https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/issue/feedJurnal Inovasi Pendidikan2026-07-30T19:02:36+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23683PEMANFAATAN BAHAN ALAM LOKAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKARYA DI MADRASAH IBTIDAIYAH2026-06-29T07:43:29+00:00Serli Mita Audrisherlymitaaudry@gmail.comWafiq Azizahwafiqazzh024@gmail.comFrethi Hanantafretihananta025@gmail.comSayyidah Hanifahsyaidaanhanifah@gmail.comNur Hikmah Alfianinurhikmahalfiani@icloud.com<p><em>Craft education in Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary schools) plays an important role in developing students' creativity, skills, and character. One alternative learning medium that can be utilized is local natural materials available in the surrounding environment, such as leaves, twigs, bamboo, banana leaf stalks, seeds, and coconut shells. This article aims to examine the concept of utilizing local natural materials as learning media for craft education, the importance of their implementation in the learning process, various forms of their utilization, the benefits for students, as well as the challenges and possible solutions to their implementation in Madrasah Ibtidaiyah. This study employed a qualitative approach using the library research method. The data were collected from relevant books, journal articles, conference proceedings, and other scholarly documents, and were analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that the utilization of local natural materials creates contextual, creative, cost-effective, and environmentally friendly learning experiences. Furthermore, the use of local natural materials enhances students' creativity, fine motor skills, critical thinking abilities, environmental awareness, and appreciation of local resources and cultural wisdom. However, its implementation still faces several challenges, including teachers' limited creativity, variations in the availability of natural resources across different regions, and inadequate supporting facilities. Therefore, collaboration among schools, teachers, communities, and the government is essential to optimize the utilization of local natural materials in craft learning at Madrasah Ibtidaiyah.</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/24755PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF RESPIRASI MONOPOLY (RESPIRAPOLY) PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR2026-07-28T07:44:34+00:00Anggita Kumala Putri anggitakumalaputri19@gmail.comWulan Trisnawatyw.trisnawaty@gmail.comDanang Endarto Putro juzz.juzz88@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif RespiraPoly pada materi sistem pernapasan manusia untuk siswa kelas V Sekolah Dasar, mengetahui tingkat kelayakan media berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, serta mendeskripsikan respon siswa dan guru terhadap penggunaan media RespiraPoly.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Ploso. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket validasi ahli, angket respon siswa, dan angket respon guru. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan mengubah skor menjadi persentase dan menginterpretasikannya berdasarkan kategori kelayakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran RespiraPoly memperoleh kategori sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli, yaitu ahli media memperoleh persentase 95%, ahli materi memperoleh persentase 93%, dan ahli bahasa memperoleh persentase 95%. Selain itu, hasil angket respon siswa menunjukkan persentase sebesar 93% dengan kategori sangat baik, sedangkan respon guru memperoleh kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa media mudah digunakan, menarik, serta mampu meningkatkan keaktifan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran IPAS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif RespiraPoly sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS pada materi sistem pernapasan manusia untuk siswa kelas V Sekolah Dasar.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/24745PERAN ZENDING DALAM PENDIDIKAN DIBUMI PUTERA KEDIRI PADA TAHUN 1916 -19252026-07-28T05:57:52+00:00Magdalena Laudenmagdalenalauden9@gmail.comYatminyatmin@unpkediri.ac.idAgus Budiantobudianto@unpkediri.ac.id<p><em>This study aims to analyze the history of indigenous education in Kediri during the Dutch colonial period, examine the role of missionary organizations (zending) in indigenous education in Kediri from 1916 to 1925, identify the forms and methods of education introduced by the missionaries, and analyze the relationship between the missionaries, the colonial government, and indigenous society. This research employed a qualitative method with a historical approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature studies, while data analysis was conducted through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results show that educational opportunities for indigenous people in Kediri during the colonial period were still limited and discriminatory, creating opportunities for missionary organizations to expand access to education. The missionaries contributed by establishing schools, providing teachers, and introducing basic education in reading, writing, and arithmetic combined with moral and Christian