Jurnal Ilmiah Psikologi Insani https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipsi id-ID Tue, 30 Dec 2025 15:18:58 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 INTERVENSI BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PENERIMAAN DIRI DAN PENGELOLAAN EMOSI PADA SISWA FATHERLESS https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipsi/article/view/17429 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi emosional seorang siswa fatherless serta perubahan yang terjadi setelah diberikan layanan bimbingan dan konseling yang mencakup bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, dan konseling individual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus untuk menggali pengalaman subjektif konseli secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, konseli mengalami tekanan emosional yang ditandai dengan rasa aman yang rendah, kesulitan mengungkapkan perasaan, harga diri rendah, dan sensitivitas tinggi terhadap topik keluarga. Melalui tahapan layanan BK, konseli menunjukkan perkembangan positif berupa peningkatan regulasi emosi, penerimaan diri, keberanian mengungkapkan perasaan, serta meningkatnya kepercayaan diri. Intervensi BK terbukti membantu konseli memahami dirinya, mengelola luka emosional akibat ketidakhadiran ayah, dan mengembangkan pola pikir yang lebih positif terhadap masa depannya. Temuan ini menegaskan pentingnya layanan BK dalam mendukung kesejahteraan emosional remaja yang mengalami fatherless.</p> <p><em>This study aims to understand the emotional condition of a fatherless student and the changes that occur after receiving guidance and counseling services, including classroom guidance, group counseling, and individual counseling. A qualitative case study approach was used to explore the student’s subjective experiences in depth. The findings indicate that prior to intervention, the student experienced emotional distress characterized by low sense of security, difficulty expressing feelings, low self-esteem, and high sensitivity to family-related topics. Through the stages of counseling services, the student demonstrated significant improvements, including better emotional regulation, increased self-acceptance, greater openness in expressing emotions, and enhanced self-confidence. The intervention proved effective in helping the student process emotional wounds caused by the absence of a father and develop a more positive outlook on himself and his future. These results highlight the crucial role of counseling services in supporting the emotional well-being of fatherless adolescents.</em></p> Dwi Rahmadani Indra, Viona Nursepti Triaswati , Nur Laila Habibah Ahmad, Uthia Tri Andani Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmiah Psikologi Insani https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipsi/article/view/17429 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000 GAMBARAN UMUM DISTORSI KOGNITIF PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI ADIKSI JUDI ONLINE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipsi/article/view/17693 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk distorsi kognitif pada dewasa awal yang mengalami adiksi judi online serta memahami bagaimana pola pikir irasional tersebut memengaruhi dan mempertahankan perilaku adiktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan melibatkan tiga narasumber utama serta tiga informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles &amp; Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Proses analisis dibantu dengan perangkat lunak NVivo untuk pengkodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan menampilkan berbagai distorsi kognitif yang berperan signifikan dalam mempertahankan adiksi judi <em>online</em>, antara lain <em>all-or-nothing thinking</em>, <em>overgeneralization</em>, <em>mental</em> <em>filter</em>, <em>jumping to conclusions</em>, <em>emotional reasoning</em>, <em>should statements</em>, <em>labeling</em>, dan <em>personalization</em>. Distorsi ini membuat individu menafsirkan peluang, kontrol, dan hasil permainan secara keliru sehingga memperkuat dorongan untuk terus berjudi meskipun menghadapi dampak negatif secara finansial, emosional, maupun sosial. Selain itu, distorsi kognitif turut memengaruhi konsep diri, memicu perilaku kompulsif, dan memperburuk konflik dengan lingkungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa distorsi kognitif merupakan mekanisme psikologis utama yang mempertahankan adiksi judi online pada dewasa awal. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam pengembangan intervensi berbasis <em>Cognitive Behavioral Therapy</em> (CBT) untuk membantu individu mengenali, menantang, dan memodifikasi pola pikir irasional agar mampu keluar dari perilaku adiktif.</p> <p><em>This study aims to analyze the forms of cognitive distortions experienced by emerging adults involved in online gambling addiction and to understand how these irrational thought patterns influence and maintain addictive behavior. Employing a qualitative approach with a single-case study design, the research involved three primary participants and three supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s framework of data reduction, data display, and conclusion drawing. NVivo software was utilized to support the thematic coding process. The findings reveal that all participants exhibited various cognitive distortions that significantly contribute to the persistence of online gambling addiction, including all-or-nothing thinking, overgeneralization, mental filtering, jumping to conclusions, emotional reasoning, should statements, labeling, and personalization. These distortions lead individuals to misinterpret chances, control, and gambling outcomes, strengthening the urge to continue gambling despite financial, emotional, and social consequences. Moreover, cognitive distortions negatively affected self-concept, triggered compulsive behaviors, and intensified interpersonal conflicts. The study concludes that cognitive distortions serve as a central psychological mechanism sustaining online gambling addiction among emerging adults. These findings hold important implications for guidance and counseling services, particularly in designing Cognitive Behavioral Therapy (CBT)-based interventions to help individuals identify, challenge, and modify irrational thinking patterns, thereby supporting recovery from addictive behavior.</em></p> Haifa Humaira Khansa, Dewang Sulistiana, Feida Noorlaila Isti’adah Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Ilmiah Psikologi Insani https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jipsi/article/view/17693 Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000