ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAINKAN ALAT MUSIK ANSAMBEL CAMPURAN PADA SISWA/SISWI KELAS IX SMP KATOLIK ADISUCIPTO KUPANG
Kata Kunci:
Kesulitan Belajar, Alat Musik Ansambel Campuran, Pianika, Gitar, Keyboard, Cajon, Rekorder, SMP Katolik AdisutjiptoAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis secara mendalam jenis-jenis kesulitan yang dihadapi oleh siswa/siswi kelas IX SMP Katolik Adisutjipto Kupang dalam memainkan alat musik ansambel campuran. Alat musik ansambel yang diteliti terdiri dari lima komponen esensial: pianika (melodi/harmoni), gitar (ritme/harmoni), rekorder (melodi), keyboard (melodi/bass/efek), dan cajon (ritme/perkusi). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 30 siswa kelas IX (terbagi dalam enam kelompok) sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses latihan dan presentasi, wawancara semi-terstruktur dengan siswa dan guru mata pelajaran Seni Budaya, serta analisis dokumentasi penampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama terbagi dalam tiga kategori. Pertama, Kesulitan Teknikal, termasuk kurangnya koordinasi multi-jari dan pembagian suara (voicing) pada keyboard, kesulitan chord switching yang bersih pada gitar, inkonsistensi pitching rekorder, dan kesalahan ritme dasar pada cajon. Kedua, Kesulitan Musikal, didominasi oleh ketidakmampuan menyeimbangkan dinamika antar lima instrumen yang memiliki volume berbeda, dan kegagalan mencapai sinkronisasi tempo/ritme yang stabil (terutama tanpa metronome). Ketiga, Kesulitan Interpersonal/Non-Teknis, yang mencakup komunikasi kelompok yang buruk dan dominasi anggota yang lebih terampil, serta minimnya inisiatif latihan mandiri. Faktor penyebab utama adalah heterogenitas tingkat keterampilan awal yang ekstrem dan kurangnya pelatihan active listening. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi pembelajaran yang lebih terfokus pada modul latihan teknik spesifik per instrumen dan implementasi sistem peer tutoring yang terstruktur
This research aims to identify, classify, and deeply analyze the types of difficulties encountered by ninth-grade students (Class IX) at SMP Katolik Adisutjipto Kupang in performing mixed instrumental ensemble music. The ensemble instruments studied comprise five essential components: melodica (pianika - melody/harmony), guitar (rhythm/harmony), recorder (melody), keyboard (melody/bass/effects), and cajon (rhythm/percussion). The study utilizes a qualitative approach with a descriptive method, involving 30 ninth-grade students (divided into six groups) as the primary subjects. Data were collected through direct observation during practice and performance, semi-structured interviews with students and the Arts and Culture teacher, and analysis of performance documentation. The results indicate that the main difficulties are categorized into three domains. First, Technical Difficulties, including lack of multi-finger coordination and voice division on the keyboard, inability to execute clean chord switching on the guitar, recorder pitching inconsistency, and basic rhythmic errors on the cajon. Second, Musical Difficulties, dominated by the inability to balance the dynamics among five instruments with varying volumes, and failure to achieve stable tempo/rhythm synchronization (especially without a metronome). Third, Interpersonal/Non-Technical Difficulties, which involve poor group communication, domination by more skilled members, and a lack of self-initiated practice. The main causal factors are the extreme heterogeneity of initial skill levels and insufficient active listening training. This research recommends the need for learning strategies that focus more on instrument-specific technical training modules and the implementation of a structured peer tutoring system