religious instruction. The forms of education included both formal and non-formal education, employing teaching methods that integrated Western educational systems with local approaches. The relationship between the missionaries and the colonial government was mutually beneficial, as the missionaries supported the implementation of colonial educational policies. Meanwhile, indigenous society showed diverse responses, ranging from acceptance due to the educational benefits received to rejection because of concerns about religious and cultural influences from the West. This study concludes that missionary organizations played an important role in the development of indigenous education in Kediri between 1916 and 1925, serving not only as instruments for the spread of Christianity but also as agents of social change that contributed to improving literacy and expanding educational opportunities for indigenous communities</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/24587PERAN EMOSI BELAJAR, GAYA BELAJAR, DAN KECERDASAN MAJEMUK DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM2026-07-23T08:56:47+00:00Nurhayatinurhayati@usimar.ac.id Firhamfirhamsaputra1@gmail.com Annisa Cesalia annisacesalian@gmail.comMuhammad Akmal akmalakmal26398@gmail.com<p>Pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan intelektual mahasiswa, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek psikologis yang meliputi emosi belajar, gaya belajar, dan kecerdasan majemuk. Ketiga aspek tersebut berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses pembelajaran sehingga mampu mendukung tercapainya hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran emosi belajar, gaya belajar, dan kecerdasan majemuk dalam meningkatkan keterlibatan belajar mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai buku, artikel ilmiah, dan jurnal yang membahas psikologi belajar, teori gaya belajar, serta teori kecerdasan majemuk. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa emosi positif mampu meningkatkan motivasi dan konsentrasi belajar mahasiswa, sedangkan emosi negatif dapat menghambat proses pembelajaran. Selain itu, pemahaman terhadap gaya belajar mahasiswa memungkinkan dosen memilih strategi pembelajaran yang sesuai sehingga keterlibatan mahasiswa menjadi lebih optimal. Penerapan teori kecerdasan majemuk juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi sesuai karakteristik kecerdasannya. Oleh karena itu, integrasi ketiga aspek psikologis tersebut dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada mahasiswa</p> <p><em>Higher education learning is influenced not only by students' intellectual abilities but also by psychological aspects, including learning emotions, learning styles, and multiple intelligences. These three aspects play a crucial role in enhancing student engagement during the learning process, thereby supporting the achievement of optimal learning outcomes. This study aims to analyze the roles of learning emotions, learning styles, and multiple intelligences in boosting the learning engagement of Islamic Religious Education students. A qualitative approach utilizing the library research method was employed. Data were gathered from various books, scholarly articles, and journals discussing the psychology of learning, learning style theories, and multiple intelligence theories. Analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that positive emotions can enhance students' learning motivation and concentration, whereas negative emotions can hinder the learning process. Furthermore, understanding students' learning styles enables lecturers to select appropriate instructional strategies, thereby optimizing student engagement. The application of multiple intelligence theory also provides students with opportunities to develop their potential in alignment with their specific intelligence profiles. Consequently, integrating these three psychological aspects can foster an active, meaningful, and student-centered learning environment</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23770STATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS AI UNTUK MENINGKATKANKAN LITERASI DIGITAL SISWA MI2026-07-01T02:57:37+00:00Rifa Nabilah Ariqahrifanabilah.a205@gmail.comGita Auliaagita3627@gmail.comHafla Riski Mulya Pratamahafla704@gmail.comAidil Irham Zaklyhagaraken123@gmail.comIin Gusmanaiinguskana5@gmail.com<p>Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran berbasis AI dalam meningkatkan literasi digital siswa MI. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka untuk mengeksplorasi penerapan teknologi AI dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis AI, seperti sistem pembelajaran adaptif, sistem tutor cerdas, dan aplikasi pembelajaran interaktif, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap teknologi digital, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan dalam mengelola informasi. Selain itu, penerapan AI juga mendukung pembelajaran yang lebih personal dan meningkatkan keterlibatan siswa. Namun demikian, terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, dan isu etika yang perlu diperhatikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan literasi digital siswa MI apabila diterapkan dengan bimbingan dan dukungan yang tepat..