EKSPLORASI SOSIALISASI PENTINGNYA POSYANDU UNTUK MENJAGA KESEHATAN BALITA, IBU HAMIL, DAN LANSIA: STUDI KASUS DI POSYANDU DESA SUMENGKO
Kata Kunci:
Posyandu, Balita, Ibu Hamil, Lansia, StuntingAbstrak
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 45 di Desa Sumengko berfokus pada sosialisasi pentingnya posyandu untuk menjaga kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia. Kami melakukan penelitian di Puskesmas Pembantu Desa Sumengko. Tujuan kami adalah membuat masyarakat lebih paham tentang pentingnya Posyandu. Kami melakukan pengamatan, wawancara, dan memberikan penyuluhan. Hasilnya, masyarakat jadi lebih tahu tentang stunting dan diharapkan lebih rajin datang ke Posyandu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan melibatkan observasi partisipan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa berbagai metode telah diterapkan dalam upaya menyebarluaskan informasi mengenai program Posyandu. Namun, masih ditemukan beberapa hambatan, seperti pemahaman masyarakat yang belum optimal dan tingkat partisipasi yang masih rendah. Meskipun demikian, terdapat bukti bahwa pendekatan yang lebih kreatif termasuk pelibatan tokoh masyarakat serta pemanfaatan media sosial dapat meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam kegiatan Posyandu. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk memaksimalkan peran Posyandu dalam pencegahan stunting, diperlukan penguatan strategi sosialisasi serta peningkatan kolaborasi lintas sektor agar penyampaian informasi lebih efektif dan berkelanjutan.
The Community Service Program (KKN) of Group 45 in Sumengko Village focused on raising awareness about the importance of integrated health posts (Posyandu) for maintaining the health of toddlers, pregnant women, and the elderly. We conducted research at the Sumengko Village Community Health Center (Puskesmas Pembantu). Our goal was to raise public awareness about the importance of Posyandu. We conducted observations, interviews, and provided outreach. As a result, the community became more aware of stunting and expected to attend Posyandu more regularly. This research used a qualitative case study approach involving participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that various methods have been implemented to disseminate information about the Posyandu program. However, several obstacles remain, such as suboptimal community understanding and low participation rates. However, there is evidence that more creative approaches, including the involvement of community leaders and the use of social media, can increase community awareness and involvement in Posyandu activities. Based on the results of this study, it can be concluded that to maximize the role of Posyandu in stunting prevention, strengthening socialization strategies and increasing cross-sector collaboration are needed to ensure more effective and sustainable information delivery.



