IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DI MTS NEGERI MODEL SAMARINDA
Kata Kunci:
Manajemen Pendidikan, Standar Nasional Pendidikan, Mutu Madrasah, Bimbingan Konseling, Digitalisasi LayananAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen berbasis 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) di MTs Negeri Model Samarinda serta mengidentifikasi kekuatan dan kendala dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah telah melaksanakan pengelolaan pendidikan sesuai dengan delapan SNP, ditandai dengan adanya dokumen perencanaan yang lengkap, pelaksanaan kurikulum yang terintegrasi dengan program unggulan tahfidz, supervisi pembelajaran terstruktur, serta penerapan sistem penilaian yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam penerapan metode pembelajaran inovatif, peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital, keterbatasan sarana prasarana yang dipenuhi secara bertahap, dan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang masih dilakukan secara manual sehingga kurang optimal untuk siswa introvert. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru, peningkatan strategi monitoring dan evaluasi, pemenuhan sarana prasarana secara bertahap, serta pengembangan Sistem Informasi Manajemen BK berbasis digital sebagai inovasi layanan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
This study aims to describe the implementation of management based on the Eight National Education Standards (SNP) at MTs Negeri Model Samarinda and to identify its strengths and challenges. This research employed a descriptive qualitative approach using observations, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that the school has implemented educational management in accordance with the eight SNP dimensions, demonstrated by comprehensive planning documents, curriculum implementation integrated with the Tahfidz excellence program, a structured instructional supervision system, and assessment practices that cover cognitive, affective, and psychomotor domains. However, several challenges remain, particularly regarding the application of innovative learning methods, teachers’ digital literacy development, gradual fulfillment of infrastructure, and the Counseling Guidance (BK) services which are still conducted manually and therefore less accessible for introverted students. This study recommends strengthening teacher capacity, enhancing monitoring and evaluation mechanisms, fulfilling infrastructure needs in stages, and developing a digital-based Counseling Guidance Management Information System (SIM BK) as an inclusive and adaptive service innovation to better meet students’ psychological and educational needs.



