi organisasi modern.</p> <p><em>This study aims to analyze the concept of human resource management (HRM) from an Islamic perspective using a literature review approach. The data sources are derived from relevant journals and books. The findings indicate that Islamic HRM emphasizes trustworthiness, justice, competence, excellence, consultation, and continuous development. The implementation of these values contributes to improved performance, loyalty, and an ethical work culture. In conclusion, the Islamic perspective offers a relevant HRM framework for modern organizations.</em></p> Tiara Putri Ramadhani Nidya Fatma Kiara Atina Hidayati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 IMPLEMENTASI TENTANG KETERSEDIAAN STOK BARANG DARI PEMASOK PADA TOKO RITEL TOSERBA DI KEC. MERAKURAK KAB.TUBAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22176 <p>Ketersediaan stok barang merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional toko ritel serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ketersediaan stok barang dari pemasok pada toko ritel toserba di Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik toko, karyawan bagian persediaan, serta pemasok barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan stok barang telah dilakukan melalui sistem pemesanan rutin kepada pemasok berdasarkan tingkat penjualan dan kebutuhan konsumen. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala seperti keterlambatan pengiriman barang, ketidaksesuaian jumlah stok yang dikirim, serta terbatasnya komunikasi antara pihak toko dan pemasok. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, toko menerapkan strategi pengendalian persediaan dengan melakukan pencatatan stok secara berkala, menjalin kerja sama jangka panjang dengan pemasok, dan melakukan evaluasi terhadap kinerja pemasok. Implementasi pengelolaan stok yang baik terbukti mampu meningkatkan ketersediaan barang, meminimalkan kekosongan produk, serta mendukung efektivitas operasional toko ritel.</p> <p><em>Stock availability is a crucial factor in maintaining the smooth operation of a retail store and enhancing customer satisfaction. This study aims to analyze the implementation of stock availability from suppliers at a convenience store in Merakurak District, Tuban Regency. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The informants included store owners, inventory employees, and suppliers. The results indicate that inventory management has been implemented through a routine ordering system with suppliers based on sales levels and consumer needs. However, several obstacles were encountered during the implementation, such as late deliveries, discrepancies in stock quantities, and limited communication between the store and suppliers. To address these issues, the store implemented an inventory control strategy by regularly recording stock, establishing long-term partnerships with suppliers, and evaluating supplier performance. Implementing effective stock management has been proven to improve stock availability, minimize product shortages, and support the effectiveness of retail store operations.</em></p> Hutiana Tri Handayani Hana Radiva Azzahra Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 THE EIGHTH GRADE STUDENTS’ PERCEPTION ON THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) IN LEARNING ENGLISH AT SMPK 1 HARAPAN DENPASAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22373 <p><em>The rapid development of technology, particularly Artificial Intelligence (AI), has significantly influenced educational practices, including English language learning. This study aimed to investigate the implementation of Artificial Intelligence in English language learning and explore eighth-grade students’ perceptions toward the use of AI at SMPK 1 Harapan Denpasar. This study employed a descriptive qualitative research design involving 36 eighth-grade students, with seven students selected as interview participants through convenience sampling techniques. Data were collected through observation, questionnaires, interviews, and document analysis. The collected data were analyzed using the interactive model proposed by Miles et al., including data reduction, data display and drawing conclusions. The findings revealed that AI had been successfully integrated into English learning activities and contributed positively to classroom learning processes. The implementation of AI created a more interactive learning environment and increased students’ enthusiasm and engagement during learning activities. Furthermore, students demonstrated highly positive perceptions regarding the use of AI based on the Technology Acceptance Model (TAM) indicators, namely perceived usefulness and perceived ease of use. Students perceived AI as beneficial in supporting vocabulary development, grammar improvement, pronunciation practice, and assignment completion. AI was also considered easy to use because it provided quick responses and accessible features that encouraged independent learning. Although students recognized certain limitations such as inaccurate responses and system errors, they demonstrated critical awareness by evaluating and verifying AI-generated information. Therefore, the findings suggest that Artificial Intelligence has considerable potential to support and improve the effectiveness of English language learning.</em></p> Ni Putu Divayanti Ni Ketut Riska Dewi Prawita Putu Santi Oktarina Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENERAPAN KOMPRES ALIUM ASCALONIUM UNTUK MENGATASI KEJANG DEMAM PADA ANAK DI RUANG ANGGREK RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21569 <p>Kondisi demam merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan pada kelompok usia anak akibat respons tubuh terhadap proses infeksi dan dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang apabila suhu tubuh meningkat secara cepat. Selain terapi farmakologis, intervensi non farmakologis dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Salah satu metode yang digunakan secara tradisional adalah kompres bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi kompres bawang merah dalam membantu manajemen demam pada anak. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif yang dilakukan di Ruang Anggrek RST Bhakti Wira Tamtama Semarang yaitu An. R (5 tahun) dan An. A (4 tahun) pada Juni 2025. Subjek penelitian adalah anak dengan diagnosis kejang demam disertai masalah keperawatan termoregulasi tidak efektif. Data diperoleh melalui observasi klinis, wawancara keluarga, serta telaah rekam medis. Intervensi berupa aplikasi kompres bawang merah pada area dahi, leher, dan aksila. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh menuju rentang normal serta berkurangnya episode kejang setelah intervensi diberikan. Kompres bawang merah berpotensi menjadi terapi komplementer yang membantu stabilisasi suhu tubuh melalui mekanisme perpindahan panas secara konduksi. Kompres bawang merah dapat menjadi terapi pendukung non-farmakologis dalam membantu proses termoregulasi pada anak dengan kejang demam melalui mekanisme konduksi panas.</p> <p><em>Fever is a common condition in children as a physiological response to infection and may increase the risk of febrile seizures when body temperature rises rapidly. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological interventions can be used as complementary therapy to help reduce body temperature. One traditional method commonly used is the application of shallot compress (Allium cepa L. var. aggregatum). This study aimed to describe the implementation of shallot compress therapy in supporting fever management in children. This study employed a descriptive case study design conducted in the Anggrek Ward of Bhakti Wira Tamtama Hospital, Semarang, involving two pediatric patients, An. R (5 years old) and An. A (4 years old), in June 2025. The subjects were children diagnosed with febrile seizures accompanied by the nursing problem of ineffective thermoregulation. Data were collected through clinical observation, family interviews, and medical record review. The intervention consisted of applying shallot compresses to the forehead, neck, and axillary areas. Data analysis was performed using descriptive narrative analysis. The findings showed a reduction in body temperature toward the normal range and decreased seizure episodes after the intervention. Shallot compress therapy has the potential to serve as a complementary therapy that assists body temperature stabilization through heat transfer by conduction. Shallot compress therapy can be used as a non-pharmacological supportive intervention to assist the thermoregulation process in children with febrile seizures through a heat conduction mechanism.</em></p> Josrifna Kesaulya Dwi Kustriyanti Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 LAPORAN BISNIS TOKO KUE CUCU NENEK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22263 <p>Laporan bisnis Toko Kue Cucu Nenek membahas perkembangan usaha kuliner yang bergerak di bidang produksi dan penjualan berbagai jenis kue tradisional maupun modern. Tujuan laporan ini adalah untuk menganalisis strategi bisnis, sistem pemasaran, pengelolaan keuangan, serta kualitas pelayanan yang diterapkan dalam meningkatkan daya saing usaha. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan meliputi observasi langsung, wawancara, dan pengumpulan data penjualan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Toko Kue Cucu Nenek memiliki peluang pasar yang baik karena kualitas produk yang konsisten, variasi menu yang beragam, serta pelayanan yang ramah kepada pelanggan. Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi turut membantu meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Dengan pengelolaan yang baik dan inovasi produk yang berkelanjutan, Toko Kue Cucu Nenek berpotensi untuk berkembang menjadi usaha kuliner yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.</p> <p><em>The business report of Cucu Nenek Cake Shop discusses the development of a culinary business engaged in the production and sale of traditional and modern cakes. The purpose of this report is to analyze the business strategies, marketing systems, financial management, and service quality implemented to improve business competitiveness. The methods used in preparing this report include direct observation, interviews, and sales data collection. The analysis results indicate that Cucu Nenek Cake Shop has strong market opportunities due to consistent product quality, diverse menu variations, and friendly customer service. In addition, the use of social media as a promotional tool has contributed to increasing sales and expanding market reach. With proper management and continuous product innovation, Cucu Nenek Cake Shop has the potential to grow into a more competitive and sustainable culinary business.</em></p> Bebi Novianti Rossie Azizah Martin Shasha Amanda Alifia Zahra Septiani Gianti Rakendro Wijayanto Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PEMBENTUKAN KESADARAN ANTI KORUPSI SISWA SMPIT AT-TAUBAH KARAWANG MELALUI STUDI HADITS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22141 <p>Korupsi merupakan salah satu permasalahan besar bangsa Indonesia yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan upaya pencegahan sejak dini melalui pendidikan karakter. Lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab kepada peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk kesadaran anti korupsi siswa SMPIT At-Taubah Karawang melalui studi hadits. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan edukatif melalui penyampaian materi hadits tentang amanah, larangan suap, dan integritas, dilanjutkan dengan diskusi kasus, refleksi, dan evaluasi pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMPIT At-Taubah Karawang dengan melibatkan 20 siswa. Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 20 April 2026 pukul 08.00 WIB di SMPIT At-Taubah Karawang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bahaya korupsi serta pentingnya sikap jujur dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam menumbuhkan kesadaran anti korupsi berbasis nilai-nilai Islam pada siswa SMPIT At-Taubah Karawang.