https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/issue/feed Jurnal Inovasi Pendidikan 2026-04-29T15:29:07+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/20962 EFEKTIVITAS PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR DALAM MENINGKATKAN KERJA SAMA DAN KELINCAHAN SISWA KELAS III SD NEGERI 04 KECAMATAN BILAH HILIR KABUPATEN LABUHAN BATU 2026-04-11T10:30:44+00:00 Susaini susaini641@gmail.com Nur 'Afifah nurafifah@umsu.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTsS DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah dan minimnya variasi model pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran ASSURE berbasis multimedia pada mata pelajaran Fiqih, hasil belajar siswa setelah penerapan model tersebut, serta efektivitasnya terhadap peningkatan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Randomized Control Group Posttest Only Design. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII E (19 siswa) sebagai kelas eksperimen dengan penerapan model ASSURE berbasis multimedia, dan kelas VIII A (18 siswa) sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar (posttest), dengan analisis data menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ASSURE berbasis multimedia efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 84,31, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata 73,11, serta melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (80). Uji hipotesis menghasilkan thitung 4,304 &gt; ttabel 2,030, sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, model ASSURE berbasis multimedia terbukti efektif meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas VIII E MTsS DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang.</p> <p><em>Traditional games are part of cultural heritage that possess high educational value in the learning process. This study aims to determine the effectiveness of the traditional game gobak sodor in improving cooperation and agility among third-grade students of SD Negeri 04 Bilah Hilir District, Labuhanbatu Regency. The method used in this study was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The results showed a significant improvement in cooperation, increasing from 65 to 82, as well as agility, increasing from 60 to 78. Thus, the traditional game gobak sodor is effective as an alternative learning method in enhancing students’ social and physical abilities.</em></p> 2026-04-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/21368 GANGGUAN KETERLAMBATAN BERBICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK USIA 4–5 TAHUN DI SEKOLAH INKLUSI HOLISTIC PEKALONGAN (STUDI KASUS DI KOTA PEKALONGAN) 2026-04-26T10:10:26+00:00 Naela El-Muna naelaelmuna29@gmail.com Nafisah Athohiroh nafisahathohiroh41@gmail.com Erwan Kustriyono erwan_kustriyono@gmail.com Etika Widi Utami etikawidi7@gmail.com <p class="TableParagraph" style="margin-right: 4.75pt; text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia 4–5 tahun di Sekolah Inklusi Holistic Pekalongan, mendeskripsikan karakteristik gangguan yang dialami anak, serta mengkaji dampaknya terhadap perkembangan sosial, emosional, dan akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah anak-anak yang teridentifikasi mengalami keterlambatan berbicara, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan speech delay mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat sederhana, mengartikulasi bunyi secara jelas, serta memahami instruksi verbal. Keterlambatan ini berdampak pada rendahnya kemampuan komunikasi, keterbatasan interaksi sosial, serta hambatan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Faktor penyebab keterlambatan berbicara meliputi faktor biologis, lingkungan, serta psikologis dan emosional, dengan faktor lingkungan sebagai faktor yang dominan, khususnya kurangnya stimulasi bahasa dan interaksi sosial. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan berbicara tidak hanya memengaruhi aspek bahasa, tetapi juga berdampak pada perkembangan sosial, akademik, dan emosional anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sistematis dan berkelanjutan melalui stimulasi bahasa, intervensi dini, serta kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan bahasa anak di lingkungan pendidikan inklusi.</p> <p class="TableParagraph" style="margin-right: 4.75pt; text-align: justify;"><em>This study aims to identify the factors causing speech delay in children aged 4–5 years at Holistic Inclusive School Pekalongan, describe the characteristics of the disorder, and examine its impact on children’s social, emotional, and academic development. This research employed a qualitative method with a case study approach. The subjects of this study were children identified as having speech delay, with data collected through interviews, observations, and questionnaires. The results show that children with speech delay experience difficulties in constructing simple sentences, articulating sounds clearly, and understanding verbal instructions. This condition affects their communication abilities, limits social interaction, and creates obstacles in participating in classroom learning activities. The factors causing speech delay include biological, environmental, and psychological-emotional aspects, with environmental factors being the most dominant, particularly the lack of language stimulation and social interaction. The findings indicate that speech delay does not only affect language development but also impacts children’s social, academic, and emotional aspects. Therefore, systematic and continuous efforts are needed through language stimulation, early intervention, and collaboration between teachers and parents to support children’s language development in an inclusive education environment.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/21356 PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BACA ANAK USIA DINI DI WONOSARI KELURAHAN PANJANG WETAN 2026-04-25T13:25:16+00:00 Monalisa monalisa101.saa@gmail.com Callysta Salsabila Pramudita callystapramuditaaa@gmail.com Erwan Kustriyono guest@jurnalhst.com Etika Widi Utami guest@jurnalhst.com <table width="594"> <tbody> <tr> <td width="381"> <p>Penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan makna leksikal kata dalam menganalisi pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat baca anak usia dini di Kelurahan Panjang Wetan. Metode penelitian yang digunakan dalam mengkaji pengaruh lingkungan keluarga adalah deskriptif kualitatif dengan metode content analysis atau analisis isi. Objek penelitian ini adalah analisis lingkungan keluarga untukk membangun minat baca anak dirumah. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan (1) studi lapangan, (2) wawancara oleh masyarakat, (3) analisis data, (4) pengamatan langsung kegiatan sehari-hari. Tujuan dari kajian ini untuk menjelajahi apa saja yang menyebabkan anak bisa mempunyai minat baca yang tinggi dan rendah di lingkungan Kelurahan Panjang Wetan. Hasil penelitian ini adalah anak yang mempunyai minat baca rendah akan&nbsp; menyebabkan kurang minat baca, tidak tertarik dengan kegiatan belajar membaca. Gejala yang timbul pada anak yang kurang minat baca akan kesulitan mengenali huruf dan suku kata, kesulitan memhami arti kata, kesulitan membaca kalimat sederhana, kurangnya minat membaca, dan kesulitan mengikuti intruksi sehingga anak akan kebingungan. Strategi untuk meningkatkan minat baca anak dengan membuat waktu membaca bersama, mengunjungi perpustkaan dan toko buku, membelikan buku yang menarik, membuat kegiatan membaca yang menyenangkan, dan menghargai serta memuji anak. Orang tua yang gemar membaca dan memiliki kebiasaan membaca bersama anak, cenderung meningkatkan minat baca anak. Ketersediaan bahan bacaan yang menarik dan seusia, serta lingkungan yang kondusif untuk membaca, juga mempengaruhi minat baca anak. Selain itu, dukungan dan motivasi orang tua melalui pujian dan penghargaan, dapat memperkuat minat baca anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan mendorong minat baca anak usia dini.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em><u>ABSTRACT</u></em></strong></p> <p><em>This study is to analyze the use of lexical meaning of words in analyzing the influenceof the family environment on the reading interests of early childhood in Panjang Wetan Village. The research method used in studying the influence of the family environment is descriptive qualitative with the content analysis method. The object of this research is an analysis of the family environment to build children's interest in reading at home. The data collection technique used by the researcher is (1) field studies, (2) interviews with the community, (3) data analysis, (4) direct observation of daily activities. The aim of this study is to explore what causes children to have high and low reading interests in their environmentPanjang Wetan Village. The results of this study are that children who have low reading interest will cause a lack of interest in readingnot interested in reading activities. Symptoms that arise in children who are less interested in reading are difficulty recognizing letters and syllables, difficulty understanding the meaning of words, difficulty reading simple sentences, lack of interest in reading, and difficulty following instructions so that the child will be confused. Strategies to increase children's interest in reading by creating shared reading time, visiting libraries and bookstores, providing interesting books, making reading activities fun, and appreciating and praising children.Parents who enjoy reading and have a habit of reading with their children tend to increase their children's interest in reading. The availability of interesting and age-appropriate reading materials, as well as an environment that is conducive to reading, also influences children's interest in reading. In addition, parental support and motivation throughpraise and rewards can strengthen children's interest in reading. Therefore, it is important for parents to create an environment that supports and encourages early childhood reading interest.