DILEMA DIGITAL GENERASI ALPHA: ASIMETRI PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK SEKOLAH DASAR
Kata Kunci:
Generasi Alpha, Perkembangan Kognitif, Sosial-Emosional, Psikologi Pendidikan, Ekosistem DigitalAbstrak
Perkembangan Generasi Alpha yang tumbuh dalam ekosistem digital intensif telah menghasilkan percepatan kemampuan kognitif berbasis visual dan interaktivitas, namun tidak diikuti kematangan sosial-emosional yang memadai. Artikel ini disusun untuk menganalisis ketidakseimbangan tersebut secara komprehensif dengan menelaah dimensi kognitif, sosial-emosional, dan determinan lingkungan pada anak sekolah dasar, khususnya dalam konteks sosio-kultural wilayah rural seperti Kabupaten Grobogan. Penulisan ini menggunakan metode analisis literatur terarah yang mengkaji temuan empiris empat tahun terakhir, sekaligus menganalisis data deskriptif lapangan mengenai pola belajar dan perilaku anak generasi digital. Hasil sintesis menunjukkan bahwa anak mengalami percepatan pemrosesan visual, namun rentang atensi, empati, regulasi emosi, dan keterampilan sosial berkembang lebih lambat akibat dominasi interaksi berbasis layar serta rendahnya pendampingan digital keluarga dan sekolah. Artikel ini menyimpulkan perlunya strategi psikologi pendidikan yang menyeimbangkan stimulasi digital dengan interaksi sosial langsung melalui intervensi SRL, SEL, pengasuhan digital aktif, dan pembelajaran hibrida yang terstruktur. Rekomendasi ditujukan kepada sekolah, orang tua, psikolog pendidikan, dan pembuat kebijakan agar menciptakan ekosistem perkembangan yang adaptif, berlapis, dan kontekstual bagi Generasi Alpha.
The development of the Alpha Generation who grew up in an intensive digital ecosystem has resulted in an acceleration of visual and interactivity-based cognitive abilities, but it is not followed by adequate social-emotional maturity. This article is prepared to comprehensively analyze these imbalances by examining the cognitive, social-emotional, and environmental determinants dimensions of elementary school children, especially in the socio-cultural context of rural areas such as Grobogan Regency. This paper uses a directed literature analysis method that examines the empirical findings of the last four years, as well as analyzing field descriptive data on the learning patterns and behaviors of digital generation children. The results of the synthesis showed that children experienced an acceleration of visual processing, but attention spans, empathy, emotion regulation, and social skills developed more slowly due to the dominance of screen-based interactions and low digital assistance for families and schools. This article concludes the need for educational psychology strategies that balance digital stimulation with direct social interaction through SRL, SEL, active digital parenting, and structured hybrid learning interventions. Recommendations are aimed at schools, parents, educational psychologists, and policymakers to create an adaptive, layered, and contextual developmental ecosystem for Generation Alpha.



