CAMPUR KODE PADA PODCAST KELUARGA ARTIS MARIO CAESAR

Penulis

  • Fifi Febrianti Universitas Islam Riau
  • Najmi Zakkiyah Universitas Islam Riau
  • Safna Universitas Islam Riau

Kata Kunci:

Campur Kode, Sosiolinguistik, Podcast, Media Digital, Suwito

Abstrak

Fenomena campur kode merupakan salah satu bentuk variasi bahasa yang sering muncul dalam masyarakat bilingual, terutama pada media digital seperti podcast. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode yang terdapat pada Podcast Keluarga Artis Mario Caesar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa tuturan dalam podcast yang diakses melalui YouTube, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan klausa yang mengandung campur kode. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan berdasarkan teori campur kode Suwito (1983). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh data campur kode yang terdiri atas tiga bentuk, yaitu campur kode berbentuk kata, frasa, dan klausa. Bentuk frasa menjadi bentuk yang paling dominan, sedangkan bentuk kata dan klausa muncul dalam jumlah yang lebih sedikit. Penggunaan campur kode dalam podcast tersebut menunjukkan adanya penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sebagai bagian dari gaya komunikasi yang santai, spontan, dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiolinguistik, khususnya mengenai fenomena campur kode pada media digital, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji penggunaan bahasa dalam platform podcast.

Code-mixing is one of the language variation phenomena frequently found in bilingual communities, particularly in digital media such as podcasts. This study aims to describe the forms of code-mixing found in the Keluarga Artis Mario Caesar Podcast. The research employed a qualitative approach using a descriptive method. The data source consisted of utterances taken from the podcast available on YouTube, while the research data included words, phrases, and clauses containing code-mixing. Data were collected through the observation method using the Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) technique and note-taking. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing based on Suwito's (1983) theory of code-mixing. The findings revealed ten instances of code-mixing consisting of three forms: words, phrases, and clauses. Phrase-level code-mixing was the most dominant form, followed by words and clauses. The use of code-mixing reflects the insertion of English elements into Indonesian as part of a casual, spontaneous communication style commonly used by young people in digital media. This study contributes to the development of sociolinguistic studies on code-mixing in digital media and is expected to serve as a reference for future research on language use in podcast platforms.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-15