ANALISIS KEBUTUHAN SISWA TERHADAP POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI SISWA DIKELAS V SD NEGERI BAYUNG GEDE
Kata Kunci:
Pojok Baca, Budaya Literasi, Kebutuhan Siswa, Minat Baca, SD Negeri Bayung GedeAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa kelas V SD Negeri Bayung Gede terhadap pojok baca sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di sekolah. Rendahnya minat baca dan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan menjadi permasalahan utama yang mendorong perlunya pengembangan fasilitas literasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Bayung Gede, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa terhadap jenis buku, jumlah koleksi, serta fasilitas pendukung seperti meja, kursi, dan pencahayaan di pojok baca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,9% siswa membutuhkan pojok baca yang lengkap dan nyaman, 90,9% menyatakan bahwa pojok baca membantu proses pembelajaran, dan 93,5% menyatakan sangat membutuhkan pengembangan pojok baca sebagai sarana literasi. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena keterbatasan fasilitas, anggaran, dan pengelolaan yang belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan mendesak terhadap pengembangan pojok baca yang representatif dan dikelola secara profesional. Rekomendasi penelitian ini meliputi optimalisasi ruang kelas, penggalangan dana, serta keterlibatan aktif guru dan orang tua dalam mendukung pemanfaatan pojok baca. Dengan demikian, pojok baca berpotensi besar menjadi sarana efektif dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di sekolah dasar.
This study aims to analyze the needs of fifth-grade students at SD Negeri Bayung Gede regarding the reading corner as an effort to improve the literacy culture in school. Low reading interest and limited access to reading materials are the main problems driving the need to develop literacy facilities tailored to students' needs. This research uses a qualitative descriptive method with a case study approach. The population consists of all fifth-grade students at SD Negeri Bayung Gede, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data were thematically analyzed to identify students' needs related to book types, collection quantity, and supporting facilities such as tables, chairs, and lighting in the reading corner. The results show that 93.9% of students need a complete and comfortable reading corner, 90.9% state that the reading corner helps their learning process, and 93.5% express a strong need for the development of the reading corner as a literacy tool. However, its utilization remains limited due to insufficient facilities, budget constraints, and suboptimal management. Based on the findings, it can be concluded that there is an urgent need to develop a representative and professionally managed reading corner. Recommendations include optimizing classroom space, fundraising, and active involvement of teachers and parents in supporting the use of the reading corner. Thus, the reading corner has great potential as an effective means to build a sustainable literacy culture in elementary schools.