</p> <p><em>The rapid development of artificial intelligence (AI) has he The rapid development of artificial intelligence (AI) has significantly transformed educational practices, including at the Madrasah Ibtidaiyah (MI) level. This study aims to examine the strategies of AI-based learning in improving digital literacy among MI students. The research uses a qualitative descriptive approach through literature review to explore the integration of AI tools in classroom learning activities. The findings indicate that AI-based learning strategies, such as adaptive learning systems, intelligent tutoring systems, and interactive educational applications, can enhance students’ understanding of digital technology, critical thinking skills, and information management abilities. Furthermore, the implementation of AI supports personalized learning and increases student engagement. However, challenges such as limited infrastructure, teacher readiness, and ethical concerns must be addressed. This study concludes that AI-based learning strategies have strong potential to improve digital literacy in MI students when implemented with proper guidance and support</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/24746ANALISIS MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU2026-07-28T06:17:59+00:00Irma Martheda Tanoentanoenirma23@gmail.comEsron Andrikus Anoneesronanone@gmail.comSandi Nabuasanabuasasandi@gmail.comYoyakim Yandoyandomelle@gmail.comYanti Deneti Solenitayanti06@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen pendidikan dalam meningkatkan kinerja guru melalui pendekatan studi literatur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, artikel penelitian, dan dokumen akademik yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan yang efektif dilakukan melalui penerapan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan program kerja, pengorganisasian tugas guru, pengarahan melalui supervisi akademik, serta pengawasan dan evaluasi kinerja. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan program tahunan dan Rencana Kerja Sekolah. Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas guru sesuai kompetensi dan pembentukan tim kerja. Pengarahan dilakukan melalui motivasi, komunikasi, dan pembinaan profesional. Sementara itu, pengawasan dilakukan melalui supervisi kelas dan evaluasi kinerja secara berkala. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan yang diterapkan secara sistematis oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kualitas kerja guru, motivasi kerja, disiplin, serta efektivitas proses pembelajaran di sekolah.</p> <p><em>This study aims to analyze educational management in improving teacher performance through a literature study approach. The research used a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained from various scientific sources such as books, journals, research articles, and academic documents relevant to the focus of the study. The data analysis technique used was descriptive qualitative content analysis. The results showed that effective educational management was implemented through the application of management functions, including planning, organizing, directing, and controlling. Planning was carried out through the preparation of annual programs and school work plans. Organizing was conducted by dividing teacher assignments according to competence and forming work teams. Directing was carried out through academic supervision, motivation, and professional development. Meanwhile, controlling was conducted through classroom supervision and periodic performance evaluations. This study indicates that systematically implemented educational management by school principals can improve teacher work quality, work motivation, discipline, and the effectiveness of the learning process in schools</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/24672REFLEKSI SPIRITUALITAS GURU PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BELAJAR RELIGIUS DI SMK DARUT TAQWA2026-07-27T02:39:58+00:00Nuril Fitrianuril.fitria5566@gmail.comM. Jamhuriguest@jurnalhst.comAskhabul Kiromguest@jurnalhst.comAhmad Ma'rufguest@jurnalhst.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya refleksi spiritualitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun lingkungan belajar religius di sekolah. Guru PAI tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan dalam menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan melalui sikap, perilaku, dan pembiasaan spiritual kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses refleksi spiritualitas guru PAI, bentuk implementasi refleksi spiritualitas guru dalam mewujudkan lingkungan belajar religius, serta faktor pendukung dan faktor penghambat yang memengaruhi pelaksanaannya di SMK Darut Taqwa Purwosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member check, serta peningkatan ketekunan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi spiritualitas guru PAI diwujudkan melalui evaluasi diri secara berkelanjutan, peningkatan kualitas ibadah, keteladanan dalam akhlak, serta komitmen menjalankan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di sekolah. Implementasi refleksi spiritualitas guru terlihat melalui pembiasaan kegiatan religius seperti doa bersama, salat berjamaah, pembacaan Al-Qur'an, istighasah, serta pemberian nasihat yang bernilai spiritual kepada peserta didik. Faktor pendukung meliputi budaya religius sekolah, dukungan kepala sekolah, lingkungan pesantren, serta kerja sama seluruh warga sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa refleksi spiritualitas guru memberikan kontribusi positif dalam membentuk lingkungan belajar religius serta karakter peserta didik yang berakhlakul karimah.