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/21136 STUDI KOMPARASI KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK BIOPLASTIK BERBASIS PROTEIN KEDELAI UNTUK APLIKASI KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN : JURNAL REVIEW 2026-04-18T11:05:37+00:00 Farelino Oktavianus Purba farelpurba321@gmail.com Anggi Khairina Hanum Hasibuan anggi.khairina@gmail.com M. Sulthon Nurhermansyah Putra sulthonp30@gmail.com <p>Permasalahan sampah plastik konvensional mendorong pengembangan material kemasan yang lebih ramah lingkungan, salah satunya bioplastik berbasis sumber hayati. Protein kedelai dalam bentuk <em>soy protein isolate</em> (SPI) merupakan biopolimer yang berpotensi digunakan karena memiliki kemampuan pembentukan film yang baik serta dapat dimodifikasi untuk meningkatkan sifatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik dan mekanik bioplastik berbasis protein kedelai melalui metode <em>literature review</em> terhadap berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan bahan seperti gelatin, sakarosa, microfibrillated cellulose (MFC), organosolv softwood powder (OSP), serta ekstrak alami seperti <em>chestnut bur extract</em> (CBE) dan <em>mango kernel extract</em> (MKE) dapat meningkatkan sifat mekanik, kekuatan tarik, dan stabilitas material melalui interaksi molekuler dan proses <em>crosslinking</em>. Selain itu, penambahan ekstrak alami juga memberikan aktivitas antioksidan pada film bioplastik. Dengan demikian, bioplastik berbasis protein kedelai berpotensi dikembangkan sebagai material kemasan pangan yang biodegradable dan ramah lingkungan.</p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/20982 EDUKIDS: PENERAPAN PEMBELAJARAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DIPAUD 2026-04-12T12:17:57+00:00 Yuliana Vivin Idel yulianavivinidel@gmail.com <p>Pembelajaran kreatif merupakan pendekatan yang penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) karena mampu mengoptimalkan perkembangan anak pada masa golden age. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pembelajaran kreatif dalam meningkatkan perkembangan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran kreatif memiliki karakteristik berpusat pada anak, dilakukan melalui bermain, menekankan proses daripada hasil, serta memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi dan berimajinasi. Selain itu, pembelajaran kreatif memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan kemampuan kognitif, bahasa, sosial-emosional, motorik, serta kepercayaan diri dan kemandirian anak. Dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam mengembangkan kreativitas anak. Dengan demikian, pembelajaran kreatif perlu diterapkan secara optimal dalam proses pendidikan di PAUD agar anak dapat berkembang secara menyeluruh dan siap menghadapi tantangan di masa depan.</p> <p><em>Creative learning is an essential approach in early childhood education as it supports optimal child development during the golden age period. This study aims to examine the implementation of creative learning in enhancing early childhood development. The method used is a literature study by reviewing various sources such as journals, books, and relevant scientific literature. The results indicate that creative learning is characterized by child-centered approaches, play-based activities, a focus on the learning process rather than outcomes, and opportunities for children to express themselves and explore their imagination. Furthermore, creative learning provides various benefits, including improving cognitive, language, social-emotional, and motor skills, as well as enhancing children's confidence and independence. Support from teachers, parents, and the environment also plays a crucial role in fostering children's creativity. Therefore, creative learning should be optimally implemented in early childhood education to ensure holistic development and better preparation for future challenges.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/21370 KOLABORASI GURU DAN ORANG TUA DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG MENYENANGKAN DI PAUD MELALUI PARENTING CLASS 2026-04-26T11:17:39+00:00 Tazqia Atiqatus Zahra tazqiazahra15@gmail.com Rizki Alifiana Saputri rizkialifiana@gmail.com Fetty Ernawati fetty.ernawati@staff.uinsaid.ac.id <p class="TableParagraph" style="margin-right: 4.75pt; text-align: justify;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya inovasi dalam manajemen kesiswaan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk inovasi manajemen kesiswaan dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan di PAUD serta mengetahui dampaknya terhadap proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi manajemen kesiswaan dapat dilakukan melalui pengelolaan kegiatan peserta didik yang kreatif, pemberian layanan bimbingan yang optimal, serta penciptaan program yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Inovasi tersebut terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif anak, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Dengan demikian, manajemen kesiswaan yang inovatif memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.