</p> <p><em>Corruption is a major problem in Indonesia, impacting various aspects of community life. Therefore, early prevention efforts through character education are essential. Islamic educational institutions play a crucial role in instilling the values of honesty, trustworthiness, and responsibility in students. This community service activity aims to foster anti-corruption awareness among students at SMPIT At-Taubah Karawang through the study of hadith. The implementation method employed an educational approach, delivering hadith material on trustworthiness, the prohibition of bribery, and integrity, followed by case discussions, reflection, and evaluation of student understanding. The activity was conducted with 20 eighth-grade students at SMPIT At-Taubah Karawang. The activity took place on Monday, April 20, 2026, at 8:00 a.m. WIB at SMPIT At-Taubah Karawang. The results showed an increase in students' understanding and awareness of the dangers of corruption and the importance of honesty and responsibility in everyday life. Therefore, this activity is effective in fostering anti-corruption awareness based on Islamic values among students at SMPIT At-Taubah Karawang.</em></p> Zulfiyana Rajwa Nur Syifa Salma Siti Nurhalizah Veri Rizki Aldiansyah Agits Bahtiar Hilmi Muhammad Fahri Ardani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI : TEORI, FAKTOR DAN STIMULASI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22319 <p>Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Bahasa menjadi alat utama bagi anak untuk berinteraksi, menyampaikan kebutuhan, mengungkapkan perasaan, serta memahami lingkungan sekitarnya. Pada masa usia dini, perkembangan bahasa berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan bahasa anak usia dini melalui berbagai teori dan faktor yang memengaruhinya serta mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang diperoleh dari berbagai jurnal, buku, dan hasil penelitian terkait perkembangan bahasa anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa dipengaruhi oleh faktor biologis, lingkungan, interaksi sosial, serta stimulasi pendidikan yang diberikan kepada anak. Perkembangan bahasa yang optimal dapat membantu anak meningkatkan kemampuan komunikasi, berpikir, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara orang tua dan guru dalam memberikan stimulasi bahasa yang sesuai dengan tahap perkembangan anak agar kemampuan bahasa berkembang secara optimal.</p> <p>Language development is an important aspect in the growth and development of early childhood. Language is the main tool for children to interact, convey needs, express feelings, and understand the surrounding environment. In early childhood, language development occurs very rapidly so it requires appropriate stimulation from family, school and the social environment. This article aims to examine early childhood language development through various theories and factors that influence it and determine efforts that can be made to optimize children's language development. This research uses a qualitative method with a literature study approach obtained from various journals, books and research results related to early childhood language development. The results of the study show that language development is influenced by biological factors, the environment, social interactions, and educational stimulation given to children. Optimal language development can help children improve their communication, thinking and socializing skills with the surrounding environment. Therefore, cooperation between parents and teachers is needed in providing language stimulation that is appropriate to the child's developmental stage so that language skills develop optimally.</p> Arini Farhana Kamila Isna Syakira Putri Nabila Nurhayyatun Ma'nun Faizatul Faridy Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENERAPAN SISTEM TEMU BALIK INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN AKSES DAN PEMANFAATAN KOLEKSI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN ENREKANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21559 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem temu balik informasi dalam meningkatkan akses dan pemanfaatan koleksi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pustakawan dan pemustaka sebagai sumber data utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem temu balik informasi telah dilakukan melalui penggunaan aplikasi INLISLite dengan fitur OPAC yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian koleksi secara mandiri berdasarkan kata kunci. Sistem ini membantu meningkatkan kemudahan akses informasi dan efisiensi dalam menemukan koleksi yang relevan. Namun, penerapannya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur serta rendahnya literasi teknologi informasi di kalangan pemustaka dan pustakawan. Faktor pendukung dalam penerapan sistem ini meliputi ketersediaan teknologi informasi, dukungan kebijakan lembaga, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, gangguan teknis, serta kurangnya pelatihan dalam pengelolaan sistem. Secara keseluruhan, penerapan sistem temu balik informasi berpengaruh positif terhadap peningkatan akses dan pemanfaatan koleksi, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar dapat berjalan secara optimal.</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of an information retrieval system in improving access to and utilization of collections at the Department of Library and Archives of Enrekang Regency. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, involving librarians and library users as primary data sources. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The results show that the implementation of the information retrieval system has been carried out using the INLISLite application with the OPAC feature, which allows users to search for collections independently based on keywords. This system helps improve ease of access to information and efficiency in finding relevant collections. However, its implementation is not yet fully optimal due to several constraints, such as limited infrastructure and low levels of information technology literacy among users and librarians. Supporting factors in the implementation include the availability of information technology, institutional policy support, and the increasing public demand for information. Meanwhile, inhibiting factors include limitations in human resources, technical issues, and lack of training in system management. Overall, the implementation of the information retrieval system has a positive impact on improving access and utilization of collections, although further development is still needed for optimal performance.