</p> <p><em>This study was motivated by the importance of the spiritual reflection of Islamic Religious Education (IRE) teachers in creating a religious learning environment at school. IRE teachers are expected not only to deliver learning materials but also to become role models in internalizing Islamic values through their attitudes, behavior, and spiritual practices. The objectives of this study were to describe the process of teachers' spiritual reflection, explain its implementation in creating a religious learning environment, and identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation at Darut Taqwa Vocational High School Purwosari. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, Islamic Religious Education teachers, and students. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, member checking, and prolonged engagement.</em></p> <p><em>The findings revealed that the spiritual reflection of Islamic Religious Education teachers was manifested through continuous self-evaluation, improving the quality of worship, demonstrating exemplary moral conduct, and consistently implementing Islamic values in both classroom instruction and daily school life. The implementation of spiritual reflection was reflected in various religious activities, including collective prayers, congregational prayers, Qur'an recitation, istighasah, and providing spiritual guidance to students. Supporting factors included the school's religious culture, strong leadership from the principal, the Islamic boarding school environment, and cooperation among all school members. Meanwhile, the inhibiting factors included students' diverse characteristics, limited instructional time, and external environmental influences. This study concludes that teachers' spiritual reflection plays a significant role in fostering a religious learning environment and strengthening students' moral character</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikanhttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23872Strategi guru pak dalam membentuk sikap disiplin dan kerjasama siswa SMA negeri 1 perbuluan kelas x2026-07-03T09:34:30+00:00Agus Palentina Simanjuntakaguspalentina@student.uhn.ac.idNurliani Siregarnurlianisiregar@uhn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam menumbuhkan sikap disiplin dan kerja sama di kalangan siswa Kelas X SMA Negeri 1 Perbuluan. Penelitian ini didasarkan pada peran penting guru PAK dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang selaras dengan ajaran Kristen—khususnya disiplin dan kemampuan bekerja sama—sebagai bekal utama bagi siswa dalam kehidupan di sekolah maupun di masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan melibatkan guru PAK dan siswa Kelas X sebagai sumber data. Analisis data mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAK menumbuhkan sikap disiplin dan kerja sama melalui pemberian keteladanan, pembiasaan, penegakan aturan secara konsisten, pemberian motivasi, penerapan metode pembelajaran kolaboratif dan diskusi kelompok, serta integrasi nilai-nilai Alkitabiah ke dalam proses pembelajaran. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai kepatuhan terhadap peraturan sekolah, tanggung jawab atas tugas, sikap saling menghargai, dan kerja sama aktif selama kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, guru PAK memegang peranan vital dalam membentuk karakter siswa melalui strategi pembelajaran yang efektif dan kontekstual yang berlandaskan pada nilai-nilai Kristiani..</p> <p><em>This study aims to analyze the strategies implemented by Christian Religious Education (PAK) teachers to foster discipline and cooperation among Grade X students at SMA Negeri 1 Perbuluan. The research is grounded in the crucial role of PAK teachers in instilling character values aligned with Christian teachings—specifically discipline and the ability to cooperate—as essential assets for students in both school and community life. A qualitative approach utilizing a descriptive method was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, involving PAK teachers and Grade X students as data sources. Data analysis encompassed the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that PAK teachers cultivate discipline and cooperation by setting an example, fostering habits, consistently enforcing rules, providing motivation, implementing collaborative learning methods and group discussions, and integrating Biblical values into the learning process. These strategies proved effective in raising student awareness regarding adherence to school regulations, responsibility for tasks, mutual respect, and active cooperation during learning activities. Thus, PAK teachers play a vital role in shaping student character through effective and contextual learning strategies rooted in Christian values</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan