PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP PEMAHAMAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI PESERTA DIDIK SMP NEGERI 3 NATAR
Kata Kunci:
Two Stay Two Stray, Pemahaman, Nilai Disiplin, Pendidikan Anti KorupsiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap pemahaman nilai-nilai antikorupsi peserta didik SMP Negeri 3 Natar, khususnya pada nilai disiplin. Model pembelajaran TSTS dipilih karena menekankan kerja sama, keterlibatan aktif, serta tanggung jawab peserta didik dalam setiap tahapan pembelajaran. Metode penelitian ini yaitu menggunakan kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran diskusi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes (pretest dan posttest), lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-test dan uji N-Gain Score dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman nilai disiplin peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti H₀ ditolak dan H1 diterima. Nilai rata-rata N-Gain Score kelas eksperimen sebesar 72,42 dengan kategori efektif, sedangkan kelas kontrol sebesar 21,42 dengan kategori kurang efektif. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman nilai disiplin sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi melalui proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif.