</em></p> Rezky Fausiyah Syahdan Muhammad Nasrul Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR: STUDI OBSERVASI DI SD NEGERI 6 MENTENG PALANGKA RAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22259 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya manajemen pembiayaan pendidikan dalam mendukung kualitas proses belajar mengajar di sekolah dasar. SD Negeri 6 Menteng Kota Palangka Raya merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang memiliki fasilitas pendidikan yang cukup memadai namun belum sepenuhnya lengkap, dan sekolah terus berupaya melakukan perbaikan terutama pada fasilitas yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan dalam pembiayaan pendidikan, sumber dana pendidikan, serta hubungan pengelolaan dana dengan kualitas fasilitas dan proses pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak sekolah dan pengamatan langsung di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan pendidikan di SD Negeri 6 Menteng telah dilaksanakan dengan baik melalui perencanaan, penggunaan, dan pengawasan dana sekolah secara efektif. Dana pendidikan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta pengembangan fasilitas pembelajaran. simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembiayaan yang baik dapat menunjang kenyamanan, efektivitas, pembelajaran, dan peningkatan prestasi peserta didik di sekolah.</p> <p><em>This study is motivated by the importance of educational financing management in supporting the quality of teaching and learning processes in elementary schools. SD Negeri 6 Menteng is one of the public elementary schools whose facilities are adequate yet still developing, and the school is actively striving to make improvements, particularly in terms of physical facilities. The purpose of this study is to determine the management of educational financing, sources of educational funds, and the relationship between financial management and the quality of facilities and learning processes at school. The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews with school personnel and direct observation in the school environment. The results showed that the management of educational financing at SD Negeri 6 Menteng has been carried out properly through effective planning, utilization, and supervision of school funds. Educational funds are utilized to support operational activities, maintenance of facilities and infrastructure, and the development of learning facilities. The conclusion of this study indicates that good financial management can support comfort, learning effectiveness, and improve student achievement at school.</em></p> Masta Dewi Novi Arianti Natalia Revionna Passa Ratih Sulistyowati Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 KONSEP AL- SHURA (MUSYAWARAH) SEBAGAI MEKANISME PARTISIPATIF: ANALISIS PELAKSANAAN PROSES LEGISLASI DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22087 <p>Konsep al-shura dalam tradisi politik Islam merupakan prinsip dasar dalam pengambilan keputusan yang menekankan musyawarah, keterlibatan masyarakat, dan pencapaian kemaslahatan bersama. Dalam konteks negara modern, prinsip tersebut memiliki relevansi kuat dengan demokrasi partisipatif, terutama dalam pelaksanaan fungsi legislasi lembaga perwakilan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip al-shura dalam proses legislasi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dan komparatif dengan pendekatan sejarah pemikiran dan pendekatan perbandingan hukum. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap pemikiran ulama klasik, regulasi perundang-undangan, jurnal ilmiah, serta literatur hukum tata negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif sistem legislasi Indonesia telah memberikan ruang partisipasi publik melalui rapat dengar pendapat, uji publik, dan mekanisme keterbukaan informasi. Namun dalam praktiknya, proses legislasi masih sering dipengaruhi kepentingan politik elite, minim transparansi, dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip musyawarah substantif sebagaimana diajarkan dalam konsep al-shura. Oleh karena itu, diperlukan penguatan budaya politik partisipatif, transparansi legislasi, dan optimalisasi keterlibatan masyarakat agar fungsi legislasi DPR lebih demokratis dan berorientasi pada kemaslahatan rakyat.</p> Mizam Irvansyah Levino Mahardika Nur Ahmadi Pahrizal Sisca Novaliaa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 EDUKASI NILAI-NILAI TOLERANSI BERBASIS HADITS DI MAN 1 KARAWANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22300 <p>Pemahaman edikuasi nilai nilai toleransi berbasis hadits di MAN 1 karawang ini masi perlu diperkuat. Penerapan nilai nilai toleransi di MAN 1 karawang dilakukan melalui pembelajaran dikelas, siswa MAN 1 Karawang ini melakukan pembiasaan sikap saling menghargai dan menghormati. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemmahaman siswa tentabg nilai nilai toleransi berbasis hadits melalui pendekatan nilai yang interkatif. Kegiatan dilaksanakan di MAN 1 KArawang dengan melibatkan seluruh siswa kelas&nbsp; XI IPA 2 sebagai peserta. Metode yang digunakan ini meliputi penyampaian materi, diskusi kelompok, dan Tanya jawab. Materi yang disampaikan mencakup hadits tentang kemudahan dalam beragama penghormatan terhadap non muslim, adab sosial, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep toleransi dalam islam. Peserta didik mampu memahami&nbsp; makha hadits, menjelaskan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi dan Tanya jawab sehingga proses pembelajaran berlangsung aktif dan dialogis.</p> <p><em>The understanding of the education of tolerance values based on hadith at MAN 1 Karawang still needs to be strengthened. The implementation of tolerance values at MAN 1 Karawang is carried out through classroom learning, where students of MAN 1 Karawang practice mutual respect and appreciation. This community service activity aims to improve students' understanding of tolerance values based on hadith through an interactive value approach. The activity was carried out at MAN 1 Karawang by involving all students of class XI IPA 2 as participants. The methods used include material delivery, group discussions, and Q&amp;A. The material presented includes hadiths about the ease of religion, respect for non-Muslims, social etiquette, and the importance of maintaining harmonious relationships in community life. The results of the activity show an increase in students' understanding of the concept of tolerance in Islam. Students are able to understand the meaning of hadith, explain the values contained therein, and relate them to everyday life. In addition, students show high enthusiasm in the discussion and Q&amp;A sessions so that the learning process takes place actively and dialogically.</em></p> Dena Khaerunnisa Kirei Desu Fitria Maulida Neni Rismayanti Tasya Intan Ramadhany Roihan Almuhtadi Billah Muhammad Bintang Samudra Virgiawan Muhammad Reyhan Suandana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 INTRAKSI HUKUM NEGARA DAN HUKUM ISLAM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21536 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara hukum negara dan hukum Islam dalam sistem hukum di Indonesia. Interaksi ini menjadi penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, namun tidak menjadikan hukum Islam sebagai satu-satunya sumber hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara hukum negara dan hukum Islam berlangsung dalam bentuk integrasi, akomodasi, dan harmonisasi. Integrasi terlihat dalam pengadopsian norma-norma hukum Islam ke dalam peraturan perundang-undangan, seperti dalam hukum keluarga dan ekonomi syariah. Akomodasi tercermin dari pengakuan negara terhadap lembaga peradilan agama, sementara harmonisasi dilakukan untuk menyelaraskan nilai-nilai hukum Islam dengan prinsip-prinsip hukum nasional yang plural dan konstitusional. Meskipun demikian, interaksi ini juga menghadapi tantangan berupa perbedaan sumber hukum, metodologi penetapan hukum, serta faktor politik hukum. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang inklusif dan kontekstual agar tercipta sistem hukum yang adil, responsif, dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.</p> <p><em>This study aims to analyze the interaction between state law and Islamic law within the legal system of Indonesia. This interaction is significant considering that Indonesia has a Muslim-majority population, yet it does not adopt Islamic law as the sole source of its national legal system. This research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings indicate that the interaction between state law and Islamic law occurs in the forms of integration, accommodation, and harmonization. Integration is reflected in the incorporation of Islamic legal norms into statutory regulations, particularly in the fields of family law and Islamic economics. Accommodation is demonstrated through the state’s recognition of religious courts, while harmonization is carried out to align Islamic legal values with the pluralistic and constitutional principles of national law. Nevertheless, this interaction also faces challenges, including differences in legal sources, methods of legal reasoning, and the influence of legal politics. Therefore, an inclusive and contextual approach is necessary to establish a legal system that is just, responsive, and acceptable to all segments of society.</em></p> Emmis Hanifah MS Abdus Syakur Eis Rahmawati Syaipuddin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PERAN SEKOLAH SEBAGAI PELAKSANA KEADILAN SOSIAL: TINJAUAN PENGAWASAN DAN DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) DALAM PERSPEKTIF NILAI PANCASILA DAN TATA BOGA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22207 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sekolah sebagai pelaksana keadilan sosial dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ditinjau dari perspektif nilai Pancasila dan tata boga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif longitudinal dengan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap Kepala Sekolah MI Layyina pada semester 1 dan semester 2 tahun ajaran berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG mengalami perkembangan signifikan setelah pergantian vendor dan penguatan sistem pengawasan. Perbaikan terlihat pada kualitas makanan, pemerataan distribusi, serta respons evaluasi harian. Sekolah juga menerapkan pembagian porsi berdasarkan jenjang usia sebagai bentuk keadilan distributif. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterlambatan distribusi, keterbatasan anggaran, menu yang kurang sesuai dengan preferensi siswa, serta belum tersedianya menu khusus bagi siswa dengan alergi makanan. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam pengawasan kualitas pangan dan implementasi keadilan sosial melalui program MBG.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of schools as implementers of social justice in the Free Nutritious Meals (MBG) program from the perspectives of Pancasila values and culinary arts. The study employed a descriptive qualitative longitudinal approach using semi-structured interviews with the principal of MI Layyina during the first and second semesters of the current academic year. The results indicate that the implementation of the MBG program showed significant improvement following a change in vendors and the strengthening of the monitoring system. Improvements were observed in food quality, equitable distribution, and daily evaluation responses. The school also implemented portion allocation based on age groups as a form of distributive justice. However, challenges remain, including distribution delays, budget constraints, menus that do not align with student preferences, and the lack of special menus for students with food allergies. This study underscores that schools play a crucial role in monitoring food quality and implementing social justice through the Free Nutritious Meals (MBG) program.</em></p> Citra Aprilia Tri Lestari Muhammad Alwi Nasyuha Najmi Aghnati Yuana Siti Sarah Puspaningtias Syahira Hanin Hanifa Viglia Yola Rengo Jawa Ratna Fitria Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENGARUH PENGETAHUAN PARENTING TERHADAP KETERLIBATAN ORANG TUA DI LEMBAGA PAUD https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22751 <p>Keterlibatan orangtua merupakan salah satu bentuk partisipasi orangtua dalam pendidikan dan kehidupan anak. Keterlibatan orangtua penting untuk membantu tumbuh kembang anak, karena orang tua adalah pendidik utama bagi anak. Faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan orangtua diantaranya adalah pengetahuan parenting. Pengetahuan parenting adalah kemampuan mengenai cara menumbuhkembangkan dan mendidik anak melalui interaksi antara anak dan orangtua. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan data tentang pengaruh Pengetahuan Parenting terhadap Keterlibatan Orangtua di lembaga PAUD. Metode yang digunakan adalah kuantitaif dengan teknik analisis regresi sederhana. Penelitian ini menggunakan SPSS 21 untuk menganalisis data yang telah diperoleh, dengan teknik pengumpulan data angket dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini adalah 30 orangtua dari peserta didik PAUD Hubbul Wathon dan PAUD Nusa Indah Bendungan Hilir Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara Pengetahuan Parenting terhadap Keterlibatan Orangtua. Hal ini ditunjukkan dari hasil rxy= 0,371. Nilai R square, yang dapat disebut koefisien determinasi, yaitu 0,138 sehingga besaran pengaruh yang dihasilkan sebesar 13,8% sedangkan sisanya yaitu 86,2% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Adapun saran yang dapat diberikan adalah hendaknya setiap orangtua dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai parenting agar proses interaksi antara orangtua dan anak dalam menumbuhkembangkan dan mendidik dapat diberikan secara optimal. Dengan pengetahuan parenting yang dimiliki pula, orangtua dapat meningkatkan keterlibatannya dengan pihak lembaga PAUD untuk mendukung tumbuh kembang anak.</p> <p><em>Parental involvement is one form of parental participation in children's education and life. The involvement of parents is important to help child development, because parents are the primary educator for children. Factors that can influence parental involvement include parenting knowledge. Parenting knowledge is the ability to develop and educate children through interactions between children and parents. The purpose of the study was to obtain data on the influence of Parenting Knowledge on Parental Engagement in ECD institutions. The method used is quantitative with simple regression analysis techniques. This study uses SPSS 21 to analyze the data that has been obtained, with questionnaire data collection techniques and documentation. The sample in this study were 30 parents from PAUD Hubbul Wathon and Nusa Indah Bendungan Hilir PAUD students in Central Jakarta. The results showed that there was an influence between Parenting Knowledge on Parent Engagement. This is indicated by the results of rxy = 0.371. The R square value, which can be called the coefficient of determination, is 0.138 so the magnitude of the effect is 13.8% while the remaining 86.2% is influenced by other factors not examined in this study. The advice that can be given is that every parent should be able to increase their knowledge about parenting so that the process of interaction between parents and children in developing and educating can be given optimally. With the knowledge of parenting owned, parents can increase their involvement with PAUD institutions to support children's growth and development. </em></p> Ursula Oktrianalda Doa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-06-10 2026-06-10 10 5 PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK BUDAYA HUKUM https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21784 <p>Kesadaran hukum masyarakat Indonesia masih rendah, ditandai tingginya pelanggaran aturan ringan seperti lalu lintas, pembuangan sampah sembarangan, dan ketidakpatuhan administratif yang mencapai jutaan kasus per tahun, diperparah pengaruh globalisasi dan disrupsi digital yang melemahkan internalisasi norma hukum. Budaya hukum sulit terbentuk secara organik karena faktor struktural seperti warisan feodal, inkonsistensi penegakan hukum, dan dominasi budaya instan media sosial, sehingga memerlukan intervensi pendidikan formal untuk mentransformasi norma menjadi perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk budaya hukum melalui kontribusi kurikulum dan nilai-nilai konstitusi terhadap karakter sadar hukum. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka atau library research, menggunakan sumber data sekunder dari 18 jurnal ilmiah, 2 buku teks, regulasi seperti UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan artikel terkait periode 2021-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKn berfungsi sebagai instrumen sosialisasi hukum utama berdasarkan teori Lawrence M. Friedman, di mana budaya hukum sebagai pilar ketiga sistem hukum (selain substansi dan struktur) dibentuk melalui civic virtue, internalisasi nilai konstitusi seperti hak-kewajiban dan Pancasila, serta adaptasi literasi hukum digital melawan hoaks dan etika berinternet. PKn efektif mengubah pola pikir apatis menjadi apresiasi sukarela terhadap hukum via simulasi pengadilan, proyek masyarakat, dan diskusi etika, meski tantangan era digital menuntut inovasi metode. Kesimpulan penelitian menegaskan PKn sebagai fondasi menciptakan masyarakat sadar hukum atau legal aware society melalui jalur formal yang berkelanjutan, dengan saran pendidik beralih ke pembelajaran aplikatif seperti studi kasus dan kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi dampak jangka panjang menuju Indonesia hukum maju 2045.</p> <p><em>Legal awareness in Indonesian society remains low, marked by high rates of minor rule violations such as traffic infractions, littering, and administrative non-compliance reaching millions of cases annually, exacerbated by globalization and digital disruption weakening the internalization of legal norms. Legal culture struggles to form organically due to structural factors like feudal legacies, inconsistent law enforcement, and the dominance of instant social media culture, necessitating formal education interventions to transform norms into daily behaviors. This study aims to analyze the strategic role of Civic Education (PKn) in shaping legal culture through the contributions of its curriculum and constitutional values to fostering legal awareness character. The research method is qualitative with a library research approach, using secondary data sources from 18 scientific journals, 2 textbooks, regulations such as Law No. 20 of 2003 on the National Education System, and related articles from 2021-2026. Analysis techniques include content analysis and thematic data reduction to identify patterns, classify, and interpret literature. Research findings indicate that PKn serves as the primary instrument for legal socialization based on Lawrence M. Friedman's theory, where legal culture as the third pillar of the legal system (besides substance and structure) is shaped through civic virtue, internalization of constitutional values like rights-obligations and Pancasila, and adaptation of digital legal literacy against hoaxes and internet ethics. PKn effectively shifts apathetic mindsets to voluntary appreciation of law via courtroom simulations, community projects, and ethical discussions, though digital era challenges demand methodological innovations. The research concludes that PKn is the foundational element in creating a legal aware society through sustainable formal channels, with recommendations for educators to shift to applicative learning methods like case studies and cross-sector collaborations to optimize long-term impacts toward an advanced rule-of-law Indonesia by 2045.</em></p> Ghaitsa Zahira Syamzaimar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 ANALISIS PERBANDINGAN DAN EVALUASI KINERJA BINARY TREE DAN HASH TABLE DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PENCARIAN DATA KOMPLEKS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22283 <p>Pencarian data merupakan salah satu proses penting dalam sistem pengolahan data, terutama ketika jumlah dan kompleksitas data terus meningkat. Pemilihan struktur data yang tepat dapat memengaruhi kecepatan dan efisiensi proses pencarian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi perbandingan kinerja antara Binary Tree dan Hash Table dalam meningkatkan efisiensi pencarian data kompleks. Metode penelitian dilakukan melalui implementasi kedua struktur data menggunakan algoritma pencarian yang sesuai, kemudian dilakukan pengujian terhadap beberapa skenario data dengan jumlah dan tingkat kompleksitas yang berbeda. Parameter yang digunakan dalam evaluasi meliputi waktu pencarian, penggunaan memori, dan efisiensi proses pencarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hash Table memiliki keunggulan pada kecepatan pencarian data spesifik, sedangkan Binary Tree lebih unggul dalam pengelolaan data terurut dan pencarian rentang nilai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi penggunaan struktur data yang lebih efektif sesuai kebutuhan sistem dan karakteristik data yang digunakan.</p> Tendriani Adilah Fajriah Indah Aulia Afdal Rifki Musaid Ahmad Surgawan Ketrin Rinayanti Manullang Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-31 2026-05-31 10 5 REFORMASI ADMINISTRASI PUBLIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN MASYARAKAT https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/21521 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kualitas pelayanan publik di Indonesia yang ditandai dengan praktik birokrasi berbelit (red tape), kurangnya transparansi, rendahnya responsivitas aparatur, serta belum optimalnya implementasi reformasi administrasi publik. Meskipun berbagai kebijakan reformasi telah diterapkan sejak era pasca-Reformasi 1998, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala seperti resistensi birokrasi, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum meratanya pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan reformasi dengan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan reformasi administrasi publik di Indonesia, mengidentifikasi permasalahan utama dalam pelayanan publik, serta merumuskan strategi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik literature review. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder seperti jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi, serta dokumen resmi pemerintah yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi administrasi publik melalui digitalisasi layanan (e-government), penyederhanaan prosedur, serta peningkatan profesionalisme aparatur mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti budaya birokrasi yang kaku, keterbatasan kompetensi aparatur, serta praktik maladministrasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi berkelanjutan berupa inovasi pelayanan publik, penguatan pengawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi aktif masyarakat guna mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.</p> <p><em>This study is motivated by the persistently low quality of public servicesin Indonesia, characterized by bureaucratic red tape,a lack of transparency low responsiveness of public officials, and thesuboptimal implementation of public administration reforms. Although variousreform policies have been implemented since the post-1998 Reform era,their implementation still faces various obstacles such as bureaucratic resistance,limited human resources, and the uneven utilization of technology in public services. These conditions indicate a gap between the goals of reform and the reality on the ground. This study aims to analyze the implementation of public administration reform in Indonesia, identify the main issues in public services, and formulate strategies to improve the quality of public services. The method used is a descriptive qualitative approach employing a literature review technique. Data was obtained from various secondary sources such as national and international scientific journals, reference books, and relevant official government documents related to the research topic. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and systematic conclusion drawing. The research resultsindicate that public administration reform through service digitization (e-government), procedural simplification, and enhanced professionalism among civil servants can improve efficiency, transparency, and a accountability in public service. However, its implementation still faces challenges such as a rigid bureaucratic culture, limited staff competence, and practices of maladministration. Therefore, a sustainable strategy is needed in the form of public service innovation, strengthened oversight, improved human resource capacity, and active community participation to achieve high-quality public services that are oriented toward the public interest.</em></p> Nabila Junita Manangin Firna Malo Firani Pontoh Raihan Putri Alhamid Alisya Sugeha Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 KAJIAN HISTORIS PENYAKIT CAMPAK PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2014-2024: FAKTOR RISIKO, DAN STRATEGI PENGENDALIAN https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22190 <p>Kejadian campak di Provinsi Sumatera Barat masih menunjukkan pola yang tidak stabil dan berpotensi menimbulkan KLB meskipun program imunisasi telah dilaksanakan. Selain itu, ketimpangan cakupan imunisasi, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta kemungkinan kasus yang tidak tercatat dengan baik selama pandemi COVID-19 menyebabkan gambaran kasus belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan riwayat kejadian campak di Provinsi Sumatera Barat selama periode 2014–2024 serta menganalisis tren, faktor risiko, dan upaya pengendaliannya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan historis berdasarkan data Profil Kesehatan, publikasi Badan Pusat Statistik, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa kasus campak memiliki pola fluktuatif dengan indikasi KLB pada tahun 2014 dan 2022. Kelompok usia anak dengan imunisasi tidak lengkap merupakan kelompok paling berisiko. Faktor lain seperti kondisi gizi, lingkungan tempat tinggal, akses layanan kesehatan, serta tingkat pengetahuan dan ekonomi keluarga turut berkontribusi terhadap kejadian campak. Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi, pemerataan layanan kesehatan, serta penguatan pemantauan kasus untuk mencegah KLB di masa mendatang.</p> <p><em>The measles incidence in West Sumatra Province continues to exhibit an unstable pattern and has the potential to trigger an Extraordinary Event (KLB) despite the implementation of the immunization program. Furthermore, disparities in immunization coverage, limited access to health services, and the possibility of under-reporting of cases during the COVID-19 pandemic mean that the case picture does not fully reflect the actual situation. This study aims to describe the history of measles incidence in West Sumatra Province from 2014 to 2024 and analyze trends, risk factors, and control efforts. The method used was a literature review with a historical approach based on Health Profile data, publications from the Central Statistics Agency (BPS), and relevant scientific literature. The results indicate that measles cases have a fluctuating pattern, with indications of outbreaks in 2014 and 2022. Children with incomplete immunizations are the most at-risk group. Other factors such as nutritional status, residential environment, access to health services, and family knowledge and economic status also contribute to measles incidence. Increased immunization coverage, equitable distribution of health services, and strengthened case monitoring are needed to prevent future outbreaks.</em></p> Lymbran Tina Nasywa Rasikah Putri Salsabila Putra Maulana Ishak Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-05-30 2026-05-30 10 5 PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI (PIAUD) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/22588 <p>Program studi S-1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di UIN Saizu Purwokerto berdiri tahun 2014. Skripsi mahasiswa prodi PIAUD mulai ada di repositori UIN Saizu pada tahun 2018. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tren penelitian pada skripsi mahasiswa prodi PIAUD UIN Saizu Purwokerto 2018-2022. Menggunakan analisis kuantitatif pendekatan bibliometrika. Aplikasi yang digunakan untuk menambang data adalah Zotero, untuk visualisasi datanya menggunakan VOSviewer versi 1.6.18. Sumber data skripsi berasal dari repository.uinsaizu.ac.id dengan judul skripsi yang diolah sejumlah 272. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren tema skripsi mahasiswa prodi PIAUD UIN Saizu Purwokerto 2018-2022 sesuai dengan fokus keprodiannya, yaitu seputar tema anak usia dini, optimalisasi dan pengembangan kreativitas. Kluster yang terbentuk adalah 4 (empat) kluster. Tidak terlihat kata/frasa yang menunjukkan konsentrasi Pendidikan Islam dalam judul skripsi mahasiswa PIAUD UIN Saizu Purwokerto. Namun, ada satu kata pada kluster yang menunjukkan tema Islam, adalah kata “RA” (Raudhatul Athfal) yaitu lembaga pendidikan Islam pada tingkat usia dini. Kata Kunci: Tren skripsi; Prodi PIAUD; Raudhatul Athfal; VOSviewer; Bibliometrika 1</p> <p><em>The Bachelor's program in Early Childhood Islamic Education (PIAUD) at UIN Saizu Purwokerto was established in 2014. Student theses for the PIAUD program began appearing in the UIN Saizu repository in 2018. The research objective is to describe the research trends in the theses of PIAUD students at UIN Saizu Purwokerto from 2018 to 2022. This study is done using a quantitative approach through bibliometric analysis. The application used for data mining is Zotero, and data visualization is carried out using VOSviewer version 1.6.18. The thesis data source is from repository.uinsaizu.ac.id, with a total of 272 theses processed. The research results indicate that the trends in the themes of the theses by PIAUD students at UIN Saizu Purwokerto from 2018 to 2022 align with the program's focus, revolving around early childhood themes, optimization, and creativity development. Four (4) clusters were formed. No words or phrases indicating a concentration on Islamic Education were observed in the titles of the theses by PIAUD students at UIN Saizu Purwokerto. However, one word in the cluster indicates an Islamic theme, which is the word "RA" (Raudhatul Athfal), representing Islamic educational institutions at the early childhood level. Keywords: Thesis trends; Early childhood Islamic education program; VOSvie</em></p> Marsiana Esnilia Eno Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu 2026-06-10 2026-06-10 10 5