https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/issue/feed Jurnal Inovasi Pendidikan 2026-07-15T05:06:05+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23298 PENINGKATAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA KELAS II MELALUI TEKNIK PEMBELAJARAN BERBASIS LAGU DAN GERAKAN DI SDN 219 KOTA JAMBI 2026-06-21T02:13:07+00:00 Sirli Hapipa mokdang123@gmail.com Imran prodiimran@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa kelas II melalui penerapan teknik pembelajaran berbasis lagu dan gerakan pada materi bangun datar di SDN 219 Kota Jambi. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas II. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik pembelajaran berbasis lagu dan gerakan mampu meningkatkan pemahaman matematika siswa secara signifikan. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan mudah memahami konsep bangun datar melalui lagu serta gerakan yang terintegrasi dalam pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran berbasis lagu dan gerakan efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika di sekolah dasar.</p> <p><em>This study aims to improve second-grade students' mathematical understanding through the application of song- and movement-based learning techniques to the topic of plane figures at SDN 219, Jambi City. The study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles, with stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 28 second-grade students. Data collection techniques were conducted through observation, testing, and documentation. The results showed that the application of song- and movement-based learning techniques significantly improved students' mathematical understanding. Students became more active, enthusiastic, and easily understood the concept of plane figures through the integration of songs and movements into the learning. Thus, song- and movement-based learning techniques are effective as an alternative to mathematics learning in elementary schools.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/22448 NILAI MORAL DALAM KUMPULAN PUISI DENGUNG TANAH GOYAH KARYA IYUT FITRA 2026-06-02T05:04:07+00:00 Sri Rahayu srirahayu@edu.uir.ac.id Tasya Ayuni Syahira tasyaayunisyahira@student.uir.ac.id Fifi Febrianti fififebrianti@student.uir.ac.id Dhea Altha Fino dheaalthafino@student.uir.ac.id Larum Mayura Tarmizu larummayuratarmizu@student.uir.ac.id Jelita Salsabilla jelitasalsabilla@student.uir.ac.id Suci Rahmadani sucirahmadani518@student.uir.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terkandung dalam kumpulan puisi Dengung Tanah Goyah karya Iyut Fitra. Karya sastra, khususnya puisi, tidak hanya berfungsi sebagai sarana ekspresi estetis, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan moral yang dapat menjadi pedoman bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap berbagai nilai moral yang tercermin dalam puisi-puisi yang terdapat dalam kumpulan Dengung Tanah Goyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data penelitian berupa kutipan-kutipan larik, bait, dan ungkapan yang mengandung nilai moral dalam kumpulan puisi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, membaca secara intensif, dan pencatatan data yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai nilai moral yang dominan, meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan lingkungan. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui sikap religius, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, solidaritas, serta kesadaran terhadap kondisi lingkungan dan realitas kehidupan masyarakat. Nilai moral yang ditemukan menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam Dengung Tanah Goyah mengandung pesan-pesan kehidupan yang dapat memberikan pembelajaran dan refleksi bagi pembaca. Dengan demikian, kumpulan puisi ini memiliki fungsi edukatif sekaligus humanis dalam membangun kesadaran moral masyarakat.</p> <p><em>This study aims to describe the moral values contained in the poetry collection Dengung Tanah Goyah by Iyut Fitra. Literary works, particularly poetry, serve not only as a medium of aesthetic expression but also as a means of conveying moral messages that can guide readers in their daily lives. Therefore, this research was conducted to identify and analyze the various moral values reflected in the poems included in the collection. This study employs a descriptive qualitative method with a content analysis approach. The research data consist of lines, stanzas, and expressions containing moral values found in the poetry collection. Data were collected through library research, intensive reading, and note-taking techniques. The findings reveal several dominant moral values, including the relationship between humans and God, the relationship between humans and themselves, the relationship among fellow humans, and the relationship between humans and the environment. These values are reflected through religious attitudes, responsibility, honesty, social concern, solidarity, and awareness of environmental conditions and social realities. The moral values identified indicate that the poems in Dengung Tanah Goyah contain meaningful life lessons that encourage reflection and moral awareness among readers. Therefore, this poetry collection possesses both educational and humanistic functions in fostering moral consciousness within society.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23200 PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI: STRATEGI EFEKTIF DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA 2026-06-18T09:26:30+00:00 Muhammad Ali Kabir khabirbks@gmail.com Maftuhin maftuhintuhin63@gmail.com Nurul Cahaya nurulchya208@gmail.com Siti Muti’ah siti.mutiah10april@gmail.com Ervina vinaervina41@gmail.com <table width="573"> <tbody> <tr> <td width="367"> <p>Pembelajaran berbasis inkuiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pengamatan, penyelidikan, dan eksplorasi. Artikel ini mengkaji bagaimana metode tersebut dapat menjadi strategi efektif dalam pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Melalui kajian literatur dan analisis konseptual, ditemukan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri mampu menumbuhkan kemandirian belajar, kolaborasi, serta kemampuan refleksi diri siswa. Implementasi yang optimal memerlukan kesiapan guru, dukungan kurikulum, dan keterlibatan aktif orang tua. Tantangan utama meliputi kesiapan sumber daya manusia dan alokasi waktu yang lebih besar dibanding metode konvensional.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Inquiry-based learning is a pedagogical approach that encourages students to actively engage in observation, investigation, and exploration. This article examines how this method can serve as an effective strategy for developing students' discipline and responsibility. Through a literature review and conceptual analysis, it is found that inquiry-based learning fosters student independence, collaboration, and self-reflection. Optimal implementation requires teacher readiness, curriculum support, and active parental involvement. Key challenges include human resource preparedness and greater time allocation compared to conventional methods.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23905 EFEKTIVITAS POSYANDU VIRGO 16 SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA WARINGINJAYA KABUPATEN BEKASI 2026-07-04T11:38:07+00:00 Kishy Uthia Syahfirli kishysyaa13@gmail.com Ratna Sari Dewi ratna.sari@fkip.unsika.ac.id Yana Nursita yana.nursita@fkip.unsika.ac.id <p>Stunting masih menjadi tantangan gizi yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan Kabupaten Bekasi yang berada di tengah kawasan industri besar. Posyandu, sebagai salah satu Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat, tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pendidikan nonformal bagi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas Posyandu Virgo 16 sebagai sarana pendidikan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Waringinjaya, Kabupaten Bekasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas tiga kader Posyandu, tiga ibu balita, dan satu bidan desa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan), dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Efektivitas dianalisis menggunakan tiga indikator efektivitas Richard M. Steers, yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posyandu Virgo 16 telah berfungsi secara efektif sebagai sarana pendidikan masyarakat dalam pencegahan stunting, yang ditunjukkan melalui tercapainya tujuan edukasi kesehatan, komunikasi dan koordinasi yang berjalan baik antara kader, bidan, dan masyarakat, serta kemampuan Posyandu menyesuaikan materi dan metode penyuluhan dengan kebutuhan masyarakat. Efektivitas tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa kemampuan kader dan faktor eksternal berupa partisipasi masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan lingkungan sosial. Meskipun demikian, partisipasi sebagian masyarakat dan kelengkapan sarana masih perlu ditingkatkan agar fungsi edukatif Posyandu dapat berjalan lebih optimal.