</p> <p><em>This study is motivated by the importance of innovation in student management to create a pleasant learning environment in Early Childhood Education (ECE). A conducive and enjoyable learning environment significantly influences children's cognitive, social, and emotional development. This study aims to analyze forms of innovation in student management in creating a pleasant learning environment in ECE and to determine its impact on the learning process. The method used is a literature study by reviewing various scientific sources such as journals, books, and relevant previous research. The results show that innovation in student management can be implemented through creative student activity management, optimal guidance services, and programs tailored to early childhood characteristics. These innovations are proven to increase learning motivation, children's active participation, and create a more enjoyable learning atmosphere. Therefore, innovative student management plays an important role in improving the quality of learning in early childhood education.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/21367 ANALISIS HUBUNGAN KOORDINATIF DAN SUBORDINATIF ANTARKLAUSA DALAM LIRIK LAGU 'UNTUK PEREMPUAN YANG SEDANG DIPELUKAN' KARYA PAYUNG TEDUH 2026-04-26T09:51:57+00:00 Rheina Amalia Handini rheinaamalia8@gmail.com Imroatul Aulia liakiki856@gmail.com Erwan Kustriyono erwan.unikal@gmail.com Etika Widi Utami etikawidiutami7@gmail.com <p class="TableParagraph" style="margin-right: 4.75pt; text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan koordinatif dan subordinatif antarklausa dalam lirik lagu "Untuk Perempuan yang Sedang Dipelukan" karya Payung Teduh. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan sintaksis digunakan untuk memahami struktur dan makna yang terkandung dalam lirik lagu ini. Analisis menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut memanfaatkan hubungan antarklausa yang kompleks untuk memperkaya makna dan mendukung narasi emosional yang disampaikan. Hubungan koordinatif, yang sering ditemukan melalui penggunaan konjungsi seperti "dan," "atau," dan "tetapi," membantu dalam menyusun informasi yang saling melengkapi atau menunjukkan pilihan dan kontras. Sementara itu, hubungan subordinatif yang melibatkan konjungsi seperti "karena," "agar," "meskipun," dan "walaupun" memberikan latar belakang, alasan, dan tujuan yang memperkaya konteks dan emosi dari klausa utama. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan hubungan antarklausa dalam lirik lagu menciptakan narasi yang kuat dan bermakna, serta mencerminkan dinamika hubungan personal dan nilai-nilai sosial yang lebih luas. Lirik lagu "Untuk Perempuan yang Sedang Dipelukan" berhasil menggambarkan kompleksitas emosional dan situasional yang dihadapi oleh subjek melalui struktur kalimat yang kaya dan nuansa. Hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap studi linguistik dan analisis teks, dengan menyoroti bagaimana lirik lagu dapat digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan dan perasaan yang kompleks. Temuan ini memperkaya pemahaman kita tentang penggunaan bahasa dalam seni musik dan menunjukkan bahwa lirik lagu merupakan bentuk karya sastra yang memiliki keindahan dan kedalaman yang dapat dianalisis secara mendetail. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi penggunaan hubungan antarklausa dalam konteks lirik lagu lainnya atau bentuk karya seni yang berbeda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai penggunaan bahasa dalam narasi dan ekspresi emosional.</p> <p class="TableParagraph" style="margin-right: 4.75pt; text-align: justify;"><em>This study aims to analyze the coordinative and subordinative relationships between clauses in the lyrics of the song "Untuk Perempuan yang Sedang Dipelukan" (For the Woman Being Embraced) by Payung Teduh. A qualitative approach with text and syntactic analysis methods was used to understand the structure and meaning embedded in the song's lyrics. The analysis reveals that the lyrics of this song utilize complex inter-clausal relationships to enrich the meaning and support the emotional narrative conveyed. Coordinative relationships, often found through the use of conjunctions such as "and," "or," and "but," help in organizing complementary information or indicating choices and contrasts. Meanwhile, subordinative relationships involving conjunctions such as "because," "so that," "even though," and "although" provide background, reasons, and purposes that enhance the context and emotions of the main clause. The study finds that the use of inter-clausal relationships in the song lyrics creates a strong and meaningful narrative, reflecting personal dynamics and broader social values. The lyrics of "Untuk Perempuan yang Sedang Dipelukan" successfully depict the emotional and situational complexity faced by the subject through rich and nuanced sentence structures. The findings of this research also make a significant contribution to linguistic studies and text analysis, highlighting how song lyrics can be used as a tool to convey complex messages and emotions. This study enriches our understanding of language use in musical art and demonstrates that song lyrics are a form of literary work with beauty and depth that can be analyzed in detail. Further research is recommended to explore the use of inter-clausal relationships in other song lyrics or different art forms to gain a broader understanding of language use in narrative and emotional expression.</em></p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/21323 REPRESENTASI KONFLIK BATIN MELALUI AMBIGUITAS WACANA DALAM NASKAH MONOLOG “TOLONG” KARYA NANO RINTIARNO 2026-04-24T12:00:51+00:00 Kenny Fika Indrayana kennyfikaindrayana@gmail.com Tri Intan Dewi Permata Sari intansariintan677@gmail.com Erwan Kustriyono guest@jurnalhst.com Etika Widi Utami guest@jurnalhst.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ambiguitas wacana serta menjelaskan peran ambiguitas tersebut dalam merepresentasikan konflik batin yang dialami tokoh dalam naskah monolog Tolong karya Nano Riantiarno. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa sebagai medium ekspresi dalam karya sastra, khususnya dalam bentuk monolog yang secara langsung menghadirkan pergulatan batin tokoh tanpa perantara dialog dengan tokoh lain. Dalam konteks ini, ambiguitas wacana tidak hanya dipahami sebagai gejala kebahasaan yang menimbulkan makna ganda, tetapi juga sebagai strategi estetik yang sengaja digunakan pengarang untuk menghadirkan kompleksitas makna dan kedalaman psikologis tokoh. Ambiguitas memungkinkan pembaca atau penonton menafsirkan kondisi batin tokoh secara lebih luas dan tidak tunggal, sehingga memperkaya pengalaman interpretatif terhadap karya sastra.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang berfokus pada analisis mendalam terhadap teks. Data penelitian berupa satuan bahasa dalam naskah monolog yang mengandung ambiguitas, baik pada tataran kata, frasa, maupun kalimat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, dengan cara membaca teks secara intensif dan menandai bagian-bagian yang relevan. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan pendekatan stilistika dan analisis wacana untuk mengungkap fungsi estetik dan makna yang tersembunyi di balik penggunaan bahasa tersebut. Proses analisis meliputi tahap identifikasi data, klasifikasi jenis ambiguitas, interpretasi makna berdasarkan konteks, serta penarikan hubungan antara bentuk ambiguitas dengan representasi konflik batin tokoh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas yang ditemukan dalam naskah meliputi ambiguitas leksikal dan ambiguitas kontekstual. Kedua jenis ambiguitas tersebut berfungsi secara signifikan dalam memperkuat representasi konflik batin tokoh utama, yaitu Atikah, yang mengalami tekanan psikologis akibat penyiksaan, keterasingan, dan situasi yang tidak menentu. Konflik batin yang direpresentasikan mencakup berbagai kondisi psikologis seperti kepanikan, ketakutan, krisis identitas, kesepian, disorientasi terhadap realitas, hingga keputusasaan dan kebutuhan akan pengakuan diri. Selain itu, ambiguitas juga menunjukkan adanya kaburnya batas antara realitas dan imajinasi, yang dapat dipahami sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri tokoh dalam menghadapi trauma yang dialaminya. Ambiguitas wacana dalam naskah monolog Tolong tidak hanya berfungsi sebagai unsur kebahasaan semata, tetapi juga sebagai sarana estetik dan representatif yang efektif dalam menggambarkan kompleksitas kondisi psikologis tokoh. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dan sastra, khususnya dalam memperluas pemahaman mengenai hubungan antara penggunaan bahasa, ambiguitas wacana, dan representasi konflik batin dalam karya drama. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji aspek kebahasaan dalam karya sastra, serta menjadi bahan pertimbangan dalam pembelajaran sastra di bidang pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/21060 RENDAHNYA KEMAMPUAN BAHSASA ANAK DAN STRATEGI PENINGKATANNYA YANG DILAKUKAN GURU DI LEMBAGA TK NEGERI LELAK 2026-04-15T12:36:52+00:00 Merlinda Setia merlindasetia88@gmail.com <table width="98%"> <tbody> <tr> <td width="60%"> <p>Rendahmya kemampuan Bahasa anak dalam lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi masalah penting untuk mencapai pendidikan yang setara .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh guru di TK Negeri Lelak dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui&nbsp;&nbsp; wawancara&nbsp;&nbsp; dan&nbsp;&nbsp; observasi&nbsp;&nbsp; terhadap&nbsp;&nbsp; lima &nbsp;&nbsp;orang&nbsp;&nbsp; guru.&nbsp;&nbsp; Temuan&nbsp;&nbsp; penelitian&nbsp;&nbsp; ini menunjukkan bahwa guru menerapkan empat strategi utama untuk merangsang perkembangan bahasa anak, yaitu&nbsp; mendongeng,&nbsp; bernyanyi,&nbsp; penggunaan&nbsp; flash&nbsp; card,&nbsp; dan&nbsp; bermain&nbsp; peran. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah identifikasi dan analisis mendalam terhadap cara-cara yang digunakan oleh guru untuk mendukung perkembangan bahasa anak, serta bagaimana strategi-strategi ini&nbsp; dapat&nbsp; diterapkan&nbsp; dalam&nbsp; praktik&nbsp; pendidikan.&nbsp; Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode yang variatif dapat meningkatkan keterampilan bahasa anak&nbsp; dan&nbsp; mendukung&nbsp; perkembangan&nbsp; kognitif,&nbsp; sosial,&nbsp; dan&nbsp; emosional&nbsp; mereka.&nbsp; Penelitian ini memberikan wawasan bagi pendidik untuk mengoptimalkan metode pembelajaran bahasa di lingkungan pendidikan anak usia</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-04-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan