https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/issue/feed Jurnal Inovasi Pendidikan 2026-03-30T14:33:12+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/20389 EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE BERBASIS MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VIII E MTsS DMP DINIYYAH PUTERI PADANG PANJANG 2026-03-02T07:57:12+00:00 Melni Ulandari melni.ulandari26@gmail.com Juliwis Kardi juliwiskardi86@gmail.com Sulasmi suhartosulasmi@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTsS DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah dan minimnya variasi model pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran ASSURE berbasis multimedia pada mata pelajaran Fiqih, hasil belajar siswa setelah penerapan model tersebut, serta efektivitasnya terhadap peningkatan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Randomized Control Group Posttest Only Design. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII E (19 siswa) sebagai kelas eksperimen dengan penerapan model ASSURE berbasis multimedia, dan kelas VIII A (18 siswa) sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar (posttest), dengan analisis data menggunakan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ASSURE berbasis multimedia efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata 84,31, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata 73,11, serta melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (80). Uji hipotesis menghasilkan thitung 4,304 &gt; ttabel 2,030, sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, model ASSURE berbasis multimedia terbukti efektif meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas VIII E MTsS DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang.</p> <p><em>This research was motivated by the low learning outcomes of students in the Fiqh subject at MTsS DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang, which was mainly caused by the dominance of the lecture method and the lack of variation in learning models. The purpose of this study was to examine the application of the ASSURE learning model based on multimedia in the Fiqh subject, to identify students’ learning outcomes after its implementation, and to determine its effectiveness in improving learning outcomes. This study employed an experimental method with a Randomized Control Group Posttest Only Design. The sample was selected using purposive sampling, consisting of Class VIII E (19 students) as the experimental group, which received the ASSURE model based on multimedia, and Class VIII A (18 students) as the control group. Data were collected through a learning outcome test (posttest) and analyzed using an F-test. The findings showed that the application of the ASSURE learning model based on multimedia was effective in improving students’ learning outcomes. The experimental class achieved an average score of 84.31, higher than the control class with an average score of 73.11, and surpassed the Minimum Mastery Criterion (80). The hypothesis testing resulted in tcount 4.304 &gt; ttable 2.030, indicating that the research hypothesis was accepted. Therefore, the ASSURE learning model based on multimedia proved to be effective in enhancing the Fiqh learning outcomes of Class VIII E students at MTsS DMP Diniyyah Puteri Padang Panjang.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/20577 ISOLASI DAN KARAKTERISASI ALFA SELULOSA DARI LIMBAH MESOKARP KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) MELALUI PENGARUH KONSENTRASI HIDROGEN PEROKSIDA TERHADAP SIFAT STRUKTURAL BERBASIS ANALISIS FTIR 2026-03-13T08:39:32+00:00 Latisa Stefi Alivia latisastefi26@gmail.com Kolonel Tek. Dr Gunaryo gunaryo92000@gmail.com <p>Mesokarp kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu limbah biomassa terbesar dari industri pengolahan kelapa sawit yang memiliki kandungan selulosa tinggi (~43%), sehingga berpotensi sebagai sumber alfa selulosa berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi alfa selulosa dari mesokarp kelapa sawit melalui serangkaian proses delignifikasi alkali (NaOH 17,5%) dan pemutihan dengan hidrogen peroksida (H₂O₂) pada dua konsentrasi berbeda (2% dan 10% v/v), serta menganalisis perubahan struktural gugus fungsi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Karakterisasi dilakukan pada tiga kondisi sampel: bahan baku (raw material), setelah pemutihan H₂O₂ 2%, dan setelah pemutihan H₂O₂ 10%. Spektrum FTIR bahan baku memperlihatkan puncak karakteristik lignoselulosa pada 3324,26 cm⁻¹ (O-H), 2914,19 dan 2844,88 cm⁻¹ (C-H), 1609,91 cm⁻¹ (cincin aromatik lignin), 1233,41 cm⁻¹ (C-O ester lignin-karbohidrat kompleks/hemiselulosa), dan 1034,24 cm⁻¹ (C-O selulosa). Pemutihan H₂O₂ 2% menurunkan intensitas puncak lignin dan hemiselulosa secara signifikan, dengan peningkatan baseline transmitan dari ~80–95% menjadi ~120–140%. Pemutihan H₂O₂ 10% menghasilkan penghilangan lignin yang hampir sempurna, ditandai penurunan drastis puncak 1609,91 cm⁻¹ dan 1233,41 cm⁻¹, serta peningkatan baseline transmitan hingga ~155–165%, dengan profil spektrum yang sangat mendekati alfa selulosa murni. Integritas rantai selulosa terjaga pada seluruh tahap perlakuan, dibuktikan oleh keberadaan puncak 1034,24 cm⁻¹ yang konsisten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa H₂O₂ 10% merupakan kondisi optimal untuk pemutihan mesokarp kelapa sawit berdasarkan analisis FTIR, menjadikan mesokarp kelapa sawit sumber alfa selulosa terbarukan yang menjanjikan.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/20545 STUDI LITERATUR : SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA DARI LIMBAH PERKEBUNAN 2026-03-11T07:17:09+00:00 Imelda Olivia Agustina Gurning imeldaoag@gmail.com M. Sulthon Nurharmansyah Putra sulthonp30@gmail.com <p>Silika merupakan material penting dengan aplikasi luas sebagai katalis, adsorben, dan material fungsional, namun penggunaan prekursor sintetis relatif mahal dan kurang berkelanjutan sehingga limbah biomassa menjadi alternatif yang menjanjikan. Studi literatur ini bertujuan untuk membandingkan potensi sekam padi, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang sawit, dan ampas tebu sebagai sumber silika, serta mengevaluasi metode ekstraksi dan sintesis yang digunakan, khususnya pendekatan sol–gel berbasis natrium silikat hasil ekstraksi alkali. Kajian dilakukan terhadap publikasi ilmiah yang membahas tahapan pengabuan biomassa, pelindian asam untuk menghilangkan pengotor logam, ekstraksi menggunakan basa (umumnya NaOH) untuk membentuk larutan natrium silikat, dan pengasaman untuk menghasilkan gel silika, diikuti karakterisasi seperti XRD, FTIR, SEM, dan BET. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar silika yang diperoleh bersifat amorf dengan pita khas Si–O–Si dan kandungan SiO₂ dominan, sementara kemurnian dan luas permukaan dipengaruhi oleh jenis biomassa dan kondisi proses. Sekam padi umumnya memiliki kandungan silika tertinggi, tetapi TKKS, cangkang sawit, dan ampas tebu tetap potensial setelah perlakuan pemurnian yang tepat. Secara keseluruhan, optimasi parameter ekstraksi dan sintesis menjadi faktor kunci dalam menghasilkan silika berkualitas tinggi dari limbah biomassa.</p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jip/article/view/20568 SATU TAHTA, DUA AMBISI: KONFLIK SAUDARA DI KESULTANAN DELI DAN KELAHIRAN KESULTANAN SERDANG 2026-03-13T04:15:37+00:00 Lutfiah Aila Nada lutfiahailanada30@gmail.com Mutia Arini mutiaarini5897@gmail.com Mutia Havits Silaen mutiahavitssilaen@gmail.com Muhammad Arif Parluhutan Sitompul mhdarifsitompul@gmail.com Pristi Suhendro Lukitoyo suhendropristi1@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis latar belakang konflik suksesi yang terjadi di lingkungan keluarga kerajaan Deli serta dampaknya terhadap lahirnya Kesultanan Serdang pada abad ke-18. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian literatur dengan pendekatan kualitatif-historis melalui kajian berbagai sumber pustaka seperti buku sejarah, artikel jurnal, arsip, serta dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik suksesi dalam Kesultanan Deli dipicu oleh perebutan kekuasaan setelah wafatnya Tuanku Panglima Paderap yang menimbulkan perselisihan antara Tuanku Panglima Pasutan dan Tuanku Umar Johan Alamshah. Perbedaan legitimasi kekuasaan berdasarkan garis keturunan dan pengaruh politik dari kerajaan-kerajaan di sekitarnya turut memperuncing konflik tersebut. Kekalahan Tuanku Umar Johan Alamshah dalam perebutan tahta menyebabkan ia bersama para pendukungnya memisahkan diri dari Deli dan kemudian diangkat sebagai Sultan Serdang pertama pada tahun 1723 dengan dukungan beberapa penguasa lokal. Peristiwa ini menandai terbentuknya Kesultanan Serdang sebagai entitas politik baru di wilayah Sumatera Timur. Penelitian ini menunjukkan bahwa konflik internal dalam sistem monarki Melayu dapat menjadi faktor penting dalam terbentuknya kekuasaan politik baru di kawasan tersebut.</p> <p><em>This study aims to analyze the succession conflict within the royal family of the Deli Sultanate and its impact on the emergence of the Serdang Sultanate in the 18th century. The research employs a literature study method using a qualitative historical approach by examining various written sources such as historical books, journal articles, archives, and relevant academic documents. The results show that the succession conflict in the Deli Sultanate was triggered by a struggle for power following the death of Tuanku Panglima Paderap, leading to rivalry between Tuanku Panglima Pasutan and Tuanku Umar Johan Alamshah. Differences in political legitimacy based on royal lineage and external political influences further intensified the conflict. After losing the struggle for the throne, Tuanku Umar Johan Alamshah and his supporters separated from Deli and were later proclaimed as the first Sultan of Serdang in 1723 with the support of several local rulers. This event marked the establishment of the Serdang Sultanate as a new political entity in East Sumatra. The study highlights how internal dynastic conflicts within Malay monarchies could lead to the formation of new political authorities in the region.</em></p> 2026-03-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan