FAKTOR -FAKTOR PENYEBABNYA MINI RISET PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA
Kata Kunci:
Pendidikan Pancasila, Pembentukan Karakter, Nilai Luhur, Siswa, Pendidikan NasionalAbstrak
Pendidikan Pancasila merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter peserta didik di Indonesia. Nilai- nilai Pancasila yang mencerminkan filosofi kehidupan bangsa Indonesia memiliki relevansi penting dalam menghadapi tantangan perkembangan global. Di era modern yang penuh dinamika sosial, penetrasi teknologi digital, serta arus budaya global yang semakin kuat, pendidikan Pancasila menjadi mekanisme dasar untuk menjaga jati diri dan integritas peserta didik. Artikel ini mengkaji secara komprehensif makna nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi karakter, strategi penerapannya dalam lingkungan sekolah, berbagai tantangan struktural dan kultural yang menghambat internalisasi nilai Pancasila, serta contoh keberhasilan implementasi pendidikan Pancasila di unit sekolah tertentu. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila mampu menumbuhkan karakter religius, empatik, toleran, demokratis, dan berkeadilan apabila dilaksanakan secara sistematis, berkelanjutan, dan kontekstual. Temuan artikel ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memperkuat pendidikan Pancasila sebagai strategi nasional pembentukan karakter bangsa.
Pancasila Education serves as a fundamental pillar in shaping the character of students in Indonesia. The values embedded in Pancasila reflect the nation’s philosophical foundations and hold strong relevance in addressing the challenges of global development. In an era marked by rapid social change, digital transformation, and the increasing influence of global culture, Pancasila Education functions as a crucial mechanism for preserving national identity and cultivating moral integrity among young learners. This article provides a comprehensive analysis of the meaning of Pancasila values as the basis for character formation, their implementation strategies in schools, the structural and cultural challenges that hinder their internalization, and examples of successful practices in educational institutions. Using a descriptive-analytic approach, the article demonstrates that Pancasila Education effectively fosters religious, empathetic, tolerant, democratic, and socially just characteristics when applied systematically, consistently, and contextually. The findings emphasize the importance of collaboration among schools, families, communities, and the government in strengthening Pancasila Education as a national strategy for character development.



