Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp id-ID Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS TERHADAP KARAKTER DERMAWAN PADA ANAK USIA DINI DI TK AL-HIDAYAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/12932 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh demokratis terhadap karakter dermawan pada anak usia dini di TK Islam Al-Hidayah. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini, serta ditemukannya indikasi rendahnya sikap empati dan kepedulian anak di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket berisi 23 item yang disebarkan kepada 22 orang tua/wali murid. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis berpengaruh signifikan terhadap karakter dermawan anak, dengan nilai signifikansi 0.000 &lt; 0.05 dan nilai koefisien regresi sebesar 1.720. Kontribusi pola asuh demokratis terhadap karakter dermawan anak sebesar 89,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan sekolah, pengaruh teman, kebiasaan di rumah, serta karakter bawaan anak. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pola asuh demokratis, yang ditandai dengan komunikasi dua arah, pemberian kebebasan yang bertanggung jawab, serta keteladanan dalam bersikap dermawan, mampu membentuk karakter sosial anak secara positif. Oleh karena itu, pola asuh ini direkomendasikan untuk diterapkan secara konsisten oleh orang tua dan didukung oleh lingkungan sekitar anak.</p> <p><em>This research aims to determine the effect of democratic parenting patterns on the charitable character of early childhood at Al-Hidayah Islamic Kindergarten. The background of this research is based on the importance of character education from a young age, as well as the discovery of indications of low empathy and concern among children at that school. The research employs a quantitative approach using survey methods. Data were collected through a questionnaire containing 23 items distributed to 22 parents/guardians of students. Data analysis was conducted using simple linear regression and hypothesis testing with the help of SPSS. The results indicate that democratic parenting has a significant effect on the charitable character of children, with a significance value of 0.000 &lt; 0.05 and a regression coefficient of 1.720. The contribution of democratic parenting styles to the character of generosity in children is 89.9%, while the rest is influenced by other factors such as the school environment, peer influence, habits at home, and the child's inherent character. The conclusion of this study is that democratic parenting, characterized by two-way communication, responsible freedom, and modeling generous behavior, can positively shape a child's social character. Therefore, this parenting style is recommended to be consistently applied by parents and supported by the surrounding environment of the child.</em></p> Salsabila Khoerunisa Elnawati Redi Awal Maulana Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-30 2025-07-30 9 7 PENGARUH DIKLAT BERJENJANG TINGKAT DASAR TERHADAP KINERJA PENDIDIK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) SE KECEMATAN PASIRKUDA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/13475 <p><em>The purpose of this study was to understand the influence of Basic Level Training and Education on the performance of PAUD teachers in Pasirkuda District, Cianjur Regency. PAUD educators have a crucial role in developing a child's character and intelligence. However, most educators in this region lack appropriate educational resources and face challenges when trying to understand the teaching process. Through HIMPAUDI, the government promotes Tiered Training, including Basic Level Training, as a means to improve professional skills. This study used a quantitative method with a survey approach. The sample consisted of 62 PAUD educators who had participated in Basic Level Training and Education. Data were collected using a Likert scale and analyzed using SPSS version 27 using validity, reliability, and linear regression analysis. The findings of the study indicate that there is a significant impact between educators who have participated in Basic Level Training and their work habits. Aspects that experienced growth include the ability to plan, implement, assess, and advance education. However, there are differences in field results that indicate the need for further training. According to the researcher, Basic Level Training and Education is an effective strategy to improve the quality of PAUD educators. Therefore, a comprehensive evaluation and program modifications are necessary to ensure the training outcomes are presented in the best possible manner.</em></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh Pelatihan dan Pendidikan Tingkat Dasar terhadap kinerja guru PAUD di Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur. Pendidik PAUD memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter dan kecerdasan seorang anak. Namun, sebagian besar pendidik di wilayah ini kekurangan sumber daya pendidikan yang tepat dan memiliki tantangan ketika mencoba memahami proses pengajaran. Melalui HIMPAUDI, pemerintah mempromosikan Diklat Berjenjang, termasuk Diklat Tingkat Dasar, sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan profesional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri dari 62 pendidik PAUD yang telah mengikuti Pelatihan dan Pendidikan Tingkat Dasar. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 27 dengan menggunakan analisis validitas, reliabilitas, dan regresi linier. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada dampak yang signifikan antara pendidik yang telah mengikuti Diklat Tingkat Dasar dan kebiasaan kerja mereka. Aspek yang mengalami pertumbuhan meliputi kemampuan dalam merencanakan, melaksanakan, menilai, dan memajukan pendidikan. Meskipun demikian, terdapat perbedaan hasil lapangan yang menunjukkan perlunya pelatihan lanjutan. Menurut peneliti, Pelatihan dan Pendidikan Tingkat Dasar merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan mutu pendidik PAUD. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh dan modifikasi program untuk memastikan hasil pelatihan disajikan sebaik mungkin.</p> Sheila Nurfani Asep Munajat Elnawati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-30 2025-07-30 9 7 ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PELAKSANAAN PRAKTIKUM IPA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MARBAU https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/13336 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Marbau dalam pelaksanaan praktikum IPA. Kesulitan belajar yang diteliti mencakup empat indikator utama, yaitu sarana prasarana, proses pelaksanaan praktikum, kendala teknis, dan penguasaan teori. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling sebanyak 167 siswa sebagai responden. Data diperoleh melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan tertinggi terletak pada aspek sarana prasarana dengan kategori sangat tinggi (82,25%), diikuti oleh proses pelaksanaan praktikum (78,8%) dan kendala teknis (75,5%) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sementara itu, penguasaan teori tergolong rendah dalam kesulitan (36,6%), menandakan adanya ketimpangan antara pemahaman konseptual dan keterampilan praktikum siswa. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam penyediaan fasilitas laboratorium, pelatihan keterampilan proses sains, serta desain kegiatan praktikum yang lebih autentik untuk meningkatkan kompetensi ilmiah siswa secara menyeluruh.</p> <p><em>This study aims to analyze the learning difficulties of VIII grade students of SMP Negeri 2 Marbau in the implementation of science practicum. The learning difficulties studied include four main indicators, namely infrastructure facilities, practicum implementation process, technical constraints, and mastery of theory. The research method used was descriptive qualitative with total sampling technique as many as 167 students as respondents. Data were obtained through questionnaires, interviews, and documentation, then analyzed using a percentage approach. The results showed that the highest difficulty lies in the aspect of infrastructure facilities with a very high category (82.25%), followed by the practicum implementation process (78.8%) and technical constraints (75.5%) which are included in the high category. Meanwhile, mastery of theory was classified as low in difficulty (36.6%), indicating an imbalance between students' conceptual understanding and practicum skills. These findings indicate the need for improvements in the provision of laboratory facilities, training in science process skills, and the design of more authentic practicum activities to improve students' overall scientific competence.</em></p> Salwa Cheylani Lukito Novi Fitriandika Sari Ika Chastanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-30 2025-07-30 9 7 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/13095 <p>Studi ini meneliti bagaimana model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berdampak pada kemampuan matematis siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi Bangun Ruang di kelas VIII SMP Negeri 2 Rantau Utara. Studi tindakan kelas, juga dikenal sebagai penelitian tindakan kelas, dilakukan dengan sampel yang dipilih secara acak menggunakan metode random sampling. Kelas VIII-1 yang memiliki tiga puluh siswa sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional, sedangkan Kelas VIII-4, yang memiliki 30 siswa sebagai kelas eksperimen, menggunakan model pembelajaran Turnamen Game Tim. Studi ini melibatkan soal matematika yang diuraikan. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. berdasarkan data yang dikumpulkan dari guru matematika di sekolah SMP negeri 2 Rantau Utara, tingkat pemahaman matematis siswa masih belum mencapai target KKM. Karena itu, penelitian tindakan kelas dilakukan dengan menggunakan dua siklus evaluasi. Pada siklus penilaian I, rata-rata ketuntasan matematis dari 30 siswa adalah 53,33%. Pada siklus penilaian kedua, dari tiga puluh siswa, rata-rata ketuntasan matematis adalah 86,66%. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan sebanyak 33,33% dari siklus I ke siklus II.</p> <p><em>The purpose of this study is to ascertain how the Teams Games Tournament (TGT) learning model affects students' mathematical understanding abilities in mathematics in mathematics subjects on Building Space material in class VIII SMP Negeri 2 Rantau Utara. The type of research carried out is class action research with samples determined randomly using random sampling techniques. A traditional learning model was used to teach class VIII-1, which had 30 students as a control group, and the Teams Games Tournament learning model was used to teach class VIII-4, which also had 30 students as an experimental group. The research tool describes the questions using a math test. A straightforward linear regression test is used in the data analysis method. Based on data obtained from mathematics subject teachers at North Rantau 2 State Middle School, students' level of mathematical understanding in mathematics still has not reached the desired KKM target. Therefore, classroom action Two evaluation cycles were used in the study. Out of 30 students, the average level of mathematical comprehension in the first assessment cycle was 53.33%. Out of 30 students, the average level of mathematical comprehension was 86.66% in the second assessment cycle. These results show a drastic increase of 33.33% from cycle I to cycle II.</em></p> Pras Setia Wibawa Eva Julyanti Laili Habibah Pasaribu Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-31 2025-07-31 9 7 PENERAPAN PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM MENINGKATKAN KEBERANIAN BERBICARA PADA ANAK DENGAN KETERLAMBATAN BERBICARA DI TK PGRI MELUR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/13004 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan pendekatan multisensori dalam meningkatkan keberanian berbicara pada anak usia dini yang mengalami keterlambatan berbicara di TK PGRI Melur. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan pendekatan multisensori yang menggabungkan stimulasi visual, auditori, kinestetik, dan taktil. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara anak. Pada tahap pra siklus, dari 15 anak, 8 anak (53,33%) berada pada kategori Belum Berkembang (BB), 4 anak (26,67%) pada kategori Mulai Berkembang (MB), 3 anak (20%) pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 0 anak (0%) pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah Siklus I, anak pada kategori BB menurun menjadi 3 anak (20%), MB menjadi 7 anak (46,67%), BSH tetap 3 anak (20%), dan BSB meningkat menjadi 2 anak (13,33%). Pada Siklus II, hasilnya meningkat signifikan dengan 12 anak (80%) berada pada kategori BSB, 1 anak (6,67%) BSH, 2 anak (13,33%) MB, dan tidak ada anak pada kategori BB. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan multisensori efektif dalam meningkatkan keberanian berbicara anak usia dini dan dapat diterapkan sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan gaya belajar anak.</p> <p><em>This study aims to determine the effectiveness of applying a multisensory approach in increasing the courage to speak in early childhood who experience speech delays at PGRI Melur Kindergarten. This research uses Classroom Action Research (PTK) method which implemented in two cycles, with multisensory approach which combines visual, auditory, kinesthetic, and tactile stimulation. The results showed a significant improvement in children's speaking ability. At the pre-cycle stage, out of 15 children, 8 children (53.33%) were in the Not Developing (BB) category, 4 children (26.67%) in the Starting to Develop (MB) category, 3 children (20%) in the Developing As Expected (BSH) category, and 0 children (0%) in the Very Good Developing (BSB) category. After Cycle I, children in the BB category decreased to 3 children (20%), MB to 7 children (46.67%), BSH remained 3 children (20%), and BSB increased to 2 children (13.33%). In Cycle II, the results increased significantly with 12 children (80%) in the BSB category, 1 child (6.67%) BSH, 2 children (13.33%) MB, and no children in the BB category. These findings prove that the multisensory approach is effective in improving early childhood speaking courage and can be applied as a strategy for learning that is fun and in accordance with children's learning styles.</em></p> Neneng Riska Pandini Redi Awal Maulana Elnawati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-30 2025-07-30 9 7 PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMADIRIAN DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA PADA MATERI LITOSFER https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/13397 <p><em>This research is development research that aims to 1) determine the validity of the problem-based learning module based on material experts, media, and practitioners. 2) Determine the impact of using problem-based learning modules on increasing student independence in lithosphere material. 3) Determine the impact of using problem-based learning modules on improving student outcomes in lithosphere material. This research was conducted at SMA N 1 Jetis, Bantul, Yogyakarta. The subjects of the study were students in class X8. &nbsp;The design of this development research uses the Borg and Gall development model. Data collection was carried out using questionnaire and test techniques. Data analysis used the gain score test. Data analysis of conceptual understanding using a paired-sample T-test. The results of this research and development show that 1) media validators, material validators, and practitioners stated that the module is suitable for use in research. 2) This module can improve student independence. This product can be used as a learning support while helping students improve their independence and learning outcomes. Although this module can be used as an independent learning tool, teachers still need to accompany students during learning, especially on materials that need to be explored in depth.</em></p> Novita Sari Mukminan Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-30 2025-07-30 9 7 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SENTRA TERHADAP PERKEMBANGAN LOGIKA BERPIKIR ANAK USIA 5–6 TAHUN DI TK CAMBRIDGE PRESCHOOL AND CHILD CARE DEPOK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/13167 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan logika berpikir anak usia dini yang terlihat dari kesulitan dalam memahami urutan kegiatan, mengenali pola, dan menjelaskan hubungan sebab-akibat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran sentra dapat meningkatkan kemampuan logika berpikir anak usia 5–6 tahun di TK Cambridge Preschool and Child Care Depok. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing dengan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 16 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi dengan indikator logika berpikir seperti mengklasifikasi, mengurutkan benda, mengenali pola, serta menjelaskan sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra siklus, sebanyak 10 anak (60%) berada dalam kategori belum berkembang. Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I, jumlah anak dalam kategori belum berkembang menurun menjadi 5 anak (31,25%), dan meningkat menjadi 0 anak (0%) pada siklus II. Pada siklus II, sebanyak 8 anak (50%) berada dalam kategori berkembang sesuai harapan dan 5 anak (31,25%) dalam kategori berkembang sangat baik, sehingga total 13 anak (81,25%) telah mencapai indikator keberhasilan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran sentra, khususnya melalui sentra balok dan bahan alam, efektif dalam meningkatkan kemampuan logika berpikir anak usia dini.</p> <p><em>This study is motivated by the low logical thinking skills of early childhood which can be seen from difficulties in understanding the sequence of activities, recognizing patterns, and explaining cause-and-effect relationships. The purpose of this study was to determine how the application of the center learning model can improve the logical thinking skills of children aged 5-6 years at Cambridge Preschool and Child Care Depok Kindergarten. This study used the Classroom Action Research (PTK) method with the Kemmis and McTaggart spiral model consisting of two cycles, each with planning, action implementation, observation, and reflection stages. The subjects of this research were 16 children of group B. Data collection techniques were carried out through observation and documentation with logical thinking indicators such as classifying, sorting objects, recognizing patterns, and explaining cause and effect. The results showed that at the pre-cycle stage, 10 children (60%) were in the undeveloped category. After the implementation of actions in cycle I, the number of children in the undeveloped category decreased to 5 children (31.25%), and increased to 0 children (0%) in cycle II. In cycle II, 8 children (50%) were in the category of developing as expected and 5 children (31.25%) in the category of developing very well, so that a total of 13 children (81.25%) had reached the success indicator. This shows that the application of the center learning model, especially through the center of blocks and natural materials, is effective in improving the logical thinking skills of early childhood.</em></p> Yohanna Juwita C Redi Awal Maulana Elnawati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-30 2025-07-30 9 7 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI PERMAINAN MEMBATIK ECOPRINT DENGAN TEKNIK POUNDING PADA ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI KB MAWAR 1 https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipp/article/view/13034 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui permainan membatik ecoprint dengan teknik pounding. Permainan ini memanfaatkan bahan alam berupa daun dan bunga sebagai media utama, serta aktivitas memukul (pounding) sebagai sarana stimulasi motorik halus. Subjek penelitian adalah anak kelompok A usia 4–5 tahun di KB Mawar 1. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan motorik halus anak setelah diterapkan permainan membatik ecoprint. Anak-anak menjadi lebih terampil dalam menggenggam alat, mengatur kekuatan tangan saat memukul daun, serta menunjukkan koordinasi mata dan tangan yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kreativitas dan rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi tiap siklus, teknik pounding dalam ecoprint terbukti efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan motorik halus anak usia dini.</p> Yunisha Agilia Putri Redi Awal Maulana Elnawati Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmu Pendidikan Progresif 2025-07-30 2025-07-30 9 7