ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU BABS : STUDI KASUS TERHADAP KEPEMILIKAN JAMBAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS MENTAYA SEBERANG

Penulis

  • Pudjo Ananto Universitas Indonesia Maju Jakarta
  • Achmad Lukman Hakim Universitas Indonesia Maju Jakarta

Kata Kunci:

Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Sanitasi, Perilaku Masyarakat, SDGs

Abstrak

Sanitasi yang buruk menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Mentaya Seberang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor dominan yang memengaruhi perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) serta mengevaluasi efektivitas intervensi sanitasi yang dilakukan di wilayah tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain analisis deskriptif dan , mengumpulkan data melalui kuesioner tertutup dan observasi lapangan. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling. Hasil analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik) menunjukkan bahwa faktor ekonomi, budaya, infrastruktur sanitasi, dan distribusi air bersih merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya praktik BABS. Selain itu, rendahnya tingkat kesadaran dan kuatnya tradisi lokal memperlambat perubahan perilaku meskipun berbagai program intervensi telah dilakukan. Studi ini mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor enam serta pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dan menawarkan rekomendasi berbasis bukti untuk mempercepat penurunan angka BABS, melalui pendekatan edukasi berkelanjutan, penguatan infrastruktur, serta pemanfaatan kearifan lokal.

Poor sanitation is a major challenge in public health, including in the working area of Puskesmas Mentaya Seberang, East Kotawaringin Regency. This study aims to analyze the dominant factors that influence open defecation behavior and evaluate the effectiveness of sanitation interventions conducted in the area. This study used a quantitative approach with a cross sectional design, collecting data through closed questionnaires and field observations. Samples were selected using simple random sampling method. The results of univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (logistic regression) analyses showed that economic, cultural, sanitation infrastructure, and clean water distribution were the main factors contributing to high open defecation practices. In addition, low levels of awareness and strong local traditions slow down behavior change despite various intervention programs. This study supports efforts to achieve Sustainable Development Goal (SDGs) number six and the implementation of the Community-Based Total Sanitation (CBTS) program, and offers evidence-based recommendations to accelerate the reduction of open defecation rates, through sustainable education approaches, strengthening infrastructure, and utilizing local wisdom

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-30