</p> <p><em>Stunting remains a serious nutritional challenge in Indonesia, including in the rural areas of Bekasi Regency, which lies within a major industrial zone. Posyandu, as a community-based health effort, functions not only as a basic health service point but also has the potential to serve as a nonformal education venue for the community in stunting prevention efforts. This study aims to describe the effectiveness of Posyandu Virgo 16 as an educational venue for stunting prevention in Waringinjaya Village, Bekasi Regency, and to identify the factors influencing it. The study employed a descriptive qualitative approach involving seven purposively selected informants: three Posyandu cadres, three mothers of toddlers, and one village midwife. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña (data reduction, data display, and conclusion drawing), with data validity verified through source and technique triangulation. Effectiveness was analyzed using Richard M. Steers' three effectiveness indicators: goal attainment, integration, and adaptation. The findings show that Posyandu Virgo 16 has functioned effectively as a community education venue for stunting prevention, as reflected in the achievement of health education goals, well-established communication and coordination among cadres, the midwife, and the community, and the Posyandu's ability to adapt its materials and counseling methods to community needs. This effectiveness is influenced by an internal factor, namely cadre capability, and external factors, namely community participation, availability of facilities, and social environment support. Nevertheless, community participation and facility completeness still require improvement so that the Posyandu's educational function can operate more optimally.</em></p> 2026-07-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23107 MEME SEBAGAI SASTRA RAKYAT BARU: KAJIAN FILSAFAT SASTRA TERHADAP HUMOR, KRITIK, DAN MAKNA DIGITAL 2026-06-16T11:53:40+00:00 Mohd Bahaudin Ihsan mohd@student.undiksha.ac.id I Wayan Rasna wayan.rasna@undiksha.ac.id I Nengah Marta nengah.martha@undiksha.ac.id <p><em>This article examines internet memes as a possible form of new folk literature through the perspective of philosophy of literature. The central argument is that memes should not be reduced to trivial jokes or decorative digital images; rather, under certain conditions, they operate as vernacular literary practices that condense humor, social criticism, collective memory, and unstable digital meaning. Using a qualitative literature review, this study synthesizes works on folklore, digital culture, hermeneutics, semiotics, intertextuality, and the carnivalesque. The analysis shows that memes resemble folk literature because they are collectively circulated, anonymously or semi-anonymously transformed, formulaic yet open to variation, and rooted in shared social experience. However, memes are not automatically literature. A meme becomes new folk literature only when it has aesthetic condensation, communal circulation, symbolic density, interpretive openness, and critical force. The article further argues that meme humor functions as a philosophical interruption: it destabilizes dominant meanings, exposes contradictions, and democratizes criticism. At the same time, memes are ethically ambivalent because they may reproduce hatred, misinformation, simplification, and algorithmic commodification. Therefore, memes must be read not merely as popular entertainment but as a contested digital literary form in which society negotiates meaning, power, and truth.</em></p> <p>Artikel ini mengkaji meme internet sebagai kemungkinan bentuk sastra rakyat baru melalui perspektif filsafat sastra. Argumen utama artikel ini adalah bahwa meme tidak dapat direduksi sebagai lelucon ringan atau gambar lucu di media sosial. Dalam kondisi tertentu, meme bekerja sebagai praktik sastra vernakular yang memadatkan humor, kritik sosial, ingatan kolektif, dan makna digital yang terus bergerak. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, artikel ini menyintesiskan kajian tentang folklor, budaya digital, hermeneutika, semiotika, intertekstualitas, dan karnavalesk. Hasil kajian menunjukkan bahwa meme memiliki kemiripan dengan sastra rakyat karena beredar secara kolektif, mengalami transformasi anonim atau semi-anonim, bersifat formulaik tetapi terbuka terhadap variasi, serta bertumpu pada pengalaman sosial bersama. Namun, tidak semua meme layak disebut sastra. Meme menjadi sastra rakyat baru hanya apabila memiliki kepadatan estetis, sirkulasi komunal, kekuatan simbolik, keterbukaan tafsir, dan daya kritik. Humor dalam meme berfungsi sebagai interupsi filosofis yang mengguncang makna dominan, membuka kontradiksi sosial, dan mendemokratisasi kritik. Meski demikian, meme juga bersifat ambivalen karena dapat mereproduksi kebencian, disinformasi, penyederhanaan realitas, dan komodifikasi algoritmik. Oleh sebab itu, meme perlu dibaca bukan sekadar sebagai hiburan populer, melainkan sebagai bentuk sastra digital yang diperebutkan dalam arena makna, kuasa, dan kebenaran</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23482 PENGARUH IKLIM BELAJAR, KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA PELAJARAN EKONOMI 2026-06-24T08:48:09+00:00 Triani Sri Rezeki 222165132@student.unsil.ac.id Sri Hardianti Sartika sri.hardianti@unsil.ac.id Raden Roro Suci Nurdianti radenrorosucinurdianti@unsil.ac.id <p>Penelitian ini dilatar belakangi belum optimalnya prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh iklim belajar, konformitas teman sebaya, dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan desain penelitian eksplanatori. Populasi penelitian terdiri dari 215 peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Ciamis yang mengikuti mata pelajaran ekonomi, dengan sampel sebanyak 140 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim belajar, konformitas teman sebaya, dan disiplin belajar masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000; 0,043; dan 0,000. Selain itu, secara simultan ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa iklim belajar yang kondusif, konformitas teman sebaya yang positif, serta disiplin belajar yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran ekonomi.</p> <p><em>This study was motivated by the less-than-optimal academic achievement of students in economics subjects. The purpose of this study was to analyze the effect of the learning climate, peer conformity, and learning discipline on students’ academic achievement. The research method used was a survey with an eksplanatory research design. The population of this study consisted of 215 eleventh-grade students of SMA Negeri 3 Ciamis who took economics subjects, with a sample of 140 students selected using a random sampling technique. Data were collected through questionnaires, and the data analysis used multiple linear regression. The results of the study indicate that the learning climate, peer conformity, and learning discipline each have a positive and significant effect on students’ academic achievement, with significance values of 0.000, 0.043, and 0.000, respectively. In addition, simultaneously, these three variables also have a significant effect on students’ academic achievement with a significance value of 0.000. These findings indicate that a conducive learning climate, positive peer conformity, and high learning discipline can contribute to improving students’ academic achievement in economics subjects.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/22673 TREN PENELITIAN DAN ARAH BARU HISTORIOGRAFI PERKEBUNAN DI INDONESIA TAHUN 2015-2025 2026-06-07T13:38:52+00:00 Hadirat Berkat Zalukhu zalhadirat04@gmail.com Zulfikar Deban zeett8@gmail.com I Komang Leo Sagita komangleo22@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran orientasi dalam historiografi perkebunan Indonesia dari kajian yang bersifat ekonomi-komoditas menuju kajian yang lebih sosial-kritis dalam periode 2015-2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian dan arah perkembangan historiografi perkebunan Indonesia pada periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 23 artikel ilmiah yang relevan dengan tema sejarah perkebunan di Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi kecenderungan tema, pendekatan historiografis, dan perubahan orientasi kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa historiografi perkebunan masih didominasi oleh kajian komoditas, namun mengalami pergeseran ke arah tema buruh perkebunan, konflik agraria, perubahan sosial-ekonomi, dan relasi kuasa. Penelitian ini juga menemukan bahwa kajian mengenai lingkungan, gender, dan wilayah di luar pusat perkebunan masih relatif terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa historiografi perkebunan Indonesia berada pada fase transisi menuju kajian yang lebih multidimensional, kritis, dan inklusif dalam memahami perkebunan sebagai ruang sosial, ekonomi, dan politik.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23313 THE ANALYSIS OF CODE MIXING USED BY GIRL GROUP NO NA ON RADITYA DIKA’S PODCAST YOUTUBE CHANNEL 2026-06-21T07:30:11+00:00 Erliawan Lindhu lindhun233@gmail.com Viena Fatiha Rizka vienafatiharizka@gmail.com Diva Nabila Putri vienafatiharizka@gmail.com <p><em>This study aims to analyze the types of code-mixing and the reasons for its use by the female group No Na members in Raditya Dika's YouTube podcast. This research focuses on how bilingual speakers combine Indonesian and English in natural conversations and how these language choices reflect communication goals and identity. This study uses a qualitative descriptive method. The collected data were analyzed based on Muysken's (2000) code-mixing theory, which classifies code-mixing into three types, insertion, alternation, and congruent lexicalization. Additionally, Hoffman's (1991) theory was used to identify the reasons for code-mixing. The study results show that there are three types of code-mixing found in the conversation, namely insertion, alternation, and congruent lexicalization. Among these three types, alternation is the most dominant type with 31 occurrences (48%), followed by insertion with 19 occurrences (29%) and congruent lexicalization with 15 occurrences (23%). Additionally, the analysis of the reasons for code-mixing usage indicates that discussing a particular topic is the most dominant factor with 21 occurrences (32%), followed by clarification and showing identity with 11 occurrences each (17%), expressing emotion with 10 occurrences (15%), showing empathy with 9 occurrences (14%), quoting someone with 2 occurrences (3%), and interjections with 1 occurrence (2%). The study results indicate that code-mixing in No Na's conversation occurs not only due to bilingual ability but also serves as a communication strategy to convey ideas, discuss specific topics, and build identity as a global artist</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/22483 IMPLEMENTASI PENDEKATAN SISTEM DALAM PROSES PEMBELAJARAN OLEH GURU DI MTSN 2 MEDAN 2026-06-02T13:38:17+00:00 Hapni Hasibuan hapni737@gmail.com Siti Nurhalizah Siregar nurhalizahsiti562@gmail.com Hadi Purnomo hadi.nomo03@gmail.com Ahmad Zaki zaki.ahmad@uinsu.ac.id <p>Pendekatan sistem dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang terarah, efektif, dan sesuai dengan tujuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, pendekatan sistem menekankan keterkaitan antara komponen input, proses, dan output dalam kegiatan pembelajaran. Guru memiliki peran penting dalam mengelola seluruh komponen tersebut agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan sistem dalam proses pembelajaran oleh guru di MTsN 2 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan guru bidang studi di MTsN 2 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan pendekatan sistem dalam pembelajaran melalui persiapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penyediaan materi dan media pembelajaran, serta membangun kesiapan siswa sebelum pembelajaran berlangsung. Dalam proses pembelajaran, guru menggunakan metode diskusi dan student centered learning dengan menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan mediator. Selain itu, interaksi antara guru dan siswa dibangun melalui pendekatan sekolah ramah anak dan suasana kekeluargaan. Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu memahami materi dengan baik melalui evaluasi, keaktifan belajar, serta pelaksanaan remedial bagi siswa yang belum memahami materi. Dengan demikian, implementasi pendekatan sistem mampu mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23258 KETIKA ILMU MENJADI WARISAN: PERAN PERADABAN ISLAM DALAM DUNIA PENDIDIKAN 2026-06-20T04:18:29+00:00 Kencana Putri kencana.putri@mhs.unj.ac.id Dafi Gulam Zakie dafi.gulam@mhs.unj.ac.id Firci Septria Lova firci.septria@mhs.unj.ac.id Azzahrah Mirna Ali azzahrah.mirna@mhs.unj.ac.id Abdul Fadhil abdul_fadhil@unj.ac.id <p>Peradaban Islam pada masa keemasan telah memberikan kontribusi fundamental yang membentuk institusi dan tradisi akademik dunia modern. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran penting peradaban Islam dalam dunia pendidikan, secara spesifik meneliti bagaimana ilmu pengetahuan mengalami institusionalisasi dan transmisi formal yang menjadi dasar tradisi akademik kontemporer. Melalui metode studi pustaka dengan pendekatan historis analitis. Hasil kajian menunjukan bahwa inovasi-inovasi tersebut tidak hanya menyelamatkan warisan intelektual klasik, tetapi juga meletakan cetak biru struktur universitas, kurikulum ilmiah, adn sistem gelar yang diadopsi oleh dunia barat hingga saat ini.</p> <p><em>The Islamic civilization during its Golden Age made fundamental contributions that shaped the institutions and academic traditions of the modern world. This article aims to explore the pivotal role of Islamic civilization in the field of education, specifically examining how knowledge underwent institutionalization and formal transmission, laying the foundation for contemporary academic traditions. Utilizing a literature review method with a historical-analytical approach. The findings indicate that these innovations not only preserved classical intellectual heritage but also laid the blueprint for university structures, scientific curricula, and degree systems adopted by the Western world to this day.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/24271 CAMPUR KODE PADA PODCAST KELUARGA ARTIS MARIO CAESAR 2026-07-15T05:06:05+00:00 Fifi Febrianti fififebrianti@student.uir.ac.id Najmi Zakkiyah najmizakkiyah@student.uir.ac.id Safna safna@student.uir.ac.id <p>Fenomena campur kode merupakan salah satu bentuk variasi bahasa yang sering muncul dalam masyarakat bilingual, terutama pada media digital seperti podcast. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode yang terdapat pada Podcast Keluarga Artis Mario Caesar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa tuturan dalam podcast yang diakses melalui YouTube, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan klausa yang mengandung campur kode. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan berdasarkan teori campur kode Suwito (1983). Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh data campur kode yang terdiri atas tiga bentuk, yaitu campur kode berbentuk kata, frasa, dan klausa. Bentuk frasa menjadi bentuk yang paling dominan, sedangkan bentuk kata dan klausa muncul dalam jumlah yang lebih sedikit. Penggunaan campur kode dalam podcast tersebut menunjukkan adanya penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sebagai bagian dari gaya komunikasi yang santai, spontan, dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiolinguistik, khususnya mengenai fenomena campur kode pada media digital, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji penggunaan bahasa dalam platform podcast.</p> <p><em>Code-mixing is one of the language variation phenomena frequently found in bilingual communities, particularly in digital media such as podcasts. This study aims to describe the forms of code-mixing found in the Keluarga Artis Mario Caesar Podcast. The research employed a qualitative approach using a descriptive method. The data source consisted of utterances taken from the podcast available on YouTube, while the research data included words, phrases, and clauses containing code-mixing. Data were collected through the observation method using the Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) technique and note-taking. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing based on Suwito's (1983) theory of code-mixing. The findings revealed ten instances of code-mixing consisting of three forms: words, phrases, and clauses. Phrase-level code-mixing was the most dominant form, followed by words and clauses. The use of code-mixing reflects the insertion of English elements into Indonesian as part of a casual, spontaneous communication style commonly used by young people in digital media. This study contributes to the development of sociolinguistic studies on code-mixing in digital media and is expected to serve as a reference for future research on language use in podcast platforms.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23138 DESAIN DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PRODUKTIF:BERBICARA (KALAM) DAN MENULIS (KITABAH) 2026-06-17T07:41:31+00:00 Nizar abezarnizar@gmail.com Cici Zaskia cicizaskia65@gmail.com Milda Damayanti mildadamayanti5656233@gmail.com Nurul Hikmah nrlhikmah010322@gmail.com Hamzah drhamzah@iainpare.ac.id Kaharuddin Ramli kaharuddin@iainpare.ac.id <p>Keterampilan produktif dalam pembelajaran bahasa Arab merupakan kemampuan menghasilkan bahasa secara aktif, baik melalui berbicara (kalam) maupun menulis (kitabah). Kedua keterampilan ini memiliki peranan penting dalam mendukung kemampuan komunikasi peserta didik secara lisan dan tulisan. Namun, dalam praktik pembelajaran bahasa Arab, kemampuan produktif peserta didik masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kosakata, rendahnya penguasaan tata bahasa, kurangnya latihan komunikatif, serta minimnya pengembangan materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat keterampilan produktif, landasan teori pengembangan materi, prinsip-prinsip desain materi, model pengembangan, serta strategi evaluasi keterampilan produktif dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi dari berbagai buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi keterampilan produktif perlu didasarkan pada pendekatan komunikatif, teori pemrosesan informasi, dan pendekatan berbasis teks. Selain itu, pengembangan materi harus memperhatikan prinsip relevansi, keaslian, gradasi, integrasi antarketerampilan, kontekstualitas, dan keberagaman aktivitas agar pembelajaran lebih efektif dan bermakna. Dengan pengembangan materi yang sistematis dan komunikatif, kemampuan berbicara dan menulis peserta didik dapat berkembang secara optimal.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23734 MENINGKATKAN HASIL BEJAR MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PADANG LAWAS" 2026-06-30T06:46:43+00:00 Ali Canra Pulungan alicanra86@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika mahasiswa pada materi himpunan melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) di Program Studi Pendidikan Matematika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Padang Lawas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas mahasiswa semester II, yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan pembelajaran menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest pada materi himpunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 82,75 dengan gain ternormalisasi sebesar 0,68 yang termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata posttest sebesar 65,40 dengan gain ternormalisasi sebesar 0,36 yang termasuk kategori sedang. Hasil uji-t independen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan secara statistik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) efektif dan lebih unggul dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar matematika mahasiswa pada materi himpunan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/22759 PENDIDIKAN AKHLAK ISLAM SEBAGAI FONDASI PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BAGI GENERASI MUDA 2026-06-09T08:38:46+00:00 Achmad Fadil achmadfadil_uin@radenfatah.ac.id Laeli Fitriani laelifitriani2004@gmail.com Tazkia Quro’atul A’yun 23051070355@radenfatah.ac.id Febi Rahma Safvitri febirahmaaa1626@gmail.com Zapniya Putri Andani zfniaptriandni@gmail.com Muhammad Arif Nurdin Wijaya arifwijaya09@gmail.com Imam Muarif muarifimam088@gmail.com <p><em>This study examines the role of Islamic moral education (akhlak) as a foundation for strengthening reli-gious moderation among the younger generation. Amid rapid globalization and digitalization, young people face challenges including exposure to extremist ideologies, social polarization, and religious identi-ty crises that threaten tolerance and social harmony. Employing a library research approach with descrip-tive-qualitative analysis, this study explores the correlation between the values of akhlakul karimah particularly tasamuh (tolerance), 'adl (justice), and tawazun (balance) and the formation of moderate religious attitudes. The findings indicate that authentic internalization of Islamic morality functions as self-filtering against intolerant narratives while simultaneously building a solid wasathiyah conscious-ness. This study recommends revitalizing the Islamic moral education curriculum, optimizing digital me-dia as a medium for disseminating moderation values, and fostering synergy among family, school, and society in shaping a younger generation that is moderate, inclusive, and civilized in character.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/23335 INOVASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN PAUD BERKUALITAS 2026-06-22T02:51:21+00:00 Widya Agustina agustinawidya2019@gmail.com Nabila Fikri nabilafikrinasution399@gmail.com Sapriani saprianin3@gmail.com Kasman kasman@stain.madina.ac.id <p>Inovasi manajemen pendidikan memiliki peranan penting dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas. Inovasi manajemen yang efektif dapat meningkatkan mutu pembelajaran, profesionalisme guru, pelaksanaan kurikulum, serta pelayanan lembaga terhadap anak dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi manajemen pendidikan dalam mendukung pengembangan lembaga PAUD yang berkualitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan observasi terhadap praktik manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi manajemen dapat diterapkan melalui administrasi berbasis digital, kepemimpinan kolaboratif, pengembangan kompetensi guru, keterlibatan orang tua, serta penciptaan lingkungan belajar yang ramah anak. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan perencanaan strategis turut berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas lembaga dan hasil pendidikan. Inovasi manajemen pendidikan juga mendorong lembaga PAUD untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan kebutuhan pendidikan di era modern. Dengan demikian, diperlukan manajemen yang inovatif dan berkelanjutan untuk menciptakan layanan PAUD berkualitas yang mendukung perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan moral anak secara optimal.</p> <p><em>Innovation in educational management plays an important role in developing quality Early Childhood Education (PAUD). Effective management innovation can improve learning quality, teacher professionalism, curriculum implementation, and institutional services for children and parents. This study aims to analyze the role of educational management innovation in supporting the development of quality PAUD institutions. The method used is a qualitative descriptive approach through literature review and observation of educational management practices. The results show that management innovation can be implemented through digital-based administration, collaborative leadership, teacher competency development, parental involvement, and the creation of child-friendly learning environments. In addition, the use of technology and strategic planning contributes to improving institutional effectiveness and educational outcomes. Educational management innovation also encourages PAUD institutions to adapt to social changes and educational needs in the modern era. Therefore, innovative and sustainable management is needed to create quality PAUD services that support children’s cognitive, emotional, social, and moral development.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/22639 MODEL PENGEMBANGAN DAN INOVASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM SECARA KREATIF 2026-06-07T03:46:00+00:00 Rafika Luthfiyah rafikalutfiyah6@gmail.com Nabila Adelia nabilaadelia350@gmail.com Ahmad Zaki zaki.ahmad@uinsu.ac.id <p>Pendidikan Islam menghadapi hambatan yang cukup besar dalam konteks globalisasi dan transformasi digital, sehingga memerlukan inovasi berkelanjutan sambil tetap teguh dalam kepatuhannya terhadap nilai-nilai Islam. Studi ini bertujuan untuk memajukan Model Pendidikan Islam Kreatif Terintegrasi (PIKT) sebagai alternatif solusi peningkatan kualitas pendidikan Islam di era modern. Model ini mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kurikulum terpadu, pembelajaran kreatif dan inovatif, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi multipihak. Pendekatan yang digunakan mencakup penelitian dan pengembangan, yang meliputi tahapan seperti analisis kebutuhan, desain, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba terbatas, implementasi luas, dan evaluasi berkelanjutan. Landasan teoritis yang digunakan mencakup konstruktivisme, humanisme, pembelajaran kreatif, dan teori pendidikan kontemporer yang relevan dengan abad ke-21. Temuan menunjukkan bahwa model PIKT secara efektif meningkatkan kualitas pendidikan, menumbuhkan keterampilan abad ke-21, dan memperkuat karakter Islami di kalangan siswa. Model ini diharapkan dapat berfungsi sebagai kerangka kerja bagi lembaga pendidikan Islam dalam menciptakan sistem pendidikan yang responsif, inovatif, dan berakar kuat pada prinsip-prinsip Islam.</p> <p><em>Islamic education faces significant challenges in the era of globalization and digital transformation, demanding continuous innovation while preserving Islamic values. This study aims to develop an Integrated Creative Islamic Education Model (PIKT) as an alternative solution for improving the quality of Islamic education in the modern era. The model integrates Islamic values, an integrated curriculum, creative and innovative learning, digital technology utilization, and multi-stakeholder collaboration. The method employed is Research and Development (R&amp;D), encompassing stages of needs analysis, design, product development, expert validation, limited trials, broad implementation, and continuous evaluation. The theoretical foundation includes constructivism, humanism, creative learning theories, and 21st-century education frameworks. The findings indicate that the PIKT model effectively enhances learning quality, develops 21st-century competencies, and strengthens Islamic character among students. This model is expected to serve as a guide for Islamic educational institutions in designing adaptive, innovative, and values-based educational systems.</em></p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan