Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt
id-IDJurnal Ilmiah Multidisiplin TerpaduKONSEP DAN PARADIGMA ILMU DALAM TRADISI ISLAM DAN BARAT: ANALISIS ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, DAN AKSIOLOGIS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24086
<p>Perkembangan ilmu pengetahuan modern menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara paradigma keilmuan Islam dan Barat, terutama dalam aspek sumber pengetahuan, tujuan ilmu, dan nilai yang mendasarinya. Tradisi Islam memandang ilmu sebagai anugerah Tuhan yang bersumber dari wahyu, akal, dan pengalaman empiris yang terintegrasi dalam kerangka tauhid. Sebaliknya, tradisi Barat modern cenderung menempatkan rasionalitas dan empirisme sebagai sumber utama pengetahuan dengan pendekatan yang objektif dan sekuler. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ilmu dalam tradisi Islam dan Barat, mengkaji implikasi perbedaan paradigma terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta menjelaskan pengaruh sejarah dan budaya dalam pembentukan kedua paradigma tersebut. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma Islam mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan intelektual dalam pengembangan ilmu, sedangkan paradigma Barat lebih menekankan aspek rasional, empiris, dan objektivitas ilmiah. Perbedaan tersebut berimplikasi terhadap sistem pendidikan, pengembangan sains dan teknologi, serta orientasi pemanfaatan ilmu pengetahuan. Integrasi kedua paradigma berpotensi menghasilkan sistem ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif, etis, dan berkelanjutan.</p> <p> </p> <p><em>The development of modern science reveals fundamental differences between Islamic and Western scientific paradigms, particularly regarding sources of knowledge, scientific objectives, and underlying values. Islamic tradition views knowledge as a divine gift derived from revelation, reason, and empirical experience integrated within the framework of tawhid. In contrast, the modern Western tradition emphasizes rationality and empiricism as the primary sources of knowledge through objective and secular approaches. This study aims to analyze the concept of knowledge in Islamic and Western traditions, examine the implications of their paradigm differences on scientific development, and explain the influence of historical and cultural factors in shaping these paradigms. This research employs a qualitative descriptive library research method by analyzing relevant scholarly literature. The findings indicate that the Islamic paradigm integrates spiritual, moral, and intellectual dimensions in scientific development, whereas the Western paradigm prioritizes rationality, empiricism, and scientific objectivity. These differences influence educational systems, scientific and technological advancement, and the orientation of knowledge utilization. The integration of both paradigms may contribute to a more comprehensive, ethical, and sustainable knowledge system.</em></p>Herda YantiAyu Karunia Eka PutriGalih WidodoMohd. Arifullah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107TINJAUAN YURIDIS PENGATURAN PARTISIPASI MASYARAKAT DAN KEWENANGAN PEMERINTAH KOTA BOGOR DALAM PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERDASARKAN PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN NOMOR 14 TAHUN 2021
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24412
<p>Persoalan pengelolaan sampah di Kota Bogor kian mendesak untuk ditangani, sebagaimana tercermin dari besarnya volume sampah yang tidak tertangani dengan baik. Dari total timbulan sampah yang mencapai sekitar 600 ton per hari, berkisar antara 15 hingga 180 ton di antaranya tidak berhasil mencapai fasilitas pemrosesan akhir. Sebagai respons atas kondisi tersebut, bank sampah tampil sebagai salah satu solusi berbasis komunitas yang mengedepankan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), meskipun efektivitas pelaksanannya masih terhambat oleh minimnya pengaturan hukum di level daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis bagaimana Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah mengakomodasi keterlibatan warga dan mendefinisikan kewenangan Pemerintah Kota Bogor dalam ekosistem bank sampah, sekaligus menelaah hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yang diperkuat dengan data lapangan sebagai bahan analisis komplementer. Kajian ini menemukan bahwa peraturan tersebut telah memuat pengaturan partisipasi masyarakat secara tersebar di berbagai ketentuan, namun substansinya masih bersifat umum dan belum konkret. Di sisi lain, kewenangan atributif pemerintah daerah yang meliputi pembinaan, pengawasan, fasilitasi kemitraan, dan insentif belum diterjemahkan secara memadai ke dalam regulasi lokal. Absennya Peraturan Wali Kota yang secara spesifik mengatur bank sampah menjadi akar dari berbagai persoalan implementasi di lapangan, mulai dari rendahnya keterlibatan warga, macetnya mekanisme pelaporan, hingga ketimpangan kinerja yang signifikan di antara Bank Sampah Unit (BSU).</p> <p><em>The issue of waste management in Bogor City demands urgent attention. Of the total waste generation reaching approximately 600 tons per day, arround 150 to 180 tons never reach the final disposal facility. In response, waste banks have emerged as a community-driven solution grounded in the 3R principle (reduce, reuse, recycle), though their operational effectiveness continues to be hampered by the absence of adequate regional regulations. This study aims to juridically nalyze how the Regulation of the Minister of Environment and Foresty Number 14 of 2021 on Waste Management at Waste Banks accomodates community involvement and delineates the authority of the Bogor City Government within the waste bank ecosystem, while also examining barriers encountered during implementation. A normative juridical approach is employed, supplemented by field data as complementary analytical material. The study finds that the regulation incorporates community participation provisions across various articles, yet the substance remains general and insufficiently concrete. Meanwhile, the attributive authority of regional governmrnts covering guidance, supervision, partnership facilitation, and incentivies has not been adequately translated into local regulatory instruments. The absence of a Mayor regulation specifically governing waste banks is identified as the root cause of multiple implementation challenges, including low community engagement, dysfunctional reporting mechanisms, and pronounced performance gaps among waste bank units.</em></p>Arfina ShidqiNazaruddin LathifMayzara Sari Fitria
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA TERHADAP PEMALSUAN DOKUMEN OLEH PARA PIHAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN JABATAN NOTARIS DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KEHATI-HATIAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/23823
<p>Tanggung jawab seorang notaris terhadap akta yang dianggap cacat hukum dan tidak sesuai dengan ketentuan pembuatan akta dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Hal ini diperkuat dengan bukti-bukti yang dikemukakan pada pendahuluan bahwa akta yang dihasilkan tidak sesuai dengan asas Undang-Undang. Hal tersebut dinyatakan melanggar Pasal 44 Undang-Undang Jabatan Notaris. Otoritas notaris sebagai pejabat umum dalam pembuatan akta otentik dan prinsip-prinsip hukum yang berlaku untuk akta otentik yang dibuat berdasarkan data atau dokumen yang diberikan oleh para penghadap tidak benar. Akta yang dibuat oleh notaris tersebut mengacu pada data yang diterima dan diberikan oleh para pihak, yang kemudian dituangkan dalam akta tersebut sesuai dengan peraturan yang diatur dalam Undang-Undang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana notaris dapat melindungi secara hukum baik informasi, identitas, dan dokumen hukum yang diberikan oleh para pihak, yang digunakan sebagai sumber saat membuat akta sah. Notaris biasanya tidak memiliki komitmen yang diperlukan untuk menjaga pernyataan para pihak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang berfokus pada perlindungan hukum untuk notaris terhadap informasi palsu, identitas dan dokumen yang diberikan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan akta otentik. Studi ini dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan berbeda: pendekatan Undang-undang, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Penelitian ini mengumpulkan bahan hukum primer dan sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa notaris tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas keterangan, identitas, atau dokumen palsu saat mereka membuat akta pihak atau praktij akte. Ini karena, selama notaris tidak melanggar UUJN, mereka tidak melanggar prosedur pembuatan akta atau ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Notaris tidak dilindungi oleh UUJN dari pemalsuan informasi, identitas, atau dokumen. Ketika notaris dipanggil oleh penyidik untuk memberikan pernyataan sebagai saksi atau tersangka, perlindungan hukum dari Majelis Kehormatan Notaris (MKN) hanya dapat disetujui atau ditolak. Saran kepada Notaris: Notaris harus selalu bertindak secara profesional, dan mereka harus menggunakan hak ingkarnya jika dipanggil oleh penyidik.</p> <p><em>The responsibility of a notary to a deed that is considered legally flawed and not in accordance with the provisions for making a deed in the Notary Office Law. This is reinforced by the evidence presented in the introduction that the deed produced is not in accordance with the principles of the law. This was stated to violate Article 44 of the Notary Office Law. The notary's authority as a public official in making authentic deeds and the legal principles that apply to authentic deeds made based on the data or documents provided by the appearers is incorrect. The deed made by the notary refers to the data received and provided by the parties, which is then set forth in the deed in accordance with the regulations stipulated in the law. This study aims to determine how a notary can legally protect the information, identity, and legal documents provided by the parties, which are used as a source when making a legal deed. Notaries usually do not have the commitment necessary to keep the parties' statements. This research is a normative legal research that focuses on legal protection for notaries against false information, identities and documents provided by parties involved in making authentic deeds. This study was conducted using three different approaches: the statutory approach, the conceptual approach, and the case approach. This research collects primary and secondary legal materials through library research. The results of the study show that notaries cannot be held responsible for false statements, identities, or documents when they make party deeds or deed practices. This is because, as long as the notary does not violate the UUJN, they do not violate the procedure for making a deed or the applicable statutory provisions. Notaries are not protected by UUJN from falsification of information, identity or documents. When the notary is summoned by the investigator to give a statement as a witness or suspect, legal protection from the Notary Honor Council (MKN) can only be approved or rejected. Advice to Notaries: Notaries must always act professionally, and they must exercise their right of denial if summoned by investigators.</em></p>Hendi Mustopa
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ALIRAN TEOLOGI ISLAM DAN TANTANGAN MODERNITAS: IMPLEMENTASI PRINSIP TAWASUTH (MODERAT) ASWAJA DALAM MENGHADAPI ARUS MODERNITAS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24272
<p>Perkembangan intelektual Islam saat ini menghadapi tantangan serius akibat arus modernitas yang membawa paradigm sekularisme, rasionalisme ekstrem, dan disrupsi otoritas keagamaan di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika aliran teologi Islam serta mengkaji relevansi dan implementasi prinsip Tawasuth (moderat) Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) sebagai respons terhadap tantangan modernitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatus teologi klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran teologi seperti Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah memberikan fondasi bagi keseimbangan antara rasio dan wahyu. Di tengah tantangan modernitas, prinsip Tawasuth yang mencakup sikap moderat, seimbang (Tawazun), dan toleran (Tasamuh) terbukti efektif sebagai kerangka berpikir dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern tanpa meninggalkan prinsip dasar Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya kontekstualisasi nilai-nilai Aswaja dalam system pendidikan dan dakwah digital untuk menangkal radikalisme serta sekularisme di era kontemporer.</p> <p><em>The intellectual development of Islam today faces serious challenges due to the currents of modernity, which bring paradigms of secularism, extreme rationalism, and the disruption of religious authority on social media. This study aims to analyze the dynamics of Islamic theological schools and examine the relevance and implementation of the principle of Tawasuth (moderation) in Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) as a response to the challenges of modernity. The research method used is qualitative library research with a descriptive-analytical approach to classical and contemporary theological literature. The findings show that theological schools such as Mu’tazilah, Ash’ariyah, and Maturidiyah provide a foundation for balancing reason and revelation. Amid the challenges of modernity, the principle of Tawasuth, which includes moderation, balance (Tawazun), and tolerance (Tasamuh), has proven effective as a framework for integrating modern scientific knowledge without abandoning the fundamental principles of Islam. The implications of this study emphasize the importance of contextualizing Aswaja values in education and digital da’wah systems to counter radicalism and secularism in the contemporary era.</em></p>Nazma Fauziah CamilaSalwa Hilwa Addawiyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107LITERASI KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN, DAN FINANCIAL TECHNOLOGY DALAM MENINGKATKAN KINERJA UMKM DI KOTA TANJUNGPINANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24036
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan Financial Technology terhadap kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kota Tanjungpinang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan software SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang yang berjumlah 27.758 unit usaha. Sampel ditentukan sebanyak 100 responden dengan teknik convenience sampling dan perhitungan rumus Slovin pada margin of error 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1–5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan koefisien sebesar 0,295 (sig. 0,004); inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan koefisien sebesar 0,508 (sig. 0,000); Financial Technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan koefisien sebesar 0,132 (sig. 0,020); dan secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM dengan F-hitung sebesar 24,389 (sig. 0,000) dan Adjusted R Square sebesar 0,415. Ketiga hipotesis diterima. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kemampuan kognitif, akses terhadap layanan keuangan formal, dan pemanfaatan teknologi keuangan digital merupakan sumber daya strategis yang saling melengkapi dalam meningkatkan kinerja UMKM di wilayah kepulauan.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of financial literacy, financial inclusion, and Financial Technology on the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises in Tanjungpinang City. A quantitative associative approach with multiple linear regression analyses using SPSS software was employed. The population consisted of all MSME actors in Tanjungpinang City, totaling 27,758 business units. A sample of 100 respondents was determined using convenience sampling and the Slovin formula with a 10% margin of error. Data were collected through questionnaires using a 1–5 Likert scale. The results indicated that: financial literacy has a positive and significant effect on MSME performance, with a coefficient of 0.295 (sig. 0.004); financial inclusion has a positive and significant effect on MSME performance, with a coefficient of 0.508 (sig. 0.000); Financial Technology has a positive and significant effect on MSME performance, with a coefficient of 0.132 (sig. 0.020); and simultaneously, all independent variables significantly affect MSME performance, with F-count of 24.389 (sig. 0.000) and Adjusted R Square of 0.415. All three hypotheses were accepted. These findings indicate that cognitive capabilities, access to formal financial services, and the utilization of digital financial technology are mutually complementary strategic resources for improving MSME performance in archipelagic regions.</em></p>Mutiara NadillaArdiansyah Ronia Tambunan
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107IMPLEMENTASI KURIKULUM INTEGRATIF PESANTREN DAN SEKOLAH DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI MADRASAH DINIYAH ROUDLOTUL QUR’AN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24377
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum integratif pesantren dan sekolah dalam penguatan pendidikan karakter siswa di Madrasah Diniyah Roudlotul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan ustadz, pembina asrama, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum integratif dilakukan melalui perpaduan pendidikan formal, pembelajaran diniyah, pengajian Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, serta kegiatan asrama yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari santri. Pendidikan karakter dikembangkan melalui kegiatan religius, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, sikap hormat kepada guru, dan kepedulian sosial. Aktivitas harian seperti shalat berjamaah, pengajian Al-Qur’an, kegiatan ro’an, serta jadwal belajar yang terstruktur memberikan kontribusi besar dalam pembentukan karakter santri. Faktor pendukung implementasi kurikulum meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, aturan yang ketat, pengawasan ustadz dan pembina asrama, serta dukungan wali santri. Adapun faktor penghambatnya meliputi kelelahan santri akibat padatnya aktivitas, kurangnya kesadaran belajar sebagian santri, dan masalah kedisiplinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum integratif memiliki peran penting dalam penguatan pendidikan karakter siswa melalui pembiasaan, kedisiplinan, dan budaya religius di lingkungan pesantren.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of an integrated curriculum between Islamic boarding schools and formal schools in strengthening students’ character education at Madrasah Diniyah Roudlotul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum. This research used a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation involving teachers, dormitory supervisors, and students. The results showed that the integrated curriculum was implemented through the combination of formal education, diniyah learning, Qur’anic studies, worship habituation, and dormitory activities integrated into students’ daily lives. Character education was developed through religious activities, discipline, responsibility, independence, respect for teachers, and social awareness. Daily activities such as congregational prayers, Qur’an recitation, ro’an activities, and structured learning schedules contributed significantly to the formation of students’ character. Supporting factors in implementing the curriculum include a conducive pesantren environment, strict regulations, supervision from teachers and dormitory supervisors, and support from students’ parents. Meanwhile, the inhibiting factors include students’ fatigue due to dense activities, lack of learning awareness among some students, and disciplinary problems. The study concludes that the integrated curriculum has an important role in strengthening students’ character education through habituation, discipline, and religious culture within the pesantren environment.</em></p>NurhidayatMuhammad Syafii
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI SECARA VISUAL MENGGUNAKAN CITRA SATELIT (STUDI KASUS PANTAI TANJUNG BARAT BAROMBONG KOTA MAKASSAR)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24195
<p>Pantai Tanjung Barat Barombong merupakan salah satu kawasan pesisir di Kota Makassar yang memiliki tingkat dinamika dan kerentanan tinggi terhadap perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan pola perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Barat Barombong selama kurun waktu sepuluh tahun, dari tahun 2014 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial melalui teknik interpretasi visual citra satelit multi-temporal yang bersumber dari fitur historical imagery Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Tanjung Barat Barombong mengalami fluktuasi morfologi yang sangat dinamis dan ekstrem. Teridentifikasi adanya siklus perubahan besar yang diawali dengan fase akresi masif pada periode 2014–2017, yang membentuk daratan berpasir baru di sebelah utara Stadion Barombong. Namun, pada periode 2017–2024, daratan baru tersebut mengalami proses abrasi secara kontinu akibat pengaruh energi gelombang dan arus laut Selat Makassar. Selain faktor alami, dinamika ini juga dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik di sekitar wilayah pesisir dan muara Sungai Jeneberang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter pesisir Barombong yang sangat dinamis memerlukan strategi mitigasi dan pembangunan struktur pelindung pantai yang lebih terarah untuk menjaga stabilitas daratan di masa depan.</p> <p><em>Tanjung Barat Barombong Beach is one of the coastal areas in Makassar City that has a high level of dynamics and vulnerability to shoreline changes. This study aims to identify and map the patterns of shoreline changes in Tanjung Barat Barombong Beach over a ten-year period, from 2014 to 2024. The method used is a qualitative descriptive with a spatial approach through visual interpretation techniques of multi-temporal satellite imagery sourced from the historical imagery feature of Google Earth. The results show that Tanjung Barat Barombong Beach experiences very dynamic and extreme morphological fluctuations. A major change cycle was identified that began with a massive accretion phase in the 2014–2017 period, which formed new sandy land north of Barombong Stadium. However, in the 2017–2024 period, the new land experienced a continuous abrasion process due to the influence of wave energy and ocean currents in the Makassar Strait. In addition to natural factors, this dynamic is also influenced by anthropogenic activities around the coastal area and the Jeneberang River estuary. This study concludes that the highly dynamic character of the Barombong coast requires a more targeted mitigation strategy and construction of coastal protection structures to maintain land stability in the future.</em></p>Nuryadi Rara Sri WahyuniMudzaffar Qatas Asdar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANGGOTA KELUARGA NY. A DENGAN PENYAKIT GASTRITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARO PEMATANGSIANTAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24621
<p>Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang umumnya disebabkan oleh pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas, kopi berlebihan, dan stres. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri epigastrium, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Menurut Word Health Organization prevalensi pada tahun 2021 sebanyak 27,20 juta. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga pada anggota keluarga dengan gastritis. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian adalah satu anggota keluarga yang mengalami gastritis. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 05 - 10 maret 2026 di Jalan Bukit Siguntang No. 4 Kelurahan Karo kota Pematangsiantar. Dari penelitian yang dilakukan timbul tiga diagnosis keperawatan, yaitu nyeri akut, pemeliharaan kesehatan tidak efektif, dan penurunan koping keluarga. Setelah lima kali kunjungan, nyeri menurun dari skala 6 - 0 dengan diberikan implementasi relaksasi nafas dalam, pola makan membaik, pemahaman keluarga meningkat, serta keluarga lebih mampu mendukung perawatan klien. Asuhan keperawatan keluarga efektif dalam mengatasi masalah gastritis, meningkatkan perilaku hidup sehat, dan memperkuat koping keluarga.</p> <p><em>Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa commonly caused by irregular eating patterns, consumption of spicy foods, excessive coffee intake, and stress. This condition may lead to epigastric pain, nausea, vomiting, and decreased appetite. This scientific paper aimed to describe family nursing care provided to a family member with gastritis. This study employed a descriptive design using a case study approach. The participant was one family member diagnosed with gastritis. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and documentation. The assessment identified three nursing diagnoses: acute pain, ineffective health maintenance, and compromised family coping. After five home visits and nursing interventions, the patient's pain scale decreased from 6 to 0 through deep breathing relaxation techniques. In addition, improvements were observed in dietary patterns, family understanding of gastritis, and the family's ability to support the patient's care. Family nursing care was effective in managing gastritis-related problems, improving healthy lifestyle behaviors, and strengthening family coping.</em></p> <p> </p>Cici NurhalizahShanty Maria Lissanora Fernanda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DALAM KEMADIRIAN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS IX SMPN 1 TULUNGAGUNG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24008
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab siswa pada mata pelajaran IPS kelas IX SMP Negeri 1 Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, guru IPS, dan siswa kelas IX-H. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penerapan PjBL mampu meningkatkan kemandirian siswa dalam mencari informasi, mengelola tugas, dan menyelesaikan proyek, serta menumbuhkan tanggung jawab melalui kerja sama, pembagian tugas, dan penyelesaian proyek secara tepat waktu.</p> <p><em>This study aims to describe the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model in fostering students' independence and responsibility in Social Studies learning for ninth-grade students at SMP Negeri 1 Tulungagung. This study employed a descriptive qualitative approach involving the Vice Principal for Curriculum Affairs, a Social Studies teacher, and class IX-H students. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings indicate that PjBL was implemented through planning, implementation, and evaluation stages. The model improved students' independence in seeking information, managing tasks, and completing projects, while strengthening their responsibility through collaboration, task distribution, and timely project completion.</em></p>Ana PuspitasariJani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107TEORI BELAJAR KOGNITIF: TINJAUAN LITERATUR TENTANG PENERAPAN DAN IMPLIKASI PADA ANAK USIA DINI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24374
<p>Perkembangan kognitif anak pada masa usia dini (0–8 tahun) merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas belajar sepanjang hayat. Periode ini sering disebut sebagai "jendela emas" (golden age) karena kapasitas otak berkembang dengan sangat pesat—sekitar 90% perkembangan otak terjadi sebelum usia enam tahun (Center on the Developing Child, Harvard University, 2016). Dalam konteks ini, pemahaman yang mendalam mengenai teori belajar kognitif menjadi krusial bagi para pendidik, pengambil kebijakan, dan orang tua dalam merancang pengalaman belajar yang optimal bagi anak.Teori belajar kognitif berakar pada keyakinan bahwa proses belajar bukan sekadar respons pasif terhadap stimulus eksternal, melainkan merupakan aktivitas mental aktif yang melibatkan persepsi, pemrosesan informasi, penyimpanan memori, dan konstruksi makna. Berbeda dengan aliran behaviorisme yang memusatkan perhatian pada perilaku yang dapat diamati, pendekatan kognitif menekankan pentingnya struktur mental internal dan proses berpikir yang terjadi di balik perilaku tersebut (Mayer, 2011).Beberapa tokoh utama yang membentuk lanskap teori belajar kognitif antara lain Jean Piaget dengan teori perkembangan kognitifnya, Lev Vygotsky dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding, David Ausubel dengan teori belajar bermakna (meaningful learning), serta Jerome Bruner dengan teori representasi dan penemuan terpandu. Masing-masing teori ini menawarkan perspektif yang saling melengkapi mengenai bagaimana anak-anak membangun pemahaman mereka tentang dunia. Meskipun teori-teori tersebut telah banyak diteliti secara individual, masih terdapat kesenjangan dalam literatur yang membahas secara komprehensif bagaimana berbagai teori kognitif ini berinteraksi dan saling melengkapi dalam konteks praktik PAUD kontemporer. Kajian terdahulu cenderung berfokus pada satu teori tertentu tanpa mengintegrasikannya dengan perkembangan ilmu saraf (neuroscience) terkini yang semakin memperkuat dasar empiris teori-teori tersebut.Berdasarkan latar belakang di atas, artikel ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi teori-teori belajar kognitif utama dan prinsip-prinsip dasarnya; (2) menganalisis penerapan teori belajar kognitif dalam praktik pembelajaran PAUD berdasarkan bukti empiris; (3) mengeksplorasi implikasi pedagogis dari temuan-temuan penelitian terkini; dan (4) merumuskan rekomendasi berbasis bukti bagi praktisi dan peneliti di bidang PAUD. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan yang komprehensif dan mutakhir bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini.</p>Rita FayPutri Elisabeth KollyPuput Kartiqha Airtur
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PENGARUH PEMBERIAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) VOOR-OOGST VARIETAS KASTURI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24192
<p>Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam budidaya tembakau berdampak negatif terhadap kesuburan tanah dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif berupa pupuk hayati yang ramah lingkungan. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang mampu mengkolonisasi rizosfer, menghasilkan zat pengatur tumbuh (ZPT), memfiksasi nitrogen, melarutkan fosfat, serta menekan aktivitas patogen tanah, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Negeri Jember mulai bulan Agustus 2024 hingga Januari 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial (RAKNF) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, sehingga terdapat 240 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (kontrol/tanpa PGPR), P1 (25 ml/L PGPR), P2 (50 ml/L PGPR), dan P3 (75 ml/L PGPR). Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan volume akar yang diamati pada umur 14, 21, 28, dan 35 Hari Setelah Transplanting (HST). Data dianalisis menggunakan anova dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 14 HST, diameter batang pada 14 dan 35 HST, serta jumlah daun pada 14, 21, dan 35 HST. Perlakuan PGPR berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada 28 HST dan jumlah daun pada 28 HST. Namun, pemberian PGPR tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 21, 28, dan 35 HST, serta tidak berpengaruh nyata terhadap volume akar pada 35 HST.</p> <p><em>The excessive use of chemical fertilizers in tobacco cultivation has a negative impact on soil fertility and the environment, making it necessary to seek alternatives in the form of environmentally friendly biofertilizers. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) is a group of beneficial bacteria capable of colonizing the rhizosphere, producing plant growth regulators (PGR), fixing nitrogen, solubilizing phosphate, and suppressing soil pathogen activity, thus having the potential to improve seedling growth. The research was conducted at the experimental farm of Politeknik Negeri Jember from August 2024 to January 2025. The design used was a Non-Factorial Randomized Block Design (RAKNF) with 4 treatments and 6 replications, resulting in a total of 240 sample plants. The treatments consisted of P0 (control/without PGPR), P1 (25 ml/L PGPR), P2 (50 ml/L PGPR), and P3 (75 ml/L PGPR). The observed parameters included plant height, number of leaves, stem diameter, and root volume, measured at 14, 21, 28, and 35 Days After Transplanting (DAT). Data were analyzed using anova followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The results showed that PGPR application had a highly significant effect on plant height at 14 DAT, stem diameter at 14 and 35 DAT, and number of leaves at 14, 21, and 35 DAT. PGPR treatment had a significant effect on stem diameter at 28 DAT and number of leaves at 28 DAT. However, PGPR application had no significant effect on plant height at 21, 28, and 35 DAT, nor on root volume at 35 DAT.</em></p>Nafa Liyra MayyazantosoIrma Wardati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DENGAN FILSAFAT DAN FILSAFAT HUKUM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24449
<p>Artikel ini mengkaji secara komprehensif mengenai kedudukan, hakikat, persamaan, serta perbedaan antara filsafat sebagai induk segala ilmu pengetahuan dengan filsafat hukum sebagai cabang ilmu terapan yang berfokus pada ranah kenormatifan hukum. Seringkali terjadi kerancuan pemahaman di kalangan akademisi pemula maupun mahasiswa mengenai batasan kedua disiplin ilmu ini, terutama dalam menyusun kerangka teori penelitian. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan yang mendalam, penulis membedah objek material, objek formal, serta struktur berpikir keduanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun memiliki kesamaan dalam hal karakteristik berpikir yang radikal, sistematis, universal, dan berlandaskan tiga pilar utama filsafat (Ontologi, Epistemologi, Aksiologi), namun keduanya memiliki perbedaan yang tajam dalam hal luas cakupan kajian, spesifikasi objek, serta tujuan akhir yang ingin dicapai. Artikel ini disusun untuk memenuhi standar penulisan akademik Universitas Islam Tembilahan dan diharapkan dapat menjadi landasan teoretis bagi pengembangan studi hukum, khususnya dalam konteks penelitian hukum Islam dan hukum positif di wilayah Tembilahan dan sekitarnya.</p>IbrahimJunaidi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107REVOLUSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/23987
<p>Pendidikan kewarganegaraan merupakan instrumen strategis dalam membentuk karakter dan identitas nasional generasi muda Indonesia. Di era globalisasi dan digitalisasi, tantangan yang dihadapi semakin kompleks, seperti lunturnya nilai kebangsaan, maraknya hoaks, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran revolusi pendidikan kewarganegaraan dalam membangun generasi emas Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan perlu mengalami transformasi melalui inovasi pembelajaran, integrasi teknologi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila. Data menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital siswa sebesar 65% berkontribusi terhadap kemampuan berpikir kritis (Lestari, 2023). Selain itu, pembelajaran berbasis proyek terbukti meningkatkan karakter tanggung jawab siswa hingga 70%. Oleh karena itu, revolusi pendidikan kewarganegaraan menjadi solusi strategis dalam menciptakan generasi yang berkarakter, cerdas, dan kompetitif secara global.</p> <p><em>Civic education is a strategic instrument in shaping the character and national identity of Indonesia’s younger generation. In the era of globalization and digitalization, the challenges faced are increasingly complex, including the decline of national values, the spread of misinformation (hoaxes), and low levels of digital literacy. This study aims to analyze the role of the revolution in civic education in building Indonesia’s golden generation. The method used is qualitative with a literature study approach derived from scientific journals published within the last five years. The results indicate that civic education needs to undergo transformation through learning innovation, technology integration, and the strengthening of Pancasila values. Data show that a 65% increase in students’ digital literacy contributes significantly to their critical thinking skills (Lestari, 2023). In addition, project-based learning has been proven to improve students’ sense of responsibility by up to 70%. Therefore, the revolution of civic education serves as a strategic solution in creating a generation that is well-characterized, intelligent, and globally competitive.</em></p>Zahra SukriansyahSyamzaimar
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PEMANFAATAN BAHAN SEDERHANA MENJADI KERANJANG BAMBU ESTETIK DAN MULTIFUNGSI: UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS DAN POTENSI NILAI JUAL PRODUK KERAJINAN UMKM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24358
<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat, namun banyak pelaku UMKM kerajinan anyaman bambu yang masih terkendala pada aspek nilai estetika dan variasi produk sehingga daya saing di pasar cenderung rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menghasilkan produk keranjang bambu estetik yang multifungsi, mulai dari wadah pernak-pernik hingga wadah buah-buahan, sebagai contoh nyata pengembangan produk yang dapat diadopsi UMKM untuk meningkatkan kreativitas berproduksi. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pengembangan produk (product development) tanpa disertai survei langsung ke lapangan, meliputi tahap studi pendahuluan, perancangan desain, pemilihan dan pengolahan bahan bambu, proses produksi, hingga uji fungsi dan estetika. Uji fungsi dan estetika dilakukan secara deskriptif oleh tim pelaksana menggunakan skala penilaian 1-5 pada empat indikator, yaitu kekuatan struktur, kerapian anyaman, daya tarik visual, dan fungsi multiguna produk. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata 4 dari 5 pada seluruh indikator, dengan skor tertinggi pada aspek daya tarik visual. Produk keranjang bambu yang dihasilkan memiliki desain lebih variatif dan finishing lebih rapi dibandingkan produk anyaman konvensional pada umumnya, sehingga berpotensi memiliki nilai jual yang lebih kompetitif. Produk ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif produk unggulan yang dapat diadopsi oleh pelaku UMKM guna meningkatkan kreativitas berproduksi serta membuka peluang diversifikasi produk kerajinan berbahan dasar bambu.</p>Beatrix UwaubunMarleen MuskitaChostansia Margaretha TahulendingLeonhard SongbesJesica Mycela BuluBrenda Caludia Mailuhu
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN AUFA RESIDENCE 7 DUSUN BAMPU DESA KARUENG KECAMATAN ENREKANG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24175
<p>Pembangunan perumahan merupakan upaya penyediaan hunian beserta sarana dan prasarana lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal yang layak. Sebelum dilaksanakan, proyek perumahan perlu melalui analisis kelayakan ekonomi untuk menilai kelayakan investasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus pada Perumahan Aufa Residence 7 di Kota Enrekang. Data diperoleh melalui kombinasi data primer dan sekunder dengan instrumen kuesioner. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa proyek layak untuk dilaksanakan. Nilai Benefit Cost Ratio BCR sebesar 1,81 > 1, yang berarti manfaat lebih besar dari biaya. Net Present Value NPV bernilai positif sebesar Rp11.276.600.954 > 0, sehingga proyek memberikan keuntungan. Internal Rate of Return IRR sebesar 84,66% > Minimum Attractive Rate of Return MARR 26%, menunjukkan tingkat pengembalian melebihi tingkat yang disyaratkan. Payback Period PP tercapai dalam 2,84 tahun, lebih cepat dari umur investasi 2 tahun. Berdasarkan seluruh indikator tersebut, dapat disimpulkan bahwa Perumahan Aufa Residence 7 layak secara ekonomi untuk dikembangkan.</p> <p><em> Housing development is an effort to provide decent housing along with environmental facilities and infrastructure to meet community needs for adequate shelter. Prior to implementation, housing projects must undergo an economic feasibility analysis to assess investment viability. This study employs a descriptive-analytical method with a case study approach at Aufa Residence 7 in Enrekang City. Data were collected through a combination of primary and secondary sources using questionnaires. The results of the economic feasibility analysis indicate that the project is feasible. The Benefit Cost Ratio BCR is 1.81 > 1, meaning that benefits exceed costs. The Net Present Value NPV is positive at Rp11,276,600,954 > 0, indicating that the project generates profit. The Internal Rate of Return IRR is 84.66% > Minimum Attractive Rate of Return MARR 26%, showing that the rate of return exceeds the required rate. The Payback Period PP is achieved in 2.84 years, which is shorter than the 2-year investment period. Based on all these indicators, it can be concluded that Aufa Residence 7 is economically feasible for development.</em></p>Muhammad GunawanJamiluddin JabirRusmawati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DENGAN FILSAFAT DAN FILSAFAT HUKUM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24427
<p>Penelitian ini membahas filsafat hukum dan filsafat hukum Islam sebagai landasan konseptual dalam memahami hakikat hukum serta arah penetapan hukum yang berorientasi pada kemaslahatan umum. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian filsafat, filsafat hukum, dan filsafat hukum Islam, menjelaskan hubungan ketiganya dalam pembentukan sistem hukum, serta mengkaji tujuan hukum berdasarkan perspektif pemikiran para ahli dan prinsip-prinsip hukum Islam. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses reduksi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat hukum berfungsi sebagai dasar reflektif dalam memahami hakikat, tujuan, dan kekuatan mengikat hukum, sedangkan filsafat hukum Islam menempatkan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama hukum yang diarahkan untuk mewujudkan keadilan, kepastian hukum, kemanfaatan, serta kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa hukum yang ideal tidak hanya berorientasi pada kepastian normatif, tetapi harus mampu mengakomodasi nilai-nilai moral, etika, dan keadilan yang hidup dalam masyarakat. Dengan demikian, filsafat hukum dan filsafat hukum Islam memiliki peran strategis dalam membangun sistem hukum yang responsif terhadap perkembangan sosial tanpa mengabaikan nilai-nilai fundamental yang menjadi dasar pembentukan hukum.</p> <p><em>This study examines the philosophy of law and the philosophy of Islamic law as conceptual foundations for understanding the nature of law and the direction of legal formulation aimed at achieving public welfare (maslahah). The study seeks to analyze the concepts of philosophy, philosophy of law, and philosophy of Islamic law, explain the interrelationship among these disciplines in the development of legal systems, and examine the objectives of law from the perspectives of legal philosophers and the fundamental principles of Islamic law. This research employs a normative legal research method with a qualitative approach through library research. The data were collected from secondary sources, including books, scholarly journals, legislation, and other relevant legal literature, and were analyzed using a descriptive-analytical method through data reduction, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that the philosophy of law serves as a reflective foundation for understanding the nature, objectives, and binding force of law, while the philosophy of Islamic law recognizes the Qur'an and the Sunnah as the primary sources of law directed toward achieving justice, legal certainty, utility, and public welfare. Furthermore, the study reveals that an ideal legal system should not merely emphasize normative legal certainty but must also accommodate moral values, ethical principles, and the sense of justice that develops within society. Therefore, both the philosophy of law and the philosophy of Islamic law play a strategic role in establishing a legal system that is responsive to social change while maintaining the fundamental values that underpin legal development.</em></p>Zella Era IndriyaniJunaidi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PEMANFAATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF MERONCE MANIK-MANIK DARI TUTUP BOTOL UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/23913
<p>Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan media pembelajaran yang penting dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak usia dini, salah satunya adalah kemampuan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kegiatan meronce manik-manik yang terbuat dari tutup botol bekas dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi pada anak usia 4–6 tahun. Kegiatan meronce dilakukan dengan cara memasukkan tutup botol yang telah dilubangi ke dalam tali sehingga membentuk rangkaian tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu melatih koordinasi mata dan tangan, meningkatkan ketelitian, kesabaran, serta keterampilan jari anak. Selain itu, penggunaan bahan bekas seperti tutup botol juga memberikan nilai edukasi tentang pemanfaatan lingkungan dan kreativitas. Anak terlihat lebih antusias dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pemanfaatan APE meronce dari tutup botol dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif, ekonomis, dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi reverensi bagi peenduduk dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang inofatif.</p> <p><em>Educational Game Tools (APE) are important learning media in developing various aspects of early childhood development, one of which is fine motor skills. This research aims to determine the use of stringing beads made from used bottle caps in developing fine motor skills in young children. The method used in this research is a qualitative approach with observation and documentation techniques for children aged 4-6 years. The meronce activity is carried out by inserting bottle caps that have been perforated into the string to form a certain chain. The research results show that this activity is able to train eye and hand coordination, increase children's accuracy, patience and finger skills. Apart from that, the use of used materials such as bottle caps also provides educational value about environmental use and creativity. Children look more enthusiastic and active during the learning process. Thus, the use of APE meronce from bottle caps can be an effective, economical and fun alternative learning media in developing the fine motor skills of young children. It is hoped that this research can become a reference for educators in creating innovative and meaningful learning activities.</em></p>Jetri Alimia KamlasiMerfin Merlina AninMargaretha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107NIGHTMARE DISORDER DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24338
<p>Penciptaan karya fotografi ini berjudul “Nightmare Disorder dalam Fotografi Ekspresi” yang bertujuan memvisualisasikan penyebab, isi mimpi buruk, serta dampak yang ditimbulkan oleh nightmare disorder melalui pendekatan fotografi ekspresi. Karya ini berangkat dari pengalaman pribadi pengkarya yang mengalami mimpi buruk berulang pada usia 10–12 tahun sehingga menimbulkan rasa takut, kecemasan, trauma, dan gangguan kualitas tidur. Melalui karya ini, nightmare disorder dipahami bukan sekadar mimpi buruk biasa, melainkan gangguan yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari. Metode penciptaan yang digunakan meliputi observasi, studi literatur, dan wawancara dengan dokter spesialis kejiwaan. Proses visualisasi dilakukan menggunakan teknik montase digital imaging dengan bantuan Adobe Photoshop untuk menggabungkan berbagai elemen visual menjadi karya yang bersifat surealis dan ekspresif. Pendekatan semiotika Roland Barthes melalui makna denotasi dan konotasi digunakan untuk memaknai elemen-elemen visual seperti kasur, tangan, pintu, jam, bayangan, dan entitas sebagai representasi kondisi psikologis dalam menghadapi nightmare disorder. Hasil penciptaan berupa 20 karya fotografi ekspresi yang terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu penyebab nightmare disorder, isi mimpi buruk, dan dampak yang ditimbulkan setelah mengalami mimpi buruk secara berulang. Karya-karya tersebut menggambarkan rasa takut, tekanan mental, paranoia, insomnia, hingga kondisi fisik yang melemah akibat terganggunya kualitas tidur. Melalui visual yang surealis dan emosional, karya ini diharapkan dapat menjadi media reflektif sekaligus edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak nightmare disorder terhadap kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari.</p> <p><em>This photographic artwork, entitled “Nightmare Disorder in Expressive Photography,” aims to visualize the causes, contents, and impacts of nightmare disorder through an expressive photography approach. The work is based on the artist’s personal experience of recurrent nightmares between the ages of 10 and 12, which caused fear, anxiety, trauma, and sleep disturbances. Through this artwork, nightmare disorder is presented not merely as ordinary bad dreams but as a condition that can affect mental health and daily life. The creative process employed observation, literature review, and interviews with a psychiatrist as methods of data collection and conceptual development. The visualization process utilized digital imaging montage techniques with Adobe Photoshop to combine various visual elements into surreal and expressive photographic works. Roland Barthes’ semiotic approach, particularly the concepts of denotation and connotation, was applied to interpret visual elements such as beds, hands, doors, clocks, shadows, and entities as representations of psychological conditions associated with nightmare disorder. The result of this creation consists of 20 expressive photographic works divided into three categories: the causes of nightmare disorder, the contents of nightmares, and the impacts experienced after recurrent nightmares. These works portray fear, psychological pressure, paranoia, insomnia, and physical weakness resulting from disrupted sleep quality. Through surreal and emotional visual representations, this artwork is expected to serve as both a reflective and educational medium for raising public awareness of the effects of nightmare disorder on mental health and everyday life.</em></p>Fadhil Muhammad Cindi Adelia Putri Emas
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ANALISIS STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN KEPEMILIKAN MANAJERIALTERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24041
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas, likuiditas, dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan, serta menguji peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel dependen yaitu nilai perusahaan (PBV), variabel independen yaitu struktur modal (DER), profitabilitas (ROA), likuiditas (CR), dan kepemilikan manajerial (KM), serta variabel moderasi yaitu ukuran perusahaan (UP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan sektor Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan studi kepustakaan, dengan pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh total 90 observasi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dan kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan struktur modal dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan terbukti mampu memoderasi (memperkuat) pengaruh kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan, namun tidak mampu memoderasi pengaruh struktur modal, profitabilitas, maupun likuiditas terhadap nilai perusahaan.</p> <p><em>This study aims to analyze the effect of capital structure, profitability, liquidity, and managerial ownership on firm value, and to examine the role of firm size as a moderating variable in that relationship. The variables used in this study consist of firm value (PBV) as the dependent variable, capital structure (DER), profitability (ROA), liquidity (CR), and managerial ownership (KM) as the independent variables, while firm size (UP) serves as the moderating variable.This study employs a quantitative approach using secondary data in the form of annual financial reports of Food and Beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. Data were collected through documentation and literature study techniques, with the sample selected using a purposive sampling method, resulting in a total of 90 observations. Data analysis techniques used multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The results show that profitability has a positive and significant effect on firm value, and managerial ownership has a significant effect on firm value, while capital structure and liquidity have no significant effect on firm value. Firm size is proven to moderate (strengthen) the effect of managerial ownership on firm value, but is unable to moderate the effect of capital structure, profitability, or liquidity on firm value.</em></p>Nana SefitasariYuliusmanWiwik Tiswiyanti
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK URIN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM L.) KASTURI VOOR-OOGST
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24407
<p>Produksi tembakau dapat dipengaruhi oleh pemilihan bibit yang kurang berkualitas. Pemilihan bibit tembakau sangat berperan penting untuk mempertahankan kualitas dan mutu dalam budidaya tanaman tembakaumaka dapat dirumuskan masalah yaitu apakah pemberian pupuk organik urin kambing berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tembakau kasturi Voor-oogst (Nicotiana tabacum L). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik urin kambing terhadap pertumbuhan bibit tembakau kasturi Voor-oogst (Nicotiana tabacum L). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 sampai Januari 2025 di lahan penelitian Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK ((Rancangan Acak Kelompok) Non-Faktorial menggunakan 1 faktor, Perlakuan yaitu konsentrasi pupuk organik urin kambing dengan konsentrasi, (P0) tanpa perlakuan, konsentrasi (P1) Konsentrasi 100 ml urin kambing + 900 ml air, (P2) Konsentrasi 200 ml urin kambing + 800 ml air, (P3) Konsentrasi 300 ml urin kambing + 700 ml air. Parameter pengamatan pada penelitian meliputi tinggi bibit, jumlah daun helai, diameter batang, berat basah, berat kering. Hasil penelitian perlakuan disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik urin kambing berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit, diameter batang, berat basah dan berat kering pada umur 35 HST serta tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.</p> <p><em>Tobacco production can be affected by the selection of low-quality seeds. The selection of tobacco seeds plays a crucial role in maintaining the quality and standard of tobacco cultivation. Therefore, the problem can be formulated as to whether the application of organic goat urine fertilizer has an effect on the growth of Voor-oogst (Nicotiana tabacum L) kasturi tobacco seeds.The purpose of this study was to determine the effect of giving goat urine organic fertilizer on the growth of Voor-oogst kasturi tobacco seedlings (Nicotiana tabacum L). The study was conducted from October 2024 to January 2025 at the Jember State Polytechnic research field. The experimental design used in this study was RAK (Randomized Block Design) Non-Factorial using 1 factor, Treatment namely the concentration of goat urine organic fertilizer with concentration, (P0) without treatment, concentration (P1) Concentration of 100 ml goat urine + 900 ml water, (P2) Concentration of 200 ml goat urine + 800 ml water, (P3) Concentration of 300 ml goat urine + 700 ml water. Observation parameters in the study included plant height, number of leaves, stem diameter, wet weight, dry weight. The results of the treatment study concluded that the effect of giving goat urine organic fertilizer had a significant effect on the growth of plant height, stem diameter, wet weight and dry weight at the age of 35 HST and had no significant effect on the number of leaves.</em></p>Nurul HidayatIrma Wardati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PENERAPAN MANAJEMEN PRODUKSI DALAM TRANSFORMASI LIMBAH KULIT JAGUNG MENJADI PRODUK KREATIF BERNILAI EKONOMIS TINGGI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24245
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi manajemen produksi, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, dalam proses transformasi limbah kulit jagung menjadi produk kreatif bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah limbah kulit jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan masalah lingkungan, padahal limbah tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kerajinan tangan bernilai jual. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah pelaku usaha pengolah limbah kulit jagung, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap proses produksi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Variabel yang diamati meliputi penerapan fungsi-fungsi manajemen pada setiap tahapan produksi serta nilai ekonomi produk yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen secara terintegrasi mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga konsistensi kualitas produk, dan meningkatkan nilai jual limbah kulit jagung menjadi produk kreatif seperti bunga hias, bingkai foto, aksesoris, dan dekorasi rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen produksi yang baik berperan penting dalam mengubah limbah pertanian menjadi peluang usaha yang mendukung ekonomi kreatif dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of production management functions, namely planning, organizing, actuating, and controlling, in the process of transforming corn husk waste into creative products with high economic value. The study is motivated by the large amount of corn husk waste that has not been optimally utilized, which has the potential to cause environmental problems, even though the waste has great potential to be processed into marketable handicrafts. This research uses a descriptive qualitative method with corn husk waste processing business actors as the research subjects, selected through purposive sampling technique. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation of the production process, then analyzed using qualitative descriptive analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing. The variables observed include the application of management functions at each stage of production and the economic value of the resulting products. The results show that the integrated implementation of management functions is able to improve production efficiency, maintain product quality consistency, and increase the selling value of corn husk waste into creative products such as decorative flowers, photo frames, accessories, and home decorations. The study concludes that sound production management plays an important role in turning agricultural waste into a business opportunity that supports the creative economy and sustainable waste management.</em></p>Susana M.W. MuskittaKellyana Adonia WallyTresia Prila Dwi FoneFridz Matandung
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS TERHADAP NY. S DENGAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI POST OPERASI HYSTERECTOMY MIOMA UTERI DI RUMAH SAKIT TENTARA TK IV 01.07.01 PEMATANGSIANTAR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24630
<p>Mioma uteri merupakan tumor jinak pada otot rahim yang sering kali membutuhkan tindakan pembedahan. Berdasarkan data The Institute for Functional Medicine (2024), kasus mioma uteri global melonjak dari 126,41 juta menjadi 226,05 juta jiwa. Studi kasus ini bertujuan menerapkan asuhan keperawatan maternitas komprehensif serta mengaplikasikan tahapan proses keperawatan nyata pada pasien pasca-operasi mioma uteri. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang pasien post-operasi mioma uteri yang dirawat selama 3 hari mulai tanggal 15–17 April 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Evaluasi setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 3x24 jam menunjukkan bahwa keluhan nyeri akut pasien menurun signifikan dari skala 7 menjadi 3, setelah dilakukan tindakan relaksasi napas dalam, mobilisasi fisik bertahap meningkat setelah dilakukan implementasi dukunagn mobilisasi, pola tidur membaik setelah dilakukan implementasi memfasilitasi lingkungan yang nyaman, serta tidak ditemukan tanda-tanda infeksi pada luka operasi. Asuhan keperawatan maternitas dilakukan secara komprehensif efektif dalam mengatasi masalah keperawatan nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan pola tidur dengan masalah keperawatan teratasi sebagian pada pasien post-operasi mioma uteri.</p> <p><em>Uterine fibroids are benign tumors of the uterine muscle that often require surgical intervention. Based on data from The Institute for Functional Medicine (2024), global cases surged from 126.41 million to 226.05 million. This case study aims to apply comprehensive maternity nursing care and implement the actual nursing process phases in post-operative uterine fibroid patients. This study used a descriptive qualitative design with a case study approach. The subject was a single post-operative uterine fibroid patient cared for during a 3-day study period from April 15–17, 2026. Data collection techniques included interviews, observation, physical examination, and documentation. Evaluation after 3x24 hours of nursing implementation showed that the patient's acute pain decreased significantly from a scale of 7 to 3 following deep breathing relaxation techniques. Physical mobility progressively increased after mobility support implementation, sleep patterns improved through facilitating a comfortable environment, and no signs of infection were found on the surgical wound. Comprehensive maternity nursing care is effective in managing the nursing problems of acute pain, impaired physical mobility, and disturbed sleep patterns, with the nursing problems being partially resolved in post-operative uterine fibroid patients</em></p>Ronatama Parulian SimanjuntakShanty Maria Lissanora Fernanda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN PARENTING STRESS IBU DENGAN MASALAH KESEHATAN MENTAL ANAK USIA DINI DI TK DESA CURAHKALONG BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24029
<p>Latar Belakang: Parenting stress merupakan tekanan fisik dan emosional yang dialami ibu selama menjalankan peran pengasuhan. Tingginya stres pengasuhan dapat memengaruhi kualitas interaksi ibu dan anak sehingga berdampak pada kesehatan mental anak usia dini. Permasalahan kesehatan mental anak dapat ditandai dengan gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas, kesulitan berhubungan dengan teman sebaya, serta rendahnya perilaku prososial. Tujuan: Menganalisis hubungan parenting stress pada ibu dengan kesehatan mental anak usia dini di TK Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia dini di TK Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Parental Stress Scale (PSS) untuk mengukur parenting stress dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk mengukur kesehatan mental anak. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil: Sebagian besar ibu memiliki parenting stress kategori rendah sebanyak 46 responden (54,8%). Sebagian besar anak mengalami gangguan emosional sebanyak 43 anak (51,2%) dan masalah perilaku sebanyak 45 anak (53,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,214 dengan p = 0,050, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah antara parenting stress ibu dan masalah kesehatan mental anak usia dini. Kesimpulan: Semakin tinggi parenting stress pada ibu, semakin tinggi kecenderungan munculnya masalah kesehatan mental pada anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan dukungan keluarga, edukasi pengelolaan stres pengasuhan, serta deteksi dini masalah kesehatan mental anak untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.</p> <p><em>Background: Parenting stress is the physical and emotional pressure experienced by mothers during their parenting roles. High levels of parenting stress can affect the quality of mother-child interactions, thus impacting the mental health of early childhood. Children's mental health problems can be characterized by emotional symptoms, behavioral problems, hyperactivity, difficulties relating to peers, and low prosocial behavior. Objective: To analyze the relationship between maternal parenting stress and the mental health of early childhood children in Kindergarten, Curahkalong Village, Bangsalsari Regency, Jember Regency. Method: This study used a correlational design with a cross-sectional approach. The study population was mothers with early childhood children in Kindergarten, Curahkalong Village, Bangsalsari Regency, Jember Regency. The study sample consisted of 84 respondents selected using a total sampling technique. The instruments used were the Parental Stress Scale (PSS) to measure parenting stress and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) to measure children's mental health. Data analysis used the Spearman Rank test with a significance level of α ≤ 0.05. Results: Most mothers had low parenting stress, as many as 46 respondents (54.8%). A majority of children experienced emotional disorders (43 children (51.2%) and behavioral problems (45 children (53.6%). The Spearman Rank test showed a correlation coefficient of r = 0.214 with p = 0.050, indicating a positive, weak relationship between maternal parenting stress and early childhood mental health problems. Conclusion: The higher the maternal parenting stress, the higher the likelihood of mental health problems in early childhood. Therefore, family support, education on managing parenting stress, and early detection of mental health problems in children are needed to support optimal child growth and development.</em></p>HolidaNikmatur RohmahSiti Kholifah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24376
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap kemampuan pemahaman konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan siswa madrasah ibtidaiyah. Tes awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas 2 MIS Al-Wardah masih belum memahami konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dalam soal cerita. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dalam soal cerita ini dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode storytelling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan bentuk quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di MIS Al-Wardah dengan populasi keseluruhan siswa sebanyak 216 siswa dan sampel sebanyak 44 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling secara signifikan mempengaruhi peningkatan kemampuan pemahaman konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan siswa. Uji hipotesis dengan uji paired sample t-test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak dan terbukti bahwa terdapat pengaruh metode storytelling terhadap kemampuan pemahaman konsep operasi hitung penjumlahan dan pengurangan siswa madrasah ibtidaiyah.</p> <p><em>This research aims to determine the effect of the storytelling method on the ability to understand the concept of arithmetic operations of addition and subtraction of elementary madrasah students. The initial test showed that most of the 2nd grade students at MIS Al-Wardah still didn’t understand the concept of arithmetic operations of addition and subtraction in story problems. The low ability to understand the concept of addition and subtraction arithmetic operations in story problems can be improved by applying the storytelling method. The research method used is a quantitative method in the form of a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. This research was carried out at MIS Al-Wardah with a total student population of 216 students and a sample of 44 students. The results of the research show that the storytelling method significantly influences the increase in students’ ability to understand the concepts of addition and subtraction arithmetic operations. Hypothesis testing using the paired sample t-test obtained a sig value. (2-tailed) of 0,000. Sig value. (2-tailed) 0,000 < 0,05 then Ha is accepted dan Ho rejected and it is proven that there is an influence of the storytelling method on the ability to understand the concept of arithmetic operations of addition and subtraction of madrasah ibtidaiyah students.</em></p>Nurul Shadrina HusnaUrdiana SiregarRora Rizky Wandini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PENGARUH GREEN PRODUCT, GREEN ADVERTISING DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ECO BAG DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI PADA MASYARAKAT WAY DADI BANDAR LAMPUNG)
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24193
<p>Penelitian ini berfokus pada keputusan pembelian dan minat beli konsumen terhadap suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh green product, green advertising dan harga terhadap keputusan pembelian konsumen. Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, eco bag menjadi alternatif pengganti kantong pelastik yang penting, namun keputusan konsumen tetap dipengaruhi oleh persepsi kuaitas produk dan kesesuaian harga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan SmartPls.Penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data observasi dan kuesioner. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalalui hasil observasi dan kuesioner, sedangkan data sekunder didapat dari jurnal hasil penelitian terdahulu dan buku-buku yang selaras dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green product dan green advertising memeiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Artinya, kualitas yang ramah lingkungan dan kampanye iklan yang berwawasan lingkungan mampu mendorong konsumen untuk membeli, serta harga memiliki peran penentu yang kuat, dimana harga yang rasional dan kompetitif akan menguatkan keputusan konsumen untuk membeli eco bag.</p> <p><em>This study focuses on consumer purchase decisions and purchase intentions regarding a specific product. It aims to examine and analyze the influence of green products, green advertising, and price on consumer purchase decisions. Amidst rising environmental awareness, eco-bags have emerged as a crucial alternative to plastic bags; however, consumer decisions remain influenced by perceptions of product quality and price suitability. This study employs a quantitative approach using SmartPLS. Data collection techniques included observation and questionnaires. Primary data were obtained directly from respondents through these methods, while secondary data were gathered from previous research journals and relevant literature.The results indicate that green products and green advertising have a positive and significant influence on purchase decisions. This implies that eco-friendly quality and environmentally conscious advertising campaigns encourage consumers to make a purchase. Furthermore, price plays a decisive role; rational and competitive pricing strengthens the consumer's decision to buy eco-bags.</em></p>Septi HarliyaniOkta Supriyaningsih Eni Nopia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107EDUKASI PENGELOLAAN UANG SAKU DAN KEUANGAN DIGITAL UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI CERDAS FINANSIAL DI ERA EKONOMI DIGITAL PADA SISWA/I SMK YADIKA 4 CILEDUG
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24464
<p>Edukasi Pengelolaan Uang Saku dan Keuangan Digital untuk Mempersiapkan Generasi Cerdas Finansial di Era Ekonomi Digital pada Siswa/i SMK Yadika 4 Ciledug bertujuan untuk memberikan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan bagi siswa/i dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak di era digitalisasi ekonomi. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah tingginya sifat konsumtif remaja, kurangnya kontrol diri dalam mengalokasikan uang saku, serta minimnya literasi mengenai risiko dan pemanfaatan instrumen keuangan digital (seperti e-wallet, paylater, dan digital banking) secara aman. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, penyuluhan interaktif, simulasi penyusunan anggaran, serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah materi. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar manajemen keuangan pribadi (skala prioritas kebutuhan vs keinginan), pengenalan ekosistem keuangan digital, cara aman bertransaksi digital, hingga tips menghindari kejahatan siber finansial seperti judi online dan pinjaman online ilegal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung, kecakapan dalam membedakan pengeluaran produktif dan konsumtif, serta kesiapan dalam memanfaatkan teknologi finansial demi menunjang kecerdasan finansial di masa depan.</p>Desi NurlinaMutia Nur AfniMaria Natalia
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN DI RA YAYASAN PENDIDIKAN ANNAUFAL BINJAI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/23991
<p>Manajemen lembaga pendidikan pada jenjang pendidikan RA merupakan fondasi utama bagi terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana manajemen dilaksanakan di RA Yayasan Pendidikan Annaufal Binjai berdasarkan delapan komponen manajemen pendidikan, mulai dari kurikulum, peserta didik, pendidik, sarana prasarana, pembiayaan, hubungan masyarakat, layanan khusus hingga evaluasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa RA Yayasan Pendidikan Annaufal Binjai telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sesuai teori kontemporer. Namun, beberapa komponen seperti layanan khusus dan evaluasi eksternal masih perlu penguatan. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap penguatan tata kelola RA berbasis nilai, profesionalisme, dan kecerdasan majemuk.</p> <p><em>Educational institution management at the level of Early Childhood Education (ECE) serves as the primary foundation for implementing effective and efficient learning processes. This study aims to provide an in-depth description of how management is implemented at RA Yayasan Pendidikan Annaufal Binjai, based on eight key components of educational management: curriculum, students, educators, infrastructure, funding, community relations, special services, and evaluation. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observation, and documentation. The results indicate that the institution has applied educational management principles comprehensively, in line with contemporary theories. However, certain components, such as special services and external evaluation, still require further strengthening. These findings contribute significantly to the enhancement of ECE governance based on Islamic values, professionalism, and multiple intelligences.</em></p>Arie Dwi NingsihNabilaSalsa Bila RamadianaCut SafiraDila Suryani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN POLA MAKAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI DESA PANCAKARYA KABUPATEN JEMBER
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24360
<p>Penggunaan gadget pada anak usia prasekolah yang semakin meningkat berpotensi memengaruhi berbagai aspek kesehatan, salah satunya pola makan. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi perhatian anak saat makan, menyebabkan jadwal makan menjadi tidak teratur, meningkatkan konsumsi makanan cepat saji, serta menurunkan kualitas asupan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan gadget dengan pola makan anak usia prasekolah di Desa Pancakarya Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia prasekolah di Desa Pancakarya Kabupaten Jember dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner penggunaan gadget dan kuesioner pola makan, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget kategori tinggi dan sedang masing-masing sebanyak 31 responden (33,7%), sedangkan kategori rendah sebanyak 30 responden (32,6%). Sebagian besar anak memiliki pola makan buruk sebanyak 61 responden (66,3%), sedangkan pola makan baik sebanyak 31 responden (33,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan pola makan anak usia prasekolah dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = -0,868, yang menunjukkan hubungan sangat kuat dengan arah negatif. Semakin tinggi penggunaan gadget, maka semakin buruk pola makan anak usia prasekolah. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget serta membiasakan pola makan sehat pada anak.</p> <p><em>The increasing use of gadgets among preschool children has the potential to affect various aspects of health, including dietary patterns. Excessive gadget use may distract children during mealtimes, lead to irregular eating schedules, increase fast-food consumption, and reduce the quality of nutritional intake. These conditions may negatively affect children's growth and development. This study aimed to analyze the relationship between gadget use and dietary patterns among preschool children in Pancakarya Village, Jember Regency. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of parents who had preschool-aged children in Pancakarya Village, with a sample of 92 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using a gadget use questionnaire and a dietary pattern questionnaire and analyzed using the Spearman Rank correlation test with a significance level of α = 0.05. The results showed that high and moderate gadget use each accounted for 31 respondents (33.7%), while low gadget use accounted for 30 respondents (32.6%). Most children had poor dietary patterns (61 respondents; 66.3%), while 31 respondents (33.7%) had good dietary patterns. Bivariate analysis revealed a significant relationship between gadget use and dietary patterns with p = 0.000 (p < 0.05) and a correlation coefficient of r = -0.868, indicating a very strong negative correlation. The higher the level of gadget use, the poorer the dietary patterns among preschool children. Therefore, active parental supervision of gadget use and the promotion of healthy eating habits are essential to support optimal child growth and development.</em></p>Lika OctafiaNikmatur RohmahSiti Kholifah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PENERAPAN TERAPI SWEDISH MASSAGE UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU MENUR X
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24178
<p>Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia akibat penurunan fungsi kardiovaskular dan elastisitas pembuluh darah. Data menunjukkan prevalensi hipertensi di Jawa Tengah mencapai 37,57% pada tahun 2025, sehingga diperlukan upaya pengendalian yang aman, mudah diterapkan, dan dapat menunjang perawatan lansia. Salah satu intervensi non-farmakologis adalah terapi Swedish Massage karena memberikan efek relaksasi, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, dan menstimulasi sistem saraf parasimpatis. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi terapi Swedish Massage dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di Posyandu Menur X. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua responden lansia penderita hipertensi. Terapi diberikan sebanyak 3 kali dalam satu minggu dengan durasi 20–30 menit setiap sesi. Pengukuran tekanan darah dilakukan 5 menit sebelum terapi dan 5 menit setelah terapi. Hasil: Penerapan menunjukkan penurunan tekanan darah pada kedua responden. Ny. S mengalami penurunan dari 140/94 mmHg menjadi 137/88 mmHg, sedangkan Tn. M mengalami penurunan dari 166/111 mmHg menjadi 162/109 mmHg. Kesimpulan: Terapi Swedish Massage secara efektif membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, memberikan rasa rileks, serta dapat menjadi terapi alternatif non-farmakologi bagi lansia hipertensi.</p> <p><em> Hypertension is a degenerative disease that occurs in the elderly due to de-creased cardiovascular function and reduced vascular elasticity. Data show that hypertension prevalence in Central Java reached 37.57% in 2025, so safe and simple control efforts are needed to support elderly care. One non-pharmacological intervention is Swedish Massage because it provides relaxation, improves blood circulation, reduces muscle tension, and stimulates the parasym-pathetic nervous system. Objective: To determine the implementation results of Swedish Massage therapy in reducing blood pressure among elderly people at Posyandu Menur X. Method: This study used a descriptive method with a case study approach involving two elderly respondents with hypertension. Therapy was provided three times in one week, lasting 20–30 minutes each session. Blood pressure was measured 5 minutes before therapy and 5 minutes after therapy. Re-sults: The implementation showed decreased blood pressure in both respondents. Mrs. S decreased from 140/94 mmHg to 137/88 mmHg, while Mr. M decreased from 166/111 mmHg to 162/109 mmHg. Conclusion: Swedish Massage therapy effectively helps lower systolic and diastolic blood pressure, provides relaxation, and can be a non-pharmacological alternative therapy for elderly hypertension.</em></p>Ika Indah LestariTri Susilowati
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24432
<p>Pembaharuan hukum pidana di Indonesia merupakan upaya strategis dalam membangun sistem hukum nasional yang lebih modern, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep pembaharuan hukum pidana, dasar filosofis, yuridis, dan sosiologis yang melatarbelakanginya, perubahan mendasar yang diperkenalkan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional), serta tantangan implementasinya dalam praktik penegakan hukum. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kepustakaan melalui analisis terhadap peraturan, literatur ilmiah, serta dokumen hukum yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembaharuan hukum pidana tidak hanya menggantikan KUHP warisan kolonial, tetapi juga membawa perubahan paradigma dari pendekatan retributif menuju sistem yang lebih berorientasi pada keadilan restoratif, perlindungan hak asasi manusia, keseimbangan kepentingan korban, pelaku, dan masyarakat, serta pengakuan terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat (living law). Selain itu, diversifikasi jenis pidana, penguatan tujuan pemidanaan, dan pemanfaatan teknologi dalam sistem peradilan menjadi bagian penting dari reformasi hukum pidana. Namun demikian, keberhasilan implementasi KUHP Nasional sangat bergantung pada kesiapan aparat penegak hukum, harmonisasi peraturan pelaksana, penguatan kelembagaan, serta peningkatan budaya hukum masyarakat. Oleh karena itu, pembaharuan hukum pidana harus dipahami sebagai proses reformasi yang berkelanjutan guna mewujudkan sistem peradilan pidana yang efektif, adil, responsif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan masyarakat.</p>Zella Era IndriyaniFitri wahyuni
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ANALISIS KEPATUHAN PRINSIP SYARIAH DALAM PENGELOLAAN DANA TABARRU’ MELALUI PENDEKATAN AUDIT BERBASIS RISIKO
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/23961
<p>Pengelolaan dana tabarru’ merupakan elemen penting dalam pelaksanaan asuransi syariah, karena mencerminkan penerapan prinsip saling membantu (ta’awun) dan mematuhi regulasi syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kepatuhan prinsip syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kepatuhan prinsip syariah terkait pengelolaan dana tabarru’ dengan memanfaatkan pendekatan audit yang berfokus paada risiko (risk-based audit). Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat kepustakaan (library research). Data yang dianalisis diperoleh dari beberapa sumber skunder, yang mencakup jurnal ilmiah, buku, fatwa dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSB-MUI), peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PSAK 108, serta standar audit syariah yang dipublikasikan oleh AAOIFI dan The Institute Of Internal Auditors (AII). Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan teknik analisis isi (content analisysis) yang terdiri dari langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa risiko di luar kepatuhan syariah dalam pengelolaan dana tabarru’, seperti risiko akad, risiko investasi, risiko distribusi surplus underwritingm serta risiko terkait dokumentasi dan transparansi. Kepatuhan terhadap prinsip syariah diwujudkan melalui pemisahan dana tabarru’ dari dana ujrah, investasi pada instrumen syariah, transparansi dalam akad, serta pengelolaan surplus underwriting secara adil sesuai dengan ketentuan DSN-MUI dan OJK. Kerjasama antara auditor internal dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi elemen krusial untuk meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor asuransi syariah.</p> <p><em>The management of tabarru’ funds is a crucial element in the implementation of sharia insurance, as it reflects the application of the principle of mutual assistance (ta’awun) and adherence to sharia regulations. This study aims to examine compliance with sharia principles regarding the management of tabarru’ funds by employing a risk-based audit approach. The research methodology is qualitative, specifically utilizing library research. The data analyzed were obtained from various secondary sources, including scholarly journal, books, fatwa from the national sharia board of the indonesian council of ulama (DSN-MUI), financial services authority (OJK) regulation, PSAK 108, and sharia audit standards published by AAOIFO and the institute of internal auditors (IIA). Data analysis was conducted using content analysis techniques, comprising the steps of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that risks associated with tabarru’ fund management beyond Sharia compliance issues include contract risks, investment risks, underwriting surplus distribution risks, and risks related to documentation and transparency. Compliance with Sharia principles is demonstrated through the segregation of tabarru’ funds from ujrah (fee) funds, investment in Sharia-compliant instruments, transparency in contracts, and the equitable management of underwriting surpluses in accordance with DSN-MUI and OJK provisions. Collaboration between internal auditors and the Sharia Supervisory Board (DPS) is a crucial element in enhancing governance and accountability, as well as maintaining public trust in the Sharia insurance sector.</em></p>Firdausi Lailil MazkiyaDewi Hirnik ZakiyahSahwa Lani PutriNurul Qomariyah
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107ANALISIS TEORI HECKSCHER-OHLIN DAN FAKTOR ENDOWMENT TERHADAP POLA EKSPOR-IMPOR INDONESIA DI ERAPERDAGANGAN MODERN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jimt/article/view/24356
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi teori Heckscher-Ohlin (H-O) dan konsep faktor endowment dalam menjelaskan pola ekspor-impor Indonesia di era perdagangan modern. Latar belakang penelitian didasari oleh fenomena surplus neraca perdagangan Indonesia yang terus meningkat sejak 2020, namun masih diwarnai ketergantungan tinggi pada komoditas berbasis sumber daya alam seperti kelapa sawit dan nikel, di tengah dinamika kebijakan hilirisasi, rantai nilai global, dan tekanan geopolitik-ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka dan analisis data sekunder periode 2020–2025 yang bersumber dari BPS, Kementerian Perdagangan, serta publikasi ilmiah terkait, dengan indikator Revealed Comparative Advantage (RCA) sebagai alat bantu analisis daya saing komoditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ekspor-impor Indonesia secara umum masih konsisten dengan proposisi H-O, di mana ekspor didominasi komoditas berbasis sumber daya alam yang melimpah sementara impor didominasi barang modal dan produk berteknologi tinggi. Namun, kebijakan hilirisasi, keterlibatan dalam rantai nilai global, serta faktor geopolitik terbukti membentuk pola dagang yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh asumsi statis teori H-O klasik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teori H-O tetap relevan sebagai kerangka dasar, tetapi perlu dilengkapi perspektif teori perdagangan modern untuk memahami kompleksitas perdagangan Indonesia secara utuh. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan diversifikasi ekspor dan penguatan nilai tambah produk nasional.</p> <p><em>This study aims to analyze the relevance of the Heckscher-Ohlin (H-O) theory and the factor endowment concept in explaining Indonesia's export-import patterns in the era of modern trade. The research is motivated by Indonesia's persistently growing trade surplus since 2020, which nonetheless remains heavily reliant on natural resource-based commodities such as palm oil and nickel, amid the dynamics of downstream industrialization policy, global value chains, and geopolitical-economic pressures. This study employs a descriptive-analytical qualitative approach based on a literature review and secondary data analysis for the period 2020–2025, sourced from Statistics Indonesia (BPS), the Ministry of Trade, and related scholarly publications, using the Revealed Comparative Advantage (RCA) indicator as an analytical tool for commodity competitiveness. The findings indicate that Indonesia's export-import structure generally remains consistent with the H-O proposition, with exports dominated by abundant natural resource-based commodities while imports are dominated by capital goods and high-technology products. However, downstream industrialization policies, integration into global value chains, and geopolitical factors have shaped trade patterns that cannot be fully explained by the static assumptions of the classical H-O theory. This study concludes that H-O theory remains relevant as a foundational framework but requires complementary perspectives from modern trade theory to fully capture the complexity of Indonesia's trade. These findings are expected to inform policy formulation on export diversification and the strengthening of national product value-added.</em></p>AlfiatunFhaiqa BintariFitria JenniLija Eka Andini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terpadu
2026-07-302026